Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.488 views

Hukum menjadi Barang Dagangan dan Keadilan seperti Dompet

JAKARTA (voa-islam.com)- Isu ketidakadilan saat ini telah menjadi perhatian kita semua. Di rezim ini, hukum sudah menjadi barang dagangan di lapak-lapak politik. Hukum diperdagangkan demi kepentingan politik. #HukumAdilUntukSemua

Penguasa hari ini memanfaatkan hukum demi meraih kekuasaan. “Perselingkuhan” hukum dan politik terus terjadi. Tujuannya, jegal-menjegal untuk meraih atau mempertahankan kekuasaan. Politik seperti itu biasanya “memungkinkan yang tidak mungkin”. ”Politics is the art of the possible” Otto von Bismarck.

Celakanya, hukum pun dijadikan mainan oleh rezim saat ini.

Politics is the art of the possible”.

Berbagai persoalan hukum “dimanfaatkan” demi kepentingan politik kekuasaan. Hukum tidak lagi berkenaan dengan rasa keadilan, tetapi soal selera penguasa. Karena itu, setiap persoalan hukum yang berkaitan dengan kekuasaan tidak pernah tuntas.

Persoalan hukum selalu “hilang-muncul” tergantung situasi politik dan kekuasaan. Di luar koridor keadilan, undang-undang menjadi mainan para aparat hukum dan para pemangku kepentingan.

Hukum selalu menjadi “alat tukar” kepentingan yang dipakai untuk menguntungkan penguasa. Rakyat selalu menjadi korban yang terus dikorbankan oleh sistem hukum itu sendiri. Dalam keterkaitannya dengan persoalan kekuasaan politik dan ekonomi, hukum selalu punya mata untuk melihat mana yang menguntungkan dan mana yang merugikan.

Hukum biasanya dilambangkan dengan dewi keadilan yang matanya ditutup, tetapi di Indonesia kain itu sudah diganti dengan uang dan kepentingan pribadi. Tentu karena aparat penegak hukum memandang ‘kekuasaan pengadil' sebagai sesuatu yang melekat pada pribadi, bukan sebagai pelayanan keadilan.

Di manakah keadilan ketika kekuasaan menyatukannya dengan kepentingan politik? Jawabannya, keadilan hanyalah retorika belaka. Keadilan sudah milik elite politik dan orang kaya. Defenisi keadilan telah tersimpan dalam dompet mereka. Sehingga, untuk kepentingan tertentu, persoalan hukum dapat dibuka dan ditutup.

Hukum pun berjalan seperti drama telenovela yang nyaris tidak berkesudahan. Drama hukum pun selalu mengemuka di tiap pemelihan umum. Padahal sejatinya hukum harus berada di luar kepentingan apa pun, kecuali keadilan. Itu idealnya. Pakar hukum positif Hans Kelsen mengatakan, tidak boleh ada persoalan non-hukum yang mempengaruhi hukum. Itu disebut pure norm.

Bahkan seharusnya, hukum harus berjalan jauh lebih kedepan berlari melewati persoalan lainya, termasuk soal kekuasaan politik dan kepentingan orang kaya. Tujuannya semata demi keadilan dan kebenaran.

Aturan hukum (the rule of law) diciptakan menyongsong keadilan sekalipun langit runtuh. Oleh karena itu, aparat hukum harus menyelamatkan wajahnya dari praktik-praktik kotor penguasa. E. P Thompson dalam  buku Whigs and Hunters (1977) menulis, tujuan aturan hukum adalah “to impose effective inhibitions upon power and the defence of citizen from power’s all –intrusive claim’s.

Suka atau tidak suka, hukum harus melepas kemesraanya dengan politik, dan mempertahankan kepentingan umum dari praktik-praktik politik yang kotor. Dengan demikian, aturan hukum adalah perangkat demokrasi. Dengan dan melalui hukum, hak-hak publik dan kepentingan publik dilindungi.

Ketika praktik politik kekuasaan melenyapkan hak dan aspirasi publik, hukum harus menjadi perisai pelindung kepentingan umum. Ketika kita kembali pada konsep Rousseau tentang “kontrak sosial” (du social conctracte), suatu negara terbentuk atas perjanjian yakni melindungi segenap kepentingan warganya.

Mengutip filsuf Prancis Michael Foucault, society must be defended. Masyarakat harus dilindungi. Selain itu masyarakat harus melindungi diri dari praktik-praktik politik kotor dan perilaku hukum yang buruk.

Elemen-elemen masyarakat harus bersatu untuk melawan kemunafikan politik dan hukum. Kekuatan rakyat adalah nurani. Ketika politik punya panggung dan hukum punya dalil, masyarakat punya nurani untuk mempertahankan supremasi kekuasaannya dan keadilan. Sebab, keadilan itu bukan wacana, tetapi roh kehidupan bersama.

Prabowo-Sandi bertekad untuk menegakkan supremasi hukum tanpa diskriminasi, adil, dan transparan. Kami ingin juga mencegah pemanfaatan hukum sebagai alat politik kekuasaan, serta menghentikan ancaman persekusi terhadap tiap individu, organisasi, dan kelompok masyarakat terlepas dari latar belakangnya.

*DPP Gerindra on Twitter

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Politik Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

Alhamdulillah, Relawan IDC telah memulai distribusi Program Tebar Kurma Semarak Ramadhan 1440 H....

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Latest News
Hamas: Tidak Ada Kompromi dalam Kehidupan Sehari-hari bagi Warga Palestina di Gaza

Hamas: Tidak Ada Kompromi dalam Kehidupan Sehari-hari bagi Warga Palestina di Gaza

Senin, 20 May 2019 19:26

Harga Bawang Putih Naik, Rakyat Menjerit

Harga Bawang Putih Naik, Rakyat Menjerit

Senin, 20 May 2019 14:28

Membedah Persoalan Sebab Kematian Mendadak Petugas Pemilu Dari Perspektif Keilmuan

Membedah Persoalan Sebab Kematian Mendadak Petugas Pemilu Dari Perspektif Keilmuan

Senin, 20 May 2019 13:20

Amien Rais Dipanggil Polisi sebagai Saksi Kasus Makar People Power

Amien Rais Dipanggil Polisi sebagai Saksi Kasus Makar People Power

Senin, 20 May 2019 13:16

Dituduh Makar, Lieus Sungkharisma Diciduk Polda Metro Jaya

Dituduh Makar, Lieus Sungkharisma Diciduk Polda Metro Jaya

Senin, 20 May 2019 12:19

Dana Zakat Seharusnya Dikelola Siapa?

Dana Zakat Seharusnya Dikelola Siapa?

Senin, 20 May 2019 11:40

Solusi Stabilitas Harga Pangan Ada di Tangan Penguasa

Solusi Stabilitas Harga Pangan Ada di Tangan Penguasa

Senin, 20 May 2019 10:47

Proyek OBOR China, Indonesia Terancam Terbakar?

Proyek OBOR China, Indonesia Terancam Terbakar?

Senin, 20 May 2019 09:55

Setop Stigma Negatif pada People Power

Setop Stigma Negatif pada People Power

Senin, 20 May 2019 06:01

Polisi adalah Aparat Negara, Bukan Alat Politik Rezim

Polisi adalah Aparat Negara, Bukan Alat Politik Rezim

Senin, 20 May 2019 04:01

Pasukan India Tewaskan 3 Pejuang Kashmir

Pasukan India Tewaskan 3 Pejuang Kashmir

Senin, 20 May 2019 01:39

Hendropriyono Tuding Pendukung Prabowo Mulai Ompong

Hendropriyono Tuding Pendukung Prabowo Mulai Ompong

Ahad, 19 May 2019 23:37

Bus Pariwisata Jadi Sasaran Serangan Bom di Mesir

Bus Pariwisata Jadi Sasaran Serangan Bom di Mesir

Ahad, 19 May 2019 23:14

Titik Balik Otoritarian di Rezim Jokowi

Titik Balik Otoritarian di Rezim Jokowi

Ahad, 19 May 2019 23:01

Pengacara Eggi Minta People Power 2014 Diusut

Pengacara Eggi Minta People Power 2014 Diusut

Ahad, 19 May 2019 22:33

Meski Juara, Kursi PDIP Rontok di DKI Jakarta

Meski Juara, Kursi PDIP Rontok di DKI Jakarta

Ahad, 19 May 2019 22:33

Dewan Militer Sudan Lanjutkan Pembicaraan dengan Para Demonstran

Dewan Militer Sudan Lanjutkan Pembicaraan dengan Para Demonstran

Ahad, 19 May 2019 21:42

BI: Utang Luar Negeri Indonesia Tumbuh 7,9 Persen

BI: Utang Luar Negeri Indonesia Tumbuh 7,9 Persen

Ahad, 19 May 2019 21:41

Pasukan Irak Klaim Tangkap Komandan Daesh di Mosul

Pasukan Irak Klaim Tangkap Komandan Daesh di Mosul

Ahad, 19 May 2019 21:14

Ulama Nigeria Sebut Kesenjangan Ekonomi Penyebab Ketidakstabilan Negara Itu

Ulama Nigeria Sebut Kesenjangan Ekonomi Penyebab Ketidakstabilan Negara Itu

Ahad, 19 May 2019 21:06


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Jum'at, 17/05/2019 14:55

Inilah Ramadhan Tanpa Syariat-Mu