Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.709 views

KontraS Sayangkan Indonesia Terpilih Jadi Dewan HAM PBB, Ini Alasannya

JAKARTA (voa-islam.com)—Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyayangkan terpilihnya Indonesia menjadi anggota Dewan HAM PBB di tengah kemunduruan penegakan HAM di dalam negeri.

KontraS dalam website resminya yang dikutip Voa Islam, Senin (21/10/2019) mencatat beberapa poin yang mengacu pada penegakan hukum dan HAM di Indonesia saat ini.

Pertama, pemerintah tidak juga mengambil langkah konkret untuk menuntaskan pelanggaran HAM berat masa lalu secara berkeadilan. Justru sebaliknya, pemerintah berupaya untuk mencuci tangan melalui kebijakan yang cenderung lebih berpihak kepada terduga pelaku.

“Seperti belum lama ini, pada Februari 2019. Pemerintah secara sepihak dan tanpa melibatkan partisipasi korban mencetuskan Deklarasi Damai terhadap kasus Talangsari, Lampung, yang berisikan bahwa kasus Talangsari tidak akan dibuka kembali. Keengganan Pemerintah ini tercetus pada tidak diterimanya rekomendasi dari beberapa negara untuk segera melakukan investigasi dan penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu, termasuk di antaranya kasus Talangsari,” ungkap Koordinator KontraS Yati Andriyani.

Kedua, soal hak kebebasan berekspresi, berkumpul dan berpendapat yang saat ini semakin dipersempit. Kondisi tersebut tercermin dari penanganan aksi massa pada 21-23 Mei dan 23-30 September 2019 yang cenderung koersif ketimbang persuasif. Tindakan represif dari aparat keamanan terlihat jelas ketika aparat melakukan pendekatan kekerasan tetapi juga penangkapan sampai pada pascaaksi.

Hasil investigasi KontraS menunjukkan fakta bahwa aparat terbukti melakukan penganiayaan, pengeroyokan, bahkan penggunaan senjata api yang menimbulkan korban luka hingga korban jiwa. Pembatasan terhadap hak atas informasi oleh Pemerintah Indonesia juga tercermin ketika Menkominfo secara sepihak melakukan pembatasan akses internet di wilayah Jakarta pasca-pengumuman pemenang Pilpres 2019 – 2024 pada 21-23 Mei lalu.

“Pembatasan serupa juga terjadi pada saat peristiwa kerusuhan di Papua yang dipicu akibat adanya peristiwa rasisme terhadap sejumlah mahasiswa Papua di asrama Papua di Surabaya pada Agustus 2019 lalu. Pembatasan akses internet ini tidak pernah dievaluasi sehingga sangat rentan dilakukan secara sewenang-wenang,” jelas Yati.

Kemudian, KontraS menyoroti masa depan penegakan hukum di berbagai sektor yang dinilai mengalami kemunduran. Hal ini tercermin dari inisiasi DPR RI untuk mengesahkan sejumlah peraturan yang masih bermasalah, seperti Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP), Revisi Undang – Undang KPK (RUU KPK), hingga RUU Pertanahan. Berbagai peraturan bermasalah ini dinilai tidak memberikan perlindungan terhadap masyarakat, justru menguntungkan bagi para penguasa dan melanggengkan impunitas.

Selanjutnya, soal ratifikasi peraturan internasional masih belum direalisasikan pemerintah Indonesia. Sebagai contoh, komitmen Indonesia di depan negara-negara lain untuk melakukan ratifikasi Protokol Tambahan Konvensi Anti Penyiksaan (Optional Protocol of Convention Against Torture) serta Konvensi Perlindungan Semua Orang dari Penghilangan Paksa (International Convention on Protection of All People Against Enforced Disappearances) masih belum direalisasikan oleh Pemerintah Indonesia.  Selain itu, pendekatan militeristik masih diterapkan di Papua dan Papua Barat, kondisi ini bertentangan dengan komitmen Indonesia untuk menjalankan rekomendasi 139.67 dari Selandia Baru tentang pemenuhan, pemajuan dan penegakan HAM di Papua. Bahkan, pada pertengahan tahun 2018, Ketua Komisioner Tinggi HAM PBB (OHCHR), Zeid Ra’ad Al Hussein membuat pernyataan bahwa Pemerintah Indonesia tidak kunjung memberikan akses kunjungan ke Papua bagi OHCHR.

Selain itu, dalam isu kebijakan HAM Luar Negeri Indonesia, negara masih belum menunjukkan tindakan konkret terhadap beberapa isu HAM di level global, di antaranya: 1) isu Rohingya dan penanganan pengungsi. Indonesia cenderung masih bermain aman dan tidak menjadikan isu pengungsi yang telah menjadi krisis internasional sebagai salah satu isu yang dijadikan komitmen bagi Pemerintah.

Indonesia masih enggan meratifikasi Konvensi 1951 dan mendukung repatriasi masyarakat Rohingya tanpa didukung dengan jaminan kewarganegaraan dan pemulihan bagi para masyarakat Rohingya apabila mereka kembali ke tanah air mereka. 2) Indonesia tidak menjadi negara pendukung dalam isu Suriah berbeda dengan semangat Indonesia dalam mendukung dan menjadi garda depan pada isu Palestina. Hal ini tercermin pada catatan voting Indonesia di PBB yang selalu abstain terkait dengan permasalahan dan penyelesaian isu di Suriah. Walaupun Indonesia mengklaim telah meluncurkan begitu banyak Peacekeeper untuk negara-negara konflik, hal ini tidak berjalan selaras dengan sikap di forum internasional maupun resolusi konflik di level domestik seperti Papua.

“Berbagai permasalahan di atas menunjukkan bahwa Pemerintah masih enggan untuk memperbaiki situasi dan kondisi pemenuhan maupun pemajuan hak asasi manusia sehingga patut dipertanyakan apabila Indonesia terpilih sebagai Dewan HAM PBB untuk kelima kalinya tanpa dibarengi dengan langkah konkret Pemerintah untuk memajukan penegakan dan perlindungan HAM bagi rakyatnya,” demikian keterangan akhir KontraS.*[Syaf/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Politik Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Latest News
Tidak Bermaksud Menghina, Jyllands-Posten Tolak Minta Maaf Ke Cina Terkait Kartun Satir Virus Corona

Tidak Bermaksud Menghina, Jyllands-Posten Tolak Minta Maaf Ke Cina Terkait Kartun Satir Virus Corona

Selasa, 28 Jan 2020 21:45

Beberapa Anak Tewas Akibat Serangan Bom Pasukan Haftar Bom di Kompleks Sekolah di Tripoli

Beberapa Anak Tewas Akibat Serangan Bom Pasukan Haftar Bom di Kompleks Sekolah di Tripoli

Selasa, 28 Jan 2020 21:17

MUI Akan Bahas Omnibus Law Jika Draft RUU Sudah di DPR

MUI Akan Bahas Omnibus Law Jika Draft RUU Sudah di DPR

Selasa, 28 Jan 2020 21:04

Meski Harga Elpiji 3 Kg Batal Naik, FPKS Akan Terus Kawal

Meski Harga Elpiji 3 Kg Batal Naik, FPKS Akan Terus Kawal

Selasa, 28 Jan 2020 19:51

Mantan Imam Masjidil Haram Mentweet Doa Minta Perlindungan dari Virus Mematikan Cina

Mantan Imam Masjidil Haram Mentweet Doa Minta Perlindungan dari Virus Mematikan Cina

Selasa, 28 Jan 2020 15:00

Badan Intelijen Israel Shin Bet Tangkap Warga Israel Karena Jadi Mata-mata Hamas

Badan Intelijen Israel Shin Bet Tangkap Warga Israel Karena Jadi Mata-mata Hamas

Selasa, 28 Jan 2020 14:00

Terkait Penyebaran Virus Corona, Berikut Tanggapan Sekum PP Muhammadiyah

Terkait Penyebaran Virus Corona, Berikut Tanggapan Sekum PP Muhammadiyah

Selasa, 28 Jan 2020 13:41

Militer AS Akui Pesawatnya Jatuh di Afghanistan, Bantah Ditembak Taliban

Militer AS Akui Pesawatnya Jatuh di Afghanistan, Bantah Ditembak Taliban

Selasa, 28 Jan 2020 13:00

The Next Muhammad Al Fatih

The Next Muhammad Al Fatih

Selasa, 28 Jan 2020 12:49

Menlu Saudi Sebut Timur Tengah 'Lebih Aman' Setelah AS Membunuh Jenderal Iran Soleimani

Menlu Saudi Sebut Timur Tengah 'Lebih Aman' Setelah AS Membunuh Jenderal Iran Soleimani

Selasa, 28 Jan 2020 12:16

Paradoks Sikap Indonesia Mengenai Corona

Paradoks Sikap Indonesia Mengenai Corona

Selasa, 28 Jan 2020 11:44

Taubat Nasuha Harus dengan Shalat Taubat?

Taubat Nasuha Harus dengan Shalat Taubat?

Selasa, 28 Jan 2020 11:00

Rakyat Wuhan Kini Sendiri

Rakyat Wuhan Kini Sendiri

Selasa, 28 Jan 2020 10:39

Inilah Para Juara Olimpiade Halal 2019

Inilah Para Juara Olimpiade Halal 2019

Selasa, 28 Jan 2020 10:15

Memakai Jilbab Adalah Bukti Cinta kepada Al Khaliq

Memakai Jilbab Adalah Bukti Cinta kepada Al Khaliq

Selasa, 28 Jan 2020 09:35

Bahaya di Balik Dewan Pengarah Pembangunan Ibu Kota Baru

Bahaya di Balik Dewan Pengarah Pembangunan Ibu Kota Baru

Selasa, 28 Jan 2020 08:28

Riwayat dan Filosofi Meme Generation

Riwayat dan Filosofi Meme Generation

Selasa, 28 Jan 2020 07:22

Indonesia Mayoritas Muslim, PKS: Sertifikasi Halal Tidak Boleh Hilang di Omnibus Law

Indonesia Mayoritas Muslim, PKS: Sertifikasi Halal Tidak Boleh Hilang di Omnibus Law

Selasa, 28 Jan 2020 06:56

HNW Minta Pemerintah Evakuasi WNI di China

HNW Minta Pemerintah Evakuasi WNI di China

Selasa, 28 Jan 2020 05:59

Senjata Makan Tuan China

Senjata Makan Tuan China

Senin, 27 Jan 2020 23:40


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Selasa, 28/01/2020 10:39

Rakyat Wuhan Kini Sendiri