Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.323 views

Aktivis Medsos Naik Kelas


Oleh: Roni Tabroni (Pemerhati Media)

Ruang maya kian berjejal. Penghuninya tiap detik terus bertambah. Data Kominfo dan lembaga riset teknologi informasi terus mencatat pertumbuhannya. Nyatanya, tidak berlaku KB, penduduknya meningkat pesat.

Bedanya dengan ruang nyata, di ruang maya banyak penduduk palsu. Account media sosial terus meningkat, tetapi sulit diidentifikasi kebenarannya. Faktanya banyak temuan pemilik media sosial itu anonim. Tidak sedikit orang dengan motif tertentu memprodukai account-account palsu dengan jumlah fantastis.

Persis militer yang dianggap kuat karena jumlah senjatanya, warga net pun melakukan peperangan dengan memproduksi media sosial sebanyak-banyaknya. Pertempuran tidak terjadi di ruang fisik tetapi di ruang maya. Tidak kentara secara kasat mata tetapi menimbulkan gerakan sosial yang nyata.

Kemudahan mengakses internet memaksa setiap orang berlomba untuk menjadi yang paling aktif. Eksistensi manusia hari ini tidak lagi dihitung dari kehadirannya di komunitas kompensional tetapi yang paling eksis di media sosial. Kesempatan menjadi selebritis tidak perlu bermodal besar, manajemen yang ribet, dan show yang membuat lelah, cukup tampil kreatif dan bisa mengundang orang untuk mengapresiasi dan turut menyebarkannya secara sukarela.

Kecanggihan teknologi yang mengubah segalanya memberikan peluang besar kepada publik dalam berbagai sektor. Era disruption (meminjam bahasa Renal Kasali) tidak lagi bisa dibendung. Semua manusia kini bermigrasi dalam ruang maya, dari urusan yang sangat besar hingga remeh temah.

Para pegiat literasi pada sudut yang lain melihat perkembangan media sosial yang begitu cepat berkembang itu sebagai ancaman. Mengapa tidak, lompatan peradaban ini telah mengabaikan tradisi baca-tulis. Masyarakat Indonesia dinilainya belum memasuki era dimana aktivitas membaca dan menulis sebagai sebuah kebutuhan. Ketika memasuki era teknologi informasi, maka yang terjadi adalah perilaku barbar.

Percakapan media sosial seperti masyarakat primitif yang tidak beradab. Tradisi saling hujat, berkata semau udelnya sendiri, dan menampakkan permusuhan secara terbuka, sedikit pun tidak memberikan pelajaran pada generasi mendatang. Jejak digital kita dipenuhi konten-konten tidak mendidik.

Dua tradisi konyol yang mewarnai media sosial kita yaitu hoax dan ujaran kebencian. Dua hal ini telah memberikan kontribusi nyata dalam proses degradasi sosial yang mengancam disintegrasi bangsa.

Keberadaan UU ITE nyatanya tidak menurunkan aktivis media sosial untuk insyaf dari perilaku destruktif tersebut. Tetapi fakta ini juga semakin memperkuat asumsi bahwa masyarakat kita memang belum melek membaca. Adanya Undang-undang bukan untuk dibaca. Sebab masyarakat yang tidak memiliki tradisi membaca, mengeja tulisan panjang seperti halnya Undang-undang adalah sesuatu yang membosankan. Seperti halnya membaca buku tentang ajaran tertentu tidak dilakukan sebab lebih mudah mencarinya di internet, selain lebih praktis juga kontennya lebih singkat (to the point).

Untuk mengobati kekecewaan atas situasi yang terjadi, mari kita melihat kondisi ini sebagai peluang. Dalam tradisi sistem komunikasi saat ini, dimana siatem sosial sudah begitu dikendalikan oleh media sosial. Artinya demokrasi menjadi semakin terbuka tatkala publik kini mampu sejajar dengan siapapun di negara ini. Media sosial memberikan peluang yang sama terhadap masyarakat biasa dengan pejabat dan orang-orang yang memilik otoritas secara struktural.

Kebebasan berbicara dan menyampaikan pendapat adalah anugerah berharga karena belum tentu dialami semua warga negara di dunia. Namun, seperti di dunia pers, kita akan memiliki PR penting setelah menemukan kebebasan (freedom for). Apa yang akan kita lakukan setelah memiliki kebebasan berbicara?

Layaknya anak sekolah, aktivis media sosial di tengah kebebasan ini perlu meningkatkan kualitas dirinya. Euforia teknologi informasi jangan berlarut-larut tanpa batas. Kini saatnya setiap orang berfikir ulang tentang arti kualitas dalam mengisi ruang maya.

Tradisi menulis pendek dan kebiasaan berkomentar nyinyir sudah waktunya diubah menjadi informasi berguna dan perkataan-perkataan yang konstruktif. Menghentikan kebiasaan hoax dan ujaran kebencian mungkin tidak mudah, tetapi harus dilakukan untuk menunjukkan perubahan sebagai penanda kedewasaan manusia.

Kedewasaan juga bisa ditandai dua hal yaitu cara berfikir dan perilaku. Meluruskan niat (begitulah ustad berbicara) dan menjadi uswah hasanah dalam berperilaku. Walaupun niat baik tidak mudah dideteksi, namun setidaknya publik dapat menilai dari postingan-postingannya.

Media sosial kini telah berubah menjadi cermin diri bagi seseorang, baik tidaknya seseorang dapat dilihat disana. Cenderung baik atau selalu menebar kebencian, juga menunjukkan tentang kepribadian. Maka, berlakulah istilah "mulutmu harimaumu."

Tetapi dengan naik kelas, para aktivis media sosial akan lebih hati-hati dalam mengendalikan jarinya. Dia tidak akan memposting sesuatu yang tidak berguna, apalagi yang mengandung fitnah dan madharat. Dia akan teringat ajaran agamanya yang menghendaki kita senantiasa menyampaikan pesan kebaikan, tetapi jika tidak bisa maka pilihan diam itu lebih baik.

Seperti dalam portal berita online, tradisi komentar jauh lebih menarik dan mudah dilakukan. Komentar itu tidak sedikit yang sentimen atau nyinyir. Tetapi dengan naik kelas, komentar akan lebih produktif dan konstruktif. Bahkan jika lebih tinggi lagi kelasnya, orang yang terbiasa hanya mengupload komentar akan beranjak menjadi penulis yang lebih panjang. Memang perlu proses, tetapi dengan sering komentar, setidaknya menjadi bekal sesorang untuk bisa merangkai kata lebih komprehensif lagi.

Semakin tinggi kelasnya, selain berhenti menebar kebencian, orang juga tidak mudah terhasut, mengedepankan tabayyun, dan selalu berfikir positif. Walaupun mudah, aktifitas memposting ulang konten di medsos belum tentu dilakukan tanpa terlebih dahulu memverifikasinya. Bahkan semakin tinggi kelas seseorang, maka dia akan semakin merunduk, tidak angkuh, dan selalu berorientasi pada harmoni. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Tekno lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas, Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Diterjang banjir bandang, rumah sekaligus markas pengajian Ustadz Wahyudin roboh. Taklim diliburkan, puluhan santri berduka. Dibutuhkan dana Rp 60 juta untuk membangunnya dengan tembok permanen....

IDC Santuni Anak Yatim Kru TV Muhammadiyah Korban Pembunuhan Sadis

IDC Santuni Anak Yatim Kru TV Muhammadiyah Korban Pembunuhan Sadis

Relawan IDC, menunaikan amanah para donatur menyerahkan bantuan untuk anak-anak yatim Abdullah Fitri Setiawan atau yang akrab disapa Dufi....

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Tergolek kritis di rumah sakit karena terpapar virus yang menjalar ke otak, biaya perawatan 13 hari sudah mencapai 28 juta. Kedua orang tuanya adalah aktivis pejuang dakwah berekonomi dhuafa,...

Latest News
Toleransi Salah Kaprah

Toleransi Salah Kaprah

Selasa, 11 Dec 2018 20:18

Raja Kodok dan Ular

Raja Kodok dan Ular

Selasa, 11 Dec 2018 19:17

Tahun Kegelapan Media

Tahun Kegelapan Media

Selasa, 11 Dec 2018 18:49

4 Orang Tewas dalam Serangan Bom yang Menargetkan Konvoi Intelijen Afghanistan

4 Orang Tewas dalam Serangan Bom yang Menargetkan Konvoi Intelijen Afghanistan

Selasa, 11 Dec 2018 17:18

Liga Arab Kecam Rencana Presiden Terpilih Brazil untuk Memindahkan Kedutaan ke Yerusalem

Liga Arab Kecam Rencana Presiden Terpilih Brazil untuk Memindahkan Kedutaan ke Yerusalem

Selasa, 11 Dec 2018 16:15

Dapat Remisi Natal, Ahok Sang Penista Agama akan Bebas pada 24 Januari 2019

Dapat Remisi Natal, Ahok Sang Penista Agama akan Bebas pada 24 Januari 2019

Selasa, 11 Dec 2018 14:17

Pemindahan BPN ke Jateng, Fadli: Kita Berusaha Kuasai Basis Lawan

Pemindahan BPN ke Jateng, Fadli: Kita Berusaha Kuasai Basis Lawan

Selasa, 11 Dec 2018 14:12

Petisi Online Maimon Herawati Berhasil, KPI Desak Iklan Shopee Blackpink Dihentikan

Petisi Online Maimon Herawati Berhasil, KPI Desak Iklan Shopee Blackpink Dihentikan

Selasa, 11 Dec 2018 14:01

Strategi Sandi untuk Pemerataan Ekonomi

Strategi Sandi untuk Pemerataan Ekonomi

Selasa, 11 Dec 2018 13:27

Pemilu tidak Perlu Dilanjutkan

Pemilu tidak Perlu Dilanjutkan

Selasa, 11 Dec 2018 12:27

560.000 Orang Telah Tewas Akibat Perang di Suriah Selama Hampir 8 Tahun Terakhir

560.000 Orang Telah Tewas Akibat Perang di Suriah Selama Hampir 8 Tahun Terakhir

Selasa, 11 Dec 2018 11:35

BPN Prabowo-Sandi akan Ambil Langkah Hukum Soal 31 Juta Pemilih Tambahan

BPN Prabowo-Sandi akan Ambil Langkah Hukum Soal 31 Juta Pemilih Tambahan

Selasa, 11 Dec 2018 11:27

Keadilan Ekonomi dan Kebebasan Sipil Alami Kemunduran

Keadilan Ekonomi dan Kebebasan Sipil Alami Kemunduran

Senin, 10 Dec 2018 21:13

Hari HAM di Rezim Jokowi, Fadli Singgung Kasus Ini

Hari HAM di Rezim Jokowi, Fadli Singgung Kasus Ini

Senin, 10 Dec 2018 20:13

Zionis Israel Tangkap 337.000 Warga Palestina Sejak Intifada Pertama Meletus

Zionis Israel Tangkap 337.000 Warga Palestina Sejak Intifada Pertama Meletus

Senin, 10 Dec 2018 19:30

Memasuki Tahun Politik, KH Aceng Tegaskan Persis Konsisten dalam Pendidikan dan Dakwah Islam

Memasuki Tahun Politik, KH Aceng Tegaskan Persis Konsisten dalam Pendidikan dan Dakwah Islam

Senin, 10 Dec 2018 19:06

SIPRI: AS Kuasai 57 Persen Penjualan Senjata Dunia Tahun Lalu, Rusia No 2

SIPRI: AS Kuasai 57 Persen Penjualan Senjata Dunia Tahun Lalu, Rusia No 2

Senin, 10 Dec 2018 18:45

Polisi Malaysia Tangkap 7 Tersangka Terkait Islamic State dan Abu Sayyaf

Polisi Malaysia Tangkap 7 Tersangka Terkait Islamic State dan Abu Sayyaf

Senin, 10 Dec 2018 17:30

Persis Komitmen untuk Menjaga Keutuhan Bangsa

Persis Komitmen untuk Menjaga Keutuhan Bangsa

Senin, 10 Dec 2018 15:10

2 Senapan Mesin Milik Israel Hilang di Perbatasan dengan Libanon

2 Senapan Mesin Milik Israel Hilang di Perbatasan dengan Libanon

Senin, 10 Dec 2018 14:05


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X