Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.874 views

Kelaparan Melanda Yaman, Dunia Hanya Diam

Sahabat VOA-Islam...

Duka dan derita seperti jalan tak berujung bagi umat Rosulullah SAW. Padahal Allah SWT telah memberikan kedudukan umat terbaik di antara umat lainnya. Tapi mengapa berbagai duka dan derita seperti datang terus silih berganti tak berhenti menyapa. Air mata sudah mengering, darah sudah banyak tertumpah, dan jutaan nyawa telah menjadi syuhada. Palestina dan Suriah masih terus bergejolak.

Genosida etnis Muslim Rohingya masih terus berlanjut. Sementara diskriminasi, intimidasi, kriminalisasi, penculikan, penindasan dan berbagai upaya untuk menghadang kebangkitan umat untuk berislam kaaffah dalam naungan Khilafah sampai saat ini terus berlangsung di seluruh belahan bumi di mana kaum muslimin berpijak. Kini kelaparan menjadi ancaman bagi saudara kita kaum Muslimin di Yaman.

Dikutip dari Sindonews.com, 9/1, Program Pangan Dunia memperkirakan bahwa sekitar 14 juta orang (80% penduduk) Yaman memakan makanan yang tidak aman. Setengah dari mereka diklasifikasikan sebagai kelompok terparah dari krisis makanan. Ekonom Yaman, Ahmed Shamakh, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa perang telah mendorong Yaman ke arah bencana kelaparan.

”Pembangunan telah berhenti di negeri ini. Bisnis juga telah ditutup. Ini sebagian besar memberikan kontribusi terhadap memburuknya situasi pangan di Yaman,” kata Shamakh.

”Selain itu, konflik telah menghabiskan banyak pekerjaan (warga) Yaman sehari-hari. Hari ini, beberapa warga sipil di Yaman makan dari sampah dan mengambil sisa yang mereka temukan di restoran. Ini membantu mereka bertahan hidup,” ujarnya.

Konflik perang berkepanjangan melanda Yaman sejak koalisi pimpinan Arab Saudi menggelar serangan udara pada Maret 2015 untuk mengusir pemberontak Houthi yang menduduki ibu kota Sanaa. Konflik inilah yang menjadi penyebab utama bagi bencana kelaparan di Yaman. PBB memperkirakan tiap 10 menit satu anak di bawah usia 10 tahun meninggal dunia akibat hal-hal yang sebenarnya bisa dicegah. Nasib bertambah buruk bagi anak-anak dan sekitar 2,2 juta bayi yang mengalami gizi buruk akut.

Sementara pasokan gandum hanya untuk beberapa bulan ke depan. Situasi ini semakin sulit karena bank-bank asing tak lagi mau bertransaksi dengan bank-bank komersial Yaman, sedangkan hampir 90 persen kebutuhan makanan dipasok dari hasil impor. Arab Saudi telah menumpahkan darah suci kaum muslimin dan anak-anak di Yaman, yang sejatinya adalah saudara mereka sendiri. Semua itu tak lain hanya untuk melayani tuan-tuan mereka, para kapitalis penjajah.

Mereka menjual jiwa mereka dengan ditukar ribuan nyawa kaum Muslimin hanya untuk membuat senang tuan-tuan mereka demi mengokohkan hegemoni mereka atas negeri-negeri kaum Muslimin. Dan menghalangi tegaknya sistem Islam di negeri-negeri kaum Muslimin. Sedangkan pemimpin negeri-negeri Islam lainnya hanya diam dan menyaksikan rakyat Yaman mati berlahan-lahan akibat kelaparan. Mereka tak mampu berbuat apa-apa untuk menghentikan konflik yang menjadi sumber bencana yang terjadi di Yaman, padahal mereka mampu untuk melakukannya.

Mereka hanya mengecam dan melakukan diplomasi sementara di belakang itu mereka mendukung dan bersekutu dengan para kapitalis penjajah yang menginginkan keuntungan dari konflik yang terjadi. Sungguh miris, mengingat kita adalah umat terbaik di bumi ini, sedangkan kini kita berada di titik terendah di mana kaum Muslimin yang lain membiarkan saudaranya sendiri mati kelaparan dan dibantai untuk menyenangkan musuh-musuh Islam. Bagaimana dunia hanya diam sementara telah terjadi bencana besar akibat perbuatan manusia dan perang di antara kaum Muslimin?

Di mana para pemimpin negeri-negeri Muslim di dunia ketika penduduk Yaman dan anak- anak mereka menahan lapar yang tak tertahankan? Padahal mereka dapat berbuat banyak untuk membantu saudara mereka dengan kedua tangan mereka. Tapi nyatanya mereka hanya terdiam tanpa berbuat apa-apa. Mereka justru menjadi kaki tangan para musuh-musuh Allah SWT untuk menghancurkan tiap jengkal tanah di mana kaum Muslimin, saudara mereka tinggal dan bernaung. Sungguh umat ini bagaikan ayam kehilangan induknya, sejak runtuhnya Kekhilafahan Islam tiada lagi pelindung dan perisai bagi umat Muslim sedunia.

Kezaliman dan ketidakadilan senantiasa menimpa umat ini karena tiada lagi seorang Khalifah yang membela dan menegakkan keadilan atas kaum Muslimin. Karena dengan tegaknya Khilafah menurut metode kenabian inilah yang akan menyingirkan para penguasa Muslim yang bangga dengan demokrasi dan nasionalismenya yang telah menjadi sekat pemisah bagi kaum Muslimin sedunia untuk menolong saudaranya yang tertimpa berbagai bencana dan kezaliman di belahan bumi yang lain.

Di sisi lain negara inilah yang akan menyatukan kaum Muslimin yang beriman dan senantiasa istiqomah terhadap janji Allah SWT atas kemenangan Islam sebagai satu tangan, yang akan melawan musuh-musuh Islam, menggerakkan bala tentaranya untuk melindungi darah, harta dan jiwa umat ini serta kehidupan anak-anaknya. Di bawah naungannya, generasi umat ini akan menikmati kehidupan yang aman, makmur dan selalu dalam lindungan.

Khalifah tidak akan pernah membiarkan rakyatnya dan anak-anak umat ini tidur dalam keadaan lapar sebagaimana Amirul Mukminin Umar bin Khathathab memanggul sendiri sekarung beras untuk ibu dan anak-anaknya yang kelaparan di tengah gelapnya malam. Sungguh kita merindukan seorang pemimpin seperti beliau yang melindungi umat ini dengan segenap jiwa dan raganya, yang tidak akan membiarkan dirinya tertidur lelap sebelum rakyatnya tidur dalam keadaan kenyang dan aman.

Semoga kita senantiasa bersungguh-sungguh dalam setiap perjuangan kita untuk kemuliaan Islam dan kaum Muslimin. Dan senantiasa istiqomah karena Allah SWT telah menjanjikan kemenangan bagi Islam dan kaum Muslimin.

“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai (Islam). Dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik “ (TQS. Al-Nur [24]: 55). Allahu’alam bishshawwab. [syahid/voa-islam.com]

Penulis: Ummu Naflah

(Aktivis Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Wilayah Cikupa)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas???

Di sini tempatnya-Kiosherbalku.com melayani Grosir & Eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan DISKON sd 60%. Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Anak Mujahid Nahimunkar Tasik Lahir Cesar, Butuh Biaya 10 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Anak Mujahid Nahimunkar Tasik Lahir Cesar, Butuh Biaya 10 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Pasca meninggalnya anak kedua, Ummi Keysan kembali diuji Allah Ta'ala. Ia harus harus menjalani persalinan bedah cessar, padahal kondisi ekonominya sedang dalam masa sulit....

Berjuang Hidup-Mati, Balita Hidrosefalus ini Ditinggalkan Kedua Orangtuanya. Ayo Bantu..!!

Berjuang Hidup-Mati, Balita Hidrosefalus ini Ditinggalkan Kedua Orangtuanya. Ayo Bantu..!!

Malang betul nasib Sofia Putri. Ia bertarung nyawa tanpa didampingi orang tua. Setelah operasi bedah kepala dua kali, pengobatan terhenti terbentur biaya, dan kepala terus membesar....

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa meninggal setelah dirawat intensif 13 hari. Semoga Allah membalas para donatur dengan keberkahan, rezeki melimpah, mensucikan jiwa, menolak bencana, dan melapangkan jalan ke surga....

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Diinfakkan Jadi Berkah dan Bernilai

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Diinfakkan Jadi Berkah dan Bernilai

Barang apapun yang tidak berguna lagi bagi Anda, bisa jadi sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi orang lain. Mari infakkan barang tak terpakai, agar menjadi sangat bernilai dunia akhirat....

Dapatkan Tausiyah Harian & Update Berita Islam, Mari Bergabung dalam Komunitas Info Dakwah

Dapatkan Tausiyah Harian & Update Berita Islam, Mari Bergabung dalam Komunitas Info Dakwah

Komunitas saling berbagi nasihat, ilmu dan update informasi dunia Islam. Semua dibagikan langsung ke HP anggota, 100% Free/Gratis..!!!...

Latest News
Dana Haji Diperuntukkan Bukan untuk Calon Konsekuensinya Hukum Pidana

Dana Haji Diperuntukkan Bukan untuk Calon Konsekuensinya Hukum Pidana

Ahad, 26 Mar 2017 06:45

Muhammad Kyaiku, Siapa Kyaimu?

Muhammad Kyaiku, Siapa Kyaimu?

Ahad, 26 Mar 2017 05:33

Mualaf April Fuller: Propaganda Menyudutkan Islam Makin Membuatku Jatuh Hati pada Islam

Mualaf April Fuller: Propaganda Menyudutkan Islam Makin Membuatku Jatuh Hati pada Islam

Sabtu, 25 Mar 2017 23:22

Menjadi Muslimah Tangguh

Menjadi Muslimah Tangguh

Sabtu, 25 Mar 2017 22:11

Habib Rizieq: Waspadai Tiga Propaganda Kaum Liberal Soal Pemisahan Politik dengan Agama

Habib Rizieq: Waspadai Tiga Propaganda Kaum Liberal Soal Pemisahan Politik dengan Agama

Sabtu, 25 Mar 2017 19:44

Myanmar Tolak Keras Penyelidikan PBB untuk Kejahatan Terhadap Muslim Rohingya

Myanmar Tolak Keras Penyelidikan PBB untuk Kejahatan Terhadap Muslim Rohingya

Sabtu, 25 Mar 2017 19:00

Saksi Ringankan Ahok dari MUI Diduga Terpengaruh Popularitas Dunia & Uang

Saksi Ringankan Ahok dari MUI Diduga Terpengaruh Popularitas Dunia & Uang

Sabtu, 25 Mar 2017 18:01

Hamas: Israel Bertanggung Jawab Atas Pembunuhan Mazen Fuqaha

Hamas: Israel Bertanggung Jawab Atas Pembunuhan Mazen Fuqaha

Sabtu, 25 Mar 2017 17:45

Jokowi Tegaskan Politik dengan Agama Harus Dipisahkan

Jokowi Tegaskan Politik dengan Agama Harus Dipisahkan

Sabtu, 25 Mar 2017 17:33

Ditanya Soal Penerapan Wisata Syariah, Djarot Malah Bilang Perda Syariah Tak Boleh Ada di Jakarta

Ditanya Soal Penerapan Wisata Syariah, Djarot Malah Bilang Perda Syariah Tak Boleh Ada di Jakarta

Sabtu, 25 Mar 2017 16:26

Nyindir, Umat Islam Lampung Kumpulkan Koin untuk KH Ishomudin

Nyindir, Umat Islam Lampung Kumpulkan Koin untuk KH Ishomudin

Sabtu, 25 Mar 2017 15:36

Damin Sada:  Umat Islam Bekasi Paling Toleran

Damin Sada: Umat Islam Bekasi Paling Toleran

Sabtu, 25 Mar 2017 14:42

Virus LGBT Mengancam Keluarga Kita

Virus LGBT Mengancam Keluarga Kita

Sabtu, 25 Mar 2017 14:09

Di Kertas Suara Djarot Berpeci, Pengamat: Ahok Panik, Takut Kalah, & Takut Kehilangan Jabatan

Di Kertas Suara Djarot Berpeci, Pengamat: Ahok Panik, Takut Kalah, & Takut Kehilangan Jabatan

Sabtu, 25 Mar 2017 14:01

MUI Dituding Tidak Lakukan Klarifikasi Keluarkan Fatwa Ahok Menoda Agama Islam

MUI Dituding Tidak Lakukan Klarifikasi Keluarkan Fatwa Ahok Menoda Agama Islam

Sabtu, 25 Mar 2017 12:01

Tabligh Akbar ''Mewaspadai Kebangkitan Ideologi Anti Islam''

Tabligh Akbar ''Mewaspadai Kebangkitan Ideologi Anti Islam''

Sabtu, 25 Mar 2017 11:04

Saksi Ahli Ringankan Tedakwa Ahok, Ishomudin Katakan Al-Maidah Tidak Bicarakan Gubernur

Saksi Ahli Ringankan Tedakwa Ahok, Ishomudin Katakan Al-Maidah Tidak Bicarakan Gubernur

Sabtu, 25 Mar 2017 10:01

Orang Bersenjata Tembak Mati Seorang Pejabat Senior Hamas di Jalur Gaza

Orang Bersenjata Tembak Mati Seorang Pejabat Senior Hamas di Jalur Gaza

Sabtu, 25 Mar 2017 09:00

Saksi Ahli Ringankan Ahok di Kasus Penodaan Agama Mengaku Belum Bergelar Haji dan Doktor

Saksi Ahli Ringankan Ahok di Kasus Penodaan Agama Mengaku Belum Bergelar Haji dan Doktor

Sabtu, 25 Mar 2017 08:01

Di Negeri Kaya Raya, Rakyat Malah Sengsara

Di Negeri Kaya Raya, Rakyat Malah Sengsara

Sabtu, 25 Mar 2017 08:00


Must Read!
X