Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
36.475 views

Duh Memalukan, Sebutan ''Wahabi'' Menyalahi Kaidah Bahasa Arab

Oleh: Badrul Tamam

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kelarga, sahabat, dan siapa saja yang komitmen dan istiqamah dengan sunnah-sunnahnya.

Istilah "Wahabi" sedang menghangat seiring dengan gerakan deradikalisasi yang membidik para aktifis dakwah dan jihad. Bahkan secara tegas, Said Aqil Siraj, Ketua Umum PBNU telah mengaitkan antara radikalisme dengan pergerakan dakwah Wahabi. Dengan tegas ia menuduh gerakan dakwah yang merujuk kepada Al-Qur'an dan Sunnah dengan pemahaman ulama salaf ini sebagai biang kerok dan sumber konflik di tengah-tengah masyarakat.

“Kita bisa mencermati pergerakan paham Wahabi di negeri kita yang secara mengendap-endap telah memasuki wilayah pendidikan dengan menyuntikkan ideologi puritanisme radikal, semisal penyesatan terhadap kelompok lain hanya karena soal beda masalah ibadah lainnya. Di berbagai daerah bahkan sudah terjadi ‘tawuran’ akibat model dakwah Wahabi yang tak menghargai perbedaan pandangan antar-muslim. Model dakwah semacam ini bisa berpotensi menjadi ‘cikal bakal’ radikalisme,” tulis KH Said Aqil Siradj pada harian Republika (3/10/2011), dengan judul, Radikalisme, Hukum, dan Dakwah.

Sebenarnya, stigma "Wahabi" merujuk pada sosok ulama abad ke-18, bernama Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At-Tamimy An-Najdi. Gerakan dakwahnya mengusung tajdid dan tashfiyah  (pembaharuan dan pemurnian) akidah kaum muslimin dari beragam kemusyrikan dan amaliah yang tidak diajarkan oleh Islam. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab adalah seorang dai yang tak pernah menyebut kiprah dakwahnya dengan penamaan dakwah Wahabi atau tak pernah mendirikan organisasi dakwah bernama Wahabi. Istilah Wahabi baru muncul belakangan, itupun dengan tujuan stigmatisasi oleh mereka yang tak setuju dengan pemikiran yang diusung dalam dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. (Baca: Artawijaya, Tudingan Wahabi Kontributor Teror Bom Tak Pernah Terbukti)

Di Indonesia, stigma Wahabi juga pernah dilekatkan pada ormas-ormas Islam seperti Muhammadiyah, Al-Irsyad, dan Persatuan Islam (PERSIS). Tokoh-tokoh seperti KH Ahmad Dahlan, Syaikh Ahmad Soorkati, A. Hassan, dianggap sebagai pengusung paham  Wahabi di Indonesia. Bahkan, jauh sebelum itu, pahlawan nasional Tuanku Imam Bonjol pun pernah disebut sebagai pengusung dakwah Wahabi. Baik Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab ataupun generasi dakwah selanjutnya di seluruh dunia yang sepaham dengan pemikirannya tak pernah ada yang dengan tegas menyatakan dirinya sebagai Wahabi. (Baca: Artawijaya, Tudingan Wahabi Kontributor Teror Bom Tak Pernah Terbukti)

Stigmatisasi "Wahabi" kepada jamaah kaum muslimin tertentu yang tidak sepaham dalam beberapa persoalan fikih ibadah dan tradisi keagamaan dengan paham yang dianut oleh Said Agil Siraj menjadi senjata pemecahbelah Ukhuwah Islamiyah. Padahal persoalan khilafiyah tidak boleh menjadi ma'aqid (pengikat) al-wala' dan al-bara'. Disebutkan dalam Maa Laa Yasa’ al-Muslima Jahluhu, DR. Abdullah Al-Mushlih dan DR. Shalah Shawi, "Jama’ah (persatuan) kaum muslimin tidak boleh terpecah hanya karena perbedaan pendapat dalam masalah-masalah furu’iyah ini. Walaupun hal ini tidak boleh menjadi halangan bagi seseorang untuk melakukan penelitian ilmiah dalam masalah ini, dengan harapan mendapatkan kebenaran hakiki. Tetapi dengan catatan jangan sampai menimbulkan debat kusir dan fanatisme."

Maka penyematan gelar "wahabi" itu hanya dilakukan oleh orang, yang sadar atau tidak, ingin memecah belah umat. Apalagi stigma ini akan diarahkan demi satu kepentingan duniawi, mencari dukungan suara kelompok tertentu atau supaya mendapat imbalan dari pihak berkuasa. Sehingga ia menjadi senjata yang diarahkan kepada siapa yang berbeda dengannya dan tak sepahaman dengan kebijakannya. Padahal yang dituduh wahabi banyak yang tidak mengakui dan menamakan diri sebagai wahabi. Terkadang mereka sendiri merasa aneh kok digelari wahabi hanya karena menerangkan sunnah dengan pemahaman ulama salaf, Aneh bin ajaib sekali.

Biasanya juga, "wahabi" dijadikan senjata untuk menolak argumentasi yang ditegakkan. Cukup dengan menyebut lawan diskusi sebagai wahabi, maka semua kalimat yang dilisankannya tak memiliki arti. Senjata yang sangat murah dan mematikan untuk membunuh argumentasi lawan diskusi. Juga ia menjadi promosi jitu untuk mencari dukungan dari maysarakat umum dan awam yang sudah terkena propaganda "anti wahabi", yang seolah dikesankan wahabi anti dengan tradisi.

Dari pengkajian yang kami lakukan, orang yang disebut-sebut sebagai wahabi, -walaupun yang dituduh tidak pernah memakai nama wahabi dan tidak mengakuinya- adalah orang yang menyeru kepada Qaulullah Wa Qaulurrasul (firman Allah dan sabda Rasul-Nya). Dan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah yang dikatakan sebagai pendiri wahabi adalah seorang dai  pada abad 18 Masehi yang mengajak manusia kepada firman Allah dan sabda Rasul-Nya. Mengajak manusia untuk kembali kepada akidah para ulama salaf dari kalangan sahabat Nabi dan dua generasi yang mengikuti mereka dengan baik. Di mana Allah menjadikan keimanan mereka sebagai standar keimanan,

فَإِنْ آَمَنُوا بِمِثْلِ مَا آَمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ

"Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu)." (QS. Al-Baqarah: 137)

Dakwah beliau rahimahullah mengajak manusia kepada sunnah Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan mengikuti manhaj para sahabatnya dalam memahami sunnah. Jika demikian apa yang salah dari dakwah beliau? Memang diakui bahwa prinsip fikih yang beliau anut adalah Hambali, mengikuti paham fikih Imam Ahmad bin Hambal. Dan Hambali termasuk satu dari empat madhab fikih besar yang diakui dan menjadi bagian dari Ahlus Sunnah wal Jama'ah.

Isi dakwah beliau yang paling menonjol adalah memberikan prioritas kepada perbaikan akidah dan meninggalkan berbagai bentuk kesyirikan, memerangi bid'ah dan khurafat yang banyak digandrungi oleh ahli kalam dan ghulath mutashawifi serta Syi'ah. Beliau mengajak untuk mengikuti akidah para salaf (baca; sahabat, tabi'in dan tabi' tabi'in) dalam akidah dan amal. Dakwah beliau juga mengkritisi semua paham yang bertentangan dengan paham ulama salaf dan manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. Dari sini terbukti bahwa manhaj dakwah beliau adalah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, agar kaum muslimin mengembalikan persoalan keislaman kepada Al-Qur'an dan al-Sunnah sesuai dengan yang dipahami generasi sahabat Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan dua generasi sesudahnya.

Maka dari sini, gerakan dakwah yang mereka tuduh sebagai wahabi adalah dakwah yang menyeru kepada tauhidullah (mengesakan Allah), mentaati Allah dan Rasul-Nya. "Wahabiyah" tidak membawa paham baru, namun mengikuti dan melanjutkan paham Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang orisinil, yaitu menyeru kepada tauhidullah dan ittiba' kepada Rasul-Nya Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Dan dalam persoalan fikih mereka lebih banyak mengambil dari madhab Hambali yang dinisbatkan kepada Ahmad bin Hambal, murid kesayangan dari Imam al-Syafi'i rahimahullah Ta'ala. Kecuali jika didapatkan dalam beberapa persoalan madhab Hambali menyalahi pendapat ulama yang arjah (lebih kuat), yakni berdasarkan dalil yang mendukungnya, maka mereka mengambil dalil. Dan ini merupakan intisari dari madhab imam yang empat. "Jika hadits itu jelas shahih maka itulah madhabku" kata imam al-Syafi'i.

Kesimpulan dan Penutup

Dimunculkannya istilah "Wahhabi" sebagai julukan bagi pengikut dakwah Al-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, merupakan satu trik musuh-musuh Islam dan orang yang dalam hatinya terdapat kedengkian dan penyakit untuk menghempaskan kepercayaan umat kepada dakwah tauhid tersebut. Oleh karena itu setiap muwahhid dan pecinta sunnah Rasul yang bersih hatinya serta selektif dalam menerima berita tidak mudah untuk ditipu dan dibohongi dengan istilah-istilah murahan seperti 'aliran wahabi'.

Ngawurnya tuduhan tadi dapat dilihat dari salah kaprahnya dalam menggunaan  istilah "Wahhabi", yang merupakan penisbatan yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Arab. Al-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah berkata: “Penisbatan (Wahhabi -pen) tersebut tidak sesuai dengan kaidah bahasa Arab. Semestinya bentuk penisbatannya adalah ‘Muhammadiyyah’, karena sang pengemban dan pelaku dakwah tersebut adalah Muhammad, bukan ayahnya yang bernama Abdul Wahhab.” (Lihat Imam wa Amir wa Da’watun Likullil ‘Ushur, hal. 162)

Masihkah orang yang suka menebar permusuhan dan perpecahan umat Islam tetap keukeuh menggunakan isu wahabi ini? Jika tidak tahu malu, pasti dia akan terus mengangkat istilah wahabi untuk menghantam penyeru dakwah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. Karena orang yang tak punya malu akan berbuat sesukanya, ngawurpun tak mengapa. Wallahu Ta'ala A'lam. [PurWD/voa-islam.com]

Tulisan Terkait:

1. Tudingan Wahabi Kontributor Teror Bom Tak Pernah Terbukti

2. Menjawab Syubhat KH Said Agil Siradj: Situs Porno Hanya Makruh?

3. Galak Kepada Sesama Muslim, Tapi Berkasih Sayang Kepada Orang Kafir

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Tsaqofah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Bocah SD ini Mengidap Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!!

Bocah SD ini Mengidap Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!!

Digerogoti tumor ganas, tubuh Fatkhur Kurniawan kurus kerontang. Pundaknya terus membesar hingga sekuran bola basket. Kondisi keluarga memprihatinkan, penghasilan keluarga 16 ribu rupiah perhari....

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Virus TBC menggerogoti tulangnya hingga menjalar ke sumsum tulang punggung. Harus segera dioperasi untuk menghindari kelumpuhan total....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC siap menerima zakat fitrah senilai Rp 30.000 hingga 52.000 per-jiwa untuk disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan aktivis Islam dan yatim....

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Lahir dalam keluarga Kristen taat, Valentino Nainggolan menjadi muallaf dalam usia SD. Untuk memperdalam Islam, ia dan kakaknya akan melanjutkan pendidikan ke pesantren Ayo Bantu.!!!...

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah 30 hari mushalla korban gempa ini hancur dan belum dibangun lagi. Ramadhan akan tiba, mushalla ini sangat dibutuhkan. Ayo bantu sedekah jariyah, pahala terus mengalir tak terbatas umur....

Latest News
Baca Surat Ali Imron Ayat 26-27, Neno Warisman: Tidak Ada Rezim yang Berkuasa Abadi

Baca Surat Ali Imron Ayat 26-27, Neno Warisman: Tidak Ada Rezim yang Berkuasa Abadi

Ahad, 22 Jul 2018 22:55

Para Remaja Isi Liburan dengan Belajar Memahami Islam Sebagai Penjaga Umat Dari Segala Aspek

Para Remaja Isi Liburan dengan Belajar Memahami Islam Sebagai Penjaga Umat Dari Segala Aspek

Ahad, 22 Jul 2018 22:16

AILA Luncurkan Buku 'Delusi Kesetaraan Gender'

AILA Luncurkan Buku 'Delusi Kesetaraan Gender'

Ahad, 22 Jul 2018 21:50

Soal OTT di Lapas Suka Miskin, Dahnil: Copot MenkumHam

Soal OTT di Lapas Suka Miskin, Dahnil: Copot MenkumHam

Ahad, 22 Jul 2018 21:49

Pihak Keluarga Sesalkan Pencekalan Ustadz Akhir Zaman di Hong Kong

Pihak Keluarga Sesalkan Pencekalan Ustadz Akhir Zaman di Hong Kong

Ahad, 22 Jul 2018 21:47

Dicekal di Hongkong, Ini Penjelasan 'Ustadz Akhir Zaman' Zulkifli M. Ali

Dicekal di Hongkong, Ini Penjelasan 'Ustadz Akhir Zaman' Zulkifli M. Ali

Ahad, 22 Jul 2018 21:30

Mesir Sebut Undang-undang Negara Yahudi Israel Merongrong Perdamaian Timur Tengah

Mesir Sebut Undang-undang Negara Yahudi Israel Merongrong Perdamaian Timur Tengah

Ahad, 22 Jul 2018 20:45

Pembuat Bom Taliban Divonis Penjara 40 Tahun Karena Berencana Meledakan Gedung Parlemen Inggris

Pembuat Bom Taliban Divonis Penjara 40 Tahun Karena Berencana Meledakan Gedung Parlemen Inggris

Ahad, 22 Jul 2018 20:30

Tentara Yaman Gagalkan Serangan Pemberontak Syi'ah Houtsi di Selatan Hodeidah

Tentara Yaman Gagalkan Serangan Pemberontak Syi'ah Houtsi di Selatan Hodeidah

Ahad, 22 Jul 2018 20:15

Turki 'Netralkan' 9 Teroris PKK dalam Operasi Anti-Teror di Provinsi Tenggara Hakkari

Turki 'Netralkan' 9 Teroris PKK dalam Operasi Anti-Teror di Provinsi Tenggara Hakkari

Ahad, 22 Jul 2018 20:03

Afrika Selatan Tolak tekanan Saudi dan UEA untuk Blokade Qatar

Afrika Selatan Tolak tekanan Saudi dan UEA untuk Blokade Qatar

Sabtu, 21 Jul 2018 21:30

Rusia Bunuh 1.771 Anak-anak di Suriah Sejak Tahun 2015

Rusia Bunuh 1.771 Anak-anak di Suriah Sejak Tahun 2015

Sabtu, 21 Jul 2018 21:20

Zionis Israel Kembali Serang Gaza, Langgar Gencatan Senjata dengan Hamas

Zionis Israel Kembali Serang Gaza, Langgar Gencatan Senjata dengan Hamas

Sabtu, 21 Jul 2018 21:10

Jihadis Suriah Serang Pangkalan Udara Hmeimim Milik Rusia untuk Kali ke-4 Bulan Ini

Jihadis Suriah Serang Pangkalan Udara Hmeimim Milik Rusia untuk Kali ke-4 Bulan Ini

Sabtu, 21 Jul 2018 21:00

Pizza Diva Halal dan Pikulbareng Donasikan 80 Porsi Pizza dan Teh Poci

Pizza Diva Halal dan Pikulbareng Donasikan 80 Porsi Pizza dan Teh Poci

Sabtu, 21 Jul 2018 11:37

Polling: Aher Bakal Cawapres yang Paling Dekat dengan Umat Islam

Polling: Aher Bakal Cawapres yang Paling Dekat dengan Umat Islam

Sabtu, 21 Jul 2018 07:16

Pendiri Insist: Yang Lebih Tepat Bukan Islam Nusantara tapi Fiqh Nusantara

Pendiri Insist: Yang Lebih Tepat Bukan Islam Nusantara tapi Fiqh Nusantara

Sabtu, 21 Jul 2018 06:37

Bunda, Jangan Jadikan Ananda Penghalang Kewajiban

Bunda, Jangan Jadikan Ananda Penghalang Kewajiban

Jum'at, 20 Jul 2018 23:15

Menjaga Keluarga dari Ancaman Liberalisasi, Mungkinkah?

Menjaga Keluarga dari Ancaman Liberalisasi, Mungkinkah?

Jum'at, 20 Jul 2018 22:54

Utang yang Dimiliki BUMN 5.000 T

Utang yang Dimiliki BUMN 5.000 T

Jum'at, 20 Jul 2018 22:53


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X