Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
32.893 views

Ciputra Bangun Patung Yesus Terbesar di Asia. Bukti Dominasi Katolik di Indonesia

MANADO (voa-islam.com) - Naudzubillah, Patung Yesus Memberkati adalah sebuah monumen Yesus Kristus yang terletak di Kota Manado. Monumen ini memiliki tinggi 50 meter dari permukaan tanah, dimana patungnya sendiri memiliki tinggi 30 meter dan 20 meter adalah tinggi penopangnya.

Monumen ini terbuat dari 25 ton besi fibre dan 35 ton besi baja dan terletak pada bukit tertinggi di daerah perumahan Citraland Manado.

Monumen ini menjadi ikon terbaru Kota Manado dan merupakan monumen Yesus Kristus yang kedua tertinggi di Asia dan antara yang tertinggi di dunia.

Ide pembuatan monumen ini berasal dari Insinyur Ciputra, seorang pengusaha kawakan di bidang properti di Indonesia. Monumen ini menghabiskan biaya sebesar kurang lebih Rp 5 miliar.

Ada delapan elemen yang harus dibangun oleh ciputra di komplek itu demi mewujudkan mimpinya menjadikan Sulawesi Utara sebagai Jerusalem of Indonesia.

Dari delapan elemen tersebut sudah ada tiga elemen yang behasil diselesaikan, patung yesus memberkati setinggi 50 meter yang terletak perbukitan Citraland, The Tower of Blessing, serta Jalan Salib yang terdiri dari 187 anak tangga dengan kemiringan 70%.

Sementara sisanya yaitu, Plasa Taman Getsemani yang menggambarkan peristiwa ketika Yesus ditangkap, Plasa gereja-gereja berbagai dinominasi, Open Air Theatre, Rumah Biara dan Rumah Do’a.

Sejalan dengan visi Katolik pendirinya maka hampir disetiap perumahan Citraland dan Ciputra Group pasti didirikan fasilitas Gereja Katolik dan Sekolah Katolik untuk membentuk dan menyatukan komunitas Kristen terutama bagi masyarakat keturunan Cina.

Bisnis properti yang marak di Indonesia, ternyata dikuasai oleh tiga pengusaha Cina, yaitu: Ciputra, Eka Tjipta Widjaja, dan Mochtar Riady. Ciputra merintis Ciputra Group, Eka Tjipta memimpin Sinarmas Land Group, dan Mochtar memelopori Lippo Group.

Bisnis mereka tersebar di seluruh Indonesia, dari kota ke desa. Mereka membangun perumahan, pusat belanja, ruko, rukan, rumah sakit, apartemen, hotel, dan kawasan industri.

Menurut CEO Leads Property Indonesia, Hendra Hartono kepada kompas.com, ketiga dinasti tersebut merupakan pemasok properti terbesar yang aktif sejak tiga puluh tahun lalu hingga sekarang. Karya mereka memenuhi kebutuhan kelas bawah, menengah, dan menengah atas.

“Boleh disebut, mereka adalah supply driven yang menentukan perkembangan dan pertumbuhan sektor properti Indonesia di masa lalu, sekarang maupun akan datang,” ujar Hendra.

Ketiganya memiliki agama dan misi visi katolik yang sama yakni menjadi lokomotif dan penyandang dana Kristenisasi di Indonesia. Simbol agama mereka secara terang benderang dibangun di setiap lini bisnis mereka. Umat Islam harus sadar akan bahaya laten kristenisasi yang dapat memicu konflik social sejak jaman penjajahan dulu.

Sejarah Kristen masuk melalui misi Gospel yang dibawa penjajah Belanda yang berhadapan dengan umat Islam menggunakan senjata telah memakan banyak korban jiwa. Saatnya umat bersatu menghadang laju kristenisasi.

Di Pakistan, Pengusaha Kristen Membangun Salib Raksasa

Sungguh terlalu yang dilakukan Pengusaha asal Pakistan, ia mengaku mengemban tugas penting yang didapat langsung dari Tuhan.

Pria bernama Parvez Henry Gill, itu mengatakan, Tuhan datang kepadanya melalui mimpi untuk memulai misi provokasi bagi orang-orang Kristen di Pakistan.



Katanya bisikan Tuhan kepada Gill adalah, memerintahkan membangun sebuah salib raksasa setinggi 140 kaki atau sekitar 53 meter.

Ironisnya, pembangunan salib itu justru dilakukan di Pakistan yang notabene memiliki mayoritas penduduk muslim.

Gill mendesak komunitas minoritas Kristen di Pakistan berhenti melarikan diri dari negara itu dan bangkit melakukan perlawanan.

“Tuhan akan melindungi Anda. Tinggal di negara Anda. Jangan takut,” kata Gill.

Menurut Gill, salib raksasa yang sedang dia bangun itu bisa menjadi pengingat umat Kristen Pakistan jika “Tuhan ada dimana-mana”.

Salib itu dibangun bersebelahan dengan pemakaman Kristen Gora Qabristan di Karachi, Pakistan. Kendati pembangunan salib itu mendapat dukungan komunitas Kristen di sana, namun ada juga kekhawatiran soal akibat yang ditimbulkan.

Salah satunya pengajar Kristen bernama Nadia Gill, mengatakan, “Kami adalah masyarakat minoritas yang berada di bawah ancaman. Jika Tuhan berbicara kepada Gill, maka mungkin salib ini akan bertahan. Tapi saya masih memiliki ketakutan,” ujar Nadia Gill.

Sementara itu, warga muslim setempat menilai pembangunan salib itu mempunyai tujuan lain sebagai alat provokasi. “Salib itu sendiri bukan sekadar simbol,” ujar Saeed Khan, seorang penjaga toko Karachi.

“Ini merupakan provokasi yang akan menyebabkan lebih banyak pertumpahan darah. Bukan kah kita sudah punya cukup banyak masalah?” Penganut Kristen di Pakistan sering menjadi sasaran kekerasan oleh warga mayoritas muslim tersebut.

Beberapa kekerasan diantaranya berupa pemboman gereja, penembakan, diskriminasi termasuk diantaranya kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok muslim garis keras.

Korban terakhir adalah seorang Kristen yang kini mengalami gangguan mental setelah dihukum oleh otoritas Pakistan lantaran membuat lelucon soal ekstrimis Islam. [adivammar/sharia]

Sungguh terlalu yang dilakukan Pengusaha asal Pakistan, ia mengaku mengemban tugas penting yang didapat langsung dari Tuhan.

Pria bernama Parvez Henry Gill, itu mengatakan, Tuhan datang kepadanya melalui mimpi untuk memulai misi provokasi bagi orang-orang Kristen di Pakistan.

Katanya bisikan Tuhan kepada Gill adalah, memerintahkan membangun sebuah salib raksasa setinggi 140 kaki atau sekitar 53 meter.

Ironisnya, pembangunan salib itu justru dilakukan di Pakistan yang notabene memiliki mayoritas penduduk muslim.

Gill mendesak komunitas minoritas Kristen di Pakistan berhenti melarikan diri dari negara itu dan bangkit melakukan perlawanan.

“Tuhan akan melindungi Anda. Tinggal di negara Anda. Jangan takut,” kata Gill.

Menurut Gill, salib raksasa yang sedang dia bangun itu bisa menjadi pengingat umat Kristen Pakistan jika “Tuhan ada dimana-mana”.

Salib itu dibangun bersebelahan dengan pemakaman Kristen Gora Qabristan di Karachi, Pakistan. Kendati pembangunan salib itu mendapat dukungan komunitas Kristen di sana, namun ada juga kekhawatiran soal akibat yang ditimbulkan.

Salah satunya pengajar Kristen bernama Nadia Gill, mengatakan, “Kami adalah masyarakat minoritas yang berada di bawah ancaman. Jika Tuhan berbicara kepada Gill, maka mungkin salib ini akan bertahan. Tapi saya masih memiliki ketakutan,” ujar Nadia Gill.

Sementara itu, warga muslim setempat menilai pembangunan salib itu mempunyai tujuan lain sebagai alat provokasi. “Salib itu sendiri bukan sekadar simbol,” ujar Saeed Khan, seorang penjaga toko Karachi.

“Ini merupakan provokasi yang akan menyebabkan lebih banyak pertumpahan darah. Bukan kah kita sudah punya cukup banyak masalah?” Penganut Kristen di Pakistan sering menjadi sasaran kekerasan oleh warga mayoritas muslim tersebut.

Beberapa kekerasan diantaranya berupa pemboman gereja, penembakan, diskriminasi termasuk diantaranya kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok muslim garis keras.

Korban terakhir adalah seorang Kristen yang kini mengalami gangguan mental setelah dihukum oleh otoritas Pakistan lantaran membuat lelucon soal ekstrimis Islam.[

- See more at: http://voa-islam.com/read/world-news/2015/05/30/37288/provokasi-umat-islam-pengusaha-pakistan-bangun-salib-raksasa-di-negeri-ini/#sthash.JzpAQ10Z.dpuf

Sungguh terlalu yang dilakukan Pengusaha asal Pakistan, ia mengaku mengemban tugas penting yang didapat langsung dari Tuhan.

Pria bernama Parvez Henry Gill, itu mengatakan, Tuhan datang kepadanya melalui mimpi untuk memulai misi provokasi bagi orang-orang Kristen di Pakistan.

Katanya bisikan Tuhan kepada Gill adalah, memerintahkan membangun sebuah salib raksasa setinggi 140 kaki atau sekitar 53 meter.

Ironisnya, pembangunan salib itu justru dilakukan di Pakistan yang notabene memiliki mayoritas penduduk muslim.

Gill mendesak komunitas minoritas Kristen di Pakistan berhenti melarikan diri dari negara itu dan bangkit melakukan perlawanan.

“Tuhan akan melindungi Anda. Tinggal di negara Anda. Jangan takut,” kata Gill.

Menurut Gill, salib raksasa yang sedang dia bangun itu bisa menjadi pengingat umat Kristen Pakistan jika “Tuhan ada dimana-mana”.

Salib itu dibangun bersebelahan dengan pemakaman Kristen Gora Qabristan di Karachi, Pakistan. Kendati pembangunan salib itu mendapat dukungan komunitas Kristen di sana, namun ada juga kekhawatiran soal akibat yang ditimbulkan.

Salah satunya pengajar Kristen bernama Nadia Gill, mengatakan, “Kami adalah masyarakat minoritas yang berada di bawah ancaman. Jika Tuhan berbicara kepada Gill, maka mungkin salib ini akan bertahan. Tapi saya masih memiliki ketakutan,” ujar Nadia Gill.

Sementara itu, warga muslim setempat menilai pembangunan salib itu mempunyai tujuan lain sebagai alat provokasi. “Salib itu sendiri bukan sekadar simbol,” ujar Saeed Khan, seorang penjaga toko Karachi.

“Ini merupakan provokasi yang akan menyebabkan lebih banyak pertumpahan darah. Bukan kah kita sudah punya cukup banyak masalah?” Penganut Kristen di Pakistan sering menjadi sasaran kekerasan oleh warga mayoritas muslim tersebut.

Beberapa kekerasan diantaranya berupa pemboman gereja, penembakan, diskriminasi termasuk diantaranya kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok muslim garis keras.

Korban terakhir adalah seorang Kristen yang kini mengalami gangguan mental setelah dihukum oleh otoritas Pakistan lantaran membuat lelucon soal ekstrimis Islam.[

- See more at: http://voa-islam.com/read/world-news/2015/05/30/37288/provokasi-umat-islam-pengusaha-pakistan-bangun-salib-raksasa-di-negeri-ini/#sthash.JzpAQ10Z.dpuf

Sungguh terlalu yang dilakukan Pengusaha asal Pakistan, ia mengaku mengemban tugas penting yang didapat langsung dari Tuhan.

Pria bernama Parvez Henry Gill, itu mengatakan, Tuhan datang kepadanya melalui mimpi untuk memulai misi provokasi bagi orang-orang Kristen di Pakistan.

Katanya bisikan Tuhan kepada Gill adalah, memerintahkan membangun sebuah salib raksasa setinggi 140 kaki atau sekitar 53 meter.

Ironisnya, pembangunan salib itu justru dilakukan di Pakistan yang notabene memiliki mayoritas penduduk muslim.

Gill mendesak komunitas minoritas Kristen di Pakistan berhenti melarikan diri dari negara itu dan bangkit melakukan perlawanan.

“Tuhan akan melindungi Anda. Tinggal di negara Anda. Jangan takut,” kata Gill.

Menurut Gill, salib raksasa yang sedang dia bangun itu bisa menjadi pengingat umat Kristen Pakistan jika “Tuhan ada dimana-mana”.

Salib itu dibangun bersebelahan dengan pemakaman Kristen Gora Qabristan di Karachi, Pakistan. Kendati pembangunan salib itu mendapat dukungan komunitas Kristen di sana, namun ada juga kekhawatiran soal akibat yang ditimbulkan.

Salah satunya pengajar Kristen bernama Nadia Gill, mengatakan, “Kami adalah masyarakat minoritas yang berada di bawah ancaman. Jika Tuhan berbicara kepada Gill, maka mungkin salib ini akan bertahan. Tapi saya masih memiliki ketakutan,” ujar Nadia Gill.

Sementara itu, warga muslim setempat menilai pembangunan salib itu mempunyai tujuan lain sebagai alat provokasi. “Salib itu sendiri bukan sekadar simbol,” ujar Saeed Khan, seorang penjaga toko Karachi.

“Ini merupakan provokasi yang akan menyebabkan lebih banyak pertumpahan darah. Bukan kah kita sudah punya cukup banyak masalah?” Penganut Kristen di Pakistan sering menjadi sasaran kekerasan oleh warga mayoritas muslim tersebut.

Beberapa kekerasan diantaranya berupa pemboman gereja, penembakan, diskriminasi termasuk diantaranya kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok muslim garis keras.

Korban terakhir adalah seorang Kristen yang kini mengalami gangguan mental setelah dihukum oleh otoritas Pakistan lantaran membuat lelucon soal ekstrimis Islam.[

- See more at: http://voa-islam.com/read/world-news/2015/05/30/37288/provokasi-umat-islam-pengusaha-pakistan-bangun-salib-raksasa-di-negeri-ini/#sthash.JzpAQ10Z.dpuf

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Politik Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
Muslimah Wahdah Islamiyah Depok Gelar Kajian

Muslimah Wahdah Islamiyah Depok Gelar Kajian

Selasa, 25 Feb 2020 12:42

Orang-orang Nias Bersyahadat di Pulau Banyak Barat

Orang-orang Nias Bersyahadat di Pulau Banyak Barat

Selasa, 25 Feb 2020 11:58

Babe Haikal Ungkap Perbedaan Orang 'Waras' dengan 'Tak Waras' dalam Sikapi Banjir Jakarta

Babe Haikal Ungkap Perbedaan Orang 'Waras' dengan 'Tak Waras' dalam Sikapi Banjir Jakarta

Selasa, 25 Feb 2020 10:13

Jokowi Kunjungi Riau, Legislator PKS: Jangan Hanya Bangun Jalan Tol tapi Jalan Umum Juga

Jokowi Kunjungi Riau, Legislator PKS: Jangan Hanya Bangun Jalan Tol tapi Jalan Umum Juga

Selasa, 25 Feb 2020 09:50

Siapakah Produsen Kegaduhan?

Siapakah Produsen Kegaduhan?

Selasa, 25 Feb 2020 09:37

20 Guru Al-Muhajirin Purwakarta Ikuti Seleksi Guru Berprestasi

20 Guru Al-Muhajirin Purwakarta Ikuti Seleksi Guru Berprestasi

Selasa, 25 Feb 2020 09:31

Tips Sholat Khusyuk

Tips Sholat Khusyuk

Selasa, 25 Feb 2020 08:41

Mewujudkan Toleransi Beragama Jangan Sekadar Simbol

Mewujudkan Toleransi Beragama Jangan Sekadar Simbol

Selasa, 25 Feb 2020 08:26

Waspadai Tiga Ancaman LGBT

Waspadai Tiga Ancaman LGBT

Selasa, 25 Feb 2020 08:19

Sistem Sekularisme Melahirkan Manusia Kebetulan

Sistem Sekularisme Melahirkan Manusia Kebetulan

Selasa, 25 Feb 2020 07:23

Ombudsman RI: Jangan-jangan Omnibus Law Sudah Out of Context

Ombudsman RI: Jangan-jangan Omnibus Law Sudah Out of Context

Selasa, 25 Feb 2020 07:05

Persis Usung 'Tranformasi Dakwah untuk Wujudkan Islam Rahmatan Lil Alamin' pada Muktamar ke-XVI

Persis Usung 'Tranformasi Dakwah untuk Wujudkan Islam Rahmatan Lil Alamin' pada Muktamar ke-XVI

Selasa, 25 Feb 2020 06:43

Tatkala Kata 'Obong' Bermakna

Tatkala Kata 'Obong' Bermakna

Selasa, 25 Feb 2020 06:23

PKS: RUU Omnibus Law Cipta Kerja Korbankan Pekerja

PKS: RUU Omnibus Law Cipta Kerja Korbankan Pekerja

Senin, 24 Feb 2020 22:37

RUU Ketahanan Keluarga sebagai Solusi Ketahanan Bangsa

RUU Ketahanan Keluarga sebagai Solusi Ketahanan Bangsa

Senin, 24 Feb 2020 21:31

Atasi LGBT secara Islami

Atasi LGBT secara Islami

Senin, 24 Feb 2020 20:59

Pasukan Pemberontak Pimpinan Haftar Klaim Tewaskan 16  Tentara Turki di Libya

Pasukan Pemberontak Pimpinan Haftar Klaim Tewaskan 16 Tentara Turki di Libya

Senin, 24 Feb 2020 17:30

Yordania Akan Larang Masuk Warga Cina, Iran dan Korsel Sebagai Tanggapan Atas Wabah Corona

Yordania Akan Larang Masuk Warga Cina, Iran dan Korsel Sebagai Tanggapan Atas Wabah Corona

Senin, 24 Feb 2020 16:30

Paus Franciskus Tidak Setuju Rencana Perdamaian Timur Tengah Donald Trump

Paus Franciskus Tidak Setuju Rencana Perdamaian Timur Tengah Donald Trump

Senin, 24 Feb 2020 16:00

Turki dan Pakistan Akan Tutup Perbatasannya dengan Iran Khawatir Penyebaran Virus Corona

Turki dan Pakistan Akan Tutup Perbatasannya dengan Iran Khawatir Penyebaran Virus Corona

Senin, 24 Feb 2020 16:00


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X