Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
28.914 views

Ciputra Bangun Patung Yesus Terbesar di Asia. Bukti Dominasi Katolik di Indonesia

MANADO (voa-islam.com) - Naudzubillah, Patung Yesus Memberkati adalah sebuah monumen Yesus Kristus yang terletak di Kota Manado. Monumen ini memiliki tinggi 50 meter dari permukaan tanah, dimana patungnya sendiri memiliki tinggi 30 meter dan 20 meter adalah tinggi penopangnya.

Monumen ini terbuat dari 25 ton besi fibre dan 35 ton besi baja dan terletak pada bukit tertinggi di daerah perumahan Citraland Manado.

Monumen ini menjadi ikon terbaru Kota Manado dan merupakan monumen Yesus Kristus yang kedua tertinggi di Asia dan antara yang tertinggi di dunia.

Ide pembuatan monumen ini berasal dari Insinyur Ciputra, seorang pengusaha kawakan di bidang properti di Indonesia. Monumen ini menghabiskan biaya sebesar kurang lebih Rp 5 miliar.

Ada delapan elemen yang harus dibangun oleh ciputra di komplek itu demi mewujudkan mimpinya menjadikan Sulawesi Utara sebagai Jerusalem of Indonesia.

Dari delapan elemen tersebut sudah ada tiga elemen yang behasil diselesaikan, patung yesus memberkati setinggi 50 meter yang terletak perbukitan Citraland, The Tower of Blessing, serta Jalan Salib yang terdiri dari 187 anak tangga dengan kemiringan 70%.

Sementara sisanya yaitu, Plasa Taman Getsemani yang menggambarkan peristiwa ketika Yesus ditangkap, Plasa gereja-gereja berbagai dinominasi, Open Air Theatre, Rumah Biara dan Rumah Do’a.

Sejalan dengan visi Katolik pendirinya maka hampir disetiap perumahan Citraland dan Ciputra Group pasti didirikan fasilitas Gereja Katolik dan Sekolah Katolik untuk membentuk dan menyatukan komunitas Kristen terutama bagi masyarakat keturunan Cina.

Bisnis properti yang marak di Indonesia, ternyata dikuasai oleh tiga pengusaha Cina, yaitu: Ciputra, Eka Tjipta Widjaja, dan Mochtar Riady. Ciputra merintis Ciputra Group, Eka Tjipta memimpin Sinarmas Land Group, dan Mochtar memelopori Lippo Group.

Bisnis mereka tersebar di seluruh Indonesia, dari kota ke desa. Mereka membangun perumahan, pusat belanja, ruko, rukan, rumah sakit, apartemen, hotel, dan kawasan industri.

Menurut CEO Leads Property Indonesia, Hendra Hartono kepada kompas.com, ketiga dinasti tersebut merupakan pemasok properti terbesar yang aktif sejak tiga puluh tahun lalu hingga sekarang. Karya mereka memenuhi kebutuhan kelas bawah, menengah, dan menengah atas.

“Boleh disebut, mereka adalah supply driven yang menentukan perkembangan dan pertumbuhan sektor properti Indonesia di masa lalu, sekarang maupun akan datang,” ujar Hendra.

Ketiganya memiliki agama dan misi visi katolik yang sama yakni menjadi lokomotif dan penyandang dana Kristenisasi di Indonesia. Simbol agama mereka secara terang benderang dibangun di setiap lini bisnis mereka. Umat Islam harus sadar akan bahaya laten kristenisasi yang dapat memicu konflik social sejak jaman penjajahan dulu.

Sejarah Kristen masuk melalui misi Gospel yang dibawa penjajah Belanda yang berhadapan dengan umat Islam menggunakan senjata telah memakan banyak korban jiwa. Saatnya umat bersatu menghadang laju kristenisasi.

Di Pakistan, Pengusaha Kristen Membangun Salib Raksasa

Sungguh terlalu yang dilakukan Pengusaha asal Pakistan, ia mengaku mengemban tugas penting yang didapat langsung dari Tuhan.

Pria bernama Parvez Henry Gill, itu mengatakan, Tuhan datang kepadanya melalui mimpi untuk memulai misi provokasi bagi orang-orang Kristen di Pakistan.



Katanya bisikan Tuhan kepada Gill adalah, memerintahkan membangun sebuah salib raksasa setinggi 140 kaki atau sekitar 53 meter.

Ironisnya, pembangunan salib itu justru dilakukan di Pakistan yang notabene memiliki mayoritas penduduk muslim.

Gill mendesak komunitas minoritas Kristen di Pakistan berhenti melarikan diri dari negara itu dan bangkit melakukan perlawanan.

“Tuhan akan melindungi Anda. Tinggal di negara Anda. Jangan takut,” kata Gill.

Menurut Gill, salib raksasa yang sedang dia bangun itu bisa menjadi pengingat umat Kristen Pakistan jika “Tuhan ada dimana-mana”.

Salib itu dibangun bersebelahan dengan pemakaman Kristen Gora Qabristan di Karachi, Pakistan. Kendati pembangunan salib itu mendapat dukungan komunitas Kristen di sana, namun ada juga kekhawatiran soal akibat yang ditimbulkan.

Salah satunya pengajar Kristen bernama Nadia Gill, mengatakan, “Kami adalah masyarakat minoritas yang berada di bawah ancaman. Jika Tuhan berbicara kepada Gill, maka mungkin salib ini akan bertahan. Tapi saya masih memiliki ketakutan,” ujar Nadia Gill.

Sementara itu, warga muslim setempat menilai pembangunan salib itu mempunyai tujuan lain sebagai alat provokasi. “Salib itu sendiri bukan sekadar simbol,” ujar Saeed Khan, seorang penjaga toko Karachi.

“Ini merupakan provokasi yang akan menyebabkan lebih banyak pertumpahan darah. Bukan kah kita sudah punya cukup banyak masalah?” Penganut Kristen di Pakistan sering menjadi sasaran kekerasan oleh warga mayoritas muslim tersebut.

Beberapa kekerasan diantaranya berupa pemboman gereja, penembakan, diskriminasi termasuk diantaranya kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok muslim garis keras.

Korban terakhir adalah seorang Kristen yang kini mengalami gangguan mental setelah dihukum oleh otoritas Pakistan lantaran membuat lelucon soal ekstrimis Islam. [adivammar/sharia]

Sungguh terlalu yang dilakukan Pengusaha asal Pakistan, ia mengaku mengemban tugas penting yang didapat langsung dari Tuhan.

Pria bernama Parvez Henry Gill, itu mengatakan, Tuhan datang kepadanya melalui mimpi untuk memulai misi provokasi bagi orang-orang Kristen di Pakistan.

Katanya bisikan Tuhan kepada Gill adalah, memerintahkan membangun sebuah salib raksasa setinggi 140 kaki atau sekitar 53 meter.

Ironisnya, pembangunan salib itu justru dilakukan di Pakistan yang notabene memiliki mayoritas penduduk muslim.

Gill mendesak komunitas minoritas Kristen di Pakistan berhenti melarikan diri dari negara itu dan bangkit melakukan perlawanan.

“Tuhan akan melindungi Anda. Tinggal di negara Anda. Jangan takut,” kata Gill.

Menurut Gill, salib raksasa yang sedang dia bangun itu bisa menjadi pengingat umat Kristen Pakistan jika “Tuhan ada dimana-mana”.

Salib itu dibangun bersebelahan dengan pemakaman Kristen Gora Qabristan di Karachi, Pakistan. Kendati pembangunan salib itu mendapat dukungan komunitas Kristen di sana, namun ada juga kekhawatiran soal akibat yang ditimbulkan.

Salah satunya pengajar Kristen bernama Nadia Gill, mengatakan, “Kami adalah masyarakat minoritas yang berada di bawah ancaman. Jika Tuhan berbicara kepada Gill, maka mungkin salib ini akan bertahan. Tapi saya masih memiliki ketakutan,” ujar Nadia Gill.

Sementara itu, warga muslim setempat menilai pembangunan salib itu mempunyai tujuan lain sebagai alat provokasi. “Salib itu sendiri bukan sekadar simbol,” ujar Saeed Khan, seorang penjaga toko Karachi.

“Ini merupakan provokasi yang akan menyebabkan lebih banyak pertumpahan darah. Bukan kah kita sudah punya cukup banyak masalah?” Penganut Kristen di Pakistan sering menjadi sasaran kekerasan oleh warga mayoritas muslim tersebut.

Beberapa kekerasan diantaranya berupa pemboman gereja, penembakan, diskriminasi termasuk diantaranya kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok muslim garis keras.

Korban terakhir adalah seorang Kristen yang kini mengalami gangguan mental setelah dihukum oleh otoritas Pakistan lantaran membuat lelucon soal ekstrimis Islam.[

- See more at: http://voa-islam.com/read/world-news/2015/05/30/37288/provokasi-umat-islam-pengusaha-pakistan-bangun-salib-raksasa-di-negeri-ini/#sthash.JzpAQ10Z.dpuf

Sungguh terlalu yang dilakukan Pengusaha asal Pakistan, ia mengaku mengemban tugas penting yang didapat langsung dari Tuhan.

Pria bernama Parvez Henry Gill, itu mengatakan, Tuhan datang kepadanya melalui mimpi untuk memulai misi provokasi bagi orang-orang Kristen di Pakistan.

Katanya bisikan Tuhan kepada Gill adalah, memerintahkan membangun sebuah salib raksasa setinggi 140 kaki atau sekitar 53 meter.

Ironisnya, pembangunan salib itu justru dilakukan di Pakistan yang notabene memiliki mayoritas penduduk muslim.

Gill mendesak komunitas minoritas Kristen di Pakistan berhenti melarikan diri dari negara itu dan bangkit melakukan perlawanan.

“Tuhan akan melindungi Anda. Tinggal di negara Anda. Jangan takut,” kata Gill.

Menurut Gill, salib raksasa yang sedang dia bangun itu bisa menjadi pengingat umat Kristen Pakistan jika “Tuhan ada dimana-mana”.

Salib itu dibangun bersebelahan dengan pemakaman Kristen Gora Qabristan di Karachi, Pakistan. Kendati pembangunan salib itu mendapat dukungan komunitas Kristen di sana, namun ada juga kekhawatiran soal akibat yang ditimbulkan.

Salah satunya pengajar Kristen bernama Nadia Gill, mengatakan, “Kami adalah masyarakat minoritas yang berada di bawah ancaman. Jika Tuhan berbicara kepada Gill, maka mungkin salib ini akan bertahan. Tapi saya masih memiliki ketakutan,” ujar Nadia Gill.

Sementara itu, warga muslim setempat menilai pembangunan salib itu mempunyai tujuan lain sebagai alat provokasi. “Salib itu sendiri bukan sekadar simbol,” ujar Saeed Khan, seorang penjaga toko Karachi.

“Ini merupakan provokasi yang akan menyebabkan lebih banyak pertumpahan darah. Bukan kah kita sudah punya cukup banyak masalah?” Penganut Kristen di Pakistan sering menjadi sasaran kekerasan oleh warga mayoritas muslim tersebut.

Beberapa kekerasan diantaranya berupa pemboman gereja, penembakan, diskriminasi termasuk diantaranya kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok muslim garis keras.

Korban terakhir adalah seorang Kristen yang kini mengalami gangguan mental setelah dihukum oleh otoritas Pakistan lantaran membuat lelucon soal ekstrimis Islam.[

- See more at: http://voa-islam.com/read/world-news/2015/05/30/37288/provokasi-umat-islam-pengusaha-pakistan-bangun-salib-raksasa-di-negeri-ini/#sthash.JzpAQ10Z.dpuf

Sungguh terlalu yang dilakukan Pengusaha asal Pakistan, ia mengaku mengemban tugas penting yang didapat langsung dari Tuhan.

Pria bernama Parvez Henry Gill, itu mengatakan, Tuhan datang kepadanya melalui mimpi untuk memulai misi provokasi bagi orang-orang Kristen di Pakistan.

Katanya bisikan Tuhan kepada Gill adalah, memerintahkan membangun sebuah salib raksasa setinggi 140 kaki atau sekitar 53 meter.

Ironisnya, pembangunan salib itu justru dilakukan di Pakistan yang notabene memiliki mayoritas penduduk muslim.

Gill mendesak komunitas minoritas Kristen di Pakistan berhenti melarikan diri dari negara itu dan bangkit melakukan perlawanan.

“Tuhan akan melindungi Anda. Tinggal di negara Anda. Jangan takut,” kata Gill.

Menurut Gill, salib raksasa yang sedang dia bangun itu bisa menjadi pengingat umat Kristen Pakistan jika “Tuhan ada dimana-mana”.

Salib itu dibangun bersebelahan dengan pemakaman Kristen Gora Qabristan di Karachi, Pakistan. Kendati pembangunan salib itu mendapat dukungan komunitas Kristen di sana, namun ada juga kekhawatiran soal akibat yang ditimbulkan.

Salah satunya pengajar Kristen bernama Nadia Gill, mengatakan, “Kami adalah masyarakat minoritas yang berada di bawah ancaman. Jika Tuhan berbicara kepada Gill, maka mungkin salib ini akan bertahan. Tapi saya masih memiliki ketakutan,” ujar Nadia Gill.

Sementara itu, warga muslim setempat menilai pembangunan salib itu mempunyai tujuan lain sebagai alat provokasi. “Salib itu sendiri bukan sekadar simbol,” ujar Saeed Khan, seorang penjaga toko Karachi.

“Ini merupakan provokasi yang akan menyebabkan lebih banyak pertumpahan darah. Bukan kah kita sudah punya cukup banyak masalah?” Penganut Kristen di Pakistan sering menjadi sasaran kekerasan oleh warga mayoritas muslim tersebut.

Beberapa kekerasan diantaranya berupa pemboman gereja, penembakan, diskriminasi termasuk diantaranya kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok muslim garis keras.

Korban terakhir adalah seorang Kristen yang kini mengalami gangguan mental setelah dihukum oleh otoritas Pakistan lantaran membuat lelucon soal ekstrimis Islam.[

- See more at: http://voa-islam.com/read/world-news/2015/05/30/37288/provokasi-umat-islam-pengusaha-pakistan-bangun-salib-raksasa-di-negeri-ini/#sthash.JzpAQ10Z.dpuf

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Politik Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Latest News
Gadis Ternoda, Salah Siapa?

Gadis Ternoda, Salah Siapa?

Ahad, 17 Nov 2019 23:24

Gaza Butuh Persatuan Kaum Muslim

Gaza Butuh Persatuan Kaum Muslim

Ahad, 17 Nov 2019 23:12

JNIM Bobol Penjara di Mali Utara, Bebaskan Puluhan Tahanan Jihadis

JNIM Bobol Penjara di Mali Utara, Bebaskan Puluhan Tahanan Jihadis

Ahad, 17 Nov 2019 19:00

Whatsapp Blokir Ratusan Akun Jurnalis Palestina yang Melaporkan Serangan Israel ke Gaza

Whatsapp Blokir Ratusan Akun Jurnalis Palestina yang Melaporkan Serangan Israel ke Gaza

Ahad, 17 Nov 2019 16:14

Militer Afghanistan Klaim 615 Anggota Islamic State Menyerahkan Diri ke Pasukan Pemerintah

Militer Afghanistan Klaim 615 Anggota Islamic State Menyerahkan Diri ke Pasukan Pemerintah

Ahad, 17 Nov 2019 15:14

Anggota Kongres Rashida Tlaib: Trump Melanggar Hukum dan Harus Dihentikan

Anggota Kongres Rashida Tlaib: Trump Melanggar Hukum dan Harus Dihentikan

Ahad, 17 Nov 2019 14:15

Mahasiswa Hukum Harvard AS Lakukan Aksi Walk Out Saat Konsul Jenderal Israel Berpidato

Mahasiswa Hukum Harvard AS Lakukan Aksi Walk Out Saat Konsul Jenderal Israel Berpidato

Ahad, 17 Nov 2019 13:15

Microsoft Selidiki Perusahaan Israel Terkait Penggunaan Teknologi untuk Mengawasi Warga Palestina

Microsoft Selidiki Perusahaan Israel Terkait Penggunaan Teknologi untuk Mengawasi Warga Palestina

Ahad, 17 Nov 2019 12:16

Trump 'Peras' Jepang, Minta 8 Miliar USD Setahun untuk Tentara AS yang Ditempatkan di Sana

Trump 'Peras' Jepang, Minta 8 Miliar USD Setahun untuk Tentara AS yang Ditempatkan di Sana

Ahad, 17 Nov 2019 11:15

Mardani: Rakornas PKS Kokohkan Diri Jadi Oposisi Kritis Konstruktif

Mardani: Rakornas PKS Kokohkan Diri Jadi Oposisi Kritis Konstruktif

Ahad, 17 Nov 2019 10:23

Sodik Mudjahid: Mau Buat UU Syar'i, Kuasailah DPR dan Eksekutif!

Sodik Mudjahid: Mau Buat UU Syar'i, Kuasailah DPR dan Eksekutif!

Ahad, 17 Nov 2019 09:19

Ini Pesan Jusuf Kalla kepada Peserta Muktamar ke-6 KBPII

Ini Pesan Jusuf Kalla kepada Peserta Muktamar ke-6 KBPII

Ahad, 17 Nov 2019 06:53

Sejumlah Pria Bersenjata Tembaki Bus yang Membawa Pemilih Muslim Sri Lanka

Sejumlah Pria Bersenjata Tembaki Bus yang Membawa Pemilih Muslim Sri Lanka

Sabtu, 16 Nov 2019 22:00

18 Warga Sipil Tewas Dalam Serangan Teroris PKK / YPG di Kota Al-Bab Suriah

18 Warga Sipil Tewas Dalam Serangan Teroris PKK / YPG di Kota Al-Bab Suriah

Sabtu, 16 Nov 2019 21:30

Kembali Lancarkan Serangan Baru ke Gaza, Israel Klaim Kini Giliran Posisi Hamas yang Dibom

Kembali Lancarkan Serangan Baru ke Gaza, Israel Klaim Kini Giliran Posisi Hamas yang Dibom

Sabtu, 16 Nov 2019 20:45

Turki Usir 40.000 Pengungsi dari Istabul

Turki Usir 40.000 Pengungsi dari Istabul

Sabtu, 16 Nov 2019 20:00

Dibantu Georgia dan CIA, Ukraina Tangkap Pemimpin Senior Islamic State Al Bara Shishani

Dibantu Georgia dan CIA, Ukraina Tangkap Pemimpin Senior Islamic State Al Bara Shishani

Sabtu, 16 Nov 2019 18:30

Deradikalisasi Buku Ajar Agama, Bagai Menggantang Asap

Deradikalisasi Buku Ajar Agama, Bagai Menggantang Asap

Sabtu, 16 Nov 2019 10:16

Wakil Ketua MDMC Terima Penghargaan dari Texas A&M University

Wakil Ketua MDMC Terima Penghargaan dari Texas A&M University

Sabtu, 16 Nov 2019 09:49

Tiga Periode, Gak Salah?

Tiga Periode, Gak Salah?

Sabtu, 16 Nov 2019 09:48


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X