Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.243 views

Wajah Demokrasi ala Drakor, Lucu atau Miris?

Oleh: Rut Sri Wahyuningsih*

 

My Fellow Citizens adalah serial televisi Korea Selatan  yang dibintangi Choi Si-won salah satu personel boyband Super Junior, berperan sebagai Yang Jung Guk, seorang penipu. Lee Yoo-young sebagai Kim Mi Young berperan sebagai seorang polisi sekaligus istri dari Yang Jung Guk dan Kim Min-jung sebagai Park Hoo-ja, seorang perempuan misterius yang mengincar Yang Jung Gook.

 Drama Korea My Fellow Citizens adalah drama komedi kejahatan yang bercerita tentang seorang penipu yang kemudian menikah dengan seorang perwira polisi bernama Kim Mi Young. Setelah terseret dalam berbagai insiden yang bertentangan dengan keinginannya, Yang Jung Guk mencalonkan diri untuk duduk di Majelis Nasional. Adegan per adegan kental menunjukkan bahwa dalam sistem demokrasi siapa pun bisa jadi wakil rakyat dan siapa pun bisa jadi pengendali wakil rakyat.

 Sementara itu, Park Hoo Ja seorang wanita misterius menjalankan bisnis sebagai rentenir yang ia warisi dari ayahnya yang pernah ditipu Yang Jung Kook. Park Hoo Ja akhirnya menemukan Yang Jung Kook. Ia kemudian mengancam Jung Kook dan memaksanya mencalonkan diri untuk kursi majelis nasional.  

Uniknya My Fellow Citizens adalah drama kejahatan komedi di mana Jung Kook dan Hoo Ja sedang mempersiapkan penipuan dan warga sebagai target mereka. Berbagai intrik yang ada dalam tubuh parlemen begitu vulgar diperlihatkan. Yah, korupsi, kolusi dan nepotisme lekat dengan semua aktivitas anggota parlemen, digambarkan dalam drama ini dengan begitu apik.     

  Bak pisang dikupas kulitnya, drama ini benar-benar menunjukkan buruknya Demokrasi dan tabiat para anggota parlemen. Mereka dengan bangganya menyebut diri sebagai wakil rakyat dan sedang memperjuangkan hak rakyat. Sungguh sindiran yang sangat keras. Alih-alih memperjuangkan nasib rakyat justru yang tampak kasat mata adalah mereka yang sedang berjuang menyelamatkan nasib masing-masing berikut harta dan keuntungan mereka selama menjadi anggota parlemen.

Seperti pada adegan di episode 29, para anggota parlemen sedang menggodok UU suku bunga pajak dan pendapatan yang bisa diperoleh sebuah rumah sakit. Para anggota dewan, notabene Partai Nasionalis ini mengatakan akan 'berjuang' melawan Partai Minjin. Pembuat UU sebelumnya.  Sementara itu, anggota dari Partai Minjin berdiri, membentuk pagar 'hidup' di depan gedung majelis nasional. Mereka menghalangi anggota Partai Nasionalis yang hendak masuk sehingga terjadi aksi saling dorong dan serang di antara anggota dewan. Suasana seketika menjadi chaos.

Tiba-tiba muncullah Jung Gook yang bertanya apa yang dilakukan anggota dewan ini? apa mereka tidak malu bila masyarakat menyaksikan keributan? namun, anggota dewan berkilah, mereka sedang memperjuangkan rakyat. Tanpa diduga, Jung Gook ternyata membawa murid-murid TK untuk melihat apa yang dilakukan para anggota dewan. Dengan lantang Jung Gok mengatakan," kalau kalian benar-benar berjuang maka teruslah lakukan di hadapan anak-anak ini, merekalah rakyat sebenarnya yang sedang kau perjuangkan. Sebagaimana seorang panglima perang tak akan menghentikan pertarungannya hanya karena ada anak kecil, karena panglima itu sedang berjuang, maka lanjutkanlah!"

 Akhirnya aksi dorong itu berhenti. Tak ada satu pun dari anggota dewan yang melanjutkan aksi mereka untuk saling dorong dan serang. Bukankah itu peristiwa nyata yang kita temui dalam kehidupan perpolitikan para dewan? sebegitu gigihnya mereka "memperjuangkan" nasib rakyat, namun jika dengan otot bukankah itu menandakan mereka tak punya otak? Otak saja ternyata tak cukup untuk mendapatkan solusi bagi umat. Ya, karena yang mereka godok adalah undang-undang buatan manusia. Masing-masing punya kepentingan berbeda, menginterprestasikan persoalan pun belum tentu mereka mampu mendalam sesuai faktanya. Jika tidak, tak mungkin nasib rakyat kian hari malah kian terpuruk.

 Demikian pula dengan adanya kedaulatan di tangan rakyat, yang dalam hal ini terwakili oleh anggota dewan juga memunculkan kerawanan sikap. Mereka sibuk mengotak -atik isi UU atau membuat UU baru tanpa melihat  apa yang dirasakan rakyat. Walhasil, setiap UU yang disahkan kemudian diratifikasi sama sekali tak menyentuh ketenangnan hati umat.

 Kiranya dari drama Korea ini kita bisa memetik pelajaran bahwa sistem demokrasi yang kita elu-elukan sama sekali tak layak untuk dijadikan sarana untuk menuju kebangkitan. Mengapa? Karena sejak lahir ia sudah cacat. Apapun ideologi atau sistemnya jika itu tidak bersumber dari wahyu Ilahi tak akan pernah mendatangkan kemaslahatan abadi.

 Sebagai muslim semestinya kita tak boleh mentolerir sistem buatan sesama makhluk untuk mengatur seluruh urusan kita. Toh sebagai makhluk, kita sama-sama terbatas, butuh diatur dan fana serta memiliki hawa nafsu dan ego pribadi. Sebaliknya, kita punya Allah SWT, yang Mahamengatur kehidupan dengan tanpa cacat-cela. 

Insyaallah kita tidak akan berjalan dalam gelapnya kesulitan dunia jika benar-benar berpegang teguh pada tuntunanNya. Tuntunan Allah ini pasti lurus dan benar karena tanpa ada kepentingan di dalamnya. Dan tak ada agama di dunia ini yang mengatur kehidupan dengan detil sebagaimana Islam mengaturnya. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk kembali ke syariat Islam yang sudah terbukti penerapannya selama puluhan abad. Wallahu a' lam biashowab. (rf/voa-islam.com)

Penulis adalah Pengasuh Grup Online Obrolan Wanita Islamis ( BROWNIS).

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Latest News
Perusahaan Plat Merah Rajin Ngutang

Perusahaan Plat Merah Rajin Ngutang

Rabu, 17 Jul 2019 23:17

Bahaya Pinjaman dari Bank Dunia untuk Madrasah dan Solusinya

Bahaya Pinjaman dari Bank Dunia untuk Madrasah dan Solusinya

Rabu, 17 Jul 2019 23:07

Pengantin Pesanan, Beginikah Perempuan Diperlakukan?

Pengantin Pesanan, Beginikah Perempuan Diperlakukan?

Rabu, 17 Jul 2019 22:48

Bangun Infrastruktur Triliunan tapi Tak Jelas Hasil (Pendapatannya)

Bangun Infrastruktur Triliunan tapi Tak Jelas Hasil (Pendapatannya)

Rabu, 17 Jul 2019 22:17

Utang Salah Satu BUMN Ini Hampir 100 Triliun

Utang Salah Satu BUMN Ini Hampir 100 Triliun

Rabu, 17 Jul 2019 21:17

Menang atau Kalah Bukan Ukuran Kemuliaan

Menang atau Kalah Bukan Ukuran Kemuliaan

Rabu, 17 Jul 2019 21:17

Pakistan Tahan Pendiri Kelompok Jihad Lashkar-e-Taiba Hafiz Saeed

Pakistan Tahan Pendiri Kelompok Jihad Lashkar-e-Taiba Hafiz Saeed

Rabu, 17 Jul 2019 21:00

Bisakah Pengadilan Israel Memberikan Keadilan bagi Palestina?

Bisakah Pengadilan Israel Memberikan Keadilan bagi Palestina?

Rabu, 17 Jul 2019 20:41

6 Tentara Suriah Tewas Akibat Ledakan Bom Menghantam Konvoi Mereka di Daraa

6 Tentara Suriah Tewas Akibat Ledakan Bom Menghantam Konvoi Mereka di Daraa

Rabu, 17 Jul 2019 20:30

PP Muhammadiyah Gelar Seminar Internasional Bahaya Pornografi dan Cara Penyembuhannya

PP Muhammadiyah Gelar Seminar Internasional Bahaya Pornografi dan Cara Penyembuhannya

Rabu, 17 Jul 2019 20:08

Raja Salman Undang 200 Keluarga Korban Penembakan di Masjid Christchurch Tunaikan Ibadah Haji

Raja Salman Undang 200 Keluarga Korban Penembakan di Masjid Christchurch Tunaikan Ibadah Haji

Rabu, 17 Jul 2019 19:30

Tanggapi Laporan Al Jazeera, AQAP Bantah Miliki Hubungan Kerjasama dengan Pemerintah Bahrain

Tanggapi Laporan Al Jazeera, AQAP Bantah Miliki Hubungan Kerjasama dengan Pemerintah Bahrain

Rabu, 17 Jul 2019 18:15

Demonstran Sudan Tolak 'Kekebalan Absolut' untuk Para Jenderal

Demonstran Sudan Tolak 'Kekebalan Absolut' untuk Para Jenderal

Rabu, 17 Jul 2019 11:00

Inggris Akan Kirim Kapal Perang ketiga ke Teluk Persia

Inggris Akan Kirim Kapal Perang ketiga ke Teluk Persia

Rabu, 17 Jul 2019 10:15

Potret Kekinian Generasi Minus Edukasi

Potret Kekinian Generasi Minus Edukasi

Rabu, 17 Jul 2019 08:36

Forum Dakwah Perbatasan Sekolahkan 20 Anak Kurang Mampu dari Pulau Banyak dan Kutacane

Forum Dakwah Perbatasan Sekolahkan 20 Anak Kurang Mampu dari Pulau Banyak dan Kutacane

Rabu, 17 Jul 2019 07:58

Mardani Kritisi Pidato Misi Visi Jokowi

Mardani Kritisi Pidato Misi Visi Jokowi

Rabu, 17 Jul 2019 05:56

Muhammadiyah Maluku Utara Terjunkan Tim Asistensi ke Lokasi Gempa Halmahera Selatan

Muhammadiyah Maluku Utara Terjunkan Tim Asistensi ke Lokasi Gempa Halmahera Selatan

Rabu, 17 Jul 2019 04:50

Penerapan Cukai Plastik, Rakyat Kian Tercekik

Penerapan Cukai Plastik, Rakyat Kian Tercekik

Rabu, 17 Jul 2019 03:53

Kebijakan Zonasi Memakan Korban

Kebijakan Zonasi Memakan Korban

Rabu, 17 Jul 2019 02:59


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X