Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.935 views

"Mobil Legend" Piala Presiden, Layakkah?

Oleh:

Ifa Mufida, Praktisi Kesehatan dan Pemerhati Masalah Sosial

 

KOMPETISI eSports  bertajuk Piala Presiden 2019 akhirnya resmi dibuka. Kantor Staf Presiden (KSP) menggelar kompetisi eSport yang akan dilakukan babak penyisihan di delapan daerah. Peluncuran Piala Presiden eSports 2019 itu dilaksanakan di Aula Serbaguna, Kementerian Sekretariat Negara Gedung III, Jl Majapahit, Jakarta Pusat, Senin (28/1/2019). Ajang itu bukan kerja KSP sendiri, namun bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Indonesia eSport Premier League (IESPL) (liputan 6).

Ajang ini pun disambut oleh remaja dan berbagai kelompok masyarakat di Indonesia, terlebih bagi mereka yang sudah terbiasa dengan game ini. Mobile Legends menjadi eSport terpilih yang  dikompetisikan di Piala Presiden 2019. Menurut mereka, itu adalah sebuah kemajuan, terlebih sejak adanya kompetisi eSport pada Sea Games 2018 lalu. Disinyalir pula akan menjadi bisnis menggiurkan di masa depan. Karenanya, pemerintah memaksakan ambisinya agar mengganggap bermain games sebagai prestasi. 

Peluncuran program ini di tahun politik bisa jadi sebagai upaya untuk menarik perhatian dari kaum milenial, yang faktanya saat ini ada sebagian yang memang gandrung dengan game online ini. Memang berbagai cara terus diupayakan oleh pemerintah pertahanan untuk menaikkan elektabilitas di pemilu mendatang, salah satunya dengan menarik suara dari kaum milenial. Apapun dilakukan meski jika diperhitungkan lebih mendalam bahwa program ini lebih cenderung pemborosan dan sangat tidak mendidik.

Di sisi lain orang tua dan kalangan pendidik saat ini sangat berharap remaja  yang sedang kecanduan game bisa terlepas darinya. Faktanya, Mobil Legend adalah game online banyak menyuguhkan dampak negatif bagi para remaja. Dampak negatif utama yang ditimbulkan yaitu kecanduan dalam bermain game, sehingga menyebabkan buruknya kesehatan psikologis para pemain game. Karena para pemain biasanya jika sudah mulai bermain game akan membutuhkan waktu selama berjam-jam.

Selain itu, para remaja yang gemar bermain game akan cenderung menjadi boros, karena game yang dimainkan akan membutuhkan koneksi data dari internet. Kemudian, tanpa disadari permainan game online akan mendorong para remaja melakukan hal-hal negatif seperti berbicara hal yang kasar dan juga kotor. Karena biasanya para pemain dalam bermain game merasa kesal saat bermain, mungkin karena mereka kalah dalam permainan yang dimainkan.

Dan selain dari itu, para remaja yang bermain game online akan mengalami perubahan dalam pola makan dan istirahatnya. Mereka sampai lupa makan dan beristirahat karena sudah asyik dalam bermain game. Hal semacam inilah yang kemudian akan mengganggu kesehatan para pemain game dan dapat menyebabkan mereka jatuh sakit. Waktu yang mereka habiskan ketika bermain, akan membuat pekerjaan di dunia nyata menjadi terbengkalai. Sebab, ketika sudah keasyikan dalam bermain mereka akan terus menyelesaikan game karena game yang dimainkan sudah menuju puncak kemenangan. Akibatnya mereka lupa menunaikan ibadah, lupa menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rumah, tugas sekolah ataupun tugas-tugas kuliah sehingga terbengkalai.

Demikianlah, remaja yang di usianya seharusnya menjadi insan yang produktif akhirnya terperosok kepada ke sia-sia an semata.  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di antara tanda kebaikan keIslaman seseorang: jika dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.” (Hadits hasan, diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 2318 dan yang lainnya). Maka untuk menyelamatkan remaja, harusnya remaja didorong untuk  meninggalkan kesia-siaan salah satunya adalah bermain game online.

Kita bisa lihat di sini bahwa pola pikir Kapitalis-liberal telah menjadi tolak ukur segala hal dalam kehidupan ini. Termasuk bagaimana pemerintah meilihat bahwa mobil Legend dilihat bisa memberikan keuntungan secara finansial. Padahal, banyak riset menunjukkan dampak buruk kecanduan games. Di antaranya terpapar radiasi, insomnia, mudah depresi, pornografi dan kekerasan, memicu tindak kriminal, phobia sosial, dll. Tentu, ini sangat merusak stamina dan akal sehat generasi. Menjadikan mereka apatis dan individualis. Bukankah ini sebuah kedangkalan berpikir? Lebih jauh dari itu, Orientasi generasi pejuang kebangkitan tidak mungkin ada. Karena mereka tersibukkan oleh permainan yang melalaikan. Na'udzubillahi min dzalik.

Masih menjadi pe-er  besar untuk bisa menuntaskan problematika kompleks remaja, namun pemerintah justru mengeluarkan kebijakan yang justru memberi jalan remaja untuk tidak produktif. Maka sangat tidak layak program ini digelontorkan oleh pemerintah. Padahal, seharusnya pemimpin harus bisa mendorong para milenials menjadi generasi bertakwa. Mereka harusnya didorong menjadi insan yang melek teknologi untuk menebar kemaslahatan dan memperjuangkan kebangkitan umat.

Karena mereka adalah generasi yang akan meneruskan estafet perjuangan untuk membangun peradaban gemilang. Namun nyatanya di era Kapitalis-liberal, sangat susah membentuk remaja yang ideal. Bahkan virus-virus perusak difasilitasi untuk bisa menjangkiti remaja kita. Hanya dengan kembali kepada pangkuan Islam saja, remaja kita akan menjadi remaja berkualitas dan produktif, insya Allah.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Tekno lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Agar Ibadah Kita Diterima

Agar Ibadah Kita Diterima

Jum'at, 21 Feb 2020 22:52

Direktur Pristac Sampaikan Konsep Pendidikan dalam Syair-syair Imam Syafi'i

Direktur Pristac Sampaikan Konsep Pendidikan dalam Syair-syair Imam Syafi'i

Jum'at, 21 Feb 2020 21:46

Umar bin Khatab pun Pernah Ditolak Pinangannya

Umar bin Khatab pun Pernah Ditolak Pinangannya

Jum'at, 21 Feb 2020 21:07

Dahulukan Akhlak Sebelum Prestasi, Benarkah?

Dahulukan Akhlak Sebelum Prestasi, Benarkah?

Jum'at, 21 Feb 2020 20:38

Laporan: Lebih 400 Orang Terinfeksi Virus Corona Baru di Penjara di Seluruh Cina

Laporan: Lebih 400 Orang Terinfeksi Virus Corona Baru di Penjara di Seluruh Cina

Jum'at, 21 Feb 2020 19:30

Bebani Rakyat, PKS Tidak Setuju Penerapan Tarif Cukai Plastik

Bebani Rakyat, PKS Tidak Setuju Penerapan Tarif Cukai Plastik

Jum'at, 21 Feb 2020 17:59

Pemerintah Diminta Fasilitasi Diskusi Soal Omnibus Law

Pemerintah Diminta Fasilitasi Diskusi Soal Omnibus Law

Jum'at, 21 Feb 2020 17:51

Palestina Akan Ambil Tindakan Hukum Terkait Sikap Diskriminatif Amazon Terhadap Warganya

Palestina Akan Ambil Tindakan Hukum Terkait Sikap Diskriminatif Amazon Terhadap Warganya

Jum'at, 21 Feb 2020 16:00

Rezim Teroris Assad dan Rusia Bom 67 Fasilitas Medis di Barat Laut Suriah Sejak April 2019

Rezim Teroris Assad dan Rusia Bom 67 Fasilitas Medis di Barat Laut Suriah Sejak April 2019

Jum'at, 21 Feb 2020 15:15

Polisi Tangkap Pria Penikam Muadzin yang Tengah Mengumandakan Adzan Ashar di Masjid London

Polisi Tangkap Pria Penikam Muadzin yang Tengah Mengumandakan Adzan Ashar di Masjid London

Jum'at, 21 Feb 2020 14:30

Yang Mempertentangkan Agama dengan Pancasila Sebenarnya Musuh Besar Pancasila

Yang Mempertentangkan Agama dengan Pancasila Sebenarnya Musuh Besar Pancasila

Jum'at, 21 Feb 2020 13:45

Kuwait Tangguhkan Perjalanan Ke dan Dari Iran Karena Khawatir Penyebaran Virus Corona

Kuwait Tangguhkan Perjalanan Ke dan Dari Iran Karena Khawatir Penyebaran Virus Corona

Jum'at, 21 Feb 2020 11:45

Saudi Cegat Rudal Balistik  Pemberontak Syi'ah Houtsi yang Menargetkan Kota dan Warga Sipil

Saudi Cegat Rudal Balistik Pemberontak Syi'ah Houtsi yang Menargetkan Kota dan Warga Sipil

Jum'at, 21 Feb 2020 11:15

Hadir ke MUI, Ketua DPR: Draft RUU Omnibus Law Masih Bisa Diubah

Hadir ke MUI, Ketua DPR: Draft RUU Omnibus Law Masih Bisa Diubah

Jum'at, 21 Feb 2020 10:56

Ketum LIDMI: Wujudkan Indonesia Beradab Melalui Dakwah Kampus

Ketum LIDMI: Wujudkan Indonesia Beradab Melalui Dakwah Kampus

Jum'at, 21 Feb 2020 09:53

Waspada Jebakan 2024

Waspada Jebakan 2024

Kamis, 20 Feb 2020 23:47

Terkait Omnibus Law, Wasekjen MUI:  Kami Mampu Terbitkan 102 Juta Sertifikat Halal Pertahun

Terkait Omnibus Law, Wasekjen MUI: Kami Mampu Terbitkan 102 Juta Sertifikat Halal Pertahun

Kamis, 20 Feb 2020 22:09

Tentara Turki dan Pejuang Oposisi Suriah Luncurkan Operasi Bersama Melawan Pasukan Assad di Idlib

Tentara Turki dan Pejuang Oposisi Suriah Luncurkan Operasi Bersama Melawan Pasukan Assad di Idlib

Kamis, 20 Feb 2020 21:20

Legislator PKS: Wacana Sertifikasi Khatib Bisa Memecah Belah Umat

Legislator PKS: Wacana Sertifikasi Khatib Bisa Memecah Belah Umat

Kamis, 20 Feb 2020 21:12

Jaksa Penuntut Terorisme Jerman Sebut 'Motif Sayap Kanan' di Balik Penembakan Mematikan di Hanau

Jaksa Penuntut Terorisme Jerman Sebut 'Motif Sayap Kanan' di Balik Penembakan Mematikan di Hanau

Kamis, 20 Feb 2020 20:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X