Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.700 views

Timbuktu: Mutiara Peradaban Islam, Pusat Pengetahuan yang Hilang

Oleh : Dini Prananingrum

Mendengar nama “Timbuktu” mungkin serasa asing di telinga kita, terutama kaum milenial.  Namun bagi penggemar cerita Donal Bebek pasti cukup familiar dengan kata Timbuktu. Dalam salah satu sekuel ceritanya pernah mengisahkan Donal Bebek, Paman Gober and Family pergi ke Timbuktu. Namun dalam kisah tersebut Timbuktu digambarkan sebuah daerah yang tidak akan bisa dicapai dan ditemukan.

Tapi ternyata, kota yang mulai terlupakan di peta dunia ini bukanlah sekedar rekaan Walt Disney semata. Kota ini benar-benar ada. Terletak di sebelah selatan Gurun Sahara di sebuah kota di negara Mali, Afrika Barat. Kota multietnis itu dihuni oleh suku Songhay, Tuareg, Fulani, dan Moor. Secara geografis, Timbuktu terletak sekitar 15 kilometer utara Sungai Niger. Siapa yang menyangka, daerah rute onta yang menghubungkan Arab dan Afrika ini pada abad ke-11 M merupakan daerah perdagangan dan pendidikan di masa kejayaan Islam serta menjadi pusat peradaban Islam di Afrika Barat.

Di saat Barat hidup dalam masa kegelapan dan kebodohan, justru di Afrika pada abad ke-12 berdirilah Universitas yang berjaya dengan ilmu pengetahuannya, menjadi kebanggaan umat Islam saat itu. Menggugurkan mitos bahwa orang hitam Afrika itu bodoh dan buta huruf.

Timbuktu yang dikenal dengan Tomboctou yang berarti kaya, dikenal dengan julukan ‘Mutiara Padang Pasir’. Kekayaan dan kejayaan Timbuktu ini digambarkan oleh Richard Jobson pada tahun 1620, sebagai kota yang menjanjikan emas yang berlimpah. Menurutnya rumah-rumah di Timbuktu berlapis kepingan emas, sungainya kaya dengan berbagai macam logam berharga, dan gunungnya berisi “harta karun” berupa logam mulia. Hingga kabar ini terdengar sampai ke Eropa.

Pada abad ke-11 M, Timbuktu juga menjadi pelabuhan penting tempat beragam barang dari Afrika Barat dan Afrika Utara diperdagangkan. Dengan komoditas unggulan yang begitu tinggi angka permintaannya yaitu garam. Pada saat itu, garam merupakan produk yang amat bernilai harganya setelah buku dan emas.  Bahkan menurut hasil catatan perjalanan wartawan BBC Henry Louis Gate Jr, yang menggambarkan masa kejayaan Timbuktu, hasil emas yang berlimpah menyebabkan penduduk Timbuktu menukar se-ons emas dengan garam.

Pada abad ke-12 M, Timbuktu pun menjelma menjadi pusat Ilmu pengetahuan dan peradaban Islam yang termasyhur. Timbuktu memiliki 3 universitas serta 180 sekolah Al Qur’an. Ketiga Universitas Islam yang sudah berdiri di wilayah itu antara lain Sankore University, Jingaray Bey University dan Sidi Yahya University.

Pada pertengahan abad 16 M, kota ini pun memiliki 150 buah sekolah dan kurikulum yang terarah . Saat itu ilmu lain selain agama, seperti sejarah, matematika, astronomi juga berkembang dengan baik. Jumlah pelajar juga semakin banyak memenuhi Timbuktu.

Secara cemerlang, sejarawan abad 16, Leo Africanus, menggambarkan kejayaan Timbuktu dalam buku yang ditulisnya. ''Begitu banyak hakim, doktor dan ulama di sini (Timbuktu). Semua menerima gaji yang sangat memuaskan dari Raja Askia Muhammad, penguasa Negeri Songhay. Raja pun menaruh hormat pada rakyatnya yang giat belajar,'' tutur Africanus.

Di era keemasan Islam, ilmu pengetahuan dan peradaban tumbuh sangat pesat di Timbuktu. Rakyat di wilayah itu begitu gemar membaca buku. Menurut Africanus, permintaan buku di Timbuktu sangat tinggi. Setiap orang berlomba membeli dan mengoleksi buku. Sehingga, perdagangan buku di kota itu menjanjikan keuntungan yang lebih besar dibanding lainnya. Lebih hebatnya lagi, kota ini ternyata merupakan pusat jama’ah haji Afrika pertama yang akan berangkat haji dan merupakan pusat dari beasiswa Universitas Islam terbaik abad pertengahan. Saat itu betapa mudahnya menemukan perpustakaan dan literature ilmu-ilmu Islam di Timbuktu.

Di Timbuktu, masjid dan perpustakaan tidak berdiri sendiri. Masjid dikenal sebagai pusat untuk mencari ilmu sehingga perpustakaan pun menjadi bagian dari masjid. Perpustakaan Sankore memiliki 700 buku yang tertulis dalam bahasa Arab dan di kopi dengan tulisan tangan. Para pelajar pun berlomba-lomba mengopi buku-buku yang mereka perlukan untuk belajar.

Tahir Shah dalam artikelnya menulis, dahulu kala pemimpin agama, hakim, dokter sampai pekerja adalah lulusan sekolah-sekolah ternama di Timbuktu. Para elite terpelajar ini berasal dari sekolah-sekolah yang dulu telah ada di kota tersebut. Terutama di bagian kota Sankore, yang juga menyediakan beasiswa bagi pelajar yang tertarik dengan masalah arahan administrasi sipil, peraturan perdagangan, ilmu pemerintahan, perencanaan kota dan ilmu arsitektur sampai menjahit.

Kota yang memiliki perpaduan antara budaya Arab dan Afrika ini, memiliki gerbang kota yang bertuliskan ayat Al Qur’an. Masjid-masjid pun bertebaran. Suasana Islami yang penuh dengan keingintahuan yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan menjadikan kota ini terkenal sebagai kota pelajar.

Sayangnya, Timbuktu hancur, luluh lantak lantaran perebutan kekuasaan yang terus menerus dari Negara-negara penjajah. Kejayaannya mulai surut sejak pasukan Perancis tiba di Kota Timbuktu di tahun 1893 karena tergiur dengan kegemilangannya.

Namun itu semua tidak menafikkan pengaruh Timbuktu dalam memberikan sumbangsih kecemerlangan peradaban serta sebagai mercusuar ilmu pengetahuan di Afrika dan Eropa. Sungguh Barat berhutang budi pada Islam. Sebelum pasir menenggelamkan kota dan lembaran-lembaran manuskrip tua yang menjadi saksi bisu serta menyisakan legenda semata, maka saatnya umat Islam membuka mata mereka. Berpikir dan bergerak, untuk mengembalikan kembali kejayaan Islam masa silam dalam rengkuhan Khilafah Islam ‘ala minhajjin nubuwwah. Wallahua’lam bishowab. (rf/voa-islam.com)

Referensi : 
1. Al Waie no 181, September 2015
2. https://nationalgeographic.grid.id : timbuktu-pusat-ilmu-pengetahuan-dan-peradaban-islam-di-afrika-barat
3. https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam : timbuktu-pusat-peradaban-dan-pengetahuan-islam-termasyhur
4.https://www.kompasiana.com/vienym/ : di-timbuktu-emas-pernah-ditukar-dengan-garam

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

Latest News
Pernikahan Dini Solusi Ditengah Dekadensi Moral Generasi

Pernikahan Dini Solusi Ditengah Dekadensi Moral Generasi

Jum'at, 20 Sep 2019 17:05

Rusia Tolak Tuduhan Tak Berdasar Tentang Serangan terhadap Aramco

Rusia Tolak Tuduhan Tak Berdasar Tentang Serangan terhadap Aramco

Jum'at, 20 Sep 2019 17:04

Soal RUU P-KS, AILA Indonesia Nilai Anggota Dewan Inkonsistensi

Soal RUU P-KS, AILA Indonesia Nilai Anggota Dewan Inkonsistensi

Jum'at, 20 Sep 2019 12:56

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Jum'at, 20 Sep 2019 10:16

Dewan Pengawas KPK? Wow...Keren!

Dewan Pengawas KPK? Wow...Keren!

Kamis, 19 Sep 2019 23:53

India Klaim Sudah Mencabut 93% Pembatasan di Kashmir

India Klaim Sudah Mencabut 93% Pembatasan di Kashmir

Kamis, 19 Sep 2019 23:30

Dubes Saudi untuk London Sebut Pembunuhan Khashoggi Sebagai Noda

Dubes Saudi untuk London Sebut Pembunuhan Khashoggi Sebagai Noda

Kamis, 19 Sep 2019 22:03

Bom Bunuh Diri Tewaskan 20 Orang di Afghanistan

Bom Bunuh Diri Tewaskan 20 Orang di Afghanistan

Kamis, 19 Sep 2019 21:56

Laporan: Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan Indonesia Capai Provinsi Selatan Thailand

Laporan: Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan Indonesia Capai Provinsi Selatan Thailand

Kamis, 19 Sep 2019 21:05

Kerjakan Shalat Sunnah di Rumah agar Tak Jadi 'Kuburan'

Kerjakan Shalat Sunnah di Rumah agar Tak Jadi 'Kuburan'

Kamis, 19 Sep 2019 21:00

Israel Tahan 23 Warga Palestina dalam Serangan di Tepi Barat

Israel Tahan 23 Warga Palestina dalam Serangan di Tepi Barat

Kamis, 19 Sep 2019 20:47

Prancis: Klaim Syi'ah Houtsi Mereka Penyerang Fasilitas Minyak Saudi 'Tidak Terlalu Kredibel'

Prancis: Klaim Syi'ah Houtsi Mereka Penyerang Fasilitas Minyak Saudi 'Tidak Terlalu Kredibel'

Kamis, 19 Sep 2019 20:35

UEA Bergabung dengan Koalisi Pimpinan AS untuk Lindungi Jalur Laut Timur Tengah

UEA Bergabung dengan Koalisi Pimpinan AS untuk Lindungi Jalur Laut Timur Tengah

Kamis, 19 Sep 2019 20:00

Kandidat Presiden Tunisia Masih Tetap di Penjara

Kandidat Presiden Tunisia Masih Tetap di Penjara

Kamis, 19 Sep 2019 19:42

Menkeu Saudi Sebut Serangan Terhadap Ladang Minyak Aramco Tidak Memiliki Dampak Pada Ekonomi

Menkeu Saudi Sebut Serangan Terhadap Ladang Minyak Aramco Tidak Memiliki Dampak Pada Ekonomi

Kamis, 19 Sep 2019 19:15

Serangan Udara AS Tewaskan 30 Warga Sipil di Nangarhar Afghanistan

Serangan Udara AS Tewaskan 30 Warga Sipil di Nangarhar Afghanistan

Kamis, 19 Sep 2019 18:30

Menlu AS dan Pangeran Salman Diskusikan Serangan Terhadap Fasilitas Minyak Saudi

Menlu AS dan Pangeran Salman Diskusikan Serangan Terhadap Fasilitas Minyak Saudi

Kamis, 19 Sep 2019 18:24

120 Orang Tewas atau Terluka dalam Serangan Taliban di Markas Intelijen Afghanistan di Zabul

120 Orang Tewas atau Terluka dalam Serangan Taliban di Markas Intelijen Afghanistan di Zabul

Kamis, 19 Sep 2019 17:44

Nahrawi dan Moralitas Islam Nusantara

Nahrawi dan Moralitas Islam Nusantara

Kamis, 19 Sep 2019 10:57

Berdoa untuk Kebebasan Kivlan Zen

Berdoa untuk Kebebasan Kivlan Zen

Kamis, 19 Sep 2019 10:23


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Rabu, 18/09/2019 13:09

Fahri: KPK Salah Jalan (3)