Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.594 views

Pandemi Covid-19, Anis Matta Ingatkan soal 'Public Mood' yang Bisa Berujung Pada Ledakan Sosial

JAKARTA (voa-islam.com)--Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Anis Matta mengingatkan pemerintah untuk mendalami situasi emosional masyarakatnya atau public mood terkait kondisi pandemi Covid-19 saat ini. 

"Temuan kita memang mengerikan. Takut, sedih, marah dan frustasi, kira-kira itu semua yang mendominasi emosi publik atau publik mood saat ini," ujar Anis Matta di Jakarta, Sabtu (10/7/2021) petang. 

Anis Matta menyampaikan hal itu, saat memberikan pengantar diskusi Gelora Talks dengan tema 'Marah dan Frustasi: Mengupas Emosi Publik di Tengah Pandemi yang disiarkan live di streaming Gelora TV dan Transvision CH.333. 

Dalam diskusi yang dihadiri Direktur Eksekutif Lembaga Survei Median Rico Marbun, pengusaha dan relawan Kemenkes dr. Tirta Mandira Hudhi, dan Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia (UI) Prof Hamdi Muluk, Anis Matta mengatakan, apabila hal itu tidak didalami, maka bisa saja semua ini akan berkembang menjadi ledakan sosial bahkan hingga krisis politik nantinya. 

"Penting bagi kita untuk mencoba  mendalami situasi emosional publik agar kita bisa mengetahui apa yang bisa kita lakukan secara lebih tepat, demi mencegah pandemi dan krisis ekonomi ini berkembang menjadi ledakan sosial. Apalagi berkembang menjadi krisis politik di kemudian hari," tegas Anis Matta. 

Dengan mengetahui public mood tersebut, diharapkan ledakan sosial tidak berkembang, apalagi menjadi  ledakan sosial yang tidak terkendali. 

"Jika ledakan sosial terjadi, akan membawa kita ke dalam krisis yang semakin susah untuk dikendalikan dan tidak ada satupun yang mengetahui kapan berakhirnya," ujarnya. 

Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun mengatakan, situasi pandemi Covid-19 di Indonesia tahun ini dinilai publik lebih parah dibandingkan tahun lalu. Akibatnya, publik tidak percaya pemerintah, baik di pusat maupun di daerah.

"Mayoritas publik menilai kondisi Covid-19 semakin parah 49,7 persen, sama saja 29,3 persen, lebih baik 14,2 persen, tidak tahu atau tidak menjawab 6,8 persen," papar Rico. 

Rico menilai, kasus Covid-19 semakin dekat dengan lingkungan sosial masyarakat. Beda hal dengan situasi tahun lalu. Bahkan semakin banyaknya ucapan duka cita yang menghiasi dunia maya. 

"Rasa-rasanya ini pula yang kita temukan di grup-grup Whatsapp, Telegram, itu setiap hari ada ucapan bela sungkawa, permohonan doa untuk segera sembuh," katanya. 

Melihat kondisi saat ini, pengusaha dan relawan Kemenkes dr. Tirta Mandira Hudhi mengaku hanya bisa pasrah. Sebab, tenaga kesehatan (nakes) sudah maksimal dalam menangani Covid-19. 

Namun, masih banyak masyarakat yang tidak percaya Covid-19 dan menolak divaksin, akibat masih adanya polarisasi politik. 

"Pemerintah sekarang juga dalam kondisi bingung. Dikasih vaksin gratis ditolak, dikasih edukasi dibilang banyak omong. Emangnya yang protes-protes itu, punya solusi, nggak juga. Kalau ditanya mengenai kondisi saat ini, kita ya pasrah," kata dr Tirta. 

Namun, dr Tirta mengaku tetap memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya Covid-19, meski masih ada yang tidak percaya. Ia pun meminta agar para pejabat tidak sembarangan memberikan pernyataan soal Covid-19, karena akan memperburuk situasi dan keadaan. 

Guru Besar Psikologi UI Prof Hamdi Muluk dapat memahami kondisi psikologis masyarakat saat ini, akibat masih adanya bias politik. Sehingga ada perbedaan cara pandang dalam melihat Covid-19, ada yang menggunakan kacamata saintifik, politik dan agama. 

"Tapi saya ingin mengatakan begini, semua orang panik sekarang ini, tetapi tetap harus ada orang yang menyalakan optimisme dan bersikap tenang," kata Hamdi Muluk 

Hamdi menambahkan, pemerintah hendaknya meniru cara Singapura dan Amerika Serikat yang mulai beradaptasi dengan Covid-19, sehingga bisa dikendalikan. Sebab, bagaimanapun Covid-19 tidak akan bisa dihilangkan seperti Flu Spanyol atau Influenza yang sudah berabad-abad tetap ada. 

"Kita harus realistis seperti Singapura berpikir masa depan. Kondisi pandemi diubah dalam kondisi endemi. Membentengi sebanyak mungkin komunitas dengan vaksin, kalaupun tertular dampaknya tidak berat, sehingga aktivitas normal bisa dilakukan kembali," pungkasnya.* [Ril/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Politik Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Latest News
Ekonomi Membaik, Legislator Minta Pemerintah Jangan Naikan Harga-harga

Ekonomi Membaik, Legislator Minta Pemerintah Jangan Naikan Harga-harga

Kamis, 19 May 2022 21:44

Pemerintah Prancis Tentang Langkah Kota Grenoble Yang Mengizinkan Pemakaian Burkini Di Kolam Renang

Pemerintah Prancis Tentang Langkah Kota Grenoble Yang Mengizinkan Pemakaian Burkini Di Kolam Renang

Kamis, 19 May 2022 19:22

Mesir Rekrut Anak-anak Untuk Perangi Islamic State Di Sinai Utara

Mesir Rekrut Anak-anak Untuk Perangi Islamic State Di Sinai Utara

Kamis, 19 May 2022 18:00

Pejabat Keamanan Yordania Sebut Militer Suriah Terlibat Penyeludupan Narkoba Ke Yordania

Pejabat Keamanan Yordania Sebut Militer Suriah Terlibat Penyeludupan Narkoba Ke Yordania

Kamis, 19 May 2022 17:00

Fenomena Bocah Pejuang Subuh di Garut

Fenomena Bocah Pejuang Subuh di Garut

Kamis, 19 May 2022 12:57

Dai Muda Muhammadiyah Silaturahmi dengan Ustaz Bachtiar Nasir

Dai Muda Muhammadiyah Silaturahmi dengan Ustaz Bachtiar Nasir

Kamis, 19 May 2022 08:59

Jangan Heran Ustad Somad Dideportasi, Singapura Sudah Lama Anti-Islam

Jangan Heran Ustad Somad Dideportasi, Singapura Sudah Lama Anti-Islam

Rabu, 18 May 2022 20:51

Tegas, Legislator PKS Minta Pemerintah Singapura Minta Maaf

Tegas, Legislator PKS Minta Pemerintah Singapura Minta Maaf

Rabu, 18 May 2022 20:39

Welkam Hom, Pak

Welkam Hom, Pak

Rabu, 18 May 2022 17:51

Ruhut Makin Kacrut

Ruhut Makin Kacrut

Rabu, 18 May 2022 15:50

Mengejar Medali Surgawi, Bagaimanakah?

Mengejar Medali Surgawi, Bagaimanakah?

Rabu, 18 May 2022 15:43

Semakin Hemat! Bikin Desain atau Video Marketing Yuk

Semakin Hemat! Bikin Desain atau Video Marketing Yuk

Rabu, 18 May 2022 15:40

Pengadilan India Larang Muslim Shalat Jamaah Di Masjid Gyanvapi Setelah Klaim Penemuan Berhala Hindu

Pengadilan India Larang Muslim Shalat Jamaah Di Masjid Gyanvapi Setelah Klaim Penemuan Berhala Hindu

Rabu, 18 May 2022 15:37

Corbuzier Main LGBT

Corbuzier Main LGBT

Rabu, 18 May 2022 13:44

Deportasi UAS, Singapura Sebut Ustadz Abdul Shomad Ditolak Masuk Karena Sebarkan 'Ekstrimisme'

Deportasi UAS, Singapura Sebut Ustadz Abdul Shomad Ditolak Masuk Karena Sebarkan 'Ekstrimisme'

Rabu, 18 May 2022 08:45

Ramadhan Yang Membekas

Ramadhan Yang Membekas

Selasa, 17 May 2022 22:10

JITU Mengutuk Keras Penembakan Terhadap Jurnalis Al-Jazeera

JITU Mengutuk Keras Penembakan Terhadap Jurnalis Al-Jazeera

Selasa, 17 May 2022 22:06

Pembongkaran Tiang Masjid Muhammadiyah di Aceh Menyakiti Umat Islam

Pembongkaran Tiang Masjid Muhammadiyah di Aceh Menyakiti Umat Islam

Selasa, 17 May 2022 21:52

Laporan Baru PBB Sebut Taliban Dan Al-Qaidah 'Tetap Sekutu Dekat'

Laporan Baru PBB Sebut Taliban Dan Al-Qaidah 'Tetap Sekutu Dekat'

Selasa, 17 May 2022 21:02

Mahasiswa sebagai Sasaran Sekaligus Ujung Tombak dalam Menangkal Paham LGBT

Mahasiswa sebagai Sasaran Sekaligus Ujung Tombak dalam Menangkal Paham LGBT

Selasa, 17 May 2022 12:01


MUI

Must Read!
X