Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.369 views

Remaja Kehilangan Arah VS Remaja Sukses Dunia Akhirat

 

Oleh: Aisyah Farha

Pemberitaan tentang remaja di negeri ini selalu menyesakkan dada. Belum lama terdengar remaja yang berkumpul untuk pesta sex di kota Jambi, kini ratusan remaja membuat permohonan dispensasi nikah ke pengadilan tinggi agama di Jepara. Diantara mereka ada yang hamil duluan karena seks bebas, ada pula yang masih di bawah syarat nikah yaitu 19 tahun.

Selain seks bebas, banyak hal lain yang menghantui remaja kita. Mulai dari HIV/Aids, penyalahgunaan narkotika hingga fenomena seks menyimpang yang menjadi tren seperti gay, lesbian, bisex dan transgender.

Tidak bisa dipungkiri, remaja kita saat ini kehilangan arah. Secara pertumbuhan reproduksi, mereka sudah siap tetapi belum cukup dewasa untuk menghadapi kehidupan. Dengan bekal ilmu agama yang bisa dibilang sangat minim, mereka terhanyut dalam arus seks bebas. Kesalahan tidak sepenuhnya ada di pundak mereka. Orangtua, lingkungan serta peran negara juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan remaja.

Akar Permasalahan yang Membelit Remaja

Saat ini, para orangtua sangat sibuk untuk mengumpulkan pundi rupiah, sehingga tidak ada waktu untuk mendidik anak-anaknya. Padahal kewajiban orangtua untuk mendidik anak-anak agar memiliki pemahaman yang benar tentang kehidupan tidak kalah penting.

Di saat yang sama, tidak ada kebijakan yang nyata dari pemerintah untuk membatasi konten yang beredar di media sosial untuk remaja. Remaja bisa sangat mudah mengakses pornografi baik di laman medsos atau dari game yang biasa mereka mainkan. Pornografi seakan-akan menjadi lazim saat ini, bahkan untuk anak di bawah umur.

Disaat itulah kesalahan besar terjadi, para remaja yang kurang ilmu agama dan kebablasan dalam bergaul terjerumus pada jurang seks bebas. Tidak banyak pilihan untuk mereka, karena untuk menikah di usia dini juga terkendala kebijakan pemerintah, yaitu anak usia kurang dari 19 dilarang untuk menikah. Sedangkan mereka juga belum siap baik dari mental maupun finansial untuk membina rumah tangga.

Setidaknya kita sudah mengetahui akar permasalahan yang membelit remaja kita saat ini. Ya, sistem kapitalisme sekuler telah menyebabkan remaja saat ini kehilangan arahnya. Kapitalisme yang dianut negeri ini menyebabkan banyaknya konten-konten negatif untuk remaja, tanpa peduli masa depan remaja itu sendiri. Sekulerisme juga menyebabkan orangtua, anak, lingkungan dan negara jauh dari agama. Lalu peradaban seperti apa yang akan tumbuh saat agama jauh dari kehidupan?

Lalu bagaimana seharusnya mendidik remaja agar siap menghadapi kehidupan saat sistem reproduksinya matang? Jawabannya tidak lain adalah menjadikan agama sebagai landasan kehidupan kita para orangtua, remaja, lingkungan bahkan negara.

Remaja Sukses di Masa Kegemilangan Islam

Negara yang berlandaskan agama Islam melahirkan remaja yang sangat produktif. Bukan hanya satu atau beberapa saja, tetapi para remaja secara keseluruhan. Bisa kita lihat contohnya sejak masa Rasulullah dan para shahabatnya. Pada masa itu, banyak remaja yang cemerlang.  Mereka saat itu masih remaja belia, namun sangat matang secara mental dalam kehidupannya.

Ali Bin Abi Thalib adalah salah satu remaja yang cerdas dalam perkembangan Islam, ia mengerahkan segenap jiwa dan raganya untuk kemuliaan Islam sejak usianya 7 tahun.   Sa’ad bin Abi Waqash adalah pemanah terbaik dan merupakan pasukan berkuda kaum muslimin saat usianya 17 tahun. Usman bin Zaid ditunjuk oleh Rasul untuk menjadi panglima perang saat usianya 20 tahun untuk menggempur Romawi di perbatasan Syria.

Sejarah juga menyebutkan Imam Syafi’i sudah diberi wewenang mengeluarkan fatwa oleh gurunya disaat usianya masih 10 tahun. Imam Bukhari memiliki hafalan sepuluh ribu hadist saat usianya masih 11 tahun. Kita juga mengetahui Muhammad al Fatih saat menaklukan Konstantinopel berusia 21 tahun.

Dengan semua fakta-fakta diatas, jelaslah bahwa kapitalisme telah gagal melahirkan generasi yang diharapkan. Sedagkan Islam sangat berhasil dengan gemilang melahirkan generasi cemerlang di usia muda. Pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara Islam mendidik anak agar matang saat memasuki usia balighnya?

Islam Mampu dalam Membentuk Kepribadian Remaja Hebat

Islam adalah adalah agama yang sempurna. Tidak hanya tentang cara beribadah kepada sang Khaliq, Islam memuat seluruh aturan untuk setiap sendi kehidupan manusia. Aturan yang sempurna ini jika dilaksanakan secara kaffah maka akan melahirkan kemuliaan umat.

Untuk membentuk remaja yang berkepribadian Islam, tidak cukup hanya fokus pada pendidikan anak saja. Namun seluruh sistem juga harus ditopang oleh sistem Islam, baik dari segi pendidikan, pergaulan, perekonomian hingga politik negara.

Pertama, Islam mejadikan Aqidah Islam sebagai landasan kurikulum pendidikannya. Sedari kecil, anak ditanamkan aqidah yang lurus sehingga mereka tumbuh dengan kepribadian yang islami dan memiliki keilmuan Islam. Sejak kecil anak diajarkan untuk taat kepada Allah, menuntut ilmu Islam sehingga mengetahui apa yang diperintahkan dan apa yang dilarang oleh Allah.

Kedua, Orangtua diwajibkan untuk senantiasa mendidik dan memantau anak-anaknya agar tidak keluar dari jalur Islam. Orangtua tidak serta merta menyerahkan anak-anaknya pada pendidikan sekolah, tetapi mengambil andil didalamnya. Karena tidak bisa dipungkiri keseharian anak adalah melihat, mendengar dan meniru orangtuanya.

Ketiga, diperlukan lingkungan yang mendukung para remaja untuk tetap berada dijalur yang benar. Lingkungan yang Islami akan sangat membantu remaja menemukan titik kedewasaan mentalnya. Karena dalam lingkungan yang Islami ada sikap saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran. Kepedulian seperti ini hanya ada jika Islam mejadi landasan hidup bermasyarakat.

Terakhir, peran negara sangat penting dalam membentuk karakter remaja. Negara yang belandaskan Islam, akan senatiasa mengurus rakyatnya agar selalu berada dalam ketakwaan. Negara akan mengeluarkan kurikulum yang menunjang kepribadian Islam pada setiap sekolah.

Negara juga akan menerapkan sistem ekonomi Islam, yang akan memaksimalkan sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyatnya. Para orangtua akan sejahtera sehingga tidak akan menghabiskan waktunya untuk mencari uang dan dapat memaksimalkan waktunya untuk pendidikan di dalam rumah.

Negara yang berlandaskan Islam akan menerapkan sistem pergaulan Islam, yang akan menjauhkan remaja dari jurang seks bebas. Karena negara akan mengeluarkan kebijakan anti seks bebas, mulai dari konten-konten yang akan merusak remaja hingga pengkondisian lingkungan yang terpisah antara laki-laki dan perempuan.

Semua kondisi ini akan membentuk kepribadian remaja yang sehat, positif dan produktif. Remaja yang akan menjadi generasi penerus peradaban mulia. Melalui remaja inilah wajah dunia akan berubah. Bukan lagi generasi yang tersesat arah dan jatuh ke jurang pemujaan syahwat, tetapi menjadi remaja yang sangat faham dengan tujuan kehidupan.

Tujuan yang diamanatkan kepada mereka bahwa hidup di dunia ini hanyalah tempat untuk mengumpulkan pahala, dan akhir dari usaha mereka adalah surga Allah yang abadi.

Remaja yang memiliki tujuan hidup seperti ini akan sangat menghargai waktu, dan hanya akan melakukan kegiatan  yang positif dalam hidupnya. Di tangan merekalah dunia ini berharap untuk kehidupan yang lebih baik.

Maka apakah kita masih mau terkungkung dalam kapitalisme sekuler ini? Tentu saja kita akan mencampakannya, dan beralih kepada sistem Islam. Sistem yang menjadikan para remaja menjadi generasi hebat, bukan generasi pemuja syahwat. Generasi yang gemilang bukan generasi yang hilang arah. Wallahu A’lam Bish shawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Bintang Liverpool Mohamed Salah Serukan Dukung Hak Bagi Pengungsi Untuk Pendidikan

Bintang Liverpool Mohamed Salah Serukan Dukung Hak Bagi Pengungsi Untuk Pendidikan

Kamis, 24 Sep 2020 21:45

AS: UEA Tidak Akan Dapat Jet F-35 Meski Lakukan Normalisasi dengan Israel, Mesti Tunggu 7 Tahun Lagi

AS: UEA Tidak Akan Dapat Jet F-35 Meski Lakukan Normalisasi dengan Israel, Mesti Tunggu 7 Tahun Lagi

Kamis, 24 Sep 2020 21:30

Pilkada Serentak Dalam Bayangan Kematian

Pilkada Serentak Dalam Bayangan Kematian

Kamis, 24 Sep 2020 21:20

Taliban Bunuh 28 Polisi Paramiliter di Uruzgan Afghanistan

Taliban Bunuh 28 Polisi Paramiliter di Uruzgan Afghanistan

Kamis, 24 Sep 2020 20:15

Pembangkang Saudi di Pengasingan Bentuk Partai Oposisi Baru

Pembangkang Saudi di Pengasingan Bentuk Partai Oposisi Baru

Kamis, 24 Sep 2020 19:50

Jadilah Remaja Anti Baper

Jadilah Remaja Anti Baper

Kamis, 24 Sep 2020 08:43

Santri Pesantren Mahasiswa Ngaji di Alam Terbuka

Santri Pesantren Mahasiswa Ngaji di Alam Terbuka

Kamis, 24 Sep 2020 07:34

Tanggapi Pidato Presiden di PBB, Netty: Indonesia Harus Dorong Negara Maju Temukan Vaksin Covid-19

Tanggapi Pidato Presiden di PBB, Netty: Indonesia Harus Dorong Negara Maju Temukan Vaksin Covid-19

Kamis, 24 Sep 2020 06:39

Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Kamis, 24 Sep 2020 06:22

Hoorree…Pilkada 2020 Ditunda, Kecuali Solo dan Medan

Hoorree…Pilkada 2020 Ditunda, Kecuali Solo dan Medan

Kamis, 24 Sep 2020 06:17

Resesi Tak Teralakkan, Anis Minta Pemerintah Bantu Masyarakat dan Dunia Usaha

Resesi Tak Teralakkan, Anis Minta Pemerintah Bantu Masyarakat dan Dunia Usaha

Rabu, 23 Sep 2020 21:29

Pejabat Afghanistan: Tahanan Taliban Yang Dibebaskan Pemerintah Kembali Lagi Ke Medan Perang

Pejabat Afghanistan: Tahanan Taliban Yang Dibebaskan Pemerintah Kembali Lagi Ke Medan Perang

Rabu, 23 Sep 2020 21:05

Peran Ibu Mendidik dengan Kasih Sayang, Bukan Penjagal Akibat Kesal

Peran Ibu Mendidik dengan Kasih Sayang, Bukan Penjagal Akibat Kesal

Rabu, 23 Sep 2020 20:28

Ancaman Corona di Momen Pilkada

Ancaman Corona di Momen Pilkada

Rabu, 23 Sep 2020 19:58

Palestina Sebut Israel Rusak 100.000 Alat Tes Swab Virus Corona

Palestina Sebut Israel Rusak 100.000 Alat Tes Swab Virus Corona

Rabu, 23 Sep 2020 19:45

Modus Menyerang Soeharto Untuk Bangkitkan PKI

Modus Menyerang Soeharto Untuk Bangkitkan PKI

Rabu, 23 Sep 2020 19:30

Dilematika Remaja, Pernikahan Usia Dini

Dilematika Remaja, Pernikahan Usia Dini

Rabu, 23 Sep 2020 18:40

Sedikitnya 28 Tewas Dalam Bentrokan Antara Pejuang IS dan Pasukan Pro-Assad di Utara Raqq

Sedikitnya 28 Tewas Dalam Bentrokan Antara Pejuang IS dan Pasukan Pro-Assad di Utara Raqq

Rabu, 23 Sep 2020 17:45

Perwakilan Hamas dan Fatah Akan Bertemu di Turki untuk Bahas Rekonsiliasi Antar-Palestina

Perwakilan Hamas dan Fatah Akan Bertemu di Turki untuk Bahas Rekonsiliasi Antar-Palestina

Rabu, 23 Sep 2020 17:15

Kemenag Disarankan Kerjasama dengan Ormas Islam Terkait Program Sertifikat Penceramah

Kemenag Disarankan Kerjasama dengan Ormas Islam Terkait Program Sertifikat Penceramah

Rabu, 23 Sep 2020 15:00


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X