Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.280 views

Corona Mewabah, Dimana Peran Negara?

 

Oleh : Siti Komariah

Saat ini siapa yang tidak mengenal corona atau covid 19. Makhluk munggil tak kasat mata itu kini telah menguasai dunia. Hampir seluruh manusia gentar dibuatnya. Dia menyerang seluruh dunia dan menyebabkan puluhan ribu manusia tewas karenanya.

Corona Virus atau Covid 19 mulai awal kemunculannya memang menjadi momok menakutkan bagi seluruh dunia, tanpa terkecuali Indonesia. Semakin hari jumlah terinfeksi virus tersebut semakin bertambah. Begitu pula dengan Indonesia. Kurang dari satu bulan, jumlah terinfeksi virus corona meningkat tajam.

Sungguh sangat menakutkan covid 19 tersebut. Namun, di tengah kemelut keresahan masyarakat terhadap covid 19, pemerintah justru belum mengambil langkah lockdown (menguncian diri). Negara hanya menghimbau kepada masyarakat untuk social distancing.  

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan tidak akan mengambil langkah lockdown di tengah penyebaran virus Corona (COVID-19) yang semakin masif. Hal itu disampaikan oleh Kepala BNPB sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo. Doni menyatakan Jokowi telah memberikan interuksi kepada dirinya untuk tidak tidak mengambil langkah lockdown. Menurutnya, pernyataan itu sudah menjadi keputusan pemerintah Indonesia.

"Sekali lagi saya tegaskan, pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi yang juga telah memberikan interuksi kepada kepala gugus tugas tidak akan ada lockdown," ujar Doni seperti dilihat detikcom dalam unggahan video di akun Twitter Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Agus Wibowo, Minggu (22/3/2020).

Negara pun seakan lepas tanggan terhadap penanganan corona atau covid19 ini. Dimana negara menyerahkan urusan tersebut kepada pemerintah daerah masing-masing. Sehingga penanganan pemerintah daerah jelas berbeda-beda sesuai dengan kondisi daerahnya sendiri. Dan jelas hal tersebut juga berbeda jika pemerintah pusat yang terjun langsung dalam mengambil kebijakan penanganan covid 19. Menerapkan sistem lockdown untuk menghentikan wabah ini. Namun apalah daya, itu hanyalah anggan-anggan belaka. Alhasil social distancing tidak bisa dilakukan dengan sempurna. Yang terjadi, korban semakin bertambah banyak.

Di lain sisi, banyak warga yang tak ingin kehilangan nyawa dengan percuma, akibat virus corona. Mereka berupaya melockdown diri dan keluarganya. Namun, apalah daya ekonomi atau kebutuhan perut juga harus senantiasa terpenuhi, sedang penguasa abai terhadap semua itu. Sehingga tak heran jika masih banyak orang-orang yang berkeliaran di luar hanya sekedar mencari nafkah demi keluarganya.

Tak hanya itu, para tenaga medis pun saat ini mulai kehabisan stok Alat Pelindung Diri (APD), mulai dari masker hingga pakaian untuk merawat pasien covid 19. Padahal, APD sangat diperlukan dalam kasus ini. Mengigat penularan virus corona tak bisa diangap remeh.

Sungguh ironis. Mungkinkah nyawa manusia dalam sistem kapitalis liberal tiada harganya. Hingga pemerintah senan tiasa berhitung untung rugi terhadap penanganan kasus sedarurat ini, bahkan telah mengancam nyawa rakyatnya.

Hal ini semakin membuktikan bahwa sistem pemerintah kapitalis yang diemban negara saat ini telah gagal menjamin keselamatan jiwa rakyatnya, bahkan mereka secara terang-terangan mengabaikan jiwa para rakyatnya.

Hal ini sangat berbeda jelas dengan sistem kekhilafahan. Dimana para pemimpin dalam Islam benar-benar memprioritaskan urusan rakyatnya. Satu nyawa sangat dijaga oleh khalifah. Tak hanya rakyat muslim, namun rakyat non muslim yang menjadi warga daulah Islam pun turut dijaga dan dijamin.

Seyogianya, wabah seperti covid 19 sebenarnya pernah terjadi pada masa kejayaan silam. Dimana pada masa khalifah Umar bin Al-Khattab. Pada masa kepemimpinan khalifah umar, masyarakat Syam diserang oleh wabah Thaun, yang mana wabah tersebut sangatlah berbahaya dan sangatlah menakutkan. Terdengar cerita tentang wabah tersebut. Pagi hari terjangkit, malam meninggal dunia.

Saat itu khalifah Umar pun memerintahkan rakyatnya untuk tidak mendekati wabah tersebut, dan orang yang berada di sekitar wabah harus menggisolasi diri mereka agar wabah tak menyebar keluar. Hal ini didasarkan pada hadis Rasulullah ""Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka, jangan kalian memasukinya. Dan jika kalian berada di daerah itu janganlah kalian keluar untuk lari darinya." (HR. Bukhari & Muslim)

Namun, sembari khalifah Umar melakukan lockdown/isolasi terhadap wilayah yang terkena wabah, Beliau juga mencari solusi cara menghentikan wabah di wilayah Syam tersebut. Beliau mengumpulkan para sahabat-sahabatnya dan berdiskusi mencari jalan keluar. Sehingga dengan diskusi tersebut seorang sahabat Beliau Amr bin Al-Ash mampu menyelesaikan dan menghentikan wabah tersebut. Yach Amr bin Al-Ash memang merupakan sahabat Nabi yang terkenal dengan kepandaiannya. Ibarat perumpamaan "Dimana dia berpijak, di situlah dia layak menjadi pemimimpin."

Tak hanya itu, di saat khalifah Umar menyerukan lockdown kepada rakyat di wilayah Syam. Dia pun menjamin ketersediaan pangan/kebutuhan bagi rakyat tersebut. Sehingga rakyat yang dilockdown tak perlu keluar dari wilayahnya guna mencari naskah untuk memenuhi kebutuhan perut. Sehingga, dengan dorongan keimanan kepad Allah dan kecerdasan para pemimpin pada masa kejayaan Islam silam terhadap wabah yang menimpa mereka. Wabah dapat dihentikan.

Sehingga, sudah selayaknya pemimpin saat ini mengikuti apa yang dilakukan oleh Rasulullah dan khalifah Umar bin Al-Khattab agar wabah tak menyebar luas dan memakan korban lebih banyak. Wallahu A'alam Bisshawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Latest News
Seminar Menjadi Guru Hebat di Era Digital

Seminar Menjadi Guru Hebat di Era Digital

Rabu, 05 Aug 2020 06:00

Anis Harap Segera Terlaksana Pertemuan Manajemen Bumiputera dengan Nasabah

Anis Harap Segera Terlaksana Pertemuan Manajemen Bumiputera dengan Nasabah

Rabu, 05 Aug 2020 05:52

Iran Tangkap 19 Warga Negara Afghanistan Karena Mengibarkan Bendera Taliban

Iran Tangkap 19 Warga Negara Afghanistan Karena Mengibarkan Bendera Taliban

Selasa, 04 Aug 2020 21:20

Jamaah Haji Akan Dikarantina Selama 14 Hari Setelah Menunaikan Ibadah Haji

Jamaah Haji Akan Dikarantina Selama 14 Hari Setelah Menunaikan Ibadah Haji

Selasa, 04 Aug 2020 21:00

Laporan: Lebih Dari 1 Miliar Siswa Terpengaruh Oleh Penutupan Sekolah Akibat Virus Corona

Laporan: Lebih Dari 1 Miliar Siswa Terpengaruh Oleh Penutupan Sekolah Akibat Virus Corona

Selasa, 04 Aug 2020 20:05

Pejuang Oposisi Suriah Gagalkan Upaya Milisi Rusia yang Akan Menyusup ke Jabal Akrad

Pejuang Oposisi Suriah Gagalkan Upaya Milisi Rusia yang Akan Menyusup ke Jabal Akrad

Selasa, 04 Aug 2020 19:35

Pesawat Kargo Rusia Lakukan Pengiriman Persenjataan Baru ke Pasukan Haftar

Pesawat Kargo Rusia Lakukan Pengiriman Persenjataan Baru ke Pasukan Haftar

Selasa, 04 Aug 2020 19:05

Riset: 70% manusia sakit karena serangan 10 macam Sihir

Riset: 70% manusia sakit karena serangan 10 macam Sihir

Selasa, 04 Aug 2020 15:04

PKS: Demi Freeport, Pemerintah Jangan Langgar UU

PKS: Demi Freeport, Pemerintah Jangan Langgar UU

Selasa, 04 Aug 2020 11:36

Video Training Rizki: Ini Rahasia Milyarder Tarik Rizki, Intip Bocoran Triknya!

Video Training Rizki: Ini Rahasia Milyarder Tarik Rizki, Intip Bocoran Triknya!

Selasa, 04 Aug 2020 11:22

Pemimpin Sejati Itu Memaafkan

Pemimpin Sejati Itu Memaafkan

Selasa, 04 Aug 2020 11:22

Ini 7 Manfaat Minum Air Putih di Pagi Hari

Ini 7 Manfaat Minum Air Putih di Pagi Hari

Selasa, 04 Aug 2020 09:52

Peretas Bisa Bobol Kode Sandi Zoom dalam Sekejap

Peretas Bisa Bobol Kode Sandi Zoom dalam Sekejap

Selasa, 04 Aug 2020 09:50

Angka Pernikahan Dini Melejit saat Pandemi; Akar Masalah dan Solusi

Angka Pernikahan Dini Melejit saat Pandemi; Akar Masalah dan Solusi

Senin, 03 Aug 2020 22:09

Ujicoba Vaksin Asal China, Netty Aher: Pastikan Vaksin Aman

Ujicoba Vaksin Asal China, Netty Aher: Pastikan Vaksin Aman

Senin, 03 Aug 2020 20:31

Cegah Nikah Dini atau Legalkan Seks Bebas?

Cegah Nikah Dini atau Legalkan Seks Bebas?

Senin, 03 Aug 2020 19:59

Investasi Bodong, Berharap Untung Malah Buntung

Investasi Bodong, Berharap Untung Malah Buntung

Senin, 03 Aug 2020 19:49

Setelah 9 Tokoh Oposisi, Kini Lahir Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia

Setelah 9 Tokoh Oposisi, Kini Lahir Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia

Senin, 03 Aug 2020 19:36

Izinkan Aku menjadi Sahabat Jannahmu

Izinkan Aku menjadi Sahabat Jannahmu

Senin, 03 Aug 2020 19:26

Sejumlah Pria Bersenjata Bersenjata Serang Penjara di Jalalabad Afghanistan Timur

Sejumlah Pria Bersenjata Bersenjata Serang Penjara di Jalalabad Afghanistan Timur

Senin, 03 Aug 2020 16:00


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X