Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
35.608 views

Ciputra Bangun Patung Yesus Terbesar di Asia. Bukti Dominasi Katolik di Indonesia

MANADO (voa-islam.com) - Naudzubillah, Patung Yesus Memberkati adalah sebuah monumen Yesus Kristus yang terletak di Kota Manado. Monumen ini memiliki tinggi 50 meter dari permukaan tanah, dimana patungnya sendiri memiliki tinggi 30 meter dan 20 meter adalah tinggi penopangnya.

Monumen ini terbuat dari 25 ton besi fibre dan 35 ton besi baja dan terletak pada bukit tertinggi di daerah perumahan Citraland Manado.

Monumen ini menjadi ikon terbaru Kota Manado dan merupakan monumen Yesus Kristus yang kedua tertinggi di Asia dan antara yang tertinggi di dunia.

Ide pembuatan monumen ini berasal dari Insinyur Ciputra, seorang pengusaha kawakan di bidang properti di Indonesia. Monumen ini menghabiskan biaya sebesar kurang lebih Rp 5 miliar.

Ada delapan elemen yang harus dibangun oleh ciputra di komplek itu demi mewujudkan mimpinya menjadikan Sulawesi Utara sebagai Jerusalem of Indonesia.

Dari delapan elemen tersebut sudah ada tiga elemen yang behasil diselesaikan, patung yesus memberkati setinggi 50 meter yang terletak perbukitan Citraland, The Tower of Blessing, serta Jalan Salib yang terdiri dari 187 anak tangga dengan kemiringan 70%.

Sementara sisanya yaitu, Plasa Taman Getsemani yang menggambarkan peristiwa ketika Yesus ditangkap, Plasa gereja-gereja berbagai dinominasi, Open Air Theatre, Rumah Biara dan Rumah Do’a.

Sejalan dengan visi Katolik pendirinya maka hampir disetiap perumahan Citraland dan Ciputra Group pasti didirikan fasilitas Gereja Katolik dan Sekolah Katolik untuk membentuk dan menyatukan komunitas Kristen terutama bagi masyarakat keturunan Cina.

Bisnis properti yang marak di Indonesia, ternyata dikuasai oleh tiga pengusaha Cina, yaitu: Ciputra, Eka Tjipta Widjaja, dan Mochtar Riady. Ciputra merintis Ciputra Group, Eka Tjipta memimpin Sinarmas Land Group, dan Mochtar memelopori Lippo Group.

Bisnis mereka tersebar di seluruh Indonesia, dari kota ke desa. Mereka membangun perumahan, pusat belanja, ruko, rukan, rumah sakit, apartemen, hotel, dan kawasan industri.

Menurut CEO Leads Property Indonesia, Hendra Hartono kepada kompas.com, ketiga dinasti tersebut merupakan pemasok properti terbesar yang aktif sejak tiga puluh tahun lalu hingga sekarang. Karya mereka memenuhi kebutuhan kelas bawah, menengah, dan menengah atas.

“Boleh disebut, mereka adalah supply driven yang menentukan perkembangan dan pertumbuhan sektor properti Indonesia di masa lalu, sekarang maupun akan datang,” ujar Hendra.

Ketiganya memiliki agama dan misi visi katolik yang sama yakni menjadi lokomotif dan penyandang dana Kristenisasi di Indonesia. Simbol agama mereka secara terang benderang dibangun di setiap lini bisnis mereka. Umat Islam harus sadar akan bahaya laten kristenisasi yang dapat memicu konflik social sejak jaman penjajahan dulu.

Sejarah Kristen masuk melalui misi Gospel yang dibawa penjajah Belanda yang berhadapan dengan umat Islam menggunakan senjata telah memakan banyak korban jiwa. Saatnya umat bersatu menghadang laju kristenisasi.

Di Pakistan, Pengusaha Kristen Membangun Salib Raksasa

Sungguh terlalu yang dilakukan Pengusaha asal Pakistan, ia mengaku mengemban tugas penting yang didapat langsung dari Tuhan.

Pria bernama Parvez Henry Gill, itu mengatakan, Tuhan datang kepadanya melalui mimpi untuk memulai misi provokasi bagi orang-orang Kristen di Pakistan.



Katanya bisikan Tuhan kepada Gill adalah, memerintahkan membangun sebuah salib raksasa setinggi 140 kaki atau sekitar 53 meter.

Ironisnya, pembangunan salib itu justru dilakukan di Pakistan yang notabene memiliki mayoritas penduduk muslim.

Gill mendesak komunitas minoritas Kristen di Pakistan berhenti melarikan diri dari negara itu dan bangkit melakukan perlawanan.

“Tuhan akan melindungi Anda. Tinggal di negara Anda. Jangan takut,” kata Gill.

Menurut Gill, salib raksasa yang sedang dia bangun itu bisa menjadi pengingat umat Kristen Pakistan jika “Tuhan ada dimana-mana”.

Salib itu dibangun bersebelahan dengan pemakaman Kristen Gora Qabristan di Karachi, Pakistan. Kendati pembangunan salib itu mendapat dukungan komunitas Kristen di sana, namun ada juga kekhawatiran soal akibat yang ditimbulkan.

Salah satunya pengajar Kristen bernama Nadia Gill, mengatakan, “Kami adalah masyarakat minoritas yang berada di bawah ancaman. Jika Tuhan berbicara kepada Gill, maka mungkin salib ini akan bertahan. Tapi saya masih memiliki ketakutan,” ujar Nadia Gill.

Sementara itu, warga muslim setempat menilai pembangunan salib itu mempunyai tujuan lain sebagai alat provokasi. “Salib itu sendiri bukan sekadar simbol,” ujar Saeed Khan, seorang penjaga toko Karachi.

“Ini merupakan provokasi yang akan menyebabkan lebih banyak pertumpahan darah. Bukan kah kita sudah punya cukup banyak masalah?” Penganut Kristen di Pakistan sering menjadi sasaran kekerasan oleh warga mayoritas muslim tersebut.

Beberapa kekerasan diantaranya berupa pemboman gereja, penembakan, diskriminasi termasuk diantaranya kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok muslim garis keras.

Korban terakhir adalah seorang Kristen yang kini mengalami gangguan mental setelah dihukum oleh otoritas Pakistan lantaran membuat lelucon soal ekstrimis Islam. [adivammar/sharia]

Sungguh terlalu yang dilakukan Pengusaha asal Pakistan, ia mengaku mengemban tugas penting yang didapat langsung dari Tuhan.

Pria bernama Parvez Henry Gill, itu mengatakan, Tuhan datang kepadanya melalui mimpi untuk memulai misi provokasi bagi orang-orang Kristen di Pakistan.

Katanya bisikan Tuhan kepada Gill adalah, memerintahkan membangun sebuah salib raksasa setinggi 140 kaki atau sekitar 53 meter.

Ironisnya, pembangunan salib itu justru dilakukan di Pakistan yang notabene memiliki mayoritas penduduk muslim.

Gill mendesak komunitas minoritas Kristen di Pakistan berhenti melarikan diri dari negara itu dan bangkit melakukan perlawanan.

“Tuhan akan melindungi Anda. Tinggal di negara Anda. Jangan takut,” kata Gill.

Menurut Gill, salib raksasa yang sedang dia bangun itu bisa menjadi pengingat umat Kristen Pakistan jika “Tuhan ada dimana-mana”.

Salib itu dibangun bersebelahan dengan pemakaman Kristen Gora Qabristan di Karachi, Pakistan. Kendati pembangunan salib itu mendapat dukungan komunitas Kristen di sana, namun ada juga kekhawatiran soal akibat yang ditimbulkan.

Salah satunya pengajar Kristen bernama Nadia Gill, mengatakan, “Kami adalah masyarakat minoritas yang berada di bawah ancaman. Jika Tuhan berbicara kepada Gill, maka mungkin salib ini akan bertahan. Tapi saya masih memiliki ketakutan,” ujar Nadia Gill.

Sementara itu, warga muslim setempat menilai pembangunan salib itu mempunyai tujuan lain sebagai alat provokasi. “Salib itu sendiri bukan sekadar simbol,” ujar Saeed Khan, seorang penjaga toko Karachi.

“Ini merupakan provokasi yang akan menyebabkan lebih banyak pertumpahan darah. Bukan kah kita sudah punya cukup banyak masalah?” Penganut Kristen di Pakistan sering menjadi sasaran kekerasan oleh warga mayoritas muslim tersebut.

Beberapa kekerasan diantaranya berupa pemboman gereja, penembakan, diskriminasi termasuk diantaranya kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok muslim garis keras.

Korban terakhir adalah seorang Kristen yang kini mengalami gangguan mental setelah dihukum oleh otoritas Pakistan lantaran membuat lelucon soal ekstrimis Islam.[

- See more at: http://voa-islam.com/read/world-news/2015/05/30/37288/provokasi-umat-islam-pengusaha-pakistan-bangun-salib-raksasa-di-negeri-ini/#sthash.JzpAQ10Z.dpuf

Sungguh terlalu yang dilakukan Pengusaha asal Pakistan, ia mengaku mengemban tugas penting yang didapat langsung dari Tuhan.

Pria bernama Parvez Henry Gill, itu mengatakan, Tuhan datang kepadanya melalui mimpi untuk memulai misi provokasi bagi orang-orang Kristen di Pakistan.

Katanya bisikan Tuhan kepada Gill adalah, memerintahkan membangun sebuah salib raksasa setinggi 140 kaki atau sekitar 53 meter.

Ironisnya, pembangunan salib itu justru dilakukan di Pakistan yang notabene memiliki mayoritas penduduk muslim.

Gill mendesak komunitas minoritas Kristen di Pakistan berhenti melarikan diri dari negara itu dan bangkit melakukan perlawanan.

“Tuhan akan melindungi Anda. Tinggal di negara Anda. Jangan takut,” kata Gill.

Menurut Gill, salib raksasa yang sedang dia bangun itu bisa menjadi pengingat umat Kristen Pakistan jika “Tuhan ada dimana-mana”.

Salib itu dibangun bersebelahan dengan pemakaman Kristen Gora Qabristan di Karachi, Pakistan. Kendati pembangunan salib itu mendapat dukungan komunitas Kristen di sana, namun ada juga kekhawatiran soal akibat yang ditimbulkan.

Salah satunya pengajar Kristen bernama Nadia Gill, mengatakan, “Kami adalah masyarakat minoritas yang berada di bawah ancaman. Jika Tuhan berbicara kepada Gill, maka mungkin salib ini akan bertahan. Tapi saya masih memiliki ketakutan,” ujar Nadia Gill.

Sementara itu, warga muslim setempat menilai pembangunan salib itu mempunyai tujuan lain sebagai alat provokasi. “Salib itu sendiri bukan sekadar simbol,” ujar Saeed Khan, seorang penjaga toko Karachi.

“Ini merupakan provokasi yang akan menyebabkan lebih banyak pertumpahan darah. Bukan kah kita sudah punya cukup banyak masalah?” Penganut Kristen di Pakistan sering menjadi sasaran kekerasan oleh warga mayoritas muslim tersebut.

Beberapa kekerasan diantaranya berupa pemboman gereja, penembakan, diskriminasi termasuk diantaranya kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok muslim garis keras.

Korban terakhir adalah seorang Kristen yang kini mengalami gangguan mental setelah dihukum oleh otoritas Pakistan lantaran membuat lelucon soal ekstrimis Islam.[

- See more at: http://voa-islam.com/read/world-news/2015/05/30/37288/provokasi-umat-islam-pengusaha-pakistan-bangun-salib-raksasa-di-negeri-ini/#sthash.JzpAQ10Z.dpuf

Sungguh terlalu yang dilakukan Pengusaha asal Pakistan, ia mengaku mengemban tugas penting yang didapat langsung dari Tuhan.

Pria bernama Parvez Henry Gill, itu mengatakan, Tuhan datang kepadanya melalui mimpi untuk memulai misi provokasi bagi orang-orang Kristen di Pakistan.

Katanya bisikan Tuhan kepada Gill adalah, memerintahkan membangun sebuah salib raksasa setinggi 140 kaki atau sekitar 53 meter.

Ironisnya, pembangunan salib itu justru dilakukan di Pakistan yang notabene memiliki mayoritas penduduk muslim.

Gill mendesak komunitas minoritas Kristen di Pakistan berhenti melarikan diri dari negara itu dan bangkit melakukan perlawanan.

“Tuhan akan melindungi Anda. Tinggal di negara Anda. Jangan takut,” kata Gill.

Menurut Gill, salib raksasa yang sedang dia bangun itu bisa menjadi pengingat umat Kristen Pakistan jika “Tuhan ada dimana-mana”.

Salib itu dibangun bersebelahan dengan pemakaman Kristen Gora Qabristan di Karachi, Pakistan. Kendati pembangunan salib itu mendapat dukungan komunitas Kristen di sana, namun ada juga kekhawatiran soal akibat yang ditimbulkan.

Salah satunya pengajar Kristen bernama Nadia Gill, mengatakan, “Kami adalah masyarakat minoritas yang berada di bawah ancaman. Jika Tuhan berbicara kepada Gill, maka mungkin salib ini akan bertahan. Tapi saya masih memiliki ketakutan,” ujar Nadia Gill.

Sementara itu, warga muslim setempat menilai pembangunan salib itu mempunyai tujuan lain sebagai alat provokasi. “Salib itu sendiri bukan sekadar simbol,” ujar Saeed Khan, seorang penjaga toko Karachi.

“Ini merupakan provokasi yang akan menyebabkan lebih banyak pertumpahan darah. Bukan kah kita sudah punya cukup banyak masalah?” Penganut Kristen di Pakistan sering menjadi sasaran kekerasan oleh warga mayoritas muslim tersebut.

Beberapa kekerasan diantaranya berupa pemboman gereja, penembakan, diskriminasi termasuk diantaranya kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok muslim garis keras.

Korban terakhir adalah seorang Kristen yang kini mengalami gangguan mental setelah dihukum oleh otoritas Pakistan lantaran membuat lelucon soal ekstrimis Islam.[

- See more at: http://voa-islam.com/read/world-news/2015/05/30/37288/provokasi-umat-islam-pengusaha-pakistan-bangun-salib-raksasa-di-negeri-ini/#sthash.JzpAQ10Z.dpuf

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Politik Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Kekejaman PKI Harus Terus Diingat

Kekejaman PKI Harus Terus Diingat

Senin, 27 Sep 2021 21:32

Pemimpin Taliban Larang Para Prajuritnya Terlalu Narsis

Pemimpin Taliban Larang Para Prajuritnya Terlalu Narsis

Senin, 27 Sep 2021 20:45

Akal Juga Butuh Nutrisi Bergizi

Akal Juga Butuh Nutrisi Bergizi

Senin, 27 Sep 2021 19:56

CIA Dilaporkan Berencana Culik Atau Bunuh Pendiri Wikileaks Julian Assange Pada 2017

CIA Dilaporkan Berencana Culik Atau Bunuh Pendiri Wikileaks Julian Assange Pada 2017

Senin, 27 Sep 2021 18:35

Pemuda Palestina Pukul Mundur Pasukan Israel Dan Pemukim Ilegal Yahudi Yang Coba Masuki Nablus

Pemuda Palestina Pukul Mundur Pasukan Israel Dan Pemukim Ilegal Yahudi Yang Coba Masuki Nablus

Senin, 27 Sep 2021 17:38

Training Masak ala Quranic Quantum Food yang tayang 2x di Khazanah Trans7

Training Masak ala Quranic Quantum Food yang tayang 2x di Khazanah Trans7

Senin, 27 Sep 2021 14:46

Pajak, Haruskah Ada dalam Dunia Pendidikan?

Pajak, Haruskah Ada dalam Dunia Pendidikan?

Senin, 27 Sep 2021 11:08

Boyband BTS & Behind The Scene Agenda Besar SDGs

Boyband BTS & Behind The Scene Agenda Besar SDGs

Senin, 27 Sep 2021 09:30

Bukhori Kritik Wacana Opsi TNI-Polri sebagai Penjabat Kepala Daerah: Pemerintah Jangan Seret Mereka

Bukhori Kritik Wacana Opsi TNI-Polri sebagai Penjabat Kepala Daerah: Pemerintah Jangan Seret Mereka

Senin, 27 Sep 2021 08:22

Belajar Quantum Emotional Healing Langsung ke Masternya, DR. Syamsul Balda

Belajar Quantum Emotional Healing Langsung ke Masternya, DR. Syamsul Balda

Senin, 27 Sep 2021 07:49

Taliban: Bandara Kabul Siap Untuk Penerbangan Internasional

Taliban: Bandara Kabul Siap Untuk Penerbangan Internasional

Ahad, 26 Sep 2021 21:15

Komunis Benci Agama, Tapi Anehnya Mendukung Pancasila

Komunis Benci Agama, Tapi Anehnya Mendukung Pancasila

Ahad, 26 Sep 2021 21:00

Hamas Desak Sudan Lindungi Aset Warga Palestina

Hamas Desak Sudan Lindungi Aset Warga Palestina

Ahad, 26 Sep 2021 20:50

Turki Pertimbangkan Beli Rudal S-400 Rusia Kedua Meski Keberatan AS

Turki Pertimbangkan Beli Rudal S-400 Rusia Kedua Meski Keberatan AS

Ahad, 26 Sep 2021 20:35

Serangan Balik

Serangan Balik

Ahad, 26 Sep 2021 20:31

Santri Darul Aman Gombara Raih Gelar Juara Kombanas Virtual 2021

Santri Darul Aman Gombara Raih Gelar Juara Kombanas Virtual 2021

Ahad, 26 Sep 2021 20:26

73 Anak Palestina Terluka Akibat Serangan Pasukan Zionis Israel Di Tepi Barat Dalam 2 Pekan Terakhir

73 Anak Palestina Terluka Akibat Serangan Pasukan Zionis Israel Di Tepi Barat Dalam 2 Pekan Terakhir

Ahad, 26 Sep 2021 20:04

Gaji Fantastis Wakil Rakyat

Gaji Fantastis Wakil Rakyat

Ahad, 26 Sep 2021 19:49

 Penyerangan kepada Ustaz Tak Boleh Diremehkan!

Penyerangan kepada Ustaz Tak Boleh Diremehkan!

Ahad, 26 Sep 2021 19:24

Anis Minta Lembaga dan Kementerian Optimalkan Sumber Daya Anggaran

Anis Minta Lembaga dan Kementerian Optimalkan Sumber Daya Anggaran

Ahad, 26 Sep 2021 18:59


MUI

Must Read!
X