Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.822 views

Gerak Jabar Siap Mengawal Maklumat MUI Soal RUU HIP

PERS RILIS

Belum usai masalah mengenai penanggulangan pandemi covid-19 yang prosentasenya masih terus bertambah, DPR yang mestinya berwenang mengetuk palu kebijakan yang berprioritas pada keselamatan hidup rakyatnya, pejabat legistalif malah berkelakar merancang kebijakan ditengah pendemi yang sama sekali tidak pro terhadap nasib rakyatnya sendiri, diantara beberapa RUU yang masuk Prolegnas sebagian besar bermasalah, dimulai dari RUU Omnibuslaw yang merugikan nasib buruh dengan RUU CILAKAnya, RUU Minerba yang hanya menguntungkan para Investor dari kalangan pejabat maupun non pejabat dengan tidak mengindahkan tanah-tanah adat serta tentu saja berdampak pada rusaknya ruang hidup masyarakat.

Baru-baru ini orang-orang di senayan kembali berulah, diinisiasi Partai berlambang banteng itu, menyulut api kemarahan rakyat Indonesia dengan kreatifnya merancang Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila ( RUU HIP ).

Tentu saja RUU ini sontak mengundang reaksi masa terutama Umat Islam, yang apabila merujuk secara historis para ulama besar seperti KH. Wahid Hasyim dari NU, Ki Bagus Hadikusumo, Kyai Haji Mas Masnsur dari Muhammadiyah, KH Abdul Kahar Muzakkir dari Partai Sarekat Islam Indonesia, dan KH Agus Salim, turut andil besar dalam merancang landasan Ideologi bangsa yaitu Pancasila dan UUD 1945.

RUU HIP ini sangatlah bermasalah karena digadang-gadang akan merubah landasan negara dengan diperasnya Pancasila, menjadi Trisila yaitu Sosio Nasionalisme, Sosio Demokrasi, dan Ketuhanan yang berkebudayaan, lalu kemudian dikristalisasi lagi menjadi Ekasila yaitu Gotong royong, dan yang paling berbahaya adalah, RUU HIP ini tidak meletakan TAP MPRS XXV Tahun 1966 di RUU nya tentang pelarangan PKI di Indonesia, ini menjadi permasalahan serius terutama dikalangan umat Islam yang secara historis pernah menjadi korban kekejaman partai berlambang palu arit secara fisik, dan hingga saat ini pun kekejamannya terus bergulir hanya saja dengan berbagai macam metode yang berdampak terhadap rusaknya akidah Generasi bangsa.

Hal ini dirasa penting untuk kita persoalkan sebab jika RUU HIP ini tidak kita tolak maka Generasi Komunis Baru akan bercokol diberbagai komponen-komponen penting masyarakat,terutama dikalangan para Legislator perancang kebijakan di parlemen. Sebagaimana yang dilansir oleh jurnalislam.com (24/6/2020) Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah KH. Athian Ali meminta RUU Haluan Ideologi Pancasila dibatalkan.

"Menghentikan pembahasan dan sekaligus memastikan RUU HIP ini tidak akan menjadi Undang-Undang, serta Mengusut konseptor yang menginisiasi RUU HIP ini agar rakyat mendapat jaminan bahwa pemerintah dibawah kepemimpinan Jokowi adalah anti Komunisme" pintanya.

Dalam kesempatan yang lain Ketua Harian Dewan Dakwah Jawa barat Ustad Roinul Balad menyatakan bahwa.

"Dewan dakwah sangat berkepentingan mengawal masalah bahaya kebangkitan komunisme ini. Karena para pendiri dewan da'wah adalah sebagai bagian dari kesejarahan (The Founding Fathers) Republik Indonesia, sebagai Penyelamat NKRI', yang tidak ada kompromi dengan PKI dan segala mantel-mantelnya yang berfaham Anti Tuhan Yang Maha Esa sebagai Dasar Negara Indonesia".

Beliau juga menghimbau, "Untuk membentuk Satgas anti komunisme secara terstruktur dari atas sampai dengan grass root. Karena bahaya virus komunisme lebih dahsyat ketimbang virus corona yang sudah menguras anggaran negara cukup signifikan!" tuturnya dalam rapat konsolidasi penolakan RUU HIP antar Ormas Islam se-Jawa Barat di Lantai 3 Masjid Al-Fajr Cijagra Buah Batu, Bandung, Jawa Barat (28/6/2020)

Maka dari pada itu segenap Warga Jawa Barat harus menyatakan sikap dan menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia terkhusus warga Jawa Barat untuk sama-sama menyatakan sikap
 

1. KAWAL MAKLUMAT MUI MENYOAL RUU HIP

2. MENOLAK KERAS RUU HIP & PENUHI TUNTUTAN WARGA JABAR UNTUK TIDAK HANYA MENUNDA BAHASAN RUU HIP TETAPI MEMBATALKAN SERTA MENCABUT RUU HIP INI DARI PROLEGNAS

3. MENGUSUT KONSEPTOR DIBALIK USUL RANCANG RUU HIP

“GERAK JABAR”
(Gerakan Rakyat Anti Komunis Jawa Barat)

#dukungmaklumatMUI #tolakruuhip #ganyangkomunis #selamatkanindonesia #tolakideologikomunis #GERAKJABAR

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Pers Rilis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Latest News
Kekeliruan Paradigma Emosi

Kekeliruan Paradigma Emosi

Rabu, 24 Feb 2021 23:00

Pendangkalan Aqidah Generasi Dampak Moderasi

Pendangkalan Aqidah Generasi Dampak Moderasi

Rabu, 24 Feb 2021 22:44

Bekerja untuk Akhirat

Bekerja untuk Akhirat

Rabu, 24 Feb 2021 22:12

Kerumunan Jokowi di Maumere, PKS: Apa Artinya Segala Upaya Penanggulangan Covid-19?

Kerumunan Jokowi di Maumere, PKS: Apa Artinya Segala Upaya Penanggulangan Covid-19?

Rabu, 24 Feb 2021 21:39

Perda Syariat Digugat, Dimana Hak Umat untuk Taat?

Perda Syariat Digugat, Dimana Hak Umat untuk Taat?

Rabu, 24 Feb 2021 21:38

Belajar dari Kisah Ashabul Kahfi: Ikhlas dalam Beribadah

Belajar dari Kisah Ashabul Kahfi: Ikhlas dalam Beribadah

Rabu, 24 Feb 2021 21:17

Jilbab Dihambat, Perda Syariat Digugat

Jilbab Dihambat, Perda Syariat Digugat

Rabu, 24 Feb 2021 20:51

Menjaga Keluarga dari Gerusan Kapitalisme

Menjaga Keluarga dari Gerusan Kapitalisme

Rabu, 24 Feb 2021 20:50

Akhiri Ketidakpastian Hukum, Partai Gelora Dorong Penerbitan Perppu dan Pengesahan RUU KUHP

Akhiri Ketidakpastian Hukum, Partai Gelora Dorong Penerbitan Perppu dan Pengesahan RUU KUHP

Rabu, 24 Feb 2021 20:43

Generasi, Akankah Jadi Tumbal Moderasi Beragama?

Generasi, Akankah Jadi Tumbal Moderasi Beragama?

Rabu, 24 Feb 2021 20:24

Manajemen Marah

Manajemen Marah

Rabu, 24 Feb 2021 20:05

Perang Lawan Rentenir, Legislator Ini Dorong Program Ibu Berdaya

Perang Lawan Rentenir, Legislator Ini Dorong Program Ibu Berdaya

Rabu, 24 Feb 2021 19:59

Jika Varian Baru Corona Masuk Ke Indonesia, Bagaimana Nasib Kita?

Jika Varian Baru Corona Masuk Ke Indonesia, Bagaimana Nasib Kita?

Rabu, 24 Feb 2021 19:47

Islam Solusi Kekerasan Seksual pada Perempuan

Islam Solusi Kekerasan Seksual pada Perempuan

Rabu, 24 Feb 2021 19:30

Sinergi ACT-Korps Marinir Bantu Korban Banjir Kabupaten Bekasi

Sinergi ACT-Korps Marinir Bantu Korban Banjir Kabupaten Bekasi

Rabu, 24 Feb 2021 19:29

Militer Libya: Tentara Bayaran Wagner Rusia Terlihat Di Kota Pantai Sirte

Militer Libya: Tentara Bayaran Wagner Rusia Terlihat Di Kota Pantai Sirte

Rabu, 24 Feb 2021 18:45

NYCFA: UEA Tetap Terlibat Dalam Perang Di Yaman Meskipun Mengklaim Telah Menarik Diri

NYCFA: UEA Tetap Terlibat Dalam Perang Di Yaman Meskipun Mengklaim Telah Menarik Diri

Rabu, 24 Feb 2021 17:35

Tingkatkan Kompetensi Pengasuh, Pesantren Wahdah Islamiyah Cibonong Gelar Training Konseling

Tingkatkan Kompetensi Pengasuh, Pesantren Wahdah Islamiyah Cibonong Gelar Training Konseling

Rabu, 24 Feb 2021 17:04

Erdogan Kecam Standar Ganda Uni Eropa Atas Kebijakan Pengungsi

Erdogan Kecam Standar Ganda Uni Eropa Atas Kebijakan Pengungsi

Rabu, 24 Feb 2021 16:50

Dukung GNWU, Dirut PPPA Daarul Quran: Semua Nazhir Wakaf Uang Harus Dilibatkan

Dukung GNWU, Dirut PPPA Daarul Quran: Semua Nazhir Wakaf Uang Harus Dilibatkan

Rabu, 24 Feb 2021 16:17


MUI

Must Read!
X