Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.531 views

Aktivis Medsos Naik Kelas


Oleh: Roni Tabroni (Pemerhati Media)

Ruang maya kian berjejal. Penghuninya tiap detik terus bertambah. Data Kominfo dan lembaga riset teknologi informasi terus mencatat pertumbuhannya. Nyatanya, tidak berlaku KB, penduduknya meningkat pesat.

Bedanya dengan ruang nyata, di ruang maya banyak penduduk palsu. Account media sosial terus meningkat, tetapi sulit diidentifikasi kebenarannya. Faktanya banyak temuan pemilik media sosial itu anonim. Tidak sedikit orang dengan motif tertentu memprodukai account-account palsu dengan jumlah fantastis.

Persis militer yang dianggap kuat karena jumlah senjatanya, warga net pun melakukan peperangan dengan memproduksi media sosial sebanyak-banyaknya. Pertempuran tidak terjadi di ruang fisik tetapi di ruang maya. Tidak kentara secara kasat mata tetapi menimbulkan gerakan sosial yang nyata.

Kemudahan mengakses internet memaksa setiap orang berlomba untuk menjadi yang paling aktif. Eksistensi manusia hari ini tidak lagi dihitung dari kehadirannya di komunitas kompensional tetapi yang paling eksis di media sosial. Kesempatan menjadi selebritis tidak perlu bermodal besar, manajemen yang ribet, dan show yang membuat lelah, cukup tampil kreatif dan bisa mengundang orang untuk mengapresiasi dan turut menyebarkannya secara sukarela.

Kecanggihan teknologi yang mengubah segalanya memberikan peluang besar kepada publik dalam berbagai sektor. Era disruption (meminjam bahasa Renal Kasali) tidak lagi bisa dibendung. Semua manusia kini bermigrasi dalam ruang maya, dari urusan yang sangat besar hingga remeh temah.

Para pegiat literasi pada sudut yang lain melihat perkembangan media sosial yang begitu cepat berkembang itu sebagai ancaman. Mengapa tidak, lompatan peradaban ini telah mengabaikan tradisi baca-tulis. Masyarakat Indonesia dinilainya belum memasuki era dimana aktivitas membaca dan menulis sebagai sebuah kebutuhan. Ketika memasuki era teknologi informasi, maka yang terjadi adalah perilaku barbar.

Percakapan media sosial seperti masyarakat primitif yang tidak beradab. Tradisi saling hujat, berkata semau udelnya sendiri, dan menampakkan permusuhan secara terbuka, sedikit pun tidak memberikan pelajaran pada generasi mendatang. Jejak digital kita dipenuhi konten-konten tidak mendidik.

Dua tradisi konyol yang mewarnai media sosial kita yaitu hoax dan ujaran kebencian. Dua hal ini telah memberikan kontribusi nyata dalam proses degradasi sosial yang mengancam disintegrasi bangsa.

Keberadaan UU ITE nyatanya tidak menurunkan aktivis media sosial untuk insyaf dari perilaku destruktif tersebut. Tetapi fakta ini juga semakin memperkuat asumsi bahwa masyarakat kita memang belum melek membaca. Adanya Undang-undang bukan untuk dibaca. Sebab masyarakat yang tidak memiliki tradisi membaca, mengeja tulisan panjang seperti halnya Undang-undang adalah sesuatu yang membosankan. Seperti halnya membaca buku tentang ajaran tertentu tidak dilakukan sebab lebih mudah mencarinya di internet, selain lebih praktis juga kontennya lebih singkat (to the point).

Untuk mengobati kekecewaan atas situasi yang terjadi, mari kita melihat kondisi ini sebagai peluang. Dalam tradisi sistem komunikasi saat ini, dimana siatem sosial sudah begitu dikendalikan oleh media sosial. Artinya demokrasi menjadi semakin terbuka tatkala publik kini mampu sejajar dengan siapapun di negara ini. Media sosial memberikan peluang yang sama terhadap masyarakat biasa dengan pejabat dan orang-orang yang memilik otoritas secara struktural.

Kebebasan berbicara dan menyampaikan pendapat adalah anugerah berharga karena belum tentu dialami semua warga negara di dunia. Namun, seperti di dunia pers, kita akan memiliki PR penting setelah menemukan kebebasan (freedom for). Apa yang akan kita lakukan setelah memiliki kebebasan berbicara?

Layaknya anak sekolah, aktivis media sosial di tengah kebebasan ini perlu meningkatkan kualitas dirinya. Euforia teknologi informasi jangan berlarut-larut tanpa batas. Kini saatnya setiap orang berfikir ulang tentang arti kualitas dalam mengisi ruang maya.

Tradisi menulis pendek dan kebiasaan berkomentar nyinyir sudah waktunya diubah menjadi informasi berguna dan perkataan-perkataan yang konstruktif. Menghentikan kebiasaan hoax dan ujaran kebencian mungkin tidak mudah, tetapi harus dilakukan untuk menunjukkan perubahan sebagai penanda kedewasaan manusia.

Kedewasaan juga bisa ditandai dua hal yaitu cara berfikir dan perilaku. Meluruskan niat (begitulah ustad berbicara) dan menjadi uswah hasanah dalam berperilaku. Walaupun niat baik tidak mudah dideteksi, namun setidaknya publik dapat menilai dari postingan-postingannya.

Media sosial kini telah berubah menjadi cermin diri bagi seseorang, baik tidaknya seseorang dapat dilihat disana. Cenderung baik atau selalu menebar kebencian, juga menunjukkan tentang kepribadian. Maka, berlakulah istilah "mulutmu harimaumu."

Tetapi dengan naik kelas, para aktivis media sosial akan lebih hati-hati dalam mengendalikan jarinya. Dia tidak akan memposting sesuatu yang tidak berguna, apalagi yang mengandung fitnah dan madharat. Dia akan teringat ajaran agamanya yang menghendaki kita senantiasa menyampaikan pesan kebaikan, tetapi jika tidak bisa maka pilihan diam itu lebih baik.

Seperti dalam portal berita online, tradisi komentar jauh lebih menarik dan mudah dilakukan. Komentar itu tidak sedikit yang sentimen atau nyinyir. Tetapi dengan naik kelas, komentar akan lebih produktif dan konstruktif. Bahkan jika lebih tinggi lagi kelasnya, orang yang terbiasa hanya mengupload komentar akan beranjak menjadi penulis yang lebih panjang. Memang perlu proses, tetapi dengan sering komentar, setidaknya menjadi bekal sesorang untuk bisa merangkai kata lebih komprehensif lagi.

Semakin tinggi kelasnya, selain berhenti menebar kebencian, orang juga tidak mudah terhasut, mengedepankan tabayyun, dan selalu berfikir positif. Walaupun mudah, aktifitas memposting ulang konten di medsos belum tentu dilakukan tanpa terlebih dahulu memverifikasinya. Bahkan semakin tinggi kelas seseorang, maka dia akan semakin merunduk, tidak angkuh, dan selalu berorientasi pada harmoni. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Tekno lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Solusi Online Bootcamp Programming di Era Industri 4.0

Solusi Online Bootcamp Programming di Era Industri 4.0

Jum'at, 22 Mar 2019 23:44

Siapakah Penjaga Mahkota Perempuan?

Siapakah Penjaga Mahkota Perempuan?

Jum'at, 22 Mar 2019 23:40

Minum Yoghurt Bisa Bantu Redakan Mag Ringan

Minum Yoghurt Bisa Bantu Redakan Mag Ringan

Jum'at, 22 Mar 2019 23:35

Jebakan Politik Kampanye

Jebakan Politik Kampanye

Jum'at, 22 Mar 2019 23:33

Yordania Tolak Permintaan Liga Arab untuk Melarang Hamas dan Ikhwanul Muslimin

Yordania Tolak Permintaan Liga Arab untuk Melarang Hamas dan Ikhwanul Muslimin

Jum'at, 22 Mar 2019 21:48

Wiranto Ingin Jerat Pelaku Hoax dengan UU Terorisme, Muhammadiyah: Sangat Berlebihan

Wiranto Ingin Jerat Pelaku Hoax dengan UU Terorisme, Muhammadiyah: Sangat Berlebihan

Jum'at, 22 Mar 2019 21:05

Ex Pejuang Taliban-Amerika John Walker Lindh Berencana Pindah ke Irlandia Setelah Bebas dari Penjara

Ex Pejuang Taliban-Amerika John Walker Lindh Berencana Pindah ke Irlandia Setelah Bebas dari Penjara

Jum'at, 22 Mar 2019 20:51

Kala Apel Kebangsaan Lebih Berharga dari Nyawa Rakyat Papua

Kala Apel Kebangsaan Lebih Berharga dari Nyawa Rakyat Papua

Jum'at, 22 Mar 2019 20:07

Unggah Pidato Erdogan, Andi Singgung Jokowi

Unggah Pidato Erdogan, Andi Singgung Jokowi

Jum'at, 22 Mar 2019 19:35

Catat! Ini Dua Kepastian Sandi untuk Kesejahteraan Anak-anak Bangsa

Catat! Ini Dua Kepastian Sandi untuk Kesejahteraan Anak-anak Bangsa

Jum'at, 22 Mar 2019 18:35

Tidak hanya OK OCE, Sandi akan Terapkan Kesejahteraan Pengajar PAUD Skala Nasional

Tidak hanya OK OCE, Sandi akan Terapkan Kesejahteraan Pengajar PAUD Skala Nasional

Jum'at, 22 Mar 2019 17:35

OKI Desak Adanya Tindakan Melawan Serangan Islamofobia

OKI Desak Adanya Tindakan Melawan Serangan Islamofobia

Jum'at, 22 Mar 2019 16:39

Rizal Jawab Prediksinya yang Kerap Hampir Tepat terhadap Kondisi Politik

Rizal Jawab Prediksinya yang Kerap Hampir Tepat terhadap Kondisi Politik

Jum'at, 22 Mar 2019 16:35

Solidaritas dengan Muslim, Azan Shalat Jumat Disiarkan Secara Live di TV dan Radio Selandia Baru

Solidaritas dengan Muslim, Azan Shalat Jumat Disiarkan Secara Live di TV dan Radio Selandia Baru

Jum'at, 22 Mar 2019 16:29

Imam Masjid Al Noor: Amarah Teroris Menjadi Cinta dan Kasih Sayang di Selandia Baru

Imam Masjid Al Noor: Amarah Teroris Menjadi Cinta dan Kasih Sayang di Selandia Baru

Jum'at, 22 Mar 2019 16:18

MRT Keputusan Politik Jokowi, Pengamat: Lama-lama Candi Borobudur Diklaim Juga

MRT Keputusan Politik Jokowi, Pengamat: Lama-lama Candi Borobudur Diklaim Juga

Jum'at, 22 Mar 2019 15:35

Said: Banyak Fakta Abuse of Power Manfaatkan BUMN sebagai Alat Politik

Said: Banyak Fakta Abuse of Power Manfaatkan BUMN sebagai Alat Politik

Jum'at, 22 Mar 2019 14:35

Tembakan Brutal Ala Teroris

Tembakan Brutal Ala Teroris

Jum'at, 22 Mar 2019 14:08

Hoax akan Dijerat UU Teroris, Fahri Hamzah: Yaa Allah, Bikin Malu

Hoax akan Dijerat UU Teroris, Fahri Hamzah: Yaa Allah, Bikin Malu

Jum'at, 22 Mar 2019 13:35

Lawan Hoax Bukan dengan Bedil

Lawan Hoax Bukan dengan Bedil

Jum'at, 22 Mar 2019 12:35


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Rabu, 20/03/2019 20:25

Bravo Eggy Boy