Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.034 views

Lawan Covid-19, Perkuat Iman dan Imun

 

Oleh:

Yusuf

Dosen PAI dan Guru SMK Farmasi Al Falah Queen Berau

 

DATA per 27 Maret 2020, berdasarkan keterangan juru bicara pemerintah dalam penanganan Corona Achmad Yurianto, total keseluruhan pasien yang dinyatakan positif Covid-19 di Indonesia adalah 1.046 orang dan total kematian adalah 87 orang (detik.com).

Adapun di Kalimantan Timur, jumlah ODP adalah 1661, jumlah PDP adalah 27 dan pasien positif terjangkit Covid-19 adalah 11 Orang. Sementara di Berau, jumlah ODP adalah 46, jumlah PDP adalah 8 dan pasien positif terjangkit adalah 0 (liputan6.com).

Data menunjukkan ada pertambahan dari hari ke hari. Maka, tidak heran hal ini membuat kekhawatiran bahkan kepanikan ditengah masyarakat. Di beberapa daerah melakukan lockdown dan terjadi panic buying.

Kekhawatiran kian bertambah, mengingat lonjakan kasus di Italia. Pada 21 Februari 2020 tercatat 20 kasus Corona di Italia. Dalam tempo 18 hari hingga 9 Maret 2020, kasusnya melonjak berkali-kali lipat hingga 9.171 orang. Semoga saja, lonjakan seperti ini tidak terjadi di negeri ini.

Ada pepatah mengatakan: “tuntutlah ilmu hingga ke negeri china”. Pepatah ini Sepertinya relevan dalam kasus ini. lebih tepatnya dalam mengamati penyebab dan rekam jejak virus COVID-19.

World Health Organization (WHO) mengumumkan bahwa COVID-19 menjadi nama resmi virus corona yang berasal dari Wuhan, China. COVID-19 adalah singkatan dari Corona Virus Disease 2019. WHO memberi rincian atas singkatan itu. CO mengacu pada corona, VI mengacu ke virus, lalu D adalah disease atau penyakit, dan 19 adalah tahun ketika wabahnya pertama kali diidentifikasi pada 31 Desember 2019. Pemberian nama COVID-19 dinilai lebih mudah diingat ketimbang penyebutan Novel Coronavirus Pneumonia (NCP) atau 2019-nCoV (msn.com).

Sebelum virus ini menjadi pandemi, tepatnya bulan Februari 2019, Peng Zhao, peneliti di Wuhan Institute of Virology mempublikasikan artikel tentang potensi wabah yang diakibatkan oleh virus corona yang berasal dari kelelawar. Alasannya, coronavirus penyebab SARS dan MERS berasal dari kelelawar yang sudah berubah genetiknya akibat rekombinasi. Cina memang dikenal memiliki biodiversitas kelelawar yang tinggi dan habitat mereka pun dalam radius yang terjangkau manusia. Mengonsumsi kelelawar yang merupakan tradisi di Cina menunjukkan dekatnya interaksi antara manusia dan kelelawar disana. Artinya, resiko untuk paparan memang tinggi, apalagi membunuhnya untuk konsumsi pun dalam kondisi sesegar mungkin. Sangat mungkin terjadi wabah seperti SARS atau MERS akibat infeksi coronavirus yang bersumber dari kelelawar di Cina (helpsharia.com)

Bandingkan dengan umat Islam. Bagi umat Islam, hukum membunuh kelelawar tidak dianjurkan, dan mengkonsumsinya haram. Dalam Hadist yang Shahih disebutkan: “Janganlah kalian membunuh katak, karena suaranya adalah tasbiih. Dan jangan kalian membunuh kelelawar, karena ketika Baitul Maqdis roboh ia berkata: ‘Wahai Rabb, berikanlah kekuasaan padaku atas lautan hingga aku dapat menenggelamkan mereka” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqiy)

Uniknya, kalau kita memperhatikan ayat Al Qur’an yang berbunyi: “...dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya” (QS. Al Furqon: 3). Fenomena virus menggambarkan ayat ini. Masing-masing virus memiliki ukuran, struktur gen dan dampak yang berbeda. Menurut Ahmad Rusydan, peneliti HELPS, Corona virus SARS dan MERS berbeda dengan COVID-19, apalagi jika dibandingkan dengan virus HIV atau influenza. Mereka punya ukuran, gen dan dampak fisiologis yang berbeda. Mereka pun tidak pernah tertukar sifat dan penyakit yang dihasilkannya satu sama lain walau sama-sama virus.

Hubungan hal ini dengan keimanan kita adalah bahwa Allah yang menciptakan seluruh makhluk dengan beragam jenis, ukuran dan fungsinya. Allah yang menciptakan penyakit sebagai ujian untuk manusia dan Allah menciptakan pula obat dari penyakit tersebut. Itu artinya, kita jangan hanya pasrah tanpa usaha menghadapi takdir-Nya. Tetapi, harus ikhtiar yang maksimal dibarengi dengan tawakkal kepada-Nya serta memohon doa hanya kepada-Nya dan menjauhi perkara kesyirikan dalam mencari pengobatan. Tidak sedikit masyarakat, ketika menghadapi musibah dan situasi yang serba sulit melakukan perilaku syirik, padahal cukuplah Allah tempat meminta dan memohon perlindungan dengan cara yang diridhoi-Nya.

Melihat dampak Covid-19 yang terus berkembang, maka perlu untuk mengatasinya agar kita, keluarga dan lingkungan kita tidak terkena dampaknya sebagai wujud ikhtiar kita.

Dalam hal ini, lockdown dapat dilakukan pemerintah dengan bersinergi dengan aparat keamanan dan masyarakat, agar dampaknya tidak lebih parah dan menekan penyebaran yang lebih luas lagi, sebagaimana pandangan-pandangan para ahli.

Bagi masyarakat, dengan menjaga kebersihan tangan, badan, pakaian, rumah dan lingkungan. Sebisa mungkin tidak menyentuh wajah, mata, hidung dan mulut sebelum membersihkan tangan. Melakukan social distancing (pembatasan sosial) berupa pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum dan keramaian. Kenapa hal ini penting?, karena virus Corona sangat mudah menular. Cara penularan utama adalah melalui tetesan kecil (droplet) yang dikeluarkan pada saat seseorang batuk atau bersin. Virus ini juga mampu bertahan pada tempat-tempat tertentu selama beberapa jam, sehingga tidak menutup kemungkinan bisa menyebar melalui media tempat tersebut.

Tidak kalah penting, menjaga sistem imun tubuh kita agar terhindar dari virus dan efek virus. Hal yang dapat kita lakukan adalah mengonsumsi makanan bergizi yang kaya akan antioksidan, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Perbanyak konsumsi daging tanpa lemak, kacang-kacangan serta biji-bijian. Bawang dan jahe juga baik untuk dikonsumsi karena kandungannya diyakini dapat membantu tubuh melawan infeksi dan meredakan peradangan. Berolahraga dengan rutin setidaknya 30 menit setiap hari. Mengelola stres dengan baik misalnya dengan tidur cukup setiap harinya dan melakukan hal-hal yang menyenangkan supaya tubuh dan pikiran rileks. Beristirahat yang cukup. Orang dewasa membutuhkan waktu tidur sekitar 7–8 jam setiap harinya, sedangkan anak-anak memerlukan waktu tidur 10 jam atau lebih.

Mengonsumsi herbal dan suplemen penunjang daya tahan tubuh. Kandungan vitamin dan mineral seperti vitamin C, B3, B5, B6, E, zinc picolinate, dan sodium selenite, dapat meningkatkan kinerja sistem imun dalam melawan infeksi yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. Di sisi lain, vitamin B3, B5 dan B6 dapat memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak akibat sakit. Sebelum mengonsumsinya, penting untuk mendiskusikan terlebih dahulu dengan dokter. Vitamin-vitamin tersebut bisa juga didapatkan pada buah dan sayur. Vitamin C, bisa didapatkan pada tomat, jeruk, cabe, jambu dan sebagainya. Vitamin E, bisa didapatkan pada toge, brokoli, daun kelor dan sebagainya. Selain itu, hal penting yang dilakukan adalah hindari rokok dan alkohol (alodokter.com dan halodoc.com).

Semoga kita terhindar dari virus ini dan semoga wabah ini segera berlalu sehingga kita dapat beraktifitas kembali dengan perasaan tenang tanpa rasa was-was dan kepanikan.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Menjaga Pelita Kehidupan

Menjaga Pelita Kehidupan

Selasa, 29 Sep 2020 13:37

Tegas! Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jakarta Selatan Ditutup

Tegas! Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jakarta Selatan Ditutup

Selasa, 29 Sep 2020 13:27

Angka Kematian Covid-19 Indonesia Lebih Tinggi dari Dunia, Netty: Akibat Sistem Kesehatan Buruk

Angka Kematian Covid-19 Indonesia Lebih Tinggi dari Dunia, Netty: Akibat Sistem Kesehatan Buruk

Selasa, 29 Sep 2020 12:33

Komisi E Apresiasi Penambahan Fasilitas Isolasi Terkendali Milik Pemprov DKI

Komisi E Apresiasi Penambahan Fasilitas Isolasi Terkendali Milik Pemprov DKI

Selasa, 29 Sep 2020 12:21

Please, Bikin Kreatif atau Adiktif ya?

Please, Bikin Kreatif atau Adiktif ya?

Selasa, 29 Sep 2020 11:45

Berhenti Menyakiti Ulama

Berhenti Menyakiti Ulama

Selasa, 29 Sep 2020 11:18

Legislator: Program JKP dalam RUU Cipta Kerja Hanya Menguntungkan Pengusaha

Legislator: Program JKP dalam RUU Cipta Kerja Hanya Menguntungkan Pengusaha

Selasa, 29 Sep 2020 11:05

Waspadai 'Jualan Revolusi Islam' ala Syiah

Waspadai 'Jualan Revolusi Islam' ala Syiah

Senin, 28 Sep 2020 23:55

Azerbaijan Bantah Klaim Dubes Armenia Bahwa Turki Kirim 4000 Pejuang Asal Suriah

Azerbaijan Bantah Klaim Dubes Armenia Bahwa Turki Kirim 4000 Pejuang Asal Suriah

Senin, 28 Sep 2020 20:50

Makin Diserang, KAMI Makin Terbang

Makin Diserang, KAMI Makin Terbang

Senin, 28 Sep 2020 18:46

FDP Gelar Pengajian Bulanan di Daerah Perbatasan Aceh

FDP Gelar Pengajian Bulanan di Daerah Perbatasan Aceh

Senin, 28 Sep 2020 18:35

PM Maroko: Tidak Ada Perdamaian Tanpa Negara Merdeka Bagi Palestina

PM Maroko: Tidak Ada Perdamaian Tanpa Negara Merdeka Bagi Palestina

Senin, 28 Sep 2020 15:00

Negara Timur Tengah dan Asia Khawatir Atas Konflik Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh

Negara Timur Tengah dan Asia Khawatir Atas Konflik Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh

Senin, 28 Sep 2020 14:00

AS Ancam Tutup Kedutaan Besar di Irak Jika Serangan Roket Terus Berlanjut

AS Ancam Tutup Kedutaan Besar di Irak Jika Serangan Roket Terus Berlanjut

Senin, 28 Sep 2020 11:50

Kesetaraan Upah, Ilusi Kapitalis bagi Perempuan

Kesetaraan Upah, Ilusi Kapitalis bagi Perempuan

Ahad, 27 Sep 2020 22:53

Menjawab Pak Wapres: Layakkah Korean Wave Dijadikan Panutan?

Menjawab Pak Wapres: Layakkah Korean Wave Dijadikan Panutan?

Ahad, 27 Sep 2020 22:28

Ulama Pewaris Nabi, Harusnya Dilindungi

Ulama Pewaris Nabi, Harusnya Dilindungi

Ahad, 27 Sep 2020 21:56

Sekularisasi di Kampus Yes, Islamisasi No?

Sekularisasi di Kampus Yes, Islamisasi No?

Ahad, 27 Sep 2020 21:39

Ketua Satgas Penanganan Covid-19: Penular Orang Terdekat, OTG Itu Silent Killer

Ketua Satgas Penanganan Covid-19: Penular Orang Terdekat, OTG Itu Silent Killer

Ahad, 27 Sep 2020 21:15

ATSI Dukung Pemerintah Beri Bantuan Kuota Internet untuk PJJ

ATSI Dukung Pemerintah Beri Bantuan Kuota Internet untuk PJJ

Ahad, 27 Sep 2020 21:07


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Senin, 28/09/2020 18:46

Makin Diserang, KAMI Makin Terbang