Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.498 views

Kurva Bisa Melandai Jika Indonesia Penuhi Target Tes Usap

JAKARTA (voa-islam.com)--Tren kenaikan kasus positif Covid-19 di dunia terus meningkat termasuk di Indonesia. Kenaikan ini selain dipicu oleh pelonggaran pembatasan sosial di berbagai negara juga karena banyak negara mulai meningkatkan jumlah tes massal virus corona (swab test / tes usap) sebagai salah satu cara untuk mencegah penyebaran virus lebih luas lagi.

Di Indonesia sendiri, walau sudah terjadi peningkatan signifikan jumlah tes dalam tiga bulan terakhir ini, tetapi belum semua daerah memenuhi target yang ditetapkan WHO (minimal 1 orang per 1.000 penduduk setiap minggu atau 1.000 orang per satu juta penduduk). Di Indonesia, baru Jakarta yang mampu menggelar tes minimum di atas satu per seribu orang. Itulah kenapa secara umum WHO menyampaikan bahwa risiko penularan corona di Indonesia masih tinggi. 

Anggota DPD RI yang juga Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengungkapkan, salah satu fase yang harus ditempuh sebuah negara agar kurva corona bisa melandai adalah memenuhi target tes massal terutama dengan metode tes usap. Semakin banyak orang yang menjalani tes usap dan ditemukan semakin banyak yang positif akan membuat strategi penanggulangan corona akan semakin efektif dan efisien. Mereka yang terkonfirmasi positif secepat mungkin akan mendapatkan tindakan medis mulai isolasi mandiri di bawah pengawasan tenaga kesehatan atau mendapat perawatan di rumah sakit. 

Tes massal, lanjut Fahira, juga menjadi cara paling efektif untuk melakukan pelacakan kontak atau interaksi mereka yang positif sehingga besarnya gelombang penularan bisa dicegah secepat mungkin dan rantai penularan bisa dihentikan. Selain itu, tes massal juga menjadi metode paling efektif untuk melacak dan mencegah orang tanpa gejala (OTG) yang saat ini menjadi salah satu sumber penularan terbesar baik ke keluarga maupun lingkungan sekitar. 

“Saya mengapresiasi kerja-kerja Gugus Tugas dan semua pemerintah daerah. Namun, kita punya tantangan besar yaitu memenuhi target tes massal yang ditetapkan WHO. Kurva kita bisa melandai jika target tes corona kita minimal memenuhi target yang ditetapkan WHO, lebih baik lagi jika melebihi target. Berkaca dari pengalaman negara lain, kurva mereka bisa melandai setelah melakukan tes massal yang diikuti dengan tindakan medis dan melakukan pelacakan misalnya China dan Korea Selatan,” ujar Fahira Idris di Jakarta (6/7). 

Menurut Fahira, penetapan sebuah daerah dalam berbagai zona (hijau, kuning, merah, hitam) selama pandemi idealnya juga harus menjadikan jumlah tes corona sebagai salah satu parameter utama. Sebuah zona bisa dikatakan hijau (sudah tidak ada kasus atau infeksi virus corona) atau kuning (ada beberapa kasus Covid-19 dengan beberapa penularan lokal) jika daerah-daerah tersebut sebelumnya telah memenuhi target tes massal yang ditetapkan WHO. 

Keberhasilan China maupun Korea Selatan melandaikan kurva, sambung Fahira, karena di awal-awal penyebaran virus mereka melakukan tes massal yang masif ke warganya disertai tindakan medis dan pelacakan yang intensif. Setelah itu kurva mereka berhasil melandai baru kemudian mereka mengidentifikasi daerah-daerah mana yang sudah hijau, kuning, atau yang masih merah dan hitam. 

“Jadi zona-zona ini ditentukan bukan karena belum atau tidak lagi ditemukan kasus tetapi setelah dilakukan tes massal yang masif sehingga akurasi penentuan zonanya benar-benar berdasarkan data hasil tes. Intinya adalah semakin cepat Pemerintah meningkatkan kapasitas tes corona secara massal, penanggulangan corona akan lebih efektif dan efisien dan kita bisa segera keluar dari kondisi yang tidak pasti ini,” tukas Fahira.* [Ril/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Politik Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Taliban Sebut Syariah Islam Satu-satunya Cara Mengakhiri Perang dan Memastikan Hak Perempuan

Taliban Sebut Syariah Islam Satu-satunya Cara Mengakhiri Perang dan Memastikan Hak Perempuan

Senin, 21 Jun 2021 12:00

Mengurai Polemik Jalur Sepeda

Mengurai Polemik Jalur Sepeda

Senin, 21 Jun 2021 10:44

Ketika Antrean ke Masjid Tak Sepanjang Antrean BTS Meal

Ketika Antrean ke Masjid Tak Sepanjang Antrean BTS Meal

Senin, 21 Jun 2021 08:53

Mewaspadai 6 Penyebab Hancurnya Pernikahan

Mewaspadai 6 Penyebab Hancurnya Pernikahan

Senin, 21 Jun 2021 02:56

Pemerintah Jerman Akan Larang Bendera Hamas

Pemerintah Jerman Akan Larang Bendera Hamas

Ahad, 20 Jun 2021 22:05

Presiden Afghanistan Ganti Menteri Pertahanan Di Tengah Kemajuan Taliban

Presiden Afghanistan Ganti Menteri Pertahanan Di Tengah Kemajuan Taliban

Ahad, 20 Jun 2021 20:40

Kasus Covid Meningkat, Kepala Daerah Diminta Tunda Pembelajaran Tatap Muka

Kasus Covid Meningkat, Kepala Daerah Diminta Tunda Pembelajaran Tatap Muka

Ahad, 20 Jun 2021 19:53

Pertahanan Udara Saudi Hancurkan 10 Drone Bersenjata Pemberontak Syi'ah Houtsi Yaman

Pertahanan Udara Saudi Hancurkan 10 Drone Bersenjata Pemberontak Syi'ah Houtsi Yaman

Ahad, 20 Jun 2021 11:21

Siaga Satu Covid, PP PERSISTRI Imbau Perketat Prokes dan Perkuat

Siaga Satu Covid, PP PERSISTRI Imbau Perketat Prokes dan Perkuat

Ahad, 20 Jun 2021 09:15

Miris, Menolong Pengungsi Dihukum Lima Tahun Penjara

Miris, Menolong Pengungsi Dihukum Lima Tahun Penjara

Ahad, 20 Jun 2021 09:13

20 Pabrik Hancur, 5000 Pekerja Kehilangan Pekerjaan Akibat Agresi Terbaru Israel Di Gaza

20 Pabrik Hancur, 5000 Pekerja Kehilangan Pekerjaan Akibat Agresi Terbaru Israel Di Gaza

Sabtu, 19 Jun 2021 20:15

Joe Biden Akan Kurangi Secara Drastis Sistem Persenjataan Dan Pasukan AS Di Timur Tengah

Joe Biden Akan Kurangi Secara Drastis Sistem Persenjataan Dan Pasukan AS Di Timur Tengah

Sabtu, 19 Jun 2021 19:45

2 Tahanan Penjara Guantanamo Asal Yaman Menangkan Pembebasan

2 Tahanan Penjara Guantanamo Asal Yaman Menangkan Pembebasan

Sabtu, 19 Jun 2021 19:15

Ormas Tak Perlu Lakukan Konvensi Capres

Ormas Tak Perlu Lakukan Konvensi Capres

Sabtu, 19 Jun 2021 10:53

IHW Ajak Pelaku Usaha Konversi Masa Berlaku Sertifikat Halal Jadi Empat Tahun

IHW Ajak Pelaku Usaha Konversi Masa Berlaku Sertifikat Halal Jadi Empat Tahun

Sabtu, 19 Jun 2021 10:47

Israel Perdana Menteri Baru, Penjajahan terhadap Palestina Semakin Ekstrim

Israel Perdana Menteri Baru, Penjajahan terhadap Palestina Semakin Ekstrim

Sabtu, 19 Jun 2021 09:49

Yunani Jatuhi Hukuman 15 Bulan Penjara Pejabat Muslim Minoritas Turki Di Trakia Barat

Yunani Jatuhi Hukuman 15 Bulan Penjara Pejabat Muslim Minoritas Turki Di Trakia Barat

Jum'at, 18 Jun 2021 20:35

Sembako Dipajaki, Emak pun Harus Berani Menolak!

Sembako Dipajaki, Emak pun Harus Berani Menolak!

Jum'at, 18 Jun 2021 20:22

Netanyahu Secara Ilegal Hancurkan Dokumen Sebelum Naftali Bennet Bertugas Sebagai PM

Netanyahu Secara Ilegal Hancurkan Dokumen Sebelum Naftali Bennet Bertugas Sebagai PM

Jum'at, 18 Jun 2021 19:30

35 Legislator Prancis Protes Pencalonan Pejabat Senior UEA Sebagai Presiden Interpol

35 Legislator Prancis Protes Pencalonan Pejabat Senior UEA Sebagai Presiden Interpol

Jum'at, 18 Jun 2021 18:44


MUI

Must Read!
X