Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.247 views

Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Turun, Fahri: Permainan Sudah Selesai

JAKARTA (voa-islam.com)- Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah tampak merespon dengan tawa bahagia ketika mengetahui temuan salah satu survei yang merilis bahwa pasangan Jokowi-Ma’ruf mengalami penurunan.

Permainan sudah selesai.... Silent Majority sudah memutuskan….,” cuitannya, ketika merespon berita di salah satu media dengan judul “Kekalahan Jokowi Di Survei Kompas #KlikRMOL”.

Berikut isi dari pemberitaan di media tersebut (rmol.co): KINI publik mulai menyadari mengapa partai pendukung calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin (Jokma) saling tanduk. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ceker-cekeran dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Golkar saling curiga dengan Partai  Nasdem, sedangkan PDIP saling lempar dengan PSI. Mereka seolah-olah tidak mengenal lagi siapa kawan siapa lawan.

Para pentolan parpol pendukung petahana mulai gelisah dengan hasil kampanye belakangan ini. Di mana-mana Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno (Padi) disambut gelombang ribuan massa. Di sisi lain, Jokma gagal menghadirkan pendukung.

Celakanya, alam juga sering kurang bersahabat dengan sang petahana. Sedikitnya di tiga titik tempat kampanye Jokma, disambut angin puyuh sehingga memporak-porandakan acara mereka. 

Partai Golkar yang dalam sejarahnya tak pernah mengambil sikap oposisi mulai kelihatan bermanuver. Tokoh-tokoh penting Partai Beringin mulai menyelamatkan diri merapat ke kubu 02. Sebut saja salah satunya adalah Erwin Aksa. 

Keponakan Wapres Jusuf Kalla ini membelot dari keputusan partainya. Erwin, yang saat itu menjabat sebagai Ketua DPP Golkar, justru memilih untuk menunjukkan dukungannya secara terang-terangan kepada Prabowo-Sandi. 

Loncat pagar Erwin ini bukan perkara sepele. Erwin yang pengusaha itu telah mengirim pesan kepada publik bahwa tempat yang prospektif adalah berada di kubu Prabowo-Sandi. 

Kabarnya, sejumlah tokoh politik pendukung petahana lainnya secara diam-diam juga banyak yang merapat ke kubu 02. Setidak-tidaknya, di antara mereka sudah ada yang memasang dua kaki. Kaki sebelah di kubu 01, sebelah lagi di 02. Dasar politisi. Sikap politisi itu wajar adanya.

Maklum saja, para pentolan parpol itu adalah orang yang memiliki akses terhadap hasil survei yang sesungguhnya. Survei-survei itu banyak memenangkan paslon 02 atau setidak-tidaknya memberi gambaran remuknya elektabilitas sang petahana.

Terbaru, adalah survei Litbang Kompas. Survei tentang elektabilitas paslon nomor urut 01 dan paslon nomor urut 02 ini juga memberi pesan cukup kuat bahwa Jokowi sudah kehilangan banyak pendukung. Survei yang disiarkan 20 Maret itu  menunjukkan elektabilitas Jokma menurun di bawah 50 persen. Angka yang jelas tidak aman bagi petahana. 

Harian Kompas menyebut, elektabilitas Jokma 49,2 persen, Padi 37,4 persen suara, dan sisanya 13,4 persen menyatakan masih rahasia atau belum memilih. Itu angka yang dipublish. Dalam sejarahnya, hasil survei Kompas selama ini cukup kridibel. Koran harian terbesar di Indonesia ini saat Pilkada DKI Jakarta tidak mengumumkan hasil surveinya. Konon, hasil survei itu dilacikan karena tidak sesuai harapan: Ahok-Djarot kalah.

Nah, kenapa saat ini diumumkan? Sejatinya, sepekan sebelum hasil survei itu disiarkan, sudah ada angka-angka yang berseliweran. 

Sejumlah wartawan senior yang punya akses di laci Kompas membisikkan di interen Kompas sendiri ada yang berpendapat sebaiknya survei tersebut tidak usah dirilis. Namun sebagian lagi menghendaki sebalikna. Kala itu, konon perolehan Jokma hanya 46% dalam survei. Di sisi lain, undecided masih 17 persen. “Angka 49,2 persen untuk Jokowi adalah angka kompromi,” kata sang pembisik. 

Sofyan Wanandi, donatur CSIS, konon sudah tahu angka-angka yang bikin petahana miris itu. Eks Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ini pun panik.

Lalu, ia berencana memobilisasi pengusaha untuk memberikan dukungan kepada Jokma.  Para pengusaha itu diharapkan bisa menggiring karyawannya untuk memilih Jokma pada pemilu kelak. 

Pada Rabu dini hari, sebelum Kompas yang memuat edisi survei itu beredar, di grup WhattApp, seseorang mengirim pesan bocoran hasil survei yang disiarkan koran itu dengan tambahan pesan:  “Jangan kaget baca hasil survei Kompas pagi ini. Memang sudah dikondisikan/dikompromikan dengan pihak TKN. Mereka sudah diberitahu hasil realnya. Survei itu hanya untuk menghibur Jokowi dan supaya tidak bikin guncang pasar saham/valas. Siapa pun petahana yang tidak meraih elektabilitas di atas 60% di hari-hari terakhir menjelang pencolosan, akan kalah.”

Survei Kompas mengungkap Jokowi didukung kurang dari 50 persen. Maknanya, lebih dari 50 persen rakyat Indonesia tidak sudi dipimpin Jokowi lagi. Hasil survei ini juga menunjukkan bahwa kampanye Jokowi selama 5 tahun sia-sia. Upaya-upaya mencurangi APBN hinga APBD tidak ada hasilnya buat mendongkrak elektabilitas. Jokowi naga-naganya akan senasib dengan Nadjib Razak, eks PM Malaysia. 

Survei pada hari terakhir menjelang pencoblosan Najib memperoleh 48 persen, Mahathir Mohamad 33 persen. Pemenangnya Mahathir, Nadjib tersingkir. 

Lalu, bagaimana hasil survei lembaga lain yang berbeda dengan Kompas? Kini, publik sudah menyadari, bahwa lembaga-lembaga survei tersebut bekerja sebagai tim sukses. Mereka bukan sebagai lembaga survei yang jujur dan independen. 

Kabarnya, ada 22 lembaga survei yg dibayar petahana. Mereka bekerja dengan tujuan menggiring opini publik. Hasil survei mereka digarapkan dapat memberi keyakinan bagi pendukungnya bahwa Jokowi menang, di sisi lain membuat drop kubu lawan. 

Terakhir hasil survei ini nantinya bisa menjadi alat untuk menjustifikasi kemenangannya, walau dengan cara-cara curang. Sejauh ini, kerja lembaga-lembaga survei itu sudah benar, sesuai pesanan klien. Namun, jadi sulit bagi rakyat untuk mempercayai lembaga survei seperti itu

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Politik Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Latest News
Area Sampling Quick Count

Area Sampling Quick Count

Kamis, 25 Apr 2019 08:33

Langkah Gubernur Anies Perluas Pembebasan PBB Diapresiasi Fahira Idris

Langkah Gubernur Anies Perluas Pembebasan PBB Diapresiasi Fahira Idris

Kamis, 25 Apr 2019 07:08

Prabowo dan Upaya Merebut ''Kedaulatan Rakyat''

Prabowo dan Upaya Merebut ''Kedaulatan Rakyat''

Kamis, 25 Apr 2019 06:24

Sexy Killer: Gambaran Nyata Cengkeraman Kapitalisme SDA Indonesia

Sexy Killer: Gambaran Nyata Cengkeraman Kapitalisme SDA Indonesia

Kamis, 25 Apr 2019 05:22

Generasi Milenial Tumbal Para Kapital

Generasi Milenial Tumbal Para Kapital

Kamis, 25 Apr 2019 03:16

Kampung KB Solusi Kesejahteraan Ala Kapitalis

Kampung KB Solusi Kesejahteraan Ala Kapitalis

Kamis, 25 Apr 2019 02:07

Aroma Busuk Industri Game Online

Aroma Busuk Industri Game Online

Kamis, 25 Apr 2019 01:00

Al-Junnah, Penjaga Nyawa Manusia

Al-Junnah, Penjaga Nyawa Manusia

Kamis, 25 Apr 2019 00:31

Nasi Padang dan Orang-orang Minang

Nasi Padang dan Orang-orang Minang

Rabu, 24 Apr 2019 23:25

Penyelidik Sudan Temukan 315 juta riyal Saudi di Rekening Bank Mantan Presiden Omar Al-Bashir

Penyelidik Sudan Temukan 315 juta riyal Saudi di Rekening Bank Mantan Presiden Omar Al-Bashir

Rabu, 24 Apr 2019 22:45

Pembantaian di Masjid Selandia Baru dan Pemboman di Sri Lanka 'Tidak Terkait'

Pembantaian di Masjid Selandia Baru dan Pemboman di Sri Lanka 'Tidak Terkait'

Rabu, 24 Apr 2019 22:00

Logo Ikhwan Jadi Simbol Terlarang di Austria, Ada Apa?

Logo Ikhwan Jadi Simbol Terlarang di Austria, Ada Apa?

Rabu, 24 Apr 2019 21:49

Polisi Sri Lanka Tangkap Lagi 18 Orang Terkait Pemboman di Hotel dan Gereja

Polisi Sri Lanka Tangkap Lagi 18 Orang Terkait Pemboman di Hotel dan Gereja

Rabu, 24 Apr 2019 21:15

HTS Lancarkan Serangan Balasan ke Posisi Rezim Teroris Assad di Kota Aleppo

HTS Lancarkan Serangan Balasan ke Posisi Rezim Teroris Assad di Kota Aleppo

Rabu, 24 Apr 2019 19:38

Erwin Aksa Klaim Prabowo-Sandi Unggul Telak di Sejumlah Daerah

Erwin Aksa Klaim Prabowo-Sandi Unggul Telak di Sejumlah Daerah

Rabu, 24 Apr 2019 19:34

Anies Bebaskan Rumah Para Pejuang dari PBB

Anies Bebaskan Rumah Para Pejuang dari PBB

Rabu, 24 Apr 2019 19:29

Kisah Saksi PKS Selamatkan Suara PSI

Kisah Saksi PKS Selamatkan Suara PSI

Rabu, 24 Apr 2019 19:22

PBB: Pasukan Afghanistan Tewaskan Ratusan Warga Sipil

PBB: Pasukan Afghanistan Tewaskan Ratusan Warga Sipil

Rabu, 24 Apr 2019 18:57

Ledakan Tewaskan 11 Warga Sipil di Idlib Suriah

Ledakan Tewaskan 11 Warga Sipil di Idlib Suriah

Rabu, 24 Apr 2019 18:53

Israel Kembali Tangkap 5 Warga Palestina di Tepi Barat

Israel Kembali Tangkap 5 Warga Palestina di Tepi Barat

Rabu, 24 Apr 2019 18:38


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X