Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.686 views

Adikku Sayang, Adikku Hilang

Wajah gadis itu begitu cerah. Matanya yang berpendar penuh semangat mengisyaratkan keinginannya untuk melahap segala jenis informasi yang ada di hadapannya. Bersenjatakan pena berperisai buku catatan, gadis itu menghadiri halaqah yang dikenalnya dengan nama “mentoring”. Sapaan teman-temannya yang berwajah teduh itu membuatnya bertambah haus akan ilmu, terlebih pertanyaan macam “Apa kabar?” atau “Gimana tadi ulangannya?” yang menyejukkan hatinya.

Setelah momen-momen membahagiakan itu, sang gadis melihat teteh di hadapannya. Ups, wajah teteh itu tampak kusut dan berulangkali ia melirik buku tebal berjudul “Super Mentoring” itu sambil komat-kamit menghafal. Ah..., gadis itu berbaik sangka, mungkin si teteh lagi menyempurnakan materi yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Satu menit... dua menit... gadis itu merasa kanan-kirinya tidak lagi kosong, rupanya teman-teman satu kelompok mentoringnya yang lain sudah datang. Lho, itu kan si A yang hanya datang di pertemuan pertama? Syukurlah, gadis itu membatin, akhirnya dia tergerak untuk datang juga... Gadis itu melirik lagi sang teteh mentor yang masih saja berkutat dengan buku saktinya. Ketika akhirnya sang teteh membuka mulutnya, pena di tangan gadis itu kini sudah siap menumpahkan tintanya sebanyak mungkin. Tapi...

“Aduh maaf ya, dek. Teteh kemaren belajar buat ujian, jadi hari ini belum nyiapin apa-apa”

Bles! Wajah gadis itu berubah pias. Kecewa. Tapi, lagi-lagi gadis itu berbaik sangka, namanya juga teteh mentor, nggak siapnya pasti beda kan sama kita-kita ini? Dipandanginya si teteh itu lama. Barangkali cerita, teteh itu kan suka cerita. Biasanya cerita teteh itu menambah semangat. Sungguh, mentoring yang dijalaninya selama dua tiga kali ini telah membuka cakrawalanya tentang Islam. Mengapa ia harus meragukan mentoring yang hari ini? Lama, gadis itu memandang teteh di depannya, yang semakin panik.

“Siing kriik kriik...” salah seorang teman gadis itu berceletuk, menderai tawa di lingkaran kecil mereka. Gadis itu ikut tertawa, tapi hatinya terasa pahit. Kecewa. Tahu begitu dia ikut saja waktu teman-temannya tadi mengajaknya ke BIP, nonton premiere Harry Potter, ditraktir pula! Dan begitulah... sepanjang mentoring, wajah gadis itu terus kecewa, wajah teman-teman gadis itu bertambah bosan, dan wajah si teteh mentor bertambah panik. Tak terhitung banyaknya “siing kriik kriik” yang terjadi selama mentoring itu, lebih banyak lagi teman-temannya yang terantuk-antuk bahu kawan sebelahnya. Mengantuk.

Satu minggu berlalu... hari yang biasanya selalu dinantinya kini disongsong gadis itu dengan wajah lesu. Ajakan teman-temannya untuk menghadiri bazaar SMA tetangga kini tidak dapat ditolaknya. Sapaan sejuk teteh mentornya kini diabaikannya. Lambaian riang teman-teman satu kelompoknya dianggap angin lalu. Ah, males ah, paling-paling kayak kemaren, si teteh ngomong apaan sambil lirik-lirik buku dan kebingungan sendiri, begitu pikir sang gadis. Dan minggu itu, si teteh harus menghadapi kenyataan bahwa adik mentornya berkurang dua orang... si gadis yang penuh semangat dan si A yang baru dua kali datang. Setelah cukup lama merenung, teteh itu akhirnya sadar. Minggu lalu amalan yaumian-nya hancur-hancuran...

Pernah mengalami episode seperti itu?

Kalau kita melihat dari sudut pandang gadis itu, kita mungkin bisa saja menyalahkan sang teteh mentor. Kita kan udah capek-capek datang, mengorbankan traktiran nonton teman. Tapi kan, batin kita ketika teringat episode-episode kita sebagai pementor, kalau memang ujian mau bagaimana lagi? Semalam suntuk mengerjakan tugas yang limitnya menuju tak hingga, boro-boro nyiapin mentoring, berangkat kuliah aja terlambat. Ya, apapun alasan kita sebagai seorang pementor, adik itu melihat performance mementor kita, tidak peduli apakah kita banyak tugas atau banyak amanah. Dan lihat, akibat melalaikan persiapan, Islam harus kehilangan salah seorang kadernya, yang mungkin malah akan menjadi tonggak perubahan umat Islam! Astaghfirullah...

Bukankah Rasulullah berdakwah dengan cara membacakan ayat-ayat-Nya, menyucikan jiwa, dan mengajarkan kitab-Nya dengan hikmah? Lalu, jika kita tidak tahu apa yang harus kita bacakan, lantas bagaimana kita merasa pantas untuk mengisi mentoring? Ibaratnya teko, bagaimana kita bisa mengisi gelas-gelas yang haus dahaga itu itu kalau teko itu tidak ada isinya?

Ah, gampang ngomong begitu. Kenyataannya kan, susah.

Ya, mempersiapkan mentoring memang bukan suatu hal yang mudah. Karena itu, tidak semua orang kan bisa menjadi pementor? Paling tidak, seorang pementor harus melalui serangkaian daurah dan memenuhi kriteria amalan yaumian. Dan kita, ketika akhirnya kita saat ini menjadi pementor, artinya kita mampu untuk itu. Kita mampu untuk mempersiapkan mentoring kita dengan baik. Ah masa sih? Iya, kok! Kalaupun kita baru sempat membaca bahan mentoring sejam sebelumnya, paling tidak dahulu kita pernah mendapat materi itu saat kita daurah, dan catatannya masih kita baca. Kalau tidak ada catatannya? Lah, siapa suruh nggak nyatet. Masa’ pementor nggak punya catatan? Hehehe...

Dan sungguh, lebih dari menguasai materi yang akan disiapkan, yang paling penting adalah persiapan ruhyah. Bayangin deh, adik-adik kita datang mentoring sebetulnya untuk men-charge ruhyah mereka, tapi kita tidak punya “energi positif” yang bisa kita berikan pada mereka. Lantas, apa yang kita harapkan? Alih-alih mencatat materi yang sudah kita persiapkan sampai jungkir balik, adik-adik kita malah terlelap dengan damai, bosan melihat wajah kusam tetehnya yang lupa qiyamul lail. Duh, kalau begini, bagaimana mentoring kita disebut sebagai pemasok kader?

Jika memulai usaha butuh modal, maka memulai mentoring pun butuh modal. Yap, modal buat beli snack adik-adiknya... hehe. Dan yang terpenting adalah, persiapan ruhyah dan ilmu. Karena itu, jika selama ini adik-adik kita satu persatu pergi, jangan langsung menyalahkan jalan dakwah yang memang penuh onak dan duri dan pengusungnya sedikit. Kalau hari ini masih ada adik-adik kita tersayang yang “hilang”, maka bertanyalah...“Sudahkah saya mempersiapkan mentoring saya hari ini?” (Rajab 14,1430/Nadia Hana Soraya)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Latest News
Menjadi Entrepreneur, Langkah Perangi Pengangguran

Menjadi Entrepreneur, Langkah Perangi Pengangguran

Sabtu, 24 Feb 2018 10:39

Empat Tahun sebagai Presiden tapi Jokowi Belum dapat Bedakan antara Draft dan UU

Empat Tahun sebagai Presiden tapi Jokowi Belum dapat Bedakan antara Draft dan UU

Sabtu, 24 Feb 2018 10:21

Sah! PDIP Calonkan Jokowi sebagai Capres 2019, Ini Kata Politisi Gerindra

Sah! PDIP Calonkan Jokowi sebagai Capres 2019, Ini Kata Politisi Gerindra

Sabtu, 24 Feb 2018 09:45

Ini Pesan dari Politisi ke Bakal Capres Pengganti Jokowi

Ini Pesan dari Politisi ke Bakal Capres Pengganti Jokowi

Sabtu, 24 Feb 2018 09:21

Tidak Lolos di Pemilu 2019 karena Ketum PBB Kerap Membela Ulama dan Aktivis

Tidak Lolos di Pemilu 2019 karena Ketum PBB Kerap Membela Ulama dan Aktivis

Sabtu, 24 Feb 2018 08:21

(Video) Bangkitnya (Lagi) Politik Otoritarianisme

(Video) Bangkitnya (Lagi) Politik Otoritarianisme

Sabtu, 24 Feb 2018 05:45

Pengaruh Godaan Jin 'Qarin' Terhadap Pengasuhan Anak

Pengaruh Godaan Jin 'Qarin' Terhadap Pengasuhan Anak

Jum'at, 23 Feb 2018 20:25

Jokowi bukan Capres Pilihan Megawati di 2019?

Jokowi bukan Capres Pilihan Megawati di 2019?

Jum'at, 23 Feb 2018 20:15

[VIDEO-2] Anak Dewa Nyaris Meninggal, Ust Khalid Basalamah: Shalat Solusinya

[VIDEO-2] Anak Dewa Nyaris Meninggal, Ust Khalid Basalamah: Shalat Solusinya

Jum'at, 23 Feb 2018 18:10

[VIDEO] Ma'idaturrahmah 23 Februari berbagi hidangan kepada 130 Dhuafa

[VIDEO] Ma'idaturrahmah 23 Februari berbagi hidangan kepada 130 Dhuafa

Jum'at, 23 Feb 2018 17:55

[VIDEO] Pikulbareng UKM Bebas Riba: Beli Kripik Yammy Babeh Rasa Unik Hanya Rp. 12,000!!

[VIDEO] Pikulbareng UKM Bebas Riba: Beli Kripik Yammy Babeh Rasa Unik Hanya Rp. 12,000!!

Jum'at, 23 Feb 2018 17:24

Tabligh Akbar ''Keajaiban Hafidz Al-Qur'an'' di Pondok Ngruki, AYO HADIR!!

Tabligh Akbar ''Keajaiban Hafidz Al-Qur'an'' di Pondok Ngruki, AYO HADIR!!

Jum'at, 23 Feb 2018 16:50

Tabligh Akbar & Launching Pelatihan 100 Ribu Guru Al-Qur'an

Tabligh Akbar & Launching Pelatihan 100 Ribu Guru Al-Qur'an

Jum'at, 23 Feb 2018 14:18

Tandatangani MoU, Forjim Bakal Latih Relawan MRI se-Indonesia

Tandatangani MoU, Forjim Bakal Latih Relawan MRI se-Indonesia

Jum'at, 23 Feb 2018 13:30

LEU Bangun Program Ritel untuk Pemberdayaan Umat

LEU Bangun Program Ritel untuk Pemberdayaan Umat

Jum'at, 23 Feb 2018 13:23

Ini Rekomendasi Mukernas Forjim Soal UU MD3 dan RKUHP

Ini Rekomendasi Mukernas Forjim Soal UU MD3 dan RKUHP

Jum'at, 23 Feb 2018 13:13

Serangan Taliban di Pos Keamanan di Ghazni Tewaskan 8 Polisi Afghanistan

Serangan Taliban di Pos Keamanan di Ghazni Tewaskan 8 Polisi Afghanistan

Jum'at, 23 Feb 2018 12:45

Qatar Akan Tanam 16.000 Pohon untuk Perhelatan Piala Dunia 2022

Qatar Akan Tanam 16.000 Pohon untuk Perhelatan Piala Dunia 2022

Jum'at, 23 Feb 2018 11:41

Angkatan Bersenjata Turki Bom Konvoi 30-40 Kendaraan Bala Bantuan YPG/PKK dekat Afrin

Angkatan Bersenjata Turki Bom Konvoi 30-40 Kendaraan Bala Bantuan YPG/PKK dekat Afrin

Jum'at, 23 Feb 2018 10:38

IUMS Kecam Pembantaian Warga Sipil Suriah oleh Rezim Teroris Assad di Ghouta Timur

IUMS Kecam Pembantaian Warga Sipil Suriah oleh Rezim Teroris Assad di Ghouta Timur

Jum'at, 23 Feb 2018 09:36


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X