Senin, 1 Zulhijjah 1447 H / 18 Mei 2026 10:37 wib
294 views
Emas di Bulan Dzulhijjah: Raih Pahala Berlipat di 10 Hari Pertama
Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulullah -Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Bulan Dzulhijjah adalah bulan ke-12 dalam kalender Hijriyah; sekaligus salah satu dari empat bulan Haram. Di dalamnya berkumpul ibadah-ibadah besar: haji, umroh, shalat Idul Adha, dan ibadah kurban (udhiyah). Allah Ta’ala menjadikan bulan ini sebagai musim ketaatan tahunan yang ‘wajib’ dimanfaatkan oleh setiap muslim.
Di antara seluruh waktu di bulan ini, 10 hari pertama Dzulhijjah memiliki kedudukan yang paling istimewa.
1. Diabadikan Melalui Sumpah Allah dalam Al-Qur'an
Begitu mulianya waktu ini, Allah SWT sampai bersumpah di dalam Al-Qur'an:
وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ
“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1-2)
Imam Al-Thabari dalam menafsirkan “Wa Layaalin ‘Asr” (Dan malam yang sepuluh), “Dia adalah malam-malam sepuluh Dzulhijjah berdasarkan kesepakatan hujjah dari ahli ta’wil (ahli tafsir).” (Jaami’ al Bayan fi Ta’wil al-Qur’an: 7/514)
Penafsiran ini dikuatkan oleh Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat ini, “Dan malam-malam yang sepuluh, maksudnya: Sepuluh Dzulhijjah sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abbas, Ibnu Zubair, Mujahid, dan lebih dari satu ulama salaf dan khalaf.” (Ibnu Katsir: 4/535)
Selain itu, Allah juga berfirman dalam QS. Al-Hajj ayat 28 agar umat Islam memperbanyak dzikir pada Ayyaam Ma’lumaat (hari-hari yang ditentukan), yang oleh Ibnu Abbas dipastikan sebagai 10 hari pertama Dzulhijjah.
2. Hari-Hari Terbaik di Dunia untuk Beramal Shalih
Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa tidak ada hari yang lebih utama di dunia ini melebihi 10 hari pertama Dzulhijjah. Beliau bersabda:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ
"Tidak ada satu amal shaleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan pada hari-hari ini."
Para sahabat bertanya, "Tidak pula jihad di jalan Allah?" Nabi ﷺ menjawab, "Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun (syahid)." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).
Dalam riwayat lain oleh HR. Al-Bazzar dan Ibnu Hibban, Rasulullah ﷺ juga mengonfirmasi:
أَفْضَلُ أَيَّامِ الدُّنْيَا أَيَّامِ الْعَشْرِ يَعْنِيْ عَشْرَ ذِي الْحِجَّةِ
"Hari-hari di dunia yang paling utama adalah hari-hari sepuluh (Dzulhijjah)."
3. Amalan Utama yang Dianjurkan
Untuk memanen pahala di ladang emas ini, ulama rahimahumullah menganjurkan beberapa amalan utama:
- Memperbanyak Dzikir (Tahlil, Takbir, Tahmid): Sesuai perintah Nabi ﷺ, "Maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya." (HR. Ahmad).
- Berpuasa Sunnah: Khususnya dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah (Hari 'Arafah). Berdasarkan riwayat istri Nabi, "Rasulullah ﷺ biasa berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah." (HR. Abu Dawud). Puasa Arafah ini bahkan menghapuskan dosa dua tahun.
- Ibadah Kurban (Udhiyah): Dilaksanakan pada Yaumun Nahar (10 Dzulhijjah), yang merupakan salah satu hari teragung dalam setahun di mana berbagai ketaatan berkumpul.
- Amal Shalih Umum: Meningkatkan shalat sunnah, membaca Al-Qur'an, bersedekah, menyantuni anak yatim, memperbarui taubat, dan amal shalih selainnya.
Kesimpulan
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Munajjid -saat menjelaskan keutamaan kumpulan hari ini- mengingatkan bahwa kesempatan hidup hingga menemui 10 hari pertama Dzulhijjah adalah nikmat yang luar biasa. Karunia ini disediakan Allah agar semangat ibadah kita terus terjaga.
Mari manfaatkan kesempatan emas ini dengan bersungguh-sungguh. Semoga kita digolongkan sebagai hamba yang istiqamah dan pulang menghadap-Nya dengan bekal yang cukup menuju surga. Aamiin. [PurWD/voa-islam.com]
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!