Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.555 views

Sistem Zonasi PPDB Kisruh, FPKS Minta Mendikbud Bertanggung Jawab

JAKARTA (voa-islam.com)—Kebijakan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 menimbulkan kekisruhan dan persoalan baru. Seperti banyak kasus siswa yang memiliki nilai UN tinggi namun tidak lolos PPDB sekolah negeri karena sistem zonasi.

Atas persoalan ini, anggota Komisi X DPR RI Toriq Hidayat meminta Mendikbud Muhadhir Effendy bertanggung jawab. JIka tidak bisa memberikan solusi mengantisipasi siswa yang tidak tertampung, Mendikbud diminta mundur

"Mendikbud harus bertanggung jawab atas kisruh ini karena kebijakan PPDB dengan 90% zonasi ini ternyata banyak merugikan calon peserta didik. Banyak siswa dengan nilai UN baik tapi tidak lolos PPDB hanya karena harus bersaing jarak rumah dengan sekolah," kata aleg yang berasal dari Fraksi PKS ini seperti dikutip dari Pks.id, Senin (24/6/2019).

Toriq tak sepenuhnya menolak sistem zonasi PPDB ini. Namun, pemerintah dalam hal ini Mendikbud terlebih dahulu mempertimbangkan sebaran sekolah negeri dan guru secara merata di semua daerah. Karena ketidaksiapan ini, ada siswa yang terlantar tidak bisa masuk sekolah negeri karena minimnya jumlah sekolah didaerah itu dan sebaliknya ada juga sekolah yang kekurangan calon siswa.

"Sistem zonasi dalam PPDB memiliki niatan yang sangat baik untuk mengedepankan azas pemerataan dalam pendidikan. Menghilangkan stigma sekolah favorit dan non favorit. Namun, disisi lain ternyata pemerintah melalui Kemendikbud mengabaikan sebaran sekolah negerai yang tidak merata di seluruh Indonesia. Seharusnya, sebaran sekolah negeri yang tidak merata tersebut menjadi elemen yang diperhitungkan dalam penyusunan permendikbud yang ada," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Toriq juga mengkritik kebijakan Kemendikbud yang mengeluarkan revisi juknis PPDB 2019 dengan menambahkan kuota prestasi menjadi 15%. Menurutnya, kebijakan itu buka solusi bijak karena akan menyebabkan kegaduhan baru karena sejumlah daerah sudah menyelesaikan proses pendaftaran PPDB dan tinggal mengumumkan hasil seleksi.

"Surat edaran Mendikbud no.3 tahun 2019 tentang PPDB yang dikeluarkan hari ini tanggal 21 Juni, sangat kontra produktif. Saat ini sebagian besar daerah sudah melakukan PPDB bahkan tinggal menunggu hasil seleksi, kalau ini diterapkan, akan ada 10% calon peserta didik jalur zonasi yang akan terpangkas. Dan mereka sudah tahu mereka bakal lolos karena hasil seleksi sudah diumumkan online, ini akan menimbulkan kegaduhan baru dan tambah runyam," tambah Toriq.

Untuk itu, Toriq menyarankan akan revisi juknis PPDB melalui surat edaran Mendikbud tersebut hanya diberlakukan untuk daerah yang belum memulai PPDB.

"Jangan memaksakan solusi ini untuk daerah yang sudah PPDB. Bukan menyelesaikan masalah, nanti malah menimbulkan masalah baru. Kasian calon siswa dan orang tuanya," tutupnya.* [Syaf/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Politik Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Latest News
Ketua DPP PKS: Bank Syariah Perlu Berbenah untuk Jadi Lebih Baik

Ketua DPP PKS: Bank Syariah Perlu Berbenah untuk Jadi Lebih Baik

Selasa, 27 Jul 2021 10:41

Puncak Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional, PKS Serukan Kolaborasi untuk Keluarga Tangguh

Puncak Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional, PKS Serukan Kolaborasi untuk Keluarga Tangguh

Selasa, 27 Jul 2021 10:37

Politisi Gerindra: Jangan Lupakan Hak Rakyat Saat PPKM Diperpanjang

Politisi Gerindra: Jangan Lupakan Hak Rakyat Saat PPKM Diperpanjang

Selasa, 27 Jul 2021 08:45

Stunting Merusak Potensi Bonus Demografi Indonesia 2045

Stunting Merusak Potensi Bonus Demografi Indonesia 2045

Senin, 26 Jul 2021 20:20

Kementerian Sosial Resmikan Sekolah Lansia Salimah

Kementerian Sosial Resmikan Sekolah Lansia Salimah

Senin, 26 Jul 2021 20:17

Pasukan Keamanan Tunisia Serbu Kantor Al Jazeera, Usir Para Staf

Pasukan Keamanan Tunisia Serbu Kantor Al Jazeera, Usir Para Staf

Senin, 26 Jul 2021 20:05

Food Careline Services ACT: Layanan Makan Gratis untuk Orang Lapar

Food Careline Services ACT: Layanan Makan Gratis untuk Orang Lapar

Senin, 26 Jul 2021 20:01

Selandia Baru Akan Izinkan Seorang Wanita Terkait Islamic State Dan 2 Anaknya Untuk Pulang

Selandia Baru Akan Izinkan Seorang Wanita Terkait Islamic State Dan 2 Anaknya Untuk Pulang

Senin, 26 Jul 2021 19:35

Raih Gelar Doktor, Fahmi Idris Urai Strategi Cegah Korupsi

Raih Gelar Doktor, Fahmi Idris Urai Strategi Cegah Korupsi

Senin, 26 Jul 2021 19:22

Sembelih Kambing untuk Menempati Rumah Baru

Sembelih Kambing untuk Menempati Rumah Baru

Senin, 26 Jul 2021 19:09

Waduh, Studi Baru Di Inggris Temukan Orang Yang Sembuh Dari COVID-19 Alami Penurunan Kecerdasan

Waduh, Studi Baru Di Inggris Temukan Orang Yang Sembuh Dari COVID-19 Alami Penurunan Kecerdasan

Senin, 26 Jul 2021 19:05

Presiden Tunisia Kais Saied Lancarkan 'Kudeta', Tangguhkan Parlemen Dan Pecat Perdana Menteri

Presiden Tunisia Kais Saied Lancarkan 'Kudeta', Tangguhkan Parlemen Dan Pecat Perdana Menteri

Senin, 26 Jul 2021 17:15

Lewat Fatwa dan Tausyiah, MUI Berperan Besar Tangani Covid-19

Lewat Fatwa dan Tausyiah, MUI Berperan Besar Tangani Covid-19

Senin, 26 Jul 2021 14:20

Semoga Rektor UI Menjadi “Kyai Haji Ari Kuncoro”

Semoga Rektor UI Menjadi “Kyai Haji Ari Kuncoro”

Senin, 26 Jul 2021 12:48

Ahmad Syaikhu: Pada Masa Pandemi, Keluarga Perlu Tiga Penguatan

Ahmad Syaikhu: Pada Masa Pandemi, Keluarga Perlu Tiga Penguatan

Senin, 26 Jul 2021 11:39

Anak Belum Baligh Menjadi Imam Shalat

Anak Belum Baligh Menjadi Imam Shalat

Senin, 26 Jul 2021 11:00

Jika Pandemi Berlanjut, Mungkin Saja Nanti Ada Fatwa Nikah Daring

Jika Pandemi Berlanjut, Mungkin Saja Nanti Ada Fatwa Nikah Daring

Senin, 26 Jul 2021 10:51

MUI 46 Tahun, KH Cholil Nafis: Sarana Dakwah danl Perekat Umat

MUI 46 Tahun, KH Cholil Nafis: Sarana Dakwah danl Perekat Umat

Senin, 26 Jul 2021 10:29

Rakyat Buntung, Ada Yang Ambil Untung

Rakyat Buntung, Ada Yang Ambil Untung

Senin, 26 Jul 2021 08:19

Israel Larang Masuk Truk Bahan Bakar Untuk Pembangkit Listrik Di Jalur Gaza

Israel Larang Masuk Truk Bahan Bakar Untuk Pembangkit Listrik Di Jalur Gaza

Ahad, 25 Jul 2021 22:20


MUI

Must Read!
X