Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.973 views

Timbuktu: Mutiara Peradaban Islam, Pusat Pengetahuan yang Hilang

Oleh : Dini Prananingrum

Mendengar nama “Timbuktu” mungkin serasa asing di telinga kita, terutama kaum milenial.  Namun bagi penggemar cerita Donal Bebek pasti cukup familiar dengan kata Timbuktu. Dalam salah satu sekuel ceritanya pernah mengisahkan Donal Bebek, Paman Gober and Family pergi ke Timbuktu. Namun dalam kisah tersebut Timbuktu digambarkan sebuah daerah yang tidak akan bisa dicapai dan ditemukan.

Tapi ternyata, kota yang mulai terlupakan di peta dunia ini bukanlah sekedar rekaan Walt Disney semata. Kota ini benar-benar ada. Terletak di sebelah selatan Gurun Sahara di sebuah kota di negara Mali, Afrika Barat. Kota multietnis itu dihuni oleh suku Songhay, Tuareg, Fulani, dan Moor. Secara geografis, Timbuktu terletak sekitar 15 kilometer utara Sungai Niger. Siapa yang menyangka, daerah rute onta yang menghubungkan Arab dan Afrika ini pada abad ke-11 M merupakan daerah perdagangan dan pendidikan di masa kejayaan Islam serta menjadi pusat peradaban Islam di Afrika Barat.

Di saat Barat hidup dalam masa kegelapan dan kebodohan, justru di Afrika pada abad ke-12 berdirilah Universitas yang berjaya dengan ilmu pengetahuannya, menjadi kebanggaan umat Islam saat itu. Menggugurkan mitos bahwa orang hitam Afrika itu bodoh dan buta huruf.

Timbuktu yang dikenal dengan Tomboctou yang berarti kaya, dikenal dengan julukan ‘Mutiara Padang Pasir’. Kekayaan dan kejayaan Timbuktu ini digambarkan oleh Richard Jobson pada tahun 1620, sebagai kota yang menjanjikan emas yang berlimpah. Menurutnya rumah-rumah di Timbuktu berlapis kepingan emas, sungainya kaya dengan berbagai macam logam berharga, dan gunungnya berisi “harta karun” berupa logam mulia. Hingga kabar ini terdengar sampai ke Eropa.

Pada abad ke-11 M, Timbuktu juga menjadi pelabuhan penting tempat beragam barang dari Afrika Barat dan Afrika Utara diperdagangkan. Dengan komoditas unggulan yang begitu tinggi angka permintaannya yaitu garam. Pada saat itu, garam merupakan produk yang amat bernilai harganya setelah buku dan emas.  Bahkan menurut hasil catatan perjalanan wartawan BBC Henry Louis Gate Jr, yang menggambarkan masa kejayaan Timbuktu, hasil emas yang berlimpah menyebabkan penduduk Timbuktu menukar se-ons emas dengan garam.

Pada abad ke-12 M, Timbuktu pun menjelma menjadi pusat Ilmu pengetahuan dan peradaban Islam yang termasyhur. Timbuktu memiliki 3 universitas serta 180 sekolah Al Qur’an. Ketiga Universitas Islam yang sudah berdiri di wilayah itu antara lain Sankore University, Jingaray Bey University dan Sidi Yahya University.

Pada pertengahan abad 16 M, kota ini pun memiliki 150 buah sekolah dan kurikulum yang terarah . Saat itu ilmu lain selain agama, seperti sejarah, matematika, astronomi juga berkembang dengan baik. Jumlah pelajar juga semakin banyak memenuhi Timbuktu.

Secara cemerlang, sejarawan abad 16, Leo Africanus, menggambarkan kejayaan Timbuktu dalam buku yang ditulisnya. ''Begitu banyak hakim, doktor dan ulama di sini (Timbuktu). Semua menerima gaji yang sangat memuaskan dari Raja Askia Muhammad, penguasa Negeri Songhay. Raja pun menaruh hormat pada rakyatnya yang giat belajar,'' tutur Africanus.

Di era keemasan Islam, ilmu pengetahuan dan peradaban tumbuh sangat pesat di Timbuktu. Rakyat di wilayah itu begitu gemar membaca buku. Menurut Africanus, permintaan buku di Timbuktu sangat tinggi. Setiap orang berlomba membeli dan mengoleksi buku. Sehingga, perdagangan buku di kota itu menjanjikan keuntungan yang lebih besar dibanding lainnya. Lebih hebatnya lagi, kota ini ternyata merupakan pusat jama’ah haji Afrika pertama yang akan berangkat haji dan merupakan pusat dari beasiswa Universitas Islam terbaik abad pertengahan. Saat itu betapa mudahnya menemukan perpustakaan dan literature ilmu-ilmu Islam di Timbuktu.

Di Timbuktu, masjid dan perpustakaan tidak berdiri sendiri. Masjid dikenal sebagai pusat untuk mencari ilmu sehingga perpustakaan pun menjadi bagian dari masjid. Perpustakaan Sankore memiliki 700 buku yang tertulis dalam bahasa Arab dan di kopi dengan tulisan tangan. Para pelajar pun berlomba-lomba mengopi buku-buku yang mereka perlukan untuk belajar.

Tahir Shah dalam artikelnya menulis, dahulu kala pemimpin agama, hakim, dokter sampai pekerja adalah lulusan sekolah-sekolah ternama di Timbuktu. Para elite terpelajar ini berasal dari sekolah-sekolah yang dulu telah ada di kota tersebut. Terutama di bagian kota Sankore, yang juga menyediakan beasiswa bagi pelajar yang tertarik dengan masalah arahan administrasi sipil, peraturan perdagangan, ilmu pemerintahan, perencanaan kota dan ilmu arsitektur sampai menjahit.

Kota yang memiliki perpaduan antara budaya Arab dan Afrika ini, memiliki gerbang kota yang bertuliskan ayat Al Qur’an. Masjid-masjid pun bertebaran. Suasana Islami yang penuh dengan keingintahuan yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan menjadikan kota ini terkenal sebagai kota pelajar.

Sayangnya, Timbuktu hancur, luluh lantak lantaran perebutan kekuasaan yang terus menerus dari Negara-negara penjajah. Kejayaannya mulai surut sejak pasukan Perancis tiba di Kota Timbuktu di tahun 1893 karena tergiur dengan kegemilangannya.

Namun itu semua tidak menafikkan pengaruh Timbuktu dalam memberikan sumbangsih kecemerlangan peradaban serta sebagai mercusuar ilmu pengetahuan di Afrika dan Eropa. Sungguh Barat berhutang budi pada Islam. Sebelum pasir menenggelamkan kota dan lembaran-lembaran manuskrip tua yang menjadi saksi bisu serta menyisakan legenda semata, maka saatnya umat Islam membuka mata mereka. Berpikir dan bergerak, untuk mengembalikan kembali kejayaan Islam masa silam dalam rengkuhan Khilafah Islam ‘ala minhajjin nubuwwah. Wallahua’lam bishowab. (rf/voa-islam.com)

Referensi : 
1. Al Waie no 181, September 2015
2. https://nationalgeographic.grid.id : timbuktu-pusat-ilmu-pengetahuan-dan-peradaban-islam-di-afrika-barat
3. https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam : timbuktu-pusat-peradaban-dan-pengetahuan-islam-termasyhur
4.https://www.kompasiana.com/vienym/ : di-timbuktu-emas-pernah-ditukar-dengan-garam

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
Kepala LLDIKTI Wilayah IX Tampil Sebagai Pembicara di Dialog Kebangsaan Muktamar III LIDMI

Kepala LLDIKTI Wilayah IX Tampil Sebagai Pembicara di Dialog Kebangsaan Muktamar III LIDMI

Sabtu, 22 Feb 2020 23:42

Naftali Bennet: Israel Tidak Akan Pernah Menyerahkan Satu Inci Pun Tanahnya pada Orang Arab

Naftali Bennet: Israel Tidak Akan Pernah Menyerahkan Satu Inci Pun Tanahnya pada Orang Arab

Sabtu, 22 Feb 2020 22:30

Panggilan Jiwa Kaum Jurnalis

Panggilan Jiwa Kaum Jurnalis

Sabtu, 22 Feb 2020 22:27

Dubes Negara Sahabat Diundang Pembukaan KUII Termasuk Dubes AS

Dubes Negara Sahabat Diundang Pembukaan KUII Termasuk Dubes AS

Sabtu, 22 Feb 2020 21:22

Keinginan Seorang Wanita Saat Menanti Jodoh

Keinginan Seorang Wanita Saat Menanti Jodoh

Sabtu, 22 Feb 2020 21:20

AS-Taliban Akan Tandatangani Perjanjian Gencatan Senjata Sebagaian pada 29 Februari

AS-Taliban Akan Tandatangani Perjanjian Gencatan Senjata Sebagaian pada 29 Februari

Sabtu, 22 Feb 2020 21:15

5000 Pabrik di Gaza Tutup Akibat 14 Tahun Pengepungan Zionis Israel

5000 Pabrik di Gaza Tutup Akibat 14 Tahun Pengepungan Zionis Israel

Sabtu, 22 Feb 2020 21:00

Laporan: Turki Cegah Pesawat Militer Rusia Lintasi Wilayah Udaranya Menuju Suriah

Laporan: Turki Cegah Pesawat Militer Rusia Lintasi Wilayah Udaranya Menuju Suriah

Sabtu, 22 Feb 2020 20:45

Hamas Tolak Adakan Pembicaraan dengan AS Terkait 'Kesepakatan Abad Ini'

Hamas Tolak Adakan Pembicaraan dengan AS Terkait 'Kesepakatan Abad Ini'

Sabtu, 22 Feb 2020 20:30

Negara Sekular Menjadikan Agama sebagai Musuh

Negara Sekular Menjadikan Agama sebagai Musuh

Sabtu, 22 Feb 2020 20:08

Irak Tutup Perbatasannya dengan Iran untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona

Irak Tutup Perbatasannya dengan Iran untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona

Sabtu, 22 Feb 2020 20:03

Sri Mulyani Tambah Sakit Perut

Sri Mulyani Tambah Sakit Perut

Sabtu, 22 Feb 2020 18:11

Relevansi Quran dan Akhlak Rasulullah

Relevansi Quran dan Akhlak Rasulullah

Sabtu, 22 Feb 2020 17:03

Direktur Pristac Tampil Sebagai Pembicara di Dialog Kebangsaan Muktamar III LIDMI

Direktur Pristac Tampil Sebagai Pembicara di Dialog Kebangsaan Muktamar III LIDMI

Sabtu, 22 Feb 2020 16:43

Cawagub DKI, Kenapa PKS Memilih Riza Patria Bukan yang Lain?

Cawagub DKI, Kenapa PKS Memilih Riza Patria Bukan yang Lain?

Sabtu, 22 Feb 2020 15:30

Pemilihan Wagub DKI, Survei LKSP: Riza Patria Kalah Populer dari Nurmansjah Lubis

Pemilihan Wagub DKI, Survei LKSP: Riza Patria Kalah Populer dari Nurmansjah Lubis

Sabtu, 22 Feb 2020 14:47

PKS Desak PLN dan PGN Bersinergi untuk Produksi Listrik Murah

PKS Desak PLN dan PGN Bersinergi untuk Produksi Listrik Murah

Sabtu, 22 Feb 2020 13:28

Forum Grup Discussion Muktamar III PP LIDMI Bahas Strategi Dakwah Kampus

Forum Grup Discussion Muktamar III PP LIDMI Bahas Strategi Dakwah Kampus

Sabtu, 22 Feb 2020 12:28

Pancasila Tik Tok

Pancasila Tik Tok

Sabtu, 22 Feb 2020 11:49

Pemilihan Wagub Jakarta oleh DPRD, Survei: Warga Khawatir Politik Transaksional

Pemilihan Wagub Jakarta oleh DPRD, Survei: Warga Khawatir Politik Transaksional

Sabtu, 22 Feb 2020 10:59


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X