Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.496 views

Corona Mewabah, Dimana Peran Negara?

 

Oleh : Siti Komariah

Saat ini siapa yang tidak mengenal corona atau covid 19. Makhluk munggil tak kasat mata itu kini telah menguasai dunia. Hampir seluruh manusia gentar dibuatnya. Dia menyerang seluruh dunia dan menyebabkan puluhan ribu manusia tewas karenanya.

Corona Virus atau Covid 19 mulai awal kemunculannya memang menjadi momok menakutkan bagi seluruh dunia, tanpa terkecuali Indonesia. Semakin hari jumlah terinfeksi virus tersebut semakin bertambah. Begitu pula dengan Indonesia. Kurang dari satu bulan, jumlah terinfeksi virus corona meningkat tajam.

Sungguh sangat menakutkan covid 19 tersebut. Namun, di tengah kemelut keresahan masyarakat terhadap covid 19, pemerintah justru belum mengambil langkah lockdown (menguncian diri). Negara hanya menghimbau kepada masyarakat untuk social distancing.  

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan tidak akan mengambil langkah lockdown di tengah penyebaran virus Corona (COVID-19) yang semakin masif. Hal itu disampaikan oleh Kepala BNPB sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo. Doni menyatakan Jokowi telah memberikan interuksi kepada dirinya untuk tidak tidak mengambil langkah lockdown. Menurutnya, pernyataan itu sudah menjadi keputusan pemerintah Indonesia.

"Sekali lagi saya tegaskan, pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi yang juga telah memberikan interuksi kepada kepala gugus tugas tidak akan ada lockdown," ujar Doni seperti dilihat detikcom dalam unggahan video di akun Twitter Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Agus Wibowo, Minggu (22/3/2020).

Negara pun seakan lepas tanggan terhadap penanganan corona atau covid19 ini. Dimana negara menyerahkan urusan tersebut kepada pemerintah daerah masing-masing. Sehingga penanganan pemerintah daerah jelas berbeda-beda sesuai dengan kondisi daerahnya sendiri. Dan jelas hal tersebut juga berbeda jika pemerintah pusat yang terjun langsung dalam mengambil kebijakan penanganan covid 19. Menerapkan sistem lockdown untuk menghentikan wabah ini. Namun apalah daya, itu hanyalah anggan-anggan belaka. Alhasil social distancing tidak bisa dilakukan dengan sempurna. Yang terjadi, korban semakin bertambah banyak.

Di lain sisi, banyak warga yang tak ingin kehilangan nyawa dengan percuma, akibat virus corona. Mereka berupaya melockdown diri dan keluarganya. Namun, apalah daya ekonomi atau kebutuhan perut juga harus senantiasa terpenuhi, sedang penguasa abai terhadap semua itu. Sehingga tak heran jika masih banyak orang-orang yang berkeliaran di luar hanya sekedar mencari nafkah demi keluarganya.

Tak hanya itu, para tenaga medis pun saat ini mulai kehabisan stok Alat Pelindung Diri (APD), mulai dari masker hingga pakaian untuk merawat pasien covid 19. Padahal, APD sangat diperlukan dalam kasus ini. Mengigat penularan virus corona tak bisa diangap remeh.

Sungguh ironis. Mungkinkah nyawa manusia dalam sistem kapitalis liberal tiada harganya. Hingga pemerintah senan tiasa berhitung untung rugi terhadap penanganan kasus sedarurat ini, bahkan telah mengancam nyawa rakyatnya.

Hal ini semakin membuktikan bahwa sistem pemerintah kapitalis yang diemban negara saat ini telah gagal menjamin keselamatan jiwa rakyatnya, bahkan mereka secara terang-terangan mengabaikan jiwa para rakyatnya.

Hal ini sangat berbeda jelas dengan sistem kekhilafahan. Dimana para pemimpin dalam Islam benar-benar memprioritaskan urusan rakyatnya. Satu nyawa sangat dijaga oleh khalifah. Tak hanya rakyat muslim, namun rakyat non muslim yang menjadi warga daulah Islam pun turut dijaga dan dijamin.

Seyogianya, wabah seperti covid 19 sebenarnya pernah terjadi pada masa kejayaan silam. Dimana pada masa khalifah Umar bin Al-Khattab. Pada masa kepemimpinan khalifah umar, masyarakat Syam diserang oleh wabah Thaun, yang mana wabah tersebut sangatlah berbahaya dan sangatlah menakutkan. Terdengar cerita tentang wabah tersebut. Pagi hari terjangkit, malam meninggal dunia.

Saat itu khalifah Umar pun memerintahkan rakyatnya untuk tidak mendekati wabah tersebut, dan orang yang berada di sekitar wabah harus menggisolasi diri mereka agar wabah tak menyebar keluar. Hal ini didasarkan pada hadis Rasulullah ""Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka, jangan kalian memasukinya. Dan jika kalian berada di daerah itu janganlah kalian keluar untuk lari darinya." (HR. Bukhari & Muslim)

Namun, sembari khalifah Umar melakukan lockdown/isolasi terhadap wilayah yang terkena wabah, Beliau juga mencari solusi cara menghentikan wabah di wilayah Syam tersebut. Beliau mengumpulkan para sahabat-sahabatnya dan berdiskusi mencari jalan keluar. Sehingga dengan diskusi tersebut seorang sahabat Beliau Amr bin Al-Ash mampu menyelesaikan dan menghentikan wabah tersebut. Yach Amr bin Al-Ash memang merupakan sahabat Nabi yang terkenal dengan kepandaiannya. Ibarat perumpamaan "Dimana dia berpijak, di situlah dia layak menjadi pemimimpin."

Tak hanya itu, di saat khalifah Umar menyerukan lockdown kepada rakyat di wilayah Syam. Dia pun menjamin ketersediaan pangan/kebutuhan bagi rakyat tersebut. Sehingga rakyat yang dilockdown tak perlu keluar dari wilayahnya guna mencari naskah untuk memenuhi kebutuhan perut. Sehingga, dengan dorongan keimanan kepad Allah dan kecerdasan para pemimpin pada masa kejayaan Islam silam terhadap wabah yang menimpa mereka. Wabah dapat dihentikan.

Sehingga, sudah selayaknya pemimpin saat ini mengikuti apa yang dilakukan oleh Rasulullah dan khalifah Umar bin Al-Khattab agar wabah tak menyebar luas dan memakan korban lebih banyak. Wallahu A'alam Bisshawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Presidential Threshold sebagai Akar Masalah Kekisruan Pilpres 2019

Presidential Threshold sebagai Akar Masalah Kekisruan Pilpres 2019

Jum'at, 23 Oct 2020 23:31

Ngalor Ngidul Mahfud MD

Ngalor Ngidul Mahfud MD

Jum'at, 23 Oct 2020 23:26

KAMI Itu Gerakan Moral, Bukan Makar

KAMI Itu Gerakan Moral, Bukan Makar

Jum'at, 23 Oct 2020 23:09

Forum SATHU Soroti Kewajiban Deposit Setoran Umrah di UU Omnibus Law

Forum SATHU Soroti Kewajiban Deposit Setoran Umrah di UU Omnibus Law

Jum'at, 23 Oct 2020 22:03

Dibawah Pendudukan Armenia Masjid Bersejarah di Nagorno-Karabakh Diubah Jadi Kandang Babi

Dibawah Pendudukan Armenia Masjid Bersejarah di Nagorno-Karabakh Diubah Jadi Kandang Babi

Jum'at, 23 Oct 2020 19:45

Israel Hancurkan Desa Badui Palestina di Al-Araqeb Untuk ke-179 Kali Sejak Tahun 2000

Israel Hancurkan Desa Badui Palestina di Al-Araqeb Untuk ke-179 Kali Sejak Tahun 2000

Jum'at, 23 Oct 2020 18:45

Mendadak Kadrun: Budaya Munafik

Mendadak Kadrun: Budaya Munafik

Jum'at, 23 Oct 2020 18:24

The Times: Hamas Gunakan Pangkalan Cyber War di Turki Untuk Targetkan Musuhnya

The Times: Hamas Gunakan Pangkalan Cyber War di Turki Untuk Targetkan Musuhnya

Jum'at, 23 Oct 2020 17:35

Warga UEA Sekarang Bisa Pergi Ke Israel Tanpa Visa dan Tinggal Selama 90 Hari

Warga UEA Sekarang Bisa Pergi Ke Israel Tanpa Visa dan Tinggal Selama 90 Hari

Jum'at, 23 Oct 2020 17:15

SOHR Klaim 14 Anggota Al-Qaidah Gugur dalam Serangan Drone AS di Idlib Suriah

SOHR Klaim 14 Anggota Al-Qaidah Gugur dalam Serangan Drone AS di Idlib Suriah

Jum'at, 23 Oct 2020 16:46

Peneliti UNEJ: Melinjo Berpotensi Jadi Suplemen Cegah Covid

Peneliti UNEJ: Melinjo Berpotensi Jadi Suplemen Cegah Covid

Jum'at, 23 Oct 2020 14:14

Setahun Penuh Gaduh dan Demo yang Dirindukan

Setahun Penuh Gaduh dan Demo yang Dirindukan

Jum'at, 23 Oct 2020 13:30

Lima Cara Agar Generasi Bisa Berkualitas

Lima Cara Agar Generasi Bisa Berkualitas

Jum'at, 23 Oct 2020 11:55

Antisipasi Kriminalisasi, Dai Perlu Perhatikan Basis Data hingga Peraturan Perundangan

Antisipasi Kriminalisasi, Dai Perlu Perhatikan Basis Data hingga Peraturan Perundangan

Jum'at, 23 Oct 2020 11:32

5 Hal Untuk Diketahui Tentang Konflik Terakhir di Nagorno-Karabakh

5 Hal Untuk Diketahui Tentang Konflik Terakhir di Nagorno-Karabakh

Jum'at, 23 Oct 2020 11:00

Tanggapi Hasil Survey Indikator, Anis: Catatan Buruk Kinerja Pemerintah

Tanggapi Hasil Survey Indikator, Anis: Catatan Buruk Kinerja Pemerintah

Jum'at, 23 Oct 2020 10:56

Vaksinasi Dipercepat November, Politisi PKS Minta Seluruh Prosesnya Transparan

Vaksinasi Dipercepat November, Politisi PKS Minta Seluruh Prosesnya Transparan

Jum'at, 23 Oct 2020 10:38

Pasukan Azerbaijan Tembak Jatuh 7 Drone Armenia Dalam Tiga Hari

Pasukan Azerbaijan Tembak Jatuh 7 Drone Armenia Dalam Tiga Hari

Kamis, 22 Oct 2020 21:00

Seorang Imam dan 11 Anak Tewas Dalam Serangan Udara di Sebuah Masjid di Takhar Afghanistan

Seorang Imam dan 11 Anak Tewas Dalam Serangan Udara di Sebuah Masjid di Takhar Afghanistan

Kamis, 22 Oct 2020 20:15

Polisi Yang Memukul Polisi Dipukul Polisi #MumetKan

Polisi Yang Memukul Polisi Dipukul Polisi #MumetKan

Kamis, 22 Oct 2020 17:00


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X