Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.342 views

Menggagas New Normal Berbasis Resiko Daerah

JAKARTA (voa-islam.com)--New normal diklaim hanya diadopsi oleh daerah dengan angka reproduksi virus (Rt) dibawah 1, yang mengindikasikan tingkat penularan yang telah terkendali, sehingga diyakini tidak akan terjadi lonjakan kasus Covid-19 meski masyarakat melakukan aktivitas secara normal. Namun statistik Rt di Indonesia diyakini tidak akurat terkait rendahnya kualitas data.

Kapasitas pengujian yang rendah dan waktu pelaporan dari pengujian yang sangat lama, dikombinasikan dengan kemampuan yang rendah dalam identifikasi dan karantina kontak erat dari kasus, membuat estimasi Rt menjadi bias dan cenderung overestimate.

Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS) memandang bahwa perlu ada indikator yang tepat lebih tepat untuk menggambarkan kesiapan daerah untuk adopsi new normal yaitu berdasarkan karakteristik daerah yang menjadi sumber penyebaran Covid-19.

“IDEAS mengidentifikasi tiga determinan resiko penyebaran Covid-19 Kabupaten-Kota, yaitu interaksi sosial, keterpaparan eksternal dan mobilitas penduduk,” ungkap Fajri Azhari, Peneliti IDEAS, pada acara diskusi online pemaparan hasil riset #IDEASTalk yang bertajuk 'Pertaruhan New Normal di Tengah Pandemi’, di Jakarta, Selasa (16/06/2020).

Fajri menjelaskan determinan (faktor penentu) pertama yaitu interaksi social, dimana berperan signifikan dalam penyebaran Covid-19 karena mendorong intensitas kontak dan kedekatan fisik antar penduduk. Dia membagi interaksi sosial dengan 2 variabel yaitu kepadatan penduduk dan ukuran populasi suatu wilayah.

Kepadatan penduduk tertinggi didominasi daerah perkotaan, terutama kota-kota besar di Jawa. Sedangkan ukuran populasi tertinggi di dominasi kota besar dan daerah pedesaan penyangga metropolitan, terutama di Jawa.

“Dengan berakhirnya PSBB, menjadi tantangan besar untuk terus menjaga pembatasan sosial terutama di metropolitan utama Jawa yang kini merupakan episentrum wabah, demi melindungi lebih dari 150 juta penduduk Jawa,” kata Fajri.

Faktor penentu penyebaran wabah Covid-19 yang kedua adalah keterpaparan eksternal, dimana suatu daerah menarik minat kedatangan penduduk dari luar wilayah karena daya tarik yang dimiliki daerah tersebut.

“Arus masuk pelancong dan pendatang yang tinggi, lintas daerah dan bahkan lintas negara, membuat suatu daerah rentan menjadi klaster penyebaran Covid-19. Kami membagi keterpaparan eksternal ini dengan 2 variabel yaitu ukuran sektor pariwisata dan kekayaan sumber daya alam (SDA),” ujar Fajri.
Daerah dengan ukuran sektor pariwisata yang besar, diukur dari pangsa tenaga kerja yang bekerja di sektor akomodasi dan penyediaan makan-minum, didominasi oleh daerah-daerah di destinasi wisata utama nasional, seperti Bali dan Yogyakarta.

Serupa dengan daerah wisata, daerah dengan kekayaan SDA yang berlimpah cenderung menarik investasi dari luar daerah dan karenanya tenaga kerja luar wilayah, bahkan menarik investasi dan tenaga kerja asing. Daerah kaya SDA ini didominasi oleh daerah sentra tambang migas dan batu bara seperti Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Papua.

“Inilah sebab banyak daerah di luar Jawa meski memiliki kepadatan penduduk yang rendah, tetapi memiliki resiko penyebaran Covid-19 yang tinggi. Seperti kabupaten Mimika dimana PT Freeport berlokasi, tercatat menjadi episentrum wabah di Papua Barat. Kota Denpasar yang merupakan gerbang Bali sebagai destinasi wisata dunia, menjadi episentrum wabah di Bali,” tutur Fajri.

Faktor penentu penyebaran Covid-19 terakhir adalah mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk baik yang dilakukan secara rutin maupun insidental dominan dipengaruhi oleh aktivitas bekerja. Mobilitas akibat motivasi ekonomi ini adalah sumber penyebaran Covid-19 yang signifikan terkait frekuensi dan jumlah pergerakan manusia-nya.

“Daerah dengan mobilitas penduduk yang sangat tinggi ini didominasi oleh kawasan aglomerasi, dimana kota inti menjadi pusat bisnis dengan daerah penyangga menjadi kawasan pemukiman. Hal ini menjadi sumber utama tingginya jumlah perjalanan harian, seperti di Jabodetabek, Surabaya Raya, Bandung Raya dan Medan Raya,” ungkap Fajri.

IDEAS membagi mobilitas penduduk ini dengan 3 variabel, yaitu penduduk yang bekerja di luar wilayah (asal komuter), penduduk daerah lain yang bekerja di dalam wilayah (tujuan komuter), dan penduduk yang bermigrasi ke daerah lain (asal diaspora).

Sebagai misal, 472 ribu penduduk Kota Bekasi dan 462 ribu penduduk Kota Depok pulang dan pergi setiap hari untuk bekerja ke luar wilayah. Sementara itu, Jakarta Selatan setiap hari menjadi tujuan dari 777 ribu orang dari daerah lain yang bekerja di wilayah Jakarta Selatan.

Peneliti IDEAS lainnya, Febbi Meidawati menyimpulkan dengan perbedaan tingkat resiko penyebaran Covid-19 antar daerah, maka menjadi penting untuk mendesain new normal yang berbeda antar daerah sesuai tingkat resiko penyebaran Covid-19. Semakin tinggi tingkat resiko penyebaran Covid-19 suatu daerah, semakin ketat protokol new normal yang harus diadopsi oleh daerah tersebut.

“Protokol new normal dasar untuk semua daerah meliputi mengenakan masker wajah dan face shield, kebiasaan mencuci tangan dan jaga jarak aman fisik. Protokol new normal untuk semua daerah lainnya adalah peningkatan kapasitas pengujian (testing) serta pelacakan dan karantina kontak erat kasus (tracing) secara masif,” kata Febbi dalam kesempatan yang sama.

Dia menambahkan untuk daerah dengan tingkat resiko lebih tinggi, maka protokol new normal yang lebih ketat harus diberlakukan. Misal, untuk daerah dengan resiko tinggi seperti kawasan perkotaan, sekolah tetap harus diliburkan (school from home). Untuk kawasan aglomerasi – metropolitan, terutama di Jawa, bahkan perkantoran dan pabrik pun tetap harus diliburkan (work from home). Protokol ini terus dilakukan hingga wabah benar-benar reda atau vaksin telah ditemukan.

“Peran pemerintah daerah menjadi krusial untuk menetapkan tingkat resiko penyebaran Covid-19 ini. Dengan lebih memahami kondisi riil epidemiologi dan kapasitas sistem kesehatan daerah, pemerintah daerah dapat menentukan protokol new normal mana yang paling sesuai untuk daerah mereka. Jangan pernah bertaruh dengan keselamatan masyarakat,” tutup Febbi.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Politik Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Latest News
Hak Bunuh Diri Bikin Ngeri!

Hak Bunuh Diri Bikin Ngeri!

Rabu, 14 Apr 2021 19:56

Antisipasi Utang BUMN Karya Demi Kepentingan Nasional, Ini Saran Partai Gelora

Antisipasi Utang BUMN Karya Demi Kepentingan Nasional, Ini Saran Partai Gelora

Rabu, 14 Apr 2021 19:27

Pemimpin Oposisi Rusia Alexei Navalny Gugat Penjaranya Karena Larang Dia Pelajari Al-Qur'an

Pemimpin Oposisi Rusia Alexei Navalny Gugat Penjaranya Karena Larang Dia Pelajari Al-Qur'an

Rabu, 14 Apr 2021 18:30

Taliban Tidak Akan Hadiri Pertemuan Puncak Tentang Afghanistan Sampai Pasukan Asing Ditarik

Taliban Tidak Akan Hadiri Pertemuan Puncak Tentang Afghanistan Sampai Pasukan Asing Ditarik

Rabu, 14 Apr 2021 17:45

Mesut Ozil Sumbangkan 101.000 Euro Untuk Pengungsi Rohingya, Suriah Serta Somalia

Mesut Ozil Sumbangkan 101.000 Euro Untuk Pengungsi Rohingya, Suriah Serta Somalia

Rabu, 14 Apr 2021 16:44

Mensos Tak Usulkan Perpanjangan Bansos Tunai, HNW: Harusnya Berpihak pada Rakyat!

Mensos Tak Usulkan Perpanjangan Bansos Tunai, HNW: Harusnya Berpihak pada Rakyat!

Rabu, 14 Apr 2021 15:56

Hukum Puasa Ramadhan Bagian I

Hukum Puasa Ramadhan Bagian I

Rabu, 14 Apr 2021 14:59

Ramadhan, Momen Bonding Bersama Buah Hati

Ramadhan, Momen Bonding Bersama Buah Hati

Rabu, 14 Apr 2021 14:43

Membela Saudara Seiman, Butuh Pengetahuan

Membela Saudara Seiman, Butuh Pengetahuan

Rabu, 14 Apr 2021 14:27

Tips 5 M, Bijak Sosmed Kala Ramadhan

Tips 5 M, Bijak Sosmed Kala Ramadhan

Rabu, 14 Apr 2021 13:10

Ramadhan#1 Persiapan Hadapi Ramadhan

Ramadhan#1 Persiapan Hadapi Ramadhan

Rabu, 14 Apr 2021 12:39

INDONESIA NGERTI, GAK SIH?

INDONESIA NGERTI, GAK SIH?

Rabu, 14 Apr 2021 11:04

Potret Tercabutnya Akar Kehidupan yang Hakiki

Potret Tercabutnya Akar Kehidupan yang Hakiki

Rabu, 14 Apr 2021 08:16

Tuduhan Radikalisme, Kotori Nuansa Sambut Ramadan

Tuduhan Radikalisme, Kotori Nuansa Sambut Ramadan

Rabu, 14 Apr 2021 03:44

Jokowi Masuk Surga?

Jokowi Masuk Surga?

Selasa, 13 Apr 2021 23:31

Resensi Novel Pembuka Hidayah: Biografi Kh. Choer Affandi

Resensi Novel Pembuka Hidayah: Biografi Kh. Choer Affandi

Selasa, 13 Apr 2021 22:49

Ini Fatwa MUI tentang Panduan Ibadah Ramadhan 1442 H

Ini Fatwa MUI tentang Panduan Ibadah Ramadhan 1442 H

Selasa, 13 Apr 2021 22:30

Kesalahan Fatal Komnas HAM

Kesalahan Fatal Komnas HAM

Selasa, 13 Apr 2021 22:25

ADI dan FDP Kirim Kafilah Dakwah Ke Daerah Perbatasan

ADI dan FDP Kirim Kafilah Dakwah Ke Daerah Perbatasan

Selasa, 13 Apr 2021 21:25

Legislator Kritik Keras Dibukanya Tempat Wisata Saat Mudik Dilarang

Legislator Kritik Keras Dibukanya Tempat Wisata Saat Mudik Dilarang

Selasa, 13 Apr 2021 20:26


MUI

Must Read!
X