Kamis, 25 Zulhijjah 1447 H / 9 September 2010 16:30 wib
3.003 views
Pameran Kecanggihan Pengetahun Islam Buka Mata AS

NEW JERSEY (Berita SuaraMedia) – Bahkan saat merebak kontroversi atas Masjid yang diusulkan di dekat Ground Zero di Amerika, sebuah pameran yang diselenggarakan di AS oleh perusahaan yang berbasis di Dubai berusaha untuk menjembatani pemisah kebudayaan antara dunia Barat dan Islam.
Pameran "Sultans of Science: 1.000 Years of Knowledge Rediscovered" (Kesultanan Ilmu Pengetahuan: 1.000 tahun Pengetahuan yang Terungakap), ditempatkan bersamaan di dekat Studio MTE Dubai, menjadi rumah dalam hal kontribusi positif yang dibuat oleh dunia Islam dan telah berkeliling di kota-kota barat, termasuk organisasi non-profit Pusat Kebebasan Ilmu Pengatuan (Liberty Science Center – LSC) di New Jersey, di seluruh Hudson River dari Manhattan, di mana Menara Kembar berdiri sebelum 9/11. Penyelenggara mengatakan bahwa pameran tersebut menstimulus perdebatan konstruktif dan pemikiran atas topik tersebut.
"Yang paling terkenal dari keingintahuan budaya masa lalu, penjelajahan dan penemuan dengan menghormati ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dunia Islam antara abad ke-9 dan ke-16," Dr. Emlyn Koster, pimpinan eksekutif LSC, mengatakan.
Pameran tersebut menyoroti kontribusi dari para cendikiawan Muslim untuk ilmu pengetahuan dan teknologi selama "Masa Emas" dunia Islam melalui bebrapa disiplin ilmu – astronomi, teknik, penjelajahan, obat-obatan, optic, pengendalian air, matematika, penjagaan waktu, seni dan arsitektur.
Ludo Verheyen, pimpinan eksekutif dari Studio MTE, mengatakan bahwa pameran tersebut membantu meningkatkan kesadaran kontribusi Islam untuk masyarakat pada jaman modern sekarang. Ia mengamati bahwa sekolah-sekolah Amerika cenderung menawarkan sebuah sejarah yang "sempit".
Contohnya, ia mengatakan, ketika para muda ditanya siapa yang mendesain peralatan terbang pertama, mereka menjawab Wright bersaudara pada abad ke-19 atau bahkan Leonardo Da Vinci pada abad ke-15, namun catatan sejarah menunjukkan bahwa orang pertama yang dikenal membangun dan menyetir sebuah peralatan terbang adalah Abbas Bin Firnas pada abad ke-9 Islam di Spanyol.
Prof. John H. Lienhard dari Universitas Houston mengetahui bahwa penerbangan Abbas Bin Firnas dalam karyanya The Engines of Our Ingenuity.
Pameran tersbeut telah menarik catatan keramaian di berbagai tempat di tiga Negara: Pusat Ilmu Pengetahuan MTN di Cape Town, Afrika Selatan; LSC di New Jersey, USA; Pusat Ilmu Pengetahuan Ontario di Kanada.
"Terdapat sebuah semangat penemuan, inovasi dan kreativitas di negara-negara Arab yang memimpin dunia pada masa silam dan dapat membimbing pada sebuah bahkan lebih masa depan yang sejahtera," Verheyen mengatakan. (ppt/gn) www.suaramedia.com
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!