Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.848 views

Adikku Sayang, Adikku Hilang

Wajah gadis itu begitu cerah. Matanya yang berpendar penuh semangat mengisyaratkan keinginannya untuk melahap segala jenis informasi yang ada di hadapannya. Bersenjatakan pena berperisai buku catatan, gadis itu menghadiri halaqah yang dikenalnya dengan nama “mentoring”. Sapaan teman-temannya yang berwajah teduh itu membuatnya bertambah haus akan ilmu, terlebih pertanyaan macam “Apa kabar?” atau “Gimana tadi ulangannya?” yang menyejukkan hatinya.

Setelah momen-momen membahagiakan itu, sang gadis melihat teteh di hadapannya. Ups, wajah teteh itu tampak kusut dan berulangkali ia melirik buku tebal berjudul “Super Mentoring” itu sambil komat-kamit menghafal. Ah..., gadis itu berbaik sangka, mungkin si teteh lagi menyempurnakan materi yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Satu menit... dua menit... gadis itu merasa kanan-kirinya tidak lagi kosong, rupanya teman-teman satu kelompok mentoringnya yang lain sudah datang. Lho, itu kan si A yang hanya datang di pertemuan pertama? Syukurlah, gadis itu membatin, akhirnya dia tergerak untuk datang juga... Gadis itu melirik lagi sang teteh mentor yang masih saja berkutat dengan buku saktinya. Ketika akhirnya sang teteh membuka mulutnya, pena di tangan gadis itu kini sudah siap menumpahkan tintanya sebanyak mungkin. Tapi...

“Aduh maaf ya, dek. Teteh kemaren belajar buat ujian, jadi hari ini belum nyiapin apa-apa”

Bles! Wajah gadis itu berubah pias. Kecewa. Tapi, lagi-lagi gadis itu berbaik sangka, namanya juga teteh mentor, nggak siapnya pasti beda kan sama kita-kita ini? Dipandanginya si teteh itu lama. Barangkali cerita, teteh itu kan suka cerita. Biasanya cerita teteh itu menambah semangat. Sungguh, mentoring yang dijalaninya selama dua tiga kali ini telah membuka cakrawalanya tentang Islam. Mengapa ia harus meragukan mentoring yang hari ini? Lama, gadis itu memandang teteh di depannya, yang semakin panik.

“Siing kriik kriik...” salah seorang teman gadis itu berceletuk, menderai tawa di lingkaran kecil mereka. Gadis itu ikut tertawa, tapi hatinya terasa pahit. Kecewa. Tahu begitu dia ikut saja waktu teman-temannya tadi mengajaknya ke BIP, nonton premiere Harry Potter, ditraktir pula! Dan begitulah... sepanjang mentoring, wajah gadis itu terus kecewa, wajah teman-teman gadis itu bertambah bosan, dan wajah si teteh mentor bertambah panik. Tak terhitung banyaknya “siing kriik kriik” yang terjadi selama mentoring itu, lebih banyak lagi teman-temannya yang terantuk-antuk bahu kawan sebelahnya. Mengantuk.

Satu minggu berlalu... hari yang biasanya selalu dinantinya kini disongsong gadis itu dengan wajah lesu. Ajakan teman-temannya untuk menghadiri bazaar SMA tetangga kini tidak dapat ditolaknya. Sapaan sejuk teteh mentornya kini diabaikannya. Lambaian riang teman-teman satu kelompoknya dianggap angin lalu. Ah, males ah, paling-paling kayak kemaren, si teteh ngomong apaan sambil lirik-lirik buku dan kebingungan sendiri, begitu pikir sang gadis. Dan minggu itu, si teteh harus menghadapi kenyataan bahwa adik mentornya berkurang dua orang... si gadis yang penuh semangat dan si A yang baru dua kali datang. Setelah cukup lama merenung, teteh itu akhirnya sadar. Minggu lalu amalan yaumian-nya hancur-hancuran...

Pernah mengalami episode seperti itu?

Kalau kita melihat dari sudut pandang gadis itu, kita mungkin bisa saja menyalahkan sang teteh mentor. Kita kan udah capek-capek datang, mengorbankan traktiran nonton teman. Tapi kan, batin kita ketika teringat episode-episode kita sebagai pementor, kalau memang ujian mau bagaimana lagi? Semalam suntuk mengerjakan tugas yang limitnya menuju tak hingga, boro-boro nyiapin mentoring, berangkat kuliah aja terlambat. Ya, apapun alasan kita sebagai seorang pementor, adik itu melihat performance mementor kita, tidak peduli apakah kita banyak tugas atau banyak amanah. Dan lihat, akibat melalaikan persiapan, Islam harus kehilangan salah seorang kadernya, yang mungkin malah akan menjadi tonggak perubahan umat Islam! Astaghfirullah...

Bukankah Rasulullah berdakwah dengan cara membacakan ayat-ayat-Nya, menyucikan jiwa, dan mengajarkan kitab-Nya dengan hikmah? Lalu, jika kita tidak tahu apa yang harus kita bacakan, lantas bagaimana kita merasa pantas untuk mengisi mentoring? Ibaratnya teko, bagaimana kita bisa mengisi gelas-gelas yang haus dahaga itu itu kalau teko itu tidak ada isinya?

Ah, gampang ngomong begitu. Kenyataannya kan, susah.

Ya, mempersiapkan mentoring memang bukan suatu hal yang mudah. Karena itu, tidak semua orang kan bisa menjadi pementor? Paling tidak, seorang pementor harus melalui serangkaian daurah dan memenuhi kriteria amalan yaumian. Dan kita, ketika akhirnya kita saat ini menjadi pementor, artinya kita mampu untuk itu. Kita mampu untuk mempersiapkan mentoring kita dengan baik. Ah masa sih? Iya, kok! Kalaupun kita baru sempat membaca bahan mentoring sejam sebelumnya, paling tidak dahulu kita pernah mendapat materi itu saat kita daurah, dan catatannya masih kita baca. Kalau tidak ada catatannya? Lah, siapa suruh nggak nyatet. Masa’ pementor nggak punya catatan? Hehehe...

Dan sungguh, lebih dari menguasai materi yang akan disiapkan, yang paling penting adalah persiapan ruhyah. Bayangin deh, adik-adik kita datang mentoring sebetulnya untuk men-charge ruhyah mereka, tapi kita tidak punya “energi positif” yang bisa kita berikan pada mereka. Lantas, apa yang kita harapkan? Alih-alih mencatat materi yang sudah kita persiapkan sampai jungkir balik, adik-adik kita malah terlelap dengan damai, bosan melihat wajah kusam tetehnya yang lupa qiyamul lail. Duh, kalau begini, bagaimana mentoring kita disebut sebagai pemasok kader?

Jika memulai usaha butuh modal, maka memulai mentoring pun butuh modal. Yap, modal buat beli snack adik-adiknya... hehe. Dan yang terpenting adalah, persiapan ruhyah dan ilmu. Karena itu, jika selama ini adik-adik kita satu persatu pergi, jangan langsung menyalahkan jalan dakwah yang memang penuh onak dan duri dan pengusungnya sedikit. Kalau hari ini masih ada adik-adik kita tersayang yang “hilang”, maka bertanyalah...“Sudahkah saya mempersiapkan mentoring saya hari ini?” (Rajab 14,1430/Nadia Hana Soraya)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Virus TBC menggerogoti tulangnya hingga menjalar ke sumsum tulang punggung. Harus segera dioperasi untuk menghindari kelumpuhan total....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC siap menerima zakat fitrah senilai Rp 30.000 hingga 52.000 per-jiwa untuk disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan aktivis Islam dan yatim....

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Lahir dalam keluarga Kristen taat, Valentino Nainggolan menjadi muallaf dalam usia SD. Untuk memperdalam Islam, ia dan kakaknya akan melanjutkan pendidikan ke pesantren Ayo Bantu.!!!...

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah 30 hari mushalla korban gempa ini hancur dan belum dibangun lagi. Ramadhan akan tiba, mushalla ini sangat dibutuhkan. Ayo bantu sedekah jariyah, pahala terus mengalir tak terbatas umur....

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Dai yang aktif berdakwah melawan pemurtadan misionaris ini tinggal di rumah sederhana tanpa kamar mandi mck. Sang istri yang berhijab kesulitan, setiap mandi, buang air dan buang hajat harus...

Latest News
[Puisi] Palestina, Muslim yang Tak terkalahkan

[Puisi] Palestina, Muslim yang Tak terkalahkan

Sabtu, 23 Jun 2018 07:40

Rasisme tak Berujung, Israel Makin tak Mengerti Arti Kemanusiaan

Rasisme tak Berujung, Israel Makin tak Mengerti Arti Kemanusiaan

Sabtu, 23 Jun 2018 07:18

Pentagon Setuju Tampung 20 Ribu Anak Migran

Pentagon Setuju Tampung 20 Ribu Anak Migran

Sabtu, 23 Jun 2018 05:16

Filipina Segera Berikan Otonomi Terbatas kepada Front Pembebasan Islam Moro

Filipina Segera Berikan Otonomi Terbatas kepada Front Pembebasan Islam Moro

Sabtu, 23 Jun 2018 05:07

Pasukan Israel Lukai 206 Warga Palestina di Jalur Gaza

Pasukan Israel Lukai 206 Warga Palestina di Jalur Gaza

Sabtu, 23 Jun 2018 03:03

Divonis Hukuman Mati, Aman Abdurrahman Langsung Sujud Syukur

Divonis Hukuman Mati, Aman Abdurrahman Langsung Sujud Syukur

Sabtu, 23 Jun 2018 02:57

PP Pemuda Muhammadiyah Serukan Kadernya Berperan Aktif dalam Pilkada 2018

PP Pemuda Muhammadiyah Serukan Kadernya Berperan Aktif dalam Pilkada 2018

Sabtu, 23 Jun 2018 02:30

Perjuangan Batalkan Ambang Batas Capres

Perjuangan Batalkan Ambang Batas Capres

Jum'at, 22 Jun 2018 23:59

Dianggap Tak Mampu Jelaskan Soal Iriawan, Politisi: Apa yang Bisa Diharapkan dari Rezim Ini?

Dianggap Tak Mampu Jelaskan Soal Iriawan, Politisi: Apa yang Bisa Diharapkan dari Rezim Ini?

Jum'at, 22 Jun 2018 23:17

Kontroversi List Da'i, Perpecahan Menanti

Kontroversi List Da'i, Perpecahan Menanti

Jum'at, 22 Jun 2018 23:14

Di Lingkar Istana Kepresidenan Jokowi: Ada Dayang dan Ada yang Pergi Saling Maki

Di Lingkar Istana Kepresidenan Jokowi: Ada Dayang dan Ada yang Pergi Saling Maki

Jum'at, 22 Jun 2018 22:17

Militer Filipina Buru Amir Baru Islamic State Asia Tenggara

Militer Filipina Buru Amir Baru Islamic State Asia Tenggara

Jum'at, 22 Jun 2018 21:30

Fahri Hamzah Bicarakan Kesadaran Diri Jokowi untuk Bangsa dan Negara

Fahri Hamzah Bicarakan Kesadaran Diri Jokowi untuk Bangsa dan Negara

Jum'at, 22 Jun 2018 21:17

UEA Bantah Tuduhan Mengoperasikan Penjara Rahasia dan Menyiksa Tahanan di Yaman

UEA Bantah Tuduhan Mengoperasikan Penjara Rahasia dan Menyiksa Tahanan di Yaman

Jum'at, 22 Jun 2018 21:15

Rezeki yang Melupakan Ibadah

Rezeki yang Melupakan Ibadah

Jum'at, 22 Jun 2018 21:00

Pejuang Taliban Tewaskan 16 Polisi Afghanistan di Badghis

Pejuang Taliban Tewaskan 16 Polisi Afghanistan di Badghis

Jum'at, 22 Jun 2018 20:35

Soal Iriawan, Hendri: Semakin Banyak Pejabat yang Komentar, semakin seperti Ada yang Ditutupi

Soal Iriawan, Hendri: Semakin Banyak Pejabat yang Komentar, semakin seperti Ada yang Ditutupi

Jum'at, 22 Jun 2018 20:17

Tegar di Jalan Yang Benar

Tegar di Jalan Yang Benar

Jum'at, 22 Jun 2018 19:33

Saudi Akan Bangun Kanal Selebar 200 Meter di Sepanjang Perbatasan dengan Qatar

Saudi Akan Bangun Kanal Selebar 200 Meter di Sepanjang Perbatasan dengan Qatar

Jum'at, 22 Jun 2018 17:30

PPh Final UMKM, Menyembelih Itik Bertelur Emas?

PPh Final UMKM, Menyembelih Itik Bertelur Emas?

Jum'at, 22 Jun 2018 17:16


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X