Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.286 views

Yuk, Selamatkan Remaja dari Tindak Kriminalitas!

Oleh: Farhannudin 

Curanmor di Bima Marak, rata-rata pelakunya remaja. Terhitung di hampir kasus, remaja terlibat. Hal ini meresahkan warga. Krisis rasa aman menyelimuti warga pedesaan maupun perkotaan di Bima. Ironisnya, tindak kejahatan ini tidak mengenal waktu dan tempat. Malam, siang dan pagi bisa saja menjadi waktu empuk untuk mereka beraksi. Di pasar, instansi pendidikan, perkantoran, tempat wisata, bahkan di masjid yang notabene tempat ibadah kaum muslim pun menjadi santapan empuk para Curanmor.

Miris rasanya melihat keadaan remaja saat ini. Bagaimana tidak? Kita telah banyak disuguhkan berita mengkhawatirkan mengenai prilaku remaja yang menyimpang dan sudah menjurus pada tindakan kriminal (kejahatan). Hal ini bukan menjadi kasus semata, tetapi sudah menjadi fenomena yang mewabah di negeri ini.

Contoh fakta di atas adalah potret buram dunia remaja saat ini. Belum lagi dengan kasus aborsi dan penyalahgunaan narkoba yang meningkat pesat di kalangan remaja. Jelas hal ini tidak bisa dianggap sebagai fenomena kenakalan remaja biasa. Semua itu layak disebut sebagai tindakan kriminal yang menambah nota hitam keadaan negeri ini.

Jumlah remaja di negeri ini lebih dari 70 juta jiwa atau 13 kali lipat dari jumlah penduduk Singapura. Seharusnya hal ini dapat menjadi potensi besar untuk membangkitkan negeri ini. Namun, jumlah remaja yang besar (kuantitas) tidak diimbangi dengan kulitasnya. Keadaan remaja saat ini tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Dengan mengatasnamakan kebebasan, mereka melakukan semua yang diinginkan tanpa menghiraukan apapun. Jelaslah para remaja saat ini telah terjerumus dalam jebakan yang disiapkan oleh kelompok liberal untuk merusak remaja Muslim negeri ini.

...tidak sepatutnya remaja dipersalahkan atas berbagai tindakan kejahatan mereka. Semua itu berpulang pada orangtua/keluarga, masyarakat dan terutama negara. Selama ini negaralah sebetulnya yang paling abai terhadap persoalan kejahatan remaja ini...

Karena itu, kita harus berani menyebut semua itu sebagai kejahatan remaja atau kriminalitas remaja. Penyebutan kenakalan remaja dikhawatirkan hanya akan menjadikan kita menganggap enteng persoalan remaja yang sebetulnya sudah sangat akut.

Namun demikian, tentu tidak sepatutnya remaja dipersalahkan atas berbagai tindakan kejahatan mereka. Semua itu berpulang pada orangtua/keluarga, masyarakat dan terutama negara. Selama ini negaralah sebetulnya yang paling abai terhadap persoalan kejahatan remaja ini. Bukan hanya abai, negara terkesan memfasilitasi terjadinya berbagai tindakan kejahatan remaja ini.

Satu contoh adalah seks bebas di kalangan remaja. Jelas, pemicunya adalah industri pornografi dan pornoaksi yang terus dibiarkan berkembang di negeri ini tanpa upaya tegas negara untuk memberantasnya. Akibat akses pornografi dan pornoaksi yang begitu mudah, wajar jika para remaja begitu mudah pula melampiaskan hasrat seksualnya. Apalagi seks bebas secara tidak langsung dilegalkan oleh negara. Mengapa? Karena seks bebas tidak dianggap sebagai pelanggaran hukum dan karena itu pelakunya pun tidak akan kena jerat hukum.

Kelompok liberal sukses dalam mengendalikan remaja untuk berbuat sesuka hati dalam segala aspek kehidupan. Para remaja akhirnya meninggalkan semua yang mengatur mereka, termasuk Islam sebagai agamanya. Kelompok liberal dalam melancarkan strateginya, tentunya mendapatkan dukungan dari sistem sekular di negeri ini, baik berupa undang-undangnya ataupun fasilitas yang diberikan lewat media.

Remaja sejatinya adalah sosok generasi penerus yang menjadi harapan untuk membangkitkan negeri ini. Islam yang Allah SWT turunkan sebagai sebuah way of life seharusnya menjadi standard baik bagi negara, masyarakat maupun individu termasuk remaja dalam berbuat. Karena sungguh sayang apabila potensi remaja yang demikian luar biasa bisa salah jalan dalam jalur kriminalitas. Mereka adalah aset umat yang dengannya insya Allah Islam bisa jaya kembali. Syaratnya hanya satu: ambil Islam dan buang selainnya. Wallahu alam. (riafariana/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Agar Ibadah Kita Diterima

Agar Ibadah Kita Diterima

Jum'at, 21 Feb 2020 22:52

Direktur Pristac Sampaikan Konsep Pendidikan dalam Syair-syair Imam Syafi'i

Direktur Pristac Sampaikan Konsep Pendidikan dalam Syair-syair Imam Syafi'i

Jum'at, 21 Feb 2020 21:46

Umar bin Khatab pun Pernah Ditolak Pinangannya

Umar bin Khatab pun Pernah Ditolak Pinangannya

Jum'at, 21 Feb 2020 21:07

Dahulukan Akhlak Sebelum Prestasi, Benarkah?

Dahulukan Akhlak Sebelum Prestasi, Benarkah?

Jum'at, 21 Feb 2020 20:38

Laporan: Lebih 400 Orang Terinfeksi Virus Corona Baru di Penjara di Seluruh Cina

Laporan: Lebih 400 Orang Terinfeksi Virus Corona Baru di Penjara di Seluruh Cina

Jum'at, 21 Feb 2020 19:30

Bebani Rakyat, PKS Tidak Setuju Penerapan Tarif Cukai Plastik

Bebani Rakyat, PKS Tidak Setuju Penerapan Tarif Cukai Plastik

Jum'at, 21 Feb 2020 17:59

Pemerintah Diminta Fasilitasi Diskusi Soal Omnibus Law

Pemerintah Diminta Fasilitasi Diskusi Soal Omnibus Law

Jum'at, 21 Feb 2020 17:51

Palestina Akan Ambil Tindakan Hukum Terkait Sikap Diskriminatif Amazon Terhadap Warganya

Palestina Akan Ambil Tindakan Hukum Terkait Sikap Diskriminatif Amazon Terhadap Warganya

Jum'at, 21 Feb 2020 16:00

Rezim Teroris Assad dan Rusia Bom 67 Fasilitas Medis di Barat Laut Suriah Sejak April 2019

Rezim Teroris Assad dan Rusia Bom 67 Fasilitas Medis di Barat Laut Suriah Sejak April 2019

Jum'at, 21 Feb 2020 15:15

Polisi Tangkap Pria Penikam Muadzin yang Tengah Mengumandakan Adzan Ashar di Masjid London

Polisi Tangkap Pria Penikam Muadzin yang Tengah Mengumandakan Adzan Ashar di Masjid London

Jum'at, 21 Feb 2020 14:30

Yang Mempertentangkan Agama dengan Pancasila Sebenarnya Musuh Besar Pancasila

Yang Mempertentangkan Agama dengan Pancasila Sebenarnya Musuh Besar Pancasila

Jum'at, 21 Feb 2020 13:45

Kuwait Tangguhkan Perjalanan Ke dan Dari Iran Karena Khawatir Penyebaran Virus Corona

Kuwait Tangguhkan Perjalanan Ke dan Dari Iran Karena Khawatir Penyebaran Virus Corona

Jum'at, 21 Feb 2020 11:45

Saudi Cegat Rudal Balistik  Pemberontak Syi'ah Houtsi yang Menargetkan Kota dan Warga Sipil

Saudi Cegat Rudal Balistik Pemberontak Syi'ah Houtsi yang Menargetkan Kota dan Warga Sipil

Jum'at, 21 Feb 2020 11:15

Hadir ke MUI, Ketua DPR: Draft RUU Omnibus Law Masih Bisa Diubah

Hadir ke MUI, Ketua DPR: Draft RUU Omnibus Law Masih Bisa Diubah

Jum'at, 21 Feb 2020 10:56

Ketum LIDMI: Wujudkan Indonesia Beradab Melalui Dakwah Kampus

Ketum LIDMI: Wujudkan Indonesia Beradab Melalui Dakwah Kampus

Jum'at, 21 Feb 2020 09:53

Waspada Jebakan 2024

Waspada Jebakan 2024

Kamis, 20 Feb 2020 23:47

Terkait Omnibus Law, Wasekjen MUI:  Kami Mampu Terbitkan 102 Juta Sertifikat Halal Pertahun

Terkait Omnibus Law, Wasekjen MUI: Kami Mampu Terbitkan 102 Juta Sertifikat Halal Pertahun

Kamis, 20 Feb 2020 22:09

Tentara Turki dan Pejuang Oposisi Suriah Luncurkan Operasi Bersama Melawan Pasukan Assad di Idlib

Tentara Turki dan Pejuang Oposisi Suriah Luncurkan Operasi Bersama Melawan Pasukan Assad di Idlib

Kamis, 20 Feb 2020 21:20

Legislator PKS: Wacana Sertifikasi Khatib Bisa Memecah Belah Umat

Legislator PKS: Wacana Sertifikasi Khatib Bisa Memecah Belah Umat

Kamis, 20 Feb 2020 21:12

Jaksa Penuntut Terorisme Jerman Sebut 'Motif Sayap Kanan' di Balik Penembakan Mematikan di Hanau

Jaksa Penuntut Terorisme Jerman Sebut 'Motif Sayap Kanan' di Balik Penembakan Mematikan di Hanau

Kamis, 20 Feb 2020 20:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X