Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.932 views

Sandi Bentuk Tim Khusus Bahas Pasal Karet UU ITE, Ini Alasannya

JAKARTA (voa-islam.com) - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menjelaskan komitmen capres cawapresnya untuk mendorong revisi undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). BPN menilai UU tersebut banyak disalahgunakan untuk kepentingan kekuasaan.

"Nah kepentingan kekuasaan yang dimaksud adalah harusnya setiap undang-undang itu menjadi warning kemudian menjadi rambu-rambu seperti apa idealnya moral masyarakat, pengaturan masyarakat terhadap suatu peristiwa. Dalam konteks Undang-undang ITE, karena banyak pasal karet. Pasal karet yang selalu digunakan adalah pasal 27 ayat 3 maupun pasal 28 ayat 2," kata juru bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin kemarin (4/2/2019), lansir Detik.com.

Menurut Dahnil, seharusnya pasal mengenai ujaran kebencian dikembalikan ke KUHP karena dinilai cukup menjelaskan. Dahnil lalu kembali menegaskan Prabowo-Sandi akan memastikan revisi UU ITE jika terpilih nanti.

"Terus terang ini akan menjadi kajian khusus Tim Prabowo-Sandi karena komitmennya nanti ketika Pak Prabowo dan Bang Sandi memimpin, kami pastikan undang-undang ini akan direvisi sehingga teman-teman wartawan bebas berekspresi, kita yang di sosial media juga bebas berekspresi dengan etika yang sudah ditetapkan, misalnya. Kalaupun ada pelanggaran hukum sudah diatur oleh KUHP," jelas Dahnil.

Dahnil lalu membeberkan data terkait korban UU ITE. Menurutnya, hampir 30 persen korban UU ITE adalah masyarakat awam.

"Korban utama dari Undang-undang ITE ini adalah rata-rata masyarakat awam. Misalnya dari riset yang dilakukan banyak, hampir 30 persen lebih korban dari Undang-undang ITE yang dipidanakan, yang dikriminalisasi selalu masyarakat awam. Bahkan kalau kita gabungkan misalnya di kalangan aktivis itu hanya 8,2 persen, kemudian pelajar mahasiswa 6,5 persen, dan karyawan-karyawan lain itu hanya di bawah 10 persen. Itu korbannya," tutur Dahnil.

Terkait dengan pelapor pada UU ITE, Dahnil menyebut mayoritas pelapor adalah dari kalangan pejabat. Menurut Dahnil, pejabat publik yang merasa harkat dan martabatnya terganggu dan merasa terganggu dengan kritik lalu menggunakan UU ITE untuk menjerat siapapun.

"Misalnya data kita lebih dari 35 persen pelapor Undang-undang ITE itu adalah pejabat negara. Anda bayangkan, ini sinyal sederhana bahwasanya memang Undang-undang ITE ini menjadi alat buat pejabat negara membungkam kritik. Ini data lho ini. Artinya apa? Sebagian besar pejabat kita itu memang punya kecenderungan anti kritik," ucapnya.

"Ketika muncul kritik kemudian dia menggunakan Undang-undang ITE ini, kalau kemudian nggak ada deliknya. Ini kalau ada delik dia pidanakan, dia kriminalisasi. Kalau nggak ada delik dia gunakan kata-kata hoax. 'Oh itu produksi hoax, itu kebohongan'. Kira-kira gitu," imbuh Dahnil.

Dahnil juga membeberkan data bahwa sejak ditetapkan pada tahun 2008, peristiwa yang terkait UU ITE justru paling banyak terjadi sejak Jokowi menjabat tahun 2014. Puncak pelaporan UU ITE terjadi pada tahun 2016 saat Pilgub DKI digelar.

"Jadi sepanjang Undang-Undang ini ditetapkan di 2008, peristiwa paling banyak itu justru terjadi sejak 2014, sejak Pak Jokowi memerintah. Puncak paling banyak dijerat Undang-Undang ITE itu adalah 2016 itu ada 84 kasus, 2016 itu Pilkada DKI Jakarta. 2017 (ada) 51 kasus, 2018 ini ada 8 kasus. Korbannya rata-rata masyarakat awam dan rata-rata pelapornya pejabat negara," sebut Dahnil.

"Peristiwa paling banyak dan ditangani dan ditangkap itu paling banyak memang DKI Jakarta, persentasenya ada sekitar 61,85 persen. Jadi ini komitmen kita, kita ingin setop pembungkaman publik, kriminalisasi, kemudian kita juga ingin setop labelling," sambungnya.

Dahnil menyebut labelling dengan hoax sangat berbahaya bagi demokrasi. Ia menegaskan Prabowo-Sandi akan menghentikan cara-cara yang membungkam masyarakat.

"Ini ancaman serius bagi demokrasi kita. Dan terus terang Pak Prabowo dan Bang Sandi tidak mau ini terus terjadi dan kita ingin menghentikan cara-cara membungkam masyarakat seperti ini dan ini adalah ancaman serius bagi demokrasi," tegasnya.[fq/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Politik Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan yang penuh berkah ini Infaq Dakwah Center memberikan santunan kepada anak-anak yatim dhuafa. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan acara buka bersama anak yatim dhuafa yang diadakan...

Latest News
Mantan Menteri Irak Klaim Pemimpin Islamic State Al-Baghdadi Bersembunyi di Libya

Mantan Menteri Irak Klaim Pemimpin Islamic State Al-Baghdadi Bersembunyi di Libya

Selasa, 16 Jul 2019 21:16

Presiden 8 Tahun?

Presiden 8 Tahun?

Selasa, 16 Jul 2019 20:50

Israel Tahan 2.759 Warga Palestina, 446 di Antaranya Anak di Bawah Umur Selama 6 Bulan Pertama 2019

Israel Tahan 2.759 Warga Palestina, 446 di Antaranya Anak di Bawah Umur Selama 6 Bulan Pertama 2019

Selasa, 16 Jul 2019 20:45

Insyaallah HRS Segera Pulang Dalam Waktu Dekat

Insyaallah HRS Segera Pulang Dalam Waktu Dekat

Selasa, 16 Jul 2019 20:43

Erdogan: Turki dan Rusia akan Produksi Bersama Sistem Rudal S-400

Erdogan: Turki dan Rusia akan Produksi Bersama Sistem Rudal S-400

Selasa, 16 Jul 2019 20:43

Seorang Tahanan Palestina Tewas di Sel Isolasi Penjara Israel

Seorang Tahanan Palestina Tewas di Sel Isolasi Penjara Israel

Selasa, 16 Jul 2019 20:28

HRW Kecam Kuwait yang Deportasi Warga Mesir Kembali ke Negaranya

HRW Kecam Kuwait yang Deportasi Warga Mesir Kembali ke Negaranya

Selasa, 16 Jul 2019 20:19

Lebak Bulus atau Akal Bulus?

Lebak Bulus atau Akal Bulus?

Selasa, 16 Jul 2019 19:40

Ditanya Soal Prabowo, GNPF Ulama: Hubungan Kita dengan Prabowo Sudah Selesai

Ditanya Soal Prabowo, GNPF Ulama: Hubungan Kita dengan Prabowo Sudah Selesai

Selasa, 16 Jul 2019 19:08

Rayahan Kursi

Rayahan Kursi

Selasa, 16 Jul 2019 18:30

Mengajarkan Pendidikan Agama di Sekolah, Berdosakah?

Mengajarkan Pendidikan Agama di Sekolah, Berdosakah?

Selasa, 16 Jul 2019 17:20

(Politik) Dagang Sapi

(Politik) Dagang Sapi

Selasa, 16 Jul 2019 16:10

Tatkala Peran Media Dipertanyakan?

Tatkala Peran Media Dipertanyakan?

Selasa, 16 Jul 2019 15:00

Irak Deportasi 33 Anak-anak Islamic State ke Rusia

Irak Deportasi 33 Anak-anak Islamic State ke Rusia

Selasa, 16 Jul 2019 09:56

Perjuangkan Keadilan, Ijtima Ulama IV Bakal Digelar

Perjuangkan Keadilan, Ijtima Ulama IV Bakal Digelar

Selasa, 16 Jul 2019 09:18

Mardani: Berjenggot, Bercadar, Jika Berani Berantas Korupsi, Silahkan Dipilih untuk KPK

Mardani: Berjenggot, Bercadar, Jika Berani Berantas Korupsi, Silahkan Dipilih untuk KPK

Selasa, 16 Jul 2019 08:58

Peringati 3 Tahun Kudeta yang Gagal, Erdogan Nyatakan 15 Juli Sebagai Libur Nasional

Peringati 3 Tahun Kudeta yang Gagal, Erdogan Nyatakan 15 Juli Sebagai Libur Nasional

Selasa, 16 Jul 2019 08:25

Laporan: Hamas Gunakan Whatsapp untuk Dapatkan Informasi Intelijen

Laporan: Hamas Gunakan Whatsapp untuk Dapatkan Informasi Intelijen

Selasa, 16 Jul 2019 08:17

Munarman: Semua Kasus Habib Rizieq Sudah SP3

Munarman: Semua Kasus Habib Rizieq Sudah SP3

Selasa, 16 Jul 2019 08:01

Dikritik Pendukung karena Bertemu Jokowi, Ini Kata Prabowo

Dikritik Pendukung karena Bertemu Jokowi, Ini Kata Prabowo

Senin, 15 Jul 2019 22:29


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Selasa, 16/07/2019 18:30

Rayahan Kursi