Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.553 views

Tantangan Berhijab di Inggris untuk Profesi Dokter

                               

                              Oleh: Yumna Umm Nusaybah
 

“I am sorry that I have to say this, due to hospital infection control policy, I am afraid that you have to shorten your long dress and roll up your sleeves. would you be okay with that?” (Mohon maaf saya harus menyampaikan hal ini, berhubung ada kebijakan RS untuk mengontrol penyebaran infeksi, kamu harus memendekkan baju panjangmu dan menggulung lengan bajumu. Gimana, ga papa kan?)

Kekhawatiranku menjadi nyata. Dua tahun sudah aku bekerja di salah satu RS besar di London timur. Namun selama itu pula aku memakai jubah dan kerudung. Awalnya, semua mata melihatku dengan tatapan aneh. Bahkan manajer yang mewawancaraiku, yang akhirnya memutuskan menerimaku sebagai bagian dari tim-nya, pun nampak kaget dengan penampilanku. Padahal aku juga memakai jubah dan kerudung saat wawancara. Hanya tambahan jas supaya nampak resmi saja. Mungkin mereka mengira, aku akan melepas jubah itu dan menukarnya dengan seragam RS berupa atasan dan celana. Yang aku lakukan justru meminta seragam dengan model jubah. Atau sekali-kali aku memakai seragam berlengan pendek di atas jilbab (jubah) hitam yang aku kenakan.

Selama dua tahun itu tak ada masalah. Hingga suatu hari, manajer yang lama pindah ke RS lain. Penggantinya masih belum resmi menjadi manajer. Tapi sekedar ‘acting manager’. Sebenarnya acting manajer baru Ms OS ini sangat baik, pengertian, lemah lembut, akomodatif, pekerja keras dan tolerir. Namun sepertinya ada pihak yang mengharuskan dia ‘mengingatkanku’ akan kebijakan RS yang berkaitan dengan baju panjang.

Aku sudah menduganya. Kalau tak sekarang mungkin tahun depan. Akhirnya tahun itu tiba juga. 2009. Jawaban juga sudah aku persiapkan jauh jauh hari sekiranya mereka bertanya. Aku siapkan mental supaya tidak terlihat takut dan terancam. Anggap saja mereka ingin kejelasan. Dengan nada meyakinkan (meski di dalam hati ada rasa gemetar) aku sampaikan,

“I am aware that there is a policy of ‘bare below the elbow’ but there is also a policy on equality where religious practice is also respected. When I am dealing with the patients, I will surely roll up my sleeves accordingly but when I am not dealing with patients there is no need for me in doing so. On top of that there is no scientific proof from any credible research that shows long sleeves contribute to the spreading of infection. All other doctors and consultants do have long sleeves but they don’t necessarily need to roll up all the time. Only when they’re dealing with patients. So I am sorry, I won’t be able to shorten both the length of my dress and sleeves for religious reasons.”

(Saya sadar bahwa ada kebijakan bare below elbow (tak ada penutup sampai siku) tetapi ada juga kebijakan tentang kesetaraan di mana praktik keagamaan juga dihormati. Ketika saya berurusan dengan pasien, saya pasti akan menyingsingkan lengan baju saya seperlunya tetapi ketika saya tidak berurusan dengan pasien, saya tidak perlu melakukannya. Selain itu, tidak ada bukti ilmiah dari penelitian terpercaya yang menunjukkan bahwa lengan panjang berkontribusi terhadap penyebaran infeksi. Semua dokter dan konsultan berpakaian dengan lengan panjang. Dan mereka hanya menggulung saat berhadapan dengan pasien. Jadi saya minta maaf, saya tidak bisa memendekkan panjang gaun dan lengan saya karena alasan agama).

“Okay, that is fine and I can understand where you’re coming from. I will pass your decision to senior manager” (Oke, baiklah dan aku bisa mengerti dengan penjelasanmu. Saya akan menyampaikan keputusanmu kepada manajer senior).

Deg!
Segampang itukah? Aku sudah membayangkan bakal ditarik ke ruang khusus. Diberi ‘kuliah’ panjang tentang infection control. Diberi surat peringatan. Bahkan mungkin diberhentikan saat itu juga. Tapi semua paranoia itu tidak terjadi. Bahkan Allah ﷻ memudahkannya. Dia menerima alasanku. Menerima keputusanku tanpa perlu penjelasan panjang lebar.

Aku sudah siap untuk memilih meninggalkan pekerjaan daripada tidak boleh berjilbab dan memakai lengan panjang. Aku juga sudah menyiapkan mental untuk dikucilkan. Dipersulit dan disia-siakan. Alhamdulillah tidak satu pun kekhawatiranku terjadi.

Dari sini aku semakin yakin. Jika kita berani menyuarakan kebenaran dengan cara yang ahsan, melengkapi diri dengan ilmu dan dalil yang meyakinkan, menunjukkan etos kerja yang bagus dan benar, maka sebenarnya jilbab dan kerudung tidak akan pernah menjadi halangan.

Kalaulah sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, lalu kita diharuskan memilih antara rezeqi dan ketaatan, maka Islam sudah punya solusinya. Allah ﷻ lah yang memberi rezeqi kepada kita. Dia jualah yang bisa mengerahkan pasukanNya untuk mendukung dan memudahkan kita. Dia juga yang bisa menolong hambaNya. Maka memilih ketaatan harus menjadi prioritas. Inilah yang disebut pengorbanan. Pahala surga dan mungkin pahala dunia akan bisa kita dapatkan.

Selama kita punya Allah ﷻ maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Selama kita taat kepada aturanNya maka Dia tidak akan pernah menyia-nyiakan. Mumpung kita diberi kesempatan dan kemudahan memakai Hijab dan Jilbab, tanpa tantangan yang berarti selain kemalasan dan ego pribadi, maka bersegeralah menggapai butiran butiran pahala itu. Bayangkan! Setiap kali kita mengenakan busana muslimah karenaNya kita akan meraih pahala. Setiap kali kita menapakkan kaki keluar rumah dengan busana muslimah, malaikat mencatatnya sebagai ibadah. Sungguh indah!

Karenanya, jangan tunda! Karena kita tidak tahu kapan dan dimana ajal menghampiri.
Jangan tunda! Karena banyak saudara muslimah di negeri lain harus berhadapan dengan penjara, siksaan dan terpisah dari keluarga. Semua terjadi hanya karena keteguhan mereka mempertahankan agamanya.
Jangan tunda! Karena sudah ada negara yang melarang pemakai hijab untuk bisa bekerja, kuliah dan berkarya.

Semoga Allah ﷻ menjaga kita, membimbing kita dan selalu memudahkan kita untuk semakin taat kepada aturanNya.

London, 4 Februari 2020

Keterangan gambar: Diambil saat jalan-jalan ke London Eye

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Pemberontak Syi'ah Houtsi Lancarkan Serangan Baru Ke Badara Sipil Abha Saudi

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lancarkan Serangan Baru Ke Badara Sipil Abha Saudi

Jum'at, 05 Mar 2021 14:40

Test The Water Investasi Miras

Test The Water Investasi Miras

Jum'at, 05 Mar 2021 11:26

Melegislasi Miras, Melegislasi Kemaksiatan Pendatang Azab

Melegislasi Miras, Melegislasi Kemaksiatan Pendatang Azab

Jum'at, 05 Mar 2021 09:31

Menjadi Ibu Tangguh di Era Pandemi

Menjadi Ibu Tangguh di Era Pandemi

Jum'at, 05 Mar 2021 09:09

AS 'Dengan Tegas Menentang' Keputusan ICC Untuk Membuka Penyelidikan Kejahatan Perang Israel

AS 'Dengan Tegas Menentang' Keputusan ICC Untuk Membuka Penyelidikan Kejahatan Perang Israel

Kamis, 04 Mar 2021 21:15

Bom Mobil Hantam Pasukan Separatis Selatan Yaman Dukungan UEA Di Aden

Bom Mobil Hantam Pasukan Separatis Selatan Yaman Dukungan UEA Di Aden

Kamis, 04 Mar 2021 20:30

Hamas: Tidak Ada Pembebasan Tentara Israel Tanpa Pertukaran Tahanan

Hamas: Tidak Ada Pembebasan Tentara Israel Tanpa Pertukaran Tahanan

Kamis, 04 Mar 2021 20:02

Keutamaan Silaturahim Hari Jum’at

Keutamaan Silaturahim Hari Jum’at

Kamis, 04 Mar 2021 19:08

Sejak Januari Sudah Terjadi 31 Pembunuhan Di Kamp Suriah Yang Menampung Kerabat Pejuang IS

Sejak Januari Sudah Terjadi 31 Pembunuhan Di Kamp Suriah Yang Menampung Kerabat Pejuang IS

Kamis, 04 Mar 2021 18:15

Benarkah Ayat Qur’an Tentang Khamr Kontradiktif?

Benarkah Ayat Qur’an Tentang Khamr Kontradiktif?

Kamis, 04 Mar 2021 15:55

Israel Jual Drone Pengingtai Dan Perangkat Lunak Peretasan Ke Myanmar Meski Ada Larangan Ekspor

Israel Jual Drone Pengingtai Dan Perangkat Lunak Peretasan Ke Myanmar Meski Ada Larangan Ekspor

Kamis, 04 Mar 2021 15:05

Satu Tahun Pandemi di Indonesia, Pemimpin Bingung Rakyat Jadi Korban

Satu Tahun Pandemi di Indonesia, Pemimpin Bingung Rakyat Jadi Korban

Kamis, 04 Mar 2021 13:38

Bau KKN Gubernur Kamil?

Bau KKN Gubernur Kamil?

Kamis, 04 Mar 2021 13:04

HNW: Penting Presiden Jokowi Buat Perpres Baru Pencabutan Investasi Miras

HNW: Penting Presiden Jokowi Buat Perpres Baru Pencabutan Investasi Miras

Kamis, 04 Mar 2021 11:54

MMI Tegas Menolak Investasi Kemungkaran Miras

MMI Tegas Menolak Investasi Kemungkaran Miras

Kamis, 04 Mar 2021 11:30

Kisah Nyata: Chattingan Terakhir Sahabat Sekampungku

Kisah Nyata: Chattingan Terakhir Sahabat Sekampungku

Kamis, 04 Mar 2021 10:45

Kiyai Ma’ruf Sembunyikan Kaget Miras, Pembatalan oleh Jokowi Harus Dikawal Terus

Kiyai Ma’ruf Sembunyikan Kaget Miras, Pembatalan oleh Jokowi Harus Dikawal Terus

Kamis, 04 Mar 2021 08:12

Dibandingkan Investasi Miras, Partai Gelora Usulkan Pengembangan Industri Herbal dan Jamu

Dibandingkan Investasi Miras, Partai Gelora Usulkan Pengembangan Industri Herbal dan Jamu

Kamis, 04 Mar 2021 07:07

Soal Penjualan Saham Bir, Fahira Idris: Warga Jakarta Tunggu Itikad Baik DPRD

Soal Penjualan Saham Bir, Fahira Idris: Warga Jakarta Tunggu Itikad Baik DPRD

Kamis, 04 Mar 2021 06:47

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Kamis, 04 Mar 2021 02:28


MUI

Must Read!
X