Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.502 views

Legislator PKS: Kami Tidak Setuju dengan Lembaga Pengelola Investasi

 

JAKARTA (voa-islam.com)--Anggota Baleg F-PKS, Bukhori Yusuf, mengungkapkan PKS hadir dalam rapat panja pembahasan RUU Cipta Kerja sebagai upaya untuk menegaskan posisinya sebagai kekuatan oposisi dalam mengawal pembahasan RUU Cipta Kerja.

Menurutnya, wujud keberpihakan PKS terhadap rakyat adalah dengan pengawasan secara intensif dan memberi usulan konstruktif terhadap RUU yang berpotensi merugikan rakyat supaya tidak timbul kemudaratan di masa mendatang. Salah satunya dengan memanfaatkan kanal politik resmi yang telah disediakan oleh konstitusi.  

“Ya, kami hadir di sana (red: rapat panja RUU Ciptaker). Kami telah melakukan pencermatan yang serius dan komprehensif terhadap RUU ini sehingga harus kami sampaikan kepada pemerintah bahwa terdapat sejumlah pasal yang menabrak ketentuan yang sudah diatur oleh undang-undang eksisting bahkan UUD 1945. Ini jelas berbahaya bagi penyelenggaraan kehidupan bernegara,” tutur Bukhori di Jakarta (21/5/2020)

Dalam kesempatan tersebut, Bukhori memaparkan salah satu contoh pasal yang menabrak sejumlah UU, bahkan UUD 1945,  yakni Pasal 146 RUU Cipta Kerja terkait pembentukan lembaga sui generis bernama Lembaga Pengelola Investasi (LPI).

Sebenarnya, ketentuan mengenai pengelolaan investasi tidak diatur secara tegas dalam UUD 1945. Meskipun demikian pasal 23 C UUD 1945 menyebutkan:

“Hal-hal lain mengenai keuangan negara diatur dengan undang-undang”
 
Frasa “dengan undang-undang” berarti bahwa ketentuan terkait keuangan dan perbendaharaan negara termasuk didalamnya pengelolaan investasi pemerintah harus diatas dalam undang-undang tersendiri yaitu UU No.17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara dan UU no. 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara. Kedua UU ini pada prinsipnya mengamanatkan ketentuan penatausahaan dan pengelolaan investasi pemerintah merupakan kewenangan Menteri Keuangan.

Namun berdasarkan pasal 146 RUU Cipta Kerja, dibentuk Lembaga Pengelola Investasi dimana memiliki kewenangan yang sama dengan Menteri Keuangan dalam hal pengelolaan investasi pemerintah. Salah satu implikasi yang akan timbul jika lembaga ini disahkan keberadaannya adalah kewenangan penantausahaan dan pengelolaan investasi pemerintah yang seharusnya tetap pada Menteri Keuangan sebagaimana sesuai dengan UU No 17/2003 dan UU No. 1/2004 berpotensi dirampas oleh LPI. Artinya, RUU ini akan kontradiktif dengan amanat konstitusi.

“Kami menganggap pembentukan LPI ini adalah tindakan mubazir. Pada saat ini Investasi Pemerintah Pusat telah diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 63 tahun 2019 tentang Investasi Pemerintah. PP No. 63 tahun 2019 disusun berdasarkan UU No. 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan UU No. 17 tahun 2003 Tentang Keuangan Negara. Oleh sebab itu LPI tidak diperlukan saat ini, cukup mengoptimalkan lembaga yang sudah ada, yakni Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),” tutur Bukhori.

Sebagai informasi, LPI rencananya akan difungsikan untuk mengelola sejumlah dana yang bersumber dari; pertama, cadangan devisa negara milik Bank Indonesia. Kedua, akumulasi surplus perdagangan. Ketiga, sisa anggaran. Keempat, dana hasi privatisasi aset-aset BUMN. Kelima, penerimaan negara dari eskpor sumber daya alam. Selain itu, LPI juga dapat mengatur dana publik dan menginvestasikan ke aset yang luas dan beragam.

Kendati demikian, salah satu kelemahan LPI adalah lebih mengutamakan imbal hasil (return) daripada likuiditas, sehingga cenderung beresiko dibandingkan cadangan devisa yang tradisional sebagai stabilisator ekonomi.

Selain alasan mubazir, rencana pembentukan LPI juga menuai kecemasan bagi legislator PKS ini. Kewenangan luar biasa yang dimiliki LPI berpotensi menjadi lembaga super body yang tidak tersentuh oleh audit BPK. Hal ini cukup beralasan mengingat di dalam Pasal 153 RUU Cipta Kerja berbunyi: “Pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan Lembaga dilakukan oleh akuntan publik yang terdaftar pada Badan Pemeriksa Keuangan.”

Sedangkan pada Pasal 23E UUD Tahun 1945, berbunyi: “Untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan satu Badan Pemeriksa Keuangan yang bebas dan mandiri”.

“LPI ini tidak jelas kelaminnya. Dengan otoritas yang sedemikian besar, akan sangat beresiko dan kontradiktif dengan amanat konstitusi apabila LPI hanya diawasi oleh akuntan publik. Bukan hal yang mustahil lembaga ini akan bernasib sama dengan PIP,” cetus Bukhori.
 
Indonesia pernah memiliki lembaga serupa LPI, yakni  Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebelum akhirnya ditutup dan aset-aset PIP dialihkan kepada PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk membantu pendanaan Infrastruktur pada tahun 2015. Total dana yang dikelola PIP pada tahun 2015 senilai Rp 18,356 T.*[Ril/Syaf/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Politik Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Ibu, Engkaulah Guru Pertama Anakmu

Ibu, Engkaulah Guru Pertama Anakmu

Kamis, 03 Dec 2020 21:26

Anis Byarwati Minta  BI Tingkatkan Kualitas SDM Pelaku UMKM

Anis Byarwati Minta BI Tingkatkan Kualitas SDM Pelaku UMKM

Kamis, 03 Dec 2020 19:52

Pejabat AS: Israel Berada di Balik Pembunuhan Ilmuan Nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh

Pejabat AS: Israel Berada di Balik Pembunuhan Ilmuan Nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh

Kamis, 03 Dec 2020 18:46

Prancis Akan Geledah 76 Masjid di Seluruh Negeri Dalam Beberapa Hari Mendatang

Prancis Akan Geledah 76 Masjid di Seluruh Negeri Dalam Beberapa Hari Mendatang

Kamis, 03 Dec 2020 18:20

Anis Matta: Sudah Waktunya Aksi Kerumunan Umat Islam Diubah Jadi Kekuatan Politik Riil

Anis Matta: Sudah Waktunya Aksi Kerumunan Umat Islam Diubah Jadi Kekuatan Politik Riil

Kamis, 03 Dec 2020 17:17

Soal Calling Visa Israel, Legislator: Pemerintah Harus Segera Cabut!

Soal Calling Visa Israel, Legislator: Pemerintah Harus Segera Cabut!

Kamis, 03 Dec 2020 16:15

Wartawan Mujahid Itu Mendahului Kita

Wartawan Mujahid Itu Mendahului Kita

Kamis, 03 Dec 2020 12:41

Perjalanan Menghantar Sang Mujahid Dakwah

Perjalanan Menghantar Sang Mujahid Dakwah

Kamis, 03 Dec 2020 11:38

Tingkatkan Solidaritas Anak Muda untuk Palestina, Adara Dukung Millennial Peacemaker Festival

Tingkatkan Solidaritas Anak Muda untuk Palestina, Adara Dukung Millennial Peacemaker Festival

Kamis, 03 Dec 2020 11:17

SOHR Klaim 900 Pejuang Suriah Kembali Ke Rumah Setelah Pertempuran Usai di Nagorno-Karabakh

SOHR Klaim 900 Pejuang Suriah Kembali Ke Rumah Setelah Pertempuran Usai di Nagorno-Karabakh

Kamis, 03 Dec 2020 11:16

Taliban dan Pemerintah Afghanistan Capai Kesepakatan Awal Pembicaraan Damai

Taliban dan Pemerintah Afghanistan Capai Kesepakatan Awal Pembicaraan Damai

Kamis, 03 Dec 2020 10:45

NMI Sukses Gelar Milad Keempat dan Munas di Sukabumi

NMI Sukses Gelar Milad Keempat dan Munas di Sukabumi

Kamis, 03 Dec 2020 05:56

Pemerintah Iran Tolak Keputusan Parlemen untuk Meningkatkan Pengayaan Uranium

Pemerintah Iran Tolak Keputusan Parlemen untuk Meningkatkan Pengayaan Uranium

Rabu, 02 Dec 2020 21:35

Amnesty Sebut 57 Orang Dieksekusi di Iran Dengan 'Eksekusi Yang Mengerikan' Dalam 2 Bulan Terakhir

Amnesty Sebut 57 Orang Dieksekusi di Iran Dengan 'Eksekusi Yang Mengerikan' Dalam 2 Bulan Terakhir

Rabu, 02 Dec 2020 20:45

7 Anak Tewas Akibat Bombardir Pemberontak Syi'ah Houtsi di Kota Taiz Yaman

7 Anak Tewas Akibat Bombardir Pemberontak Syi'ah Houtsi di Kota Taiz Yaman

Rabu, 02 Dec 2020 20:05

Menteri Saudi Adel Al-Jubeir Bantah Negaranya Terlibat Pembunuhan Ilmuan Nuklir Mohsen Fakhrizadeh

Menteri Saudi Adel Al-Jubeir Bantah Negaranya Terlibat Pembunuhan Ilmuan Nuklir Mohsen Fakhrizadeh

Rabu, 02 Dec 2020 19:46

Stop Diskriminasi dan Kriminalisasi

Stop Diskriminasi dan Kriminalisasi

Rabu, 02 Dec 2020 14:55

Ugur Sahin dan Ozlem Tureci, Pasagan Ilmuwan Muslim Penemu Vaksin Covid19

Ugur Sahin dan Ozlem Tureci, Pasagan Ilmuwan Muslim Penemu Vaksin Covid19

Rabu, 02 Dec 2020 11:59

Innalillahi, Aktivis Dewan Da'wah dan Wartawan Senior Nurbowo Wafat

Innalillahi, Aktivis Dewan Da'wah dan Wartawan Senior Nurbowo Wafat

Rabu, 02 Dec 2020 10:15

Terpilih Secara Aklamasi, Hilal Hizbuloh Alfath Sebagai Ketua Hima Persis Banten 2020-2022

Terpilih Secara Aklamasi, Hilal Hizbuloh Alfath Sebagai Ketua Hima Persis Banten 2020-2022

Selasa, 01 Dec 2020 22:45


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X