Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.106 views

Aktivis Medsos Naik Kelas


Oleh: Roni Tabroni (Pemerhati Media)

Ruang maya kian berjejal. Penghuninya tiap detik terus bertambah. Data Kominfo dan lembaga riset teknologi informasi terus mencatat pertumbuhannya. Nyatanya, tidak berlaku KB, penduduknya meningkat pesat.

Bedanya dengan ruang nyata, di ruang maya banyak penduduk palsu. Account media sosial terus meningkat, tetapi sulit diidentifikasi kebenarannya. Faktanya banyak temuan pemilik media sosial itu anonim. Tidak sedikit orang dengan motif tertentu memprodukai account-account palsu dengan jumlah fantastis.

Persis militer yang dianggap kuat karena jumlah senjatanya, warga net pun melakukan peperangan dengan memproduksi media sosial sebanyak-banyaknya. Pertempuran tidak terjadi di ruang fisik tetapi di ruang maya. Tidak kentara secara kasat mata tetapi menimbulkan gerakan sosial yang nyata.

Kemudahan mengakses internet memaksa setiap orang berlomba untuk menjadi yang paling aktif. Eksistensi manusia hari ini tidak lagi dihitung dari kehadirannya di komunitas kompensional tetapi yang paling eksis di media sosial. Kesempatan menjadi selebritis tidak perlu bermodal besar, manajemen yang ribet, dan show yang membuat lelah, cukup tampil kreatif dan bisa mengundang orang untuk mengapresiasi dan turut menyebarkannya secara sukarela.

Kecanggihan teknologi yang mengubah segalanya memberikan peluang besar kepada publik dalam berbagai sektor. Era disruption (meminjam bahasa Renal Kasali) tidak lagi bisa dibendung. Semua manusia kini bermigrasi dalam ruang maya, dari urusan yang sangat besar hingga remeh temah.

Para pegiat literasi pada sudut yang lain melihat perkembangan media sosial yang begitu cepat berkembang itu sebagai ancaman. Mengapa tidak, lompatan peradaban ini telah mengabaikan tradisi baca-tulis. Masyarakat Indonesia dinilainya belum memasuki era dimana aktivitas membaca dan menulis sebagai sebuah kebutuhan. Ketika memasuki era teknologi informasi, maka yang terjadi adalah perilaku barbar.

Percakapan media sosial seperti masyarakat primitif yang tidak beradab. Tradisi saling hujat, berkata semau udelnya sendiri, dan menampakkan permusuhan secara terbuka, sedikit pun tidak memberikan pelajaran pada generasi mendatang. Jejak digital kita dipenuhi konten-konten tidak mendidik.

Dua tradisi konyol yang mewarnai media sosial kita yaitu hoax dan ujaran kebencian. Dua hal ini telah memberikan kontribusi nyata dalam proses degradasi sosial yang mengancam disintegrasi bangsa.

Keberadaan UU ITE nyatanya tidak menurunkan aktivis media sosial untuk insyaf dari perilaku destruktif tersebut. Tetapi fakta ini juga semakin memperkuat asumsi bahwa masyarakat kita memang belum melek membaca. Adanya Undang-undang bukan untuk dibaca. Sebab masyarakat yang tidak memiliki tradisi membaca, mengeja tulisan panjang seperti halnya Undang-undang adalah sesuatu yang membosankan. Seperti halnya membaca buku tentang ajaran tertentu tidak dilakukan sebab lebih mudah mencarinya di internet, selain lebih praktis juga kontennya lebih singkat (to the point).

Untuk mengobati kekecewaan atas situasi yang terjadi, mari kita melihat kondisi ini sebagai peluang. Dalam tradisi sistem komunikasi saat ini, dimana siatem sosial sudah begitu dikendalikan oleh media sosial. Artinya demokrasi menjadi semakin terbuka tatkala publik kini mampu sejajar dengan siapapun di negara ini. Media sosial memberikan peluang yang sama terhadap masyarakat biasa dengan pejabat dan orang-orang yang memilik otoritas secara struktural.

Kebebasan berbicara dan menyampaikan pendapat adalah anugerah berharga karena belum tentu dialami semua warga negara di dunia. Namun, seperti di dunia pers, kita akan memiliki PR penting setelah menemukan kebebasan (freedom for). Apa yang akan kita lakukan setelah memiliki kebebasan berbicara?

Layaknya anak sekolah, aktivis media sosial di tengah kebebasan ini perlu meningkatkan kualitas dirinya. Euforia teknologi informasi jangan berlarut-larut tanpa batas. Kini saatnya setiap orang berfikir ulang tentang arti kualitas dalam mengisi ruang maya.

Tradisi menulis pendek dan kebiasaan berkomentar nyinyir sudah waktunya diubah menjadi informasi berguna dan perkataan-perkataan yang konstruktif. Menghentikan kebiasaan hoax dan ujaran kebencian mungkin tidak mudah, tetapi harus dilakukan untuk menunjukkan perubahan sebagai penanda kedewasaan manusia.

Kedewasaan juga bisa ditandai dua hal yaitu cara berfikir dan perilaku. Meluruskan niat (begitulah ustad berbicara) dan menjadi uswah hasanah dalam berperilaku. Walaupun niat baik tidak mudah dideteksi, namun setidaknya publik dapat menilai dari postingan-postingannya.

Media sosial kini telah berubah menjadi cermin diri bagi seseorang, baik tidaknya seseorang dapat dilihat disana. Cenderung baik atau selalu menebar kebencian, juga menunjukkan tentang kepribadian. Maka, berlakulah istilah "mulutmu harimaumu."

Tetapi dengan naik kelas, para aktivis media sosial akan lebih hati-hati dalam mengendalikan jarinya. Dia tidak akan memposting sesuatu yang tidak berguna, apalagi yang mengandung fitnah dan madharat. Dia akan teringat ajaran agamanya yang menghendaki kita senantiasa menyampaikan pesan kebaikan, tetapi jika tidak bisa maka pilihan diam itu lebih baik.

Seperti dalam portal berita online, tradisi komentar jauh lebih menarik dan mudah dilakukan. Komentar itu tidak sedikit yang sentimen atau nyinyir. Tetapi dengan naik kelas, komentar akan lebih produktif dan konstruktif. Bahkan jika lebih tinggi lagi kelasnya, orang yang terbiasa hanya mengupload komentar akan beranjak menjadi penulis yang lebih panjang. Memang perlu proses, tetapi dengan sering komentar, setidaknya menjadi bekal sesorang untuk bisa merangkai kata lebih komprehensif lagi.

Semakin tinggi kelasnya, selain berhenti menebar kebencian, orang juga tidak mudah terhasut, mengedepankan tabayyun, dan selalu berfikir positif. Walaupun mudah, aktifitas memposting ulang konten di medsos belum tentu dilakukan tanpa terlebih dahulu memverifikasinya. Bahkan semakin tinggi kelas seseorang, maka dia akan semakin merunduk, tidak angkuh, dan selalu berorientasi pada harmoni. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Tekno lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Super Qurban ke Pesantren, Daerah Bencana, Kampung Muallaf dan Dakwah Pedalaman

Super Qurban ke Pesantren, Daerah Bencana, Kampung Muallaf dan Dakwah Pedalaman

Qurban adalah amal shalih yang paling utama, lebih utama daripada jihad. Mari berqurban ke pesantren, penjara, peluarga mujahid, dakwah pedalaman dan rawan pemurtadan. ...

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Lombok luluhlantak diguncang gempa. Derita mereka duka kita juga. Mari berbagi kebahagiaan dengan berqurban untuk para korban gempa di lombok....

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Ahmad Syukri, dai penghafal Al-Qur'an 30 juz yang bersanad tujuh riwayat ini terlindas mobil dan banyak mengalami patah tulang. Dioperasi berulang kali, tagihan melonjak 58 juta rupiah....

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Setelah bertarung melawan tumor selama 15 bulan, akhirnya Fatkhur menyerah kepada takdir kematian. Semoga para donatur mengganjar infaknya dengan keberkahan, pahala dan surga Firdaus...

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Bila kambuh, biji testis santri Rumah Tahfizh Qur?an ini bengkak dan nyeri hebat. Almarhum ayahnya adalah aktivis Nahi Munkar yang gencar memerangi rentenir, kemaksiatan dan pemurtadan. Ayo...

Latest News
Politisi Demokrat “Taubat” dari Golput, 2019 Berjuang Bersama Prabowo-Sandi

Politisi Demokrat “Taubat” dari Golput, 2019 Berjuang Bersama Prabowo-Sandi

Senin, 24 Sep 2018 08:43

Kepemimpinan Syar'i yang Dinanti

Kepemimpinan Syar'i yang Dinanti

Senin, 24 Sep 2018 08:25

Hegemoni AS Kembali Mencengkeram Indonesia

Hegemoni AS Kembali Mencengkeram Indonesia

Senin, 24 Sep 2018 08:04

Ini Modal Awal Dana Kampanye Prabowo-Sandi

Ini Modal Awal Dana Kampanye Prabowo-Sandi

Senin, 24 Sep 2018 07:43

Nyawa Anak Gaza Kembali Syahid (In syaa Allah)

Nyawa Anak Gaza Kembali Syahid (In syaa Allah)

Senin, 24 Sep 2018 07:23

Pendukung Jokowi-Ma’ruf Dinilai tidak Paham Deklarasi Kampanye

Pendukung Jokowi-Ma’ruf Dinilai tidak Paham Deklarasi Kampanye

Senin, 24 Sep 2018 06:43

Peran Ulama dalam Politik untuk Mencerdaskan Umat

Peran Ulama dalam Politik untuk Mencerdaskan Umat

Senin, 24 Sep 2018 06:25

Fenomena Media Sosial Pemicu Perceraian

Fenomena Media Sosial Pemicu Perceraian

Senin, 24 Sep 2018 06:24

Kemarahan dan Peringatan Politisi Demokrat ke Projo

Kemarahan dan Peringatan Politisi Demokrat ke Projo

Senin, 24 Sep 2018 05:43

Ekonomi Digital, Perempuan Target Global?

Ekonomi Digital, Perempuan Target Global?

Ahad, 23 Sep 2018 23:53

Deklarasi Kampanye Dicedarai, Prabwo-Sandi Komitmen tetap Damai

Deklarasi Kampanye Dicedarai, Prabwo-Sandi Komitmen tetap Damai

Ahad, 23 Sep 2018 23:23

Deklarasi Kampanye Damai Terganggu, KPU Diminta Bersikap

Deklarasi Kampanye Damai Terganggu, KPU Diminta Bersikap

Ahad, 23 Sep 2018 22:23

Deklarasi Kampanye Damai Gagal dan Melahirkan Protes

Deklarasi Kampanye Damai Gagal dan Melahirkan Protes

Ahad, 23 Sep 2018 21:23

Politisi Demokrat sebut Pendukung Jokowi Ganggu Deklarasi Damai

Politisi Demokrat sebut Pendukung Jokowi Ganggu Deklarasi Damai

Ahad, 23 Sep 2018 20:23

Otoritas Palestina Akan Hentikan Kerjasama Keamanan Jika Israel Setuju Berdamai dengan Hamas

Otoritas Palestina Akan Hentikan Kerjasama Keamanan Jika Israel Setuju Berdamai dengan Hamas

Ahad, 23 Sep 2018 20:05

Irak Tolak Izinkan Pasukan Turki Kembali ke Kamp Bashiqa

Irak Tolak Izinkan Pasukan Turki Kembali ke Kamp Bashiqa

Ahad, 23 Sep 2018 19:45

Penyamaan Tarif Tol, Ustaz Tengku: Penjajah Saja Terapkan Tarif sesuai Pemakaian

Penyamaan Tarif Tol, Ustaz Tengku: Penjajah Saja Terapkan Tarif sesuai Pemakaian

Ahad, 23 Sep 2018 19:23

Pejuang Oposisi Dukungan Turki Tolak Serahkan Senjata Mereka Mengikuti Perjanjian Idlib

Pejuang Oposisi Dukungan Turki Tolak Serahkan Senjata Mereka Mengikuti Perjanjian Idlib

Ahad, 23 Sep 2018 19:16

Cerita Jubir Prabowo-Sandi ketika Kubu Jokowi-Ma’ruf Usul Ada Nomor Urut Nol

Cerita Jubir Prabowo-Sandi ketika Kubu Jokowi-Ma’ruf Usul Ada Nomor Urut Nol

Ahad, 23 Sep 2018 18:23

Aksi HMI Sukoharjo Sikapi Kriminalisasi Aktivis, Termasuk Kasus Aktivis dengan PT RUM

Aksi HMI Sukoharjo Sikapi Kriminalisasi Aktivis, Termasuk Kasus Aktivis dengan PT RUM

Ahad, 23 Sep 2018 15:19


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X