Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
23.877 views

Abdullah Hehamahua,Putra Saparua Yang Tak kenal Takut

“Saya fikir saya yang terlambat”, itulah ucapan pertama yang keluar dari mulut bang Abdullah Hehamahua - begitu beliau biasa di panggil - saat kami bertemu di Masjid Al Barkah di bilangan Bukit Duri Jakarta Selatan. Usai shalat maghrib, beliau mengajak kami ke rumah kontrakannya yang terletak di sebuah gang sempit tak jauh dari mesjid tadi, sebuah rumah kontrakan sederhana untuk ukuran seorang pejabat KPK. Dalam suasana santai dan bersahaja kami memulai wawancara dengan beliau, berikut petikannya.

 

”Boleh ceritakan masa kecil dan remaja abang ?”

 

Beliau mengawali perbincangan ini dengan cerita panjang lebar tentang masa sekolah dasar dan menengah yang dihabiskan di tanah kelahirannya,pengalamannya sebagai wartawan dan aktivis hmi,hingga di percaya kembali menjadi penasihat kpk untuk yang kedua kalinya.berikut petikan wawancara  antara voa-islam dengan beliau

 

”Masa kecil dan remaja, saya lalui di kampung kelahiran yang bernama Iha (Saparua, Ambon) dimana hingga kini saya tidak bisa kembali kesana akibat konflik Ambon tahun 1999 yang lalu” katanya sambil menunduk. ”SD hingga SMA saya di kampung tetangga Saparua yang mayoritas penduduknya beragama Kristen. Di sekolah ini saya biasa mendapatkan pelajaran agama Kristen, yang ini kemudian sangat berguna bagi saya untuk menasihati murid-murid Kristen ketika saya mengajar di SMA Makasar yang lebih dari separuh muridnya beragama Kristen. Atau untuk menasihati teman-teman di KPK yang bukan beragama Islam”

 

”Mengapa ke sekolah kristen ?”  

 

”Waktu itu ayah saya bilang kalau bersekolah di madrasah nantinya cuma jadi marbot. Di kampung saya yang ada memang madrasah saja, tidak ada sekolah negeri. Jadi, ayah menyekolahkan saya ke kampung tetangga yang ada sekolah negerinya meskipun harus mendapatkan pelajaran dan suasana Kristen.”

 

”Berapa jarak yang harus ditempuh untuk sekolah ke kampung tetangga itu ?”

 

Yaa kira-kira 4 jam perjalanan kaki pergi dan pulang”, katanya sambil tertawa. ”Saya selalu ceritakan ini kepada anak-anak saya betapa sulitnya masa itu untuk mendapatkan ilmu, tidak seperti sekarang. Tapi anak-anak saya selalu jawab ... ya iyalaah dulu dan sekarangkan lain...”

 

”Abang dulu terkenal sebagai aktifis mahasiswa dan katanya pernah keluar masuk penjara beberapa kali, bisa diceritakan ?”

 

”Ya...” katanya antusias. ”Sebagai aktivis mahasiswa dan wartawan, saya pernah masuk penjara beberapa kali. Yang pertama pada saat maraknya demo mahasiswa untuk menurunkan Soekarno, pada tahun 1967. Saya di penjara bersama beberapa rekan aktivis mahasiswa lain  yang tergabung dalam KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) selama beberapa bulan di Korem Makassar. Juga pernah di tahan karena menulis artikel di koran mahasiswa tentang kesalahfahaman yang terjadi antara dirinya dengan polisi. Dan yang terlama ialah ketika saya bersama 4 teman lainnya di tangkap pada saat terjadi peristiwa Malari tahun 1974. Namun tuduhan yang di timpakan kepada kami bukan karena peristiwa Malari, melainkan karena kami ingin mendirikan Negara Islam. Hal ini dikarenakan aparat keamanan saat menggerebek kantor sekretariat HMI, secara tak sengaja menemukan sebuah buku yang judulnya Konsep Negara Islam karya Maududi dan sebuah tulisan di buku harian teman ”Mungkinkah Negara Islam wujud di Indonesia ?”. Saya harus menjalani masa hukuman di penjara selama 1 tahun 8 bulan” Ada kejadian lucu ketika di penjara, selesai berceramah di pengajian untuk para tahanan, sipir penjara mendekati saya dan berkata, ”sst..,pak Abdullah, jangan ”keras-keras”ceramahnya,” Saya jawab,”loh..kan sudah di dalam, apa yang mesti saya takuti?! apa di tangkap lagi?!” katanya sambil tertawa.

 

Abdullah Hehamahua yang beristrikan Emma Suhartrimah Heryatti gadis yang dikenalnya saat mengisi acara TC kepengurusan HMI, pernah berhijrah ke Malaysia selama beberapa tahun sampai Orde Baru tumbang pada tahun 1998. Beliau membawa serta istri dan 3 orang anaknya Rabiah Adawiyah (S 1 Akuntansi),  Muhammad Imam Ghazali (Diploma I.T), dan Muhammad Yusuf Abduh (calon Master Tehnik Kimia). Selama dalam masa hijrahnya beliau dianugerahi Allah seorang putra yang diberi nama Muhammad Fajar Hijratullah (tahun akhir di UIA Malaysia jurusan Antariksa)

 

”Apa yang mendorong abang untuk hijrah ke Malaysia pada tahun 1984 ?”

 

”Waktu itu situasi politik sangat mencekam setelah terjadi peristiwa berdarah pembantaian ummat Islam yang sedang menghadiri tabligh akbar di Tanjung Priok Jakarta Utara oleh tentara. Saat itu PANGAB L.B. Murdani dan PANGDAM JAYA Tri Sutrisno. Sebagian besar ummat Islam menolak pemaksaan asas tunggal Pancasila oleh Soeharto karena dianggap bertentangan dengan aqidah Islam dan UUD 1945 pasal 29. Terlebih Pancasila yang dimaksud adalah tafsiran yang berdasarkan aliran Kejawen yang penuh kemusyrikan. Setelah peristiwa itu, terjadi penangkapan besar-besaran terhadap para muballigh dan aktifis Muslim. Melihat situasi yang tidak kondusif ini maka saya bersama beberapa teman  berhijrah ke Malaysia dengan maksud agar perjuangan tidak berhenti. Bersama beberapa teman kami membuka jaringan dengan para pejuang Muslim dari belahan dunia lainnya yang berkumpul di negeri jiran itu. Waktu itu Malaysia sangat welcome menyambut para mustadh’afiin dari dunia Islam. Secara pribadi, saya alhamdulillah menyelesaikan program diploma elektro di perguruan tinggi swasta. Sempat juga jualan es kelapa dan pisang goreng di pinggir jalan Kuala Lumpur yaa...untuk survival-laah, dan kemudian menjadi editor di sebuah penerbitan buku. Pada  bulan Mei 1998, rezim Orde Baru tumbang dan terjadi euphoria politik pada bangsa ini, saya dan teman-teman kembali ke tanah air.”

 

”Abang sempat juga berkiprah di dunia politik praktis setelah itu, yaitu memimpin Partai Masyumi, mengapa tidak bergabung ke partai Islam yang sudah ada seperti PPP (Partai Persatuan Pembangunan) ?”

 

”PPP itu produk Orba sehingga tidak mungkin orang-orang seperti saya bisa masuk. Tapi yang terlebih penting lagi adalah amanah yang diberikan kepada saya oleh musyawarah besar Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) untuk menyelenggarakan Kongres Ummat Islam Indonesia yang diharapkan setelah itu hasilnya adalah menghidupkan kembali Partai Masyumi (Majlis Syuro Muslimin Indonesia). Namun karena respon pemerintah yang waktu itu dipimpin  oleh B.J. Habibie tidak menggembirakan, maka akhirnya kongres yang dibebankan kepada saya tersebut tidak jadi dilaksanakan. Adapun saya kemudian menjadi Ketua Umum Partai Masyumi, dikatakan oleh teman-teman - sebagai konsekwensi logis dari amanah yang sudah diemban oleh saya yang harus menyelenggarakan Kongres Ummat Islam Indonesia yang hanya terlaksana 2 kali.”

 

”Pada pemilu tahun 1999, Partai Masyumi mendapat satu kursi di DPR, mengapa bukan abang yang menjadi anggota DPR ?”

 

”Saya menganggap kurang efektif bersuara hanya dengan satu suara disana, namun begitu tetap saya tempatkan utusan partai di DPR.” ujarnya.

 

”Bagaimana nasib Partai Masyumi saat ini ?”

 

”Yaa karena tidak mencapai batas minimal perolehan suara, maka dengan sendirinya bubar. Namun sempat juga diupayakan untuk ikut kembali pemilu tahun 2004 tapi gagal sebelum bertanding karena tidak memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh UU”

 

Tahun 2000, DPR mensahkan UU tentang pembentukan KPKPN (Komisi Pemberantasan Korupsi Penyelenggara Negara) yang kemudian pada tahun 2005 berubah nama menjadi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  Di lembaga yang sering disebut secara sinis sebagai lembaga ”super body” ini, nama Abdullah Hehamahua seperti tidak bisa dipisahkan, karena pada pembentukan pertama beliau menjadi wakil ketua dan yang kedua menjadi penasihat. Beliau memberikan contoh yang tidak pernah terbayangkan oleh para pejabat masa kini. Misalnya beliau tidak menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi, lebih rela naik ojeg ketika kunjungan ke daerah daripada naik mobil pejabat daerah yang dikunjunginya itu karena dikhawatirkan mempengaruhi penilaiannya terhadap pejabat tersebut.

 

Ketegasan beliau memberantas korupsi juga pernah ditunjukkan kepada bangsa ini yaitu

dari 11 orang yang dulu di laporkan KPK ke polisi akibat dugaan korupsi, 9 orang di antaranya adalah mantan aktivis HMI, hal inilah yang membuatnya merasa prihatin dan tentunya menjadi pertentangan batin tersendiri, karena yang akan menjebloskan mereka ke penjara adalah juga  mantan anggota dan ketua PB HMI sendiri. Saat KPK menyidik para mantan aktivis HMI yang di tuduh korupsi, aktivis HMI yang lain sering  menelponnya, mereka merayu agar para tersangka tersebut tidak di masukkan ke penjara, tapi Abdullah menjawab dengan tegas ”saya ini ingin menyelamatkan mereka” para penelponnya bingung dengan jawaban ini, apa maksudnya menyelamatkan, sedangkan mereka akan dimasukkan ke penjara? "Saya jawab, lebih baik saya menyelamatkan mereka sekarang dengan memenjarakannya dari pada nanti di akhirat mereka di siksa di neraka karena korupsi, semoga dengan masuk penjara bisa menjadi tempat untuk bertobat, dan terhapus dosa-dosa mereka" jelasnya. ''Sebagai senior, lebih baik saya yang menghukum daripada harus orang lain. Itu lebih menyakitkan," tambahnya.

Sikap terpuji lainnya juga pernah ditunjukkannya sebelum beliau menjadi pejabat misalnya ketika mengurus pembuatan paspor di Kedutaan Indonesia di Kuala Lumpur, beliau ikut antrian panjang bersama masyarakat Indonesia yang kebanyakannya para buruh atau pembantu rumah tangga, padahal ada teman baiknya di kantor kedutaan yang ingin membantunya supaya urusannya lebih cepat selesai.

 

”Mengapa abang lebih tertarik kepada urusan pemberantasan korupsi daripada yang lainnya ?”

 

”Korupsi di negara ini oleh banyak orang disebut sudah membudaya. Itu artinya masyarakat Indonesia dengan korupsi tidak bisa dipisahkan dalam kehidupannya. Negara ini adalah negara yang paling kaya di dunia, kekayaan alamnya melimpah ruah, bahkan masih terlalu banyak yang belum digali dan dibudi-dayakan, tetapi aneh kenapa kebanyakan rakyatnya miskin. Ternyata setelah diteliti faktor utama penyebab kemiskinan itu adalah korupsi. Berapa ratus trilyun anggaran negara menguap setiap tahunnya. Meskipun negara berhutang cukup besar untuk menanggulangi kemiskinan, kebodohan, dan lain sebagainya, tetapi hutang itupun bocor dimana-mana. Sehingga kemiskinan tidak pernah berkurang.” katanya bersemangat.

 

”Lalu bagaimana menanggulangi korupsi yang sudah membudaya itu ?”

 

”Harus dimulai dari atas. Dalam hal ini para penyelenggara negara harus dibersihkan terlebih dahulu baik dari kalangan eksekutif, legislatif, maupun judikatif. Mereka adalah lembaga-lembaga yang menentukan warna negeri ini. Kemudian masukkan prihal korupsi ini dalam mata pelajaran di sekolah baik melalui pelajaran agama, kewarganegaraan, sejarah, dan lain-lain dari tingkat SD sampai Perguruan Tinggi”

 

”Belakangan mulai ada suara-suara sumbang yang menganggap KPK sebagai ”superbody” karena kekuasaannya terlalu luas hingga masuk ke ruang-ruang pribadi kehidupan seseorang, menurut abang ?”

 

”Saya kira KPK tidak pernah melenceng dari aturan main yang telah digariskan sebagaimana tertuang dalam undang-undang. Kami sangat berhati-hati dalam hal ini karena kami tidak ingin ada celah sedikitpun untuk pihak-pihak yang tidak suka dengan lembaga ini, punya alasan untuk menyerang kami atau memandulkan kami.”

 

”Perlu waktu berapa lama untuk membasmi korupsi di negara ini ?”

 

”Tiga puluh tahun” ujarnya tegas. ”Asalkan semua fihak mendukung usaha ini, terutama pemerintah, karena bagaimanapun lembaga ini dibentuk oleh pemerintah dan DPR. Aturan main yang ada saat ini sudah cukup  memberikan tenaga buat KPK melakukan aksinya, oleh karenanya jangan di utak-atik lagi apalagi sampai dimandulkan.”

 

Abdullah mengakui, pilihannya untuk kembali mengabdi ke KPK itu tak sesuai dengan keinginan keluarga. Bahkan, empat anaknya sudah melarangnya mencalonkan diri menjadi penasihat lagi. Namun, dia kembali terpanggil karena korupsi tak pernah habis.

.
Dalam dua periode masa tugasnya, Abdullah mengaku sudah banyak memberikan kontribusi bagi tugas KPK. Pada masa awal berdirinya lembaga antikorupsi itu, dia ikut turun tangan menyusun nilai identitas KPK, kode etik, standar prosedur operasional. Namun, di fase kedua jabatannya, dia bertugas menjembatani komunikasi pimpinan satu dengan lainnya.


"Tugas saya menjembatani para pimpinan karena keputusan yang diambil KPK adalah kolegial," jelasnya. Artinya, tak ada satu pun peran pimpinan yang menonjol dalam pengambilan keputusan. Tugas Abdullah memang tidak kecil. Setiap Senin dan Jumat, dia selalu memberikan surat elektronik (e-mail) kepada semua anak buahnya di komisi. Pertama, menyangkut tugas mereka memberantas korupsi. Kedua, nasihat spiritual atau tausiyah.

 


”Ada pesan yang ingin disampaikan untuk generasi muda Muslim ?”

 

”Ya. Saya berpesan untuk kaum muda, pertama, jadilah hamba tauhidiyah, yaitu hamba yang mewakafkan diri hanya pada Allah. Semua fikiran, perasaan,  dan gerak anggota tubuh hanya untuk mendapat ridha Allah. Kedua, .jadilah generasi Qur’aniyah yaitu hamba yang seluruh pemikiran, perasaan, dan gerak anggota tubuhnya berdasarkan Qur’an, artinya, dirinya adalah Qur’an yang bergerak. Ketiga, jadilah generasi pionir, yaitu hamba yang selalu tampil sebagai teladan dalam prestasi, baik di rumah, di tempat kerja, di sekolah atau di kampus dengan meneladani perilaku Rosulullah. Keempat, jadilah mujahid, mujaddid, dan mujtahid yaitu hamba yang selalu berjuang di jalan Allah dengan pemikiran, inovasi, kreativitas, harta dan jiwanya, setiap saat, dimanapun dan kapanpun.

Sebelum wawancara berakhir pada pukul 21.30 wib, kami dipersilahkan minum teh manis, dan pisang goreng yang katanya pisangnya diambil dari kebun di belakang rumahnya  di Depok.

(voa-islam.com)

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Upclose lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Hamas Bersikeras Tentara Israel Tidak Akan Dibebaskan Sampai Ada Kesepakatan Pertukaran Tahanan

Hamas Bersikeras Tentara Israel Tidak Akan Dibebaskan Sampai Ada Kesepakatan Pertukaran Tahanan

Senin, 29 Nov 2021 21:30

Waspadai Gelombang Ketiga COVID-19 Saat Liburan Akhir Tahun

Waspadai Gelombang Ketiga COVID-19 Saat Liburan Akhir Tahun

Senin, 29 Nov 2021 19:45

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

Senin, 29 Nov 2021 19:00

MK Minta UU Ciptaker Direvisi, AHY: Ini Sejalan dengan Pertimbangan Demokrat

MK Minta UU Ciptaker Direvisi, AHY: Ini Sejalan dengan Pertimbangan Demokrat

Senin, 29 Nov 2021 17:53

Pemerintah Segera Laksanakan Putusan MK atas Pengujian Formil UU Cipta Kerja

Pemerintah Segera Laksanakan Putusan MK atas Pengujian Formil UU Cipta Kerja

Senin, 29 Nov 2021 17:36

Beginilah Kita Mencintai Tanah Air Kita

Beginilah Kita Mencintai Tanah Air Kita

Senin, 29 Nov 2021 17:02

Marabahaya Dibalik Maraknya Industri Kontes Kecantikan

Marabahaya Dibalik Maraknya Industri Kontes Kecantikan

Senin, 29 Nov 2021 15:23

Permendikbud tentang Kekerasan Seksual: Haruskah Jadi Polemik?

Permendikbud tentang Kekerasan Seksual: Haruskah Jadi Polemik?

Senin, 29 Nov 2021 15:11

Mengulik Kehidupan Selebriti, untuk Apa?

Mengulik Kehidupan Selebriti, untuk Apa?

Senin, 29 Nov 2021 12:51

Jebakan Busuk Itu Bernama Terorisme

Jebakan Busuk Itu Bernama Terorisme

Senin, 29 Nov 2021 11:38

Pasca Putusan MK, Legislator Minta Proyek Food Estate di Lahan Hutan Dihentikan

Pasca Putusan MK, Legislator Minta Proyek Food Estate di Lahan Hutan Dihentikan

Senin, 29 Nov 2021 08:58

Urgen, Mari Support Dakwah Media Voa Islam

Urgen, Mari Support Dakwah Media Voa Islam

Senin, 29 Nov 2021 04:06

Masjid Dinasti Umayyah Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Irak

Masjid Dinasti Umayyah Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Irak

Ahad, 28 Nov 2021 22:04

Partai Gelora Mulai Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

Partai Gelora Mulai Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

Ahad, 28 Nov 2021 16:52

MK Putuskan UU Ciptaker Inkonsitusional, PKS: Bukti Pemerintah Gegabah

MK Putuskan UU Ciptaker Inkonsitusional, PKS: Bukti Pemerintah Gegabah

Ahad, 28 Nov 2021 16:28

Family Festival 3 Persembahan Adara Resmi Digelar

Family Festival 3 Persembahan Adara Resmi Digelar

Ahad, 28 Nov 2021 16:06

Ustaz Zaitun Rasmin: Manhaj Wasathiyah Menolak Terorisme

Ustaz Zaitun Rasmin: Manhaj Wasathiyah Menolak Terorisme

Ahad, 28 Nov 2021 15:07

Mengapa Sebutan Teror Inggris Untuk Hamas Kontraproduktif

Mengapa Sebutan Teror Inggris Untuk Hamas Kontraproduktif

Sabtu, 27 Nov 2021 21:33

Inggris Resmi Larang Hamas, Sebut Sebagai 'Kelompok Teroris Islam'

Inggris Resmi Larang Hamas, Sebut Sebagai 'Kelompok Teroris Islam'

Sabtu, 27 Nov 2021 20:22

Muhyidin Junaidi: Moderasi Islam dan Moderasi Beragama itu Tidak Sama

Muhyidin Junaidi: Moderasi Islam dan Moderasi Beragama itu Tidak Sama

Sabtu, 27 Nov 2021 19:54


MUI

Must Read!
X