Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
27.654 views

Inilah Bukti Busuknya Nikah Mut'ah Ala Syi'ah Dari Kitabnya Sendiri

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.

Islam merupakan agama yang suci, terhormat, tinggi, dan maju. Ia datang dengan menjaga farji dan melindungi kehormatan serta memberikan aturan tegas dalam masalah tersebut. Karenanya Islam mengharamkan zina dan memberikan hukuman yang berat padanya. Islam juga menutup pintu-pintu zina seperti mengumbar pandangan kepada wanita yang bukan mahram, berkhalwat, ikhtilath dan segala sesuatu yang bisa menyebabkan terjadinya perzinaan.

Allah Ta'ala berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra': 32)

Berkat rahmat-Nya, Islam membuka pintu pernikahan yang syar'i, menganjurkan dan menyemangatinya. Karena di dalamnya terdapat kemashlahatan yang sangat besar. Seperti ketenangan jiwa, rasa cinta dan kasih sayang, mendapat keturunan, dan terjaganya kehormatan. Islam juga menetapkan syarat-syarat dalam pernikahan seperti adanya wali, saksi, dan mahar.  

Islam mengharamkan nikah dengan wanita yang masih mahram dan sangat keras dalam masalah itu. Memerangi orang yang mempermainkan kehormatan dan memudah-mudahkan (meremehkan)-nya. Sementara nikah mut'ah, -yaitu menikahi wanita sampai batas waktu tertentu seperti satu hari, tiga hari, satu pecan, dan seterusnya, dengan imbalan tertentu yang diberikan kepadanya. Jika sudah sampai waktu tersebut secara sendirinya terjadi perceraian-, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah mengharamkannya setelah sebelumnya dibolehkan dalam beberapa masa. Hikmah dari larangan itu, agar seorang muslim menikah yang daim (tetap). Karena dalam pernikahan tersebut terdapat cinta dan kasih sayang serta memperoleh keturunan, tidak melulu hanya untuk melampiaskan nafsu syahwat.

Pengharaman nikah mut'ah ini ditetapkan melalui sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib dan sahabat lainnya Radhiyallahu 'Anhum. Walau di awal pengharaman nampak samar oleh sebagian sahabat, tapi hal ini tidak menghalangi untuk memperjelas masalah ini.

Imam al-Khathabi berkata, "Pengharamannya (nikah mut'ah) itu seperti ijma' di antara kaum muslimin. Tidak ada khilaf (perselisihan/silang pendapat) di antara umat kecuali oleh satu kelompok saja, yaitu Syi'ah Rafidhah." (Dinukil dari Ithaf al-Kiram, ta'liq atas Bulugh al-Maram: 295)

Imam al-Syafi'i rahimahullah berkata: "Aku tidak pernah tahu ada sesuatu yang diharamkan lalu dibolehkan, lalu diharamkan (kembali) kecuali nikah mut'ah."

Imam Nawawi rahimahullah berpendapat, bahwa pengharaman mut'ah dan pembolehannya terjadi dua kali. Ia dibolehkan sebelum perang Khaibar, lalu diharamkan pada perang tersebut. Kemudian dibolehkan pada masa penaklukan Makkah, dan itu adalah tahun terjadinya perang Authas, kemudian diharamkan untuk selama-lamanya. (Diringkas dari Ithaf al-Kiram, ta'liq atas Bulugh al-Maram: 295)

Oleh sebab itu, kita tidak akan mendapatkan pembolehan nikah mut'ah ini dalam Al-Qur'an. Hal itu karena saat Allah menyebutkan tentang orang-orang beriman dan pujian atas mereka, Dia berfirman,

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ

"Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela." (QS. Al-Mukminun: 5-6) Allah tidak menyebutkan di dalamnya akan nikah mut'ah.

Kita tidak memiliki kepentingan dalam pengharaman nikah mut'ah kecuali sebagai bentuk pelaksanaan perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam benar-benar beriman dengan apa yang diturunkan kepada beliau, begitu juga orang-orang beriman. Mereka hanya mengatakan Sami'naa wa Atha'naa (kami mendengar dan kami taat) terhadap ketetapan hukum Allah.

Nurani yang sehat juga tidak akan menerima nikah mut'ah. Sehingga kita hampir-hampir tidak akan mendapati orang-orang yang membolehkan nikah mut'ah, ia ridha kalau anak wanitanya, saudarinya, atau ibunya dinikahi dengan cara mut'ah.

Dan yang lebih menyedihkan lagi, orang-orang yang membolehkan mut'ah mempraktekkannya seenaknya sendiri dengan berbagai bentuk yang busuk. Sehingga mut'ah menjadi pemandangan memuakkan, arena pelampiasan syahwat, penghancur kehormatan, dan merusak citra Islam dalam pandangan manusia.

Selanjutnya kami ingin nukilkan beberapa bukti dari kitab Syi'ah yang berisi pelegalan zina terselubung dalam nikah mut'ah dan berbagai bentuk busuk dalam mempraktekkannya.

1. Ruhullah al-Khumaini dalam kitabnya Tahrir al-Wasiilah (تحرير الوسيلة): II/241; dalam masalah ke 11, dia berkata: "Pendapat yang masyhur dan paling kuat, boleh menyetubuhi wanita pada duburnya. Dan sebagai tindakan hati-hati hendaknya ditinggalkan, khususnya ketika istrinya tidak suka."

Pada masalah ke 12, ia berkata: "Tidak boleh menyetubuhi istri sebelum sempurna 7 tahun, baik nikah abadi atau terputus (mut'ah). Adapun seluruh kegiatan bercumbu seperti membelai dengan syahwat, mengecup, dan memegang paha, itu tidak apa-apa sampai pada anak yang masih di susuan."

2. Al-Sayyid al-Khui dalam kitabnya Maniyyah al Sa-il (منية السائل) atau lebih dikenal dengan Fatawa al-Khu'i, hal 100, membolehkan mut'ah dengan pembantu, sama saja pembantu yang bertugas mencuci, memasak, bersih-bersih rumah, ataupun pembantu yang bertugas dalam mendidik anak. Tidak dibedakan pembantu yang dibawah tanggungan dia atau orang lain.

3. Muhammad al-Thusi, dalam kitabnya Tahdzib al-Ahkam, pada bab tambahan dalam fiqih Nikah (VII/460), riwayat no. 1843: menyebutkan riwayat yang disandarkan kepada Abu Abdillah, beliau berkata: "Jika seseorang menyetubuhi istrinya di duburnya dan sang (sang istri) dalam kondisi berpuasa, maka puasa tidak batal dan ia tidak wajib mandi."

4. Al-Thibrisi, dalam kitabnya Mustadrak al-Wasa-il, Kitab al-Nikah, hal. 452, menjelaskan tentang keutamaan dan pahala yang diperoleh orang yang melakukan mut'ah. (Riwayat no. 17257), dia menyandarkan riwayat tersebut kepada imam Al-Baqir: "Jika dia melakukannya (mut'ah) karena Allah 'Azza wa Jalla  dan menyelisihi si fulan, maka tidaklah ia mengucap satu ucapan kecuali Allah mencatatnya sebagai satu kebaikan untuknya. Jika ia menyetubuhinya, Allah akan mengampuni dosanya. Jika ia mandi, Allah memberi ampunan untuknya sejumlah air yang membasahi kepalanya, yaitu sebanyak rambutnya."

(No. 17258) dalam riwayat yang disandarkan kepada Imam al-Shadiq, ia berkata: "Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla mengharamkan setiap minuman yang memabukkan atas Syi'ah (kelompok) kami, dan menggantinya dengan mut'ah."

(No. 17259) dalam riwayat yang bersumber dari al-Baqir, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Ketika aku diisra'kan ke langit, Jibril menemuiku, lalu berkata: 'Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla  berfirman: "Sesungguhnya aku telah mengampuni orang-orang yang melakukan nikah mut'ah dari kalangan wanita".'

5. Muhammad al-Thusi, dalam kitabnya Tahdzib al-Ahkam, pada bab Perincian Hukum-hukum Nikah (VII/256): (no. 1105) menyebutkan riwayat yang bersumber dari Imam al-Ridha: Bahwa beliau membolehkan menikahi wanita Yahudi, Nashrani, bahkan Majusi secara mut'ah.

(No. 1106) riwayat dari Abu Abdillah, ia berkata: "Seorang laki-laki boleh bermut'ah dengan wantia Majusi." Tetapi bermut'ah dengan wanita mukminah adalah lebih utama.  

Catatan penulis: Padahal Allah berfirman:

وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّى يُؤْمِنَّ وَلَأَمَةٌ مُؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّى يُؤْمِنُوا وَلَعَبْدٌ مُؤْمِنٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ أُولَئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ وَيُبَيِّنُ آَيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

"Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran." (QS. Al-Baqarah: 221)

6. Abu al-Qashim al-Khu-i (ulama besar al-Hauzah al-'Ilmiyah) dalam kitab Shirath al-Najaat fi Ajwibah al-Istifta-at. Memberikan jawaban atas beberapa pertanyaan:

(Jawaban pertanyaan 844): "Boleh melakukan akad nikah mut'ah melalui telepon."

Catatan penulis:: Lalu apa bedanya nikah semacam ini dengan seseorang yang memboking wanita pelacur?

(Jawaban pertanyaan 849): "Jika dibuat syarat sebelum nikah mut'ah dilaksanakan agat tidak melakukan coitus (memasukkan zakar ke farji), lalu ternyata melakukannya maka tidak disebut zina."

(Jawaban pertanyaan 850): "Tidak boleh melakukan perpanjangan kontrak dalam mut'ah kecuali setelah kontrak pertama selesai."

7. Ruhullah al-Khumaini, dalam kitabnya Tahrir al-Wasiilah (تحرير الوسيلة): II/292; dalam masalah ke 17, menfatwakan bahwa disunnahkan wanita yang dimut'ah adalah mukminah yang menjaga kesuciannya dan menanyakan statusnya sebelum melakukan akad, apakah punya suami atau sedang masa iddah. Tetapi ini tidak menjadi syarat sahnya mut'ah.

Sementara pada masalah ke 18, dia (Khumaini) membolehkan bermut'ah sama wanita pezina. Padahal Allah Ta'ala berfirman,

الزَّانِي لَا يَنْكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

"Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin." (QS. Al-Nuur: 3)

8. Al-Thibrisi, dalam kitabnya Mustadrak al-Wasa-il, Kitab al-Nikah, hal. 458, pada bab ke 8 mengatakan, "Tidak haramnya melakukan mut'ah dengan wanita pezina (pelacur) walaupun terus menerus." Dan hal ini disandarkan kepada riwayat yang bersumber dari Abu Abdillah. Keterangan ini juga disebutkan oleh Syaikh al-Mufid dalam Risalah al-Mut'ah.

Bab ke 9 dari kitab tersebut berbunyi: "Bab tidak wajibnya melakukan penelitian dan bertanya tentang kondisi status wanita yang dimut'ah."

Penutup

Demikianlah buruknya ajaran syi'ah dalam uruan nikah yang sangat mereka agung-agungkan. Sesungguhnya ajaran yang demikian hinanya tidak mungkin bersumber dari wahyu. Dan Mahasuci Allah dari mensyariatkan ajaran yang demikian.

Tidak lain ajaran yang demikian adalah bersumber dari hawa nafsu. Baik karena dorongan syahwat atau sentimen terhadap kaum mukminin yang tidak sepaham dengan mereka. Hanya karena Amirul Mukminin Umar bin al-Khathab dengan tegas menerapkan keharamannya dalam kasus Amru bin Harits, lalu mereka mati-matian menghalalkan dan memerintahkannya. Maka tepat apa yang disampaikan para ulama, ajaran syi'ah dibangun di atas menyelisihi Ahlus Sunnah wal Jama'ah.

Sesungguhnya akal sehat tidak bisa menerimanya, tapi kenapa mereka berusaha melestarikannya. Padahal mereka yang mengagungkan mut'ah tidak rela jika ibu mereka, istri mereka, anak perempuan mereka, atau saudari mereka dinikahi dengan cara mut'ah sesuai ketentuan dalam kitab-kitab mereka di atas. Semoga Allah menunjuki kita kepada jalan kebenaran, yaitu jalan hidupnya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, para sahabatnya dari kalangan shiddiqin, syuhada' dan shalihin. [PurWD/voa-islam.com]

Tulisan Terkait:

1. Akibat Nikah Mut'ah, Wanita Syi'ah Mengidap Gonore

2. Ajaran Syi'ah Menghina dan Mengkafirkan Ahlus Sunnah

3. Kesaksian Kitab Syi'ah, Kenapa Orang Syi'ah Melaknat Abu Bakar Shidiq?

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Tsaqofah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Infaq Dakwah Center

Super Qurban ke Pesantren, Penjara, Keluarga Mujahid dan Dakwah Pedalaman

Super Qurban ke Pesantren, Penjara, Keluarga Mujahid dan Dakwah Pedalaman

Qurban adalah amal shalih yang paling utama, lebih utama daripada jihad. Mari berqurban ke pesantren, penjara, peluarga mujahid, dakwah pedalaman dan rawan pemurtadan. ...

Tragedi Ampli Berdarah, Muhammad Zahra Tewas Dibakar Massa. Ayo Bantu Keluarga Yatim..!!

Tragedi Ampli Berdarah, Muhammad Zahra Tewas Dibakar Massa. Ayo Bantu Keluarga Yatim..!!

Usai shalat asar dalam perjalanan pulang, pria ini dituduh mencuri ampli mushalla. Tanpa pembuktian dan pengadilan, ia dianiaya, dikepruk, ditelanjangi dan dibakar hingga tewas....

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Puluhan muallaf Desa Bombanon hidup menumpang di rumah-rumah Kristen yang kental dengan suasana Salib. Makanan tidak terjamin dari babi dan makanan haram lainnya. ...

Yatim Berprestasi ini Akan Lanjut Kuliah ke Al-Azhar Kairo, Butuh Biaya 13 Juta. Ayo Bantu..!!!

Yatim Berprestasi ini Akan Lanjut Kuliah ke Al-Azhar Kairo, Butuh Biaya 13 Juta. Ayo Bantu..!!!

Yatim putra Makassar ini mendapatkan beasiswa program S1 di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, tapi terkendala biaya transport. Ayahnya sudah wafat, ibunya seorang guru ngaji....

Mutsana Anak Mujahid Dirawat Intensif di Rumah Sakit Karena Kelainan Imunitas. Ayo Bantu..!!

Mutsana Anak Mujahid Dirawat Intensif di Rumah Sakit Karena Kelainan Imunitas. Ayo Bantu..!!

Anak mujahid ini tergolek di rumah sakit, sementara sang ayah sedang menjalani ujian penjara akibat amaliah jihad bersama Kafilah Mujahidin Aceh beberapa tahun silam. ...

Latest News
Ustadz Bey

Ustadz Bey "Pendeta Islam" Naik Haji

Kamis, 24 Aug 2017 09:29

Duta Besar Rusia untuk Sudan Ditemukan Tewas di Kediamannya di Khartoum

Duta Besar Rusia untuk Sudan Ditemukan Tewas di Kediamannya di Khartoum

Kamis, 24 Aug 2017 06:45

Pelakor, Saat Perempuan Hobi Menyakiti Sesamanya

Pelakor, Saat Perempuan Hobi Menyakiti Sesamanya

Kamis, 24 Aug 2017 00:14

Niatkan Lelahmu karena Lillah, Wahai Para Ikhwah!

Niatkan Lelahmu karena Lillah, Wahai Para Ikhwah!

Rabu, 23 Aug 2017 22:01

Yusril: Sebagai Pewaris Pemikiran Masyumi, PBB Tegas Tidak Kompromi dengan Komunis!

Yusril: Sebagai Pewaris Pemikiran Masyumi, PBB Tegas Tidak Kompromi dengan Komunis!

Rabu, 23 Aug 2017 21:43

Chad Tutup Kedubes Qatar, Beri Tenggat Waktu 10 Hari Pada Seluruh Staf Untuk Pergi

Chad Tutup Kedubes Qatar, Beri Tenggat Waktu 10 Hari Pada Seluruh Staf Untuk Pergi

Rabu, 23 Aug 2017 21:33

Sindikat Pemain Isu SARA Diduga Bermain di DKI dan Jabar, Andi: Di DKI Sudah Keok

Sindikat Pemain Isu SARA Diduga Bermain di DKI dan Jabar, Andi: Di DKI Sudah Keok

Rabu, 23 Aug 2017 20:43

Sambutan Jokowi ke Sekjen Partai Komunis Vietnam seperti Kepala Negara Dinilai Berlebihan?

Sambutan Jokowi ke Sekjen Partai Komunis Vietnam seperti Kepala Negara Dinilai Berlebihan?

Rabu, 23 Aug 2017 19:49

Jika Tampilkan Pramugari Berbikini, FAUIB Magelang Minta Pemerintah Batalkan Izin Vietjet Air

Jika Tampilkan Pramugari Berbikini, FAUIB Magelang Minta Pemerintah Batalkan Izin Vietjet Air

Rabu, 23 Aug 2017 19:30

Indonesia Berpotensi Diatur-atur oleh Negara Lain karena Banyak Utang

Indonesia Berpotensi Diatur-atur oleh Negara Lain karena Banyak Utang

Rabu, 23 Aug 2017 18:49

Buka Rute ke Indonesia, Vietjet Air Jamin Pramugarinya Tak Berbikini Saat di Pesawat

Buka Rute ke Indonesia, Vietjet Air Jamin Pramugarinya Tak Berbikini Saat di Pesawat

Rabu, 23 Aug 2017 18:24

Meikarta dan Politik Kepentingan Pengusaha

Meikarta dan Politik Kepentingan Pengusaha

Rabu, 23 Aug 2017 18:03

Negara Acapkali Terima Bantuan (Utang), Gerindra: Apa Benar Bangsa Kita Melarat?

Negara Acapkali Terima Bantuan (Utang), Gerindra: Apa Benar Bangsa Kita Melarat?

Rabu, 23 Aug 2017 17:49

Sekjen PKV Kunjungi Indonesia, FAUIB Magelang: Hati-hati Ada Upaya Mengubah Haluan Negara

Sekjen PKV Kunjungi Indonesia, FAUIB Magelang: Hati-hati Ada Upaya Mengubah Haluan Negara

Rabu, 23 Aug 2017 17:36

Luncurkan PayTren Academy, Ustadz Yusuf Mansur Inginkan Mitra PayTren Berpendidikan Minimanl S2

Luncurkan PayTren Academy, Ustadz Yusuf Mansur Inginkan Mitra PayTren Berpendidikan Minimanl S2

Rabu, 23 Aug 2017 17:01

Jimly: PT Jangan Hambat Demokrasi dan Konsolidasi

Jimly: PT Jangan Hambat Demokrasi dan Konsolidasi

Rabu, 23 Aug 2017 16:49

Pemerintahan Trump Putus Bantuan Keuangan untuk Mesir

Pemerintahan Trump Putus Bantuan Keuangan untuk Mesir

Rabu, 23 Aug 2017 16:35

Pihak Berwenang Saudi Tangkap Remaja Pelaku Peludah Al-Qur'an

Pihak Berwenang Saudi Tangkap Remaja Pelaku Peludah Al-Qur'an

Rabu, 23 Aug 2017 14:15

Sel Militan Terkait Serangan di Barcelona Rencanakan Pemboman yang Lebih Besar

Sel Militan Terkait Serangan di Barcelona Rencanakan Pemboman yang Lebih Besar

Rabu, 23 Aug 2017 12:45

Ini 10 Fakta Soal Murtadin 'Penghina Nabi' Fadil Mulya yang Mengaku Ustadz

Ini 10 Fakta Soal Murtadin 'Penghina Nabi' Fadil Mulya yang Mengaku Ustadz

Rabu, 23 Aug 2017 11:28


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X