Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.147 views

BPIP Serius Mengajak Perang Dunia dengan Corona?

 

Oleh:

Ainul Mizan

Pemerhati Sosial Politik

 

DALAM rangka Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2020, Kemenpan R&B mengadakan diskusi virtual. Kepala BPIP menegaskan bahwa saat ini Pancasila perang dunia dengan Corona.  modal utamanya adalah sila ke-1, Ketuhanan Yang Maha Esa. Menurutnya, semua harus menurunkan ego politik kembali kepada kesepakatan bersama. Dengan itu akan diraih keberhasilan untuk kembali ke kondisi yang normal (www. kumparan. com, 8 Juni 2020). 

Mencermati pernyataan Kepala BPIP tersebut, setidaknya terdapat 3 catatan mendasar sebagai berikut ini.  

Pertama, BPIP termasuk berani mengemukakan adanya perang antara Pancasila dengan Corona. Sementara pemerintah sudah mencanangkan New Normal sebagai bentuk hidup damai dengan Corona. Jadi sebenarnya Indonesia ini mau perang atau damai? 

Kalau disebut perang,  tapi kok PSBB sudah diakhiri, portal penjagaan perumahan dan desa - desa dibuka, pokoknya kondisi sekarang seperti kondisi tidak ada pandemi. Yang tersisa hanya protokol kesehatan berupa pakai masker dan cuci tangan pakai sabun. Apakah perangnya sudah berhasil? 

Justru yang ada di lapangan, kasus positif corona mengalami peningkatan. Per 9 Juni 2020, 33.076 positif. Yang sembuh ada 11.414. Dan yang meninggal sebanyak 1.923 orang. 

Sungguh disayangkan para penyelenggara negara masih bermain retorika yang membingungkan. Ujung - ujungnya secara teratur melepaskan tanggung jawab. Sementara rakyat harus berjuang sendiri di tengah pandemi.  

Kedua, Pernyataan Kepala BPIP tentang Sila ke-1 sebagai modal utama adalah sebuah kejujuran. Karena sesungguhnya asas kehidupan bangsa Indonesia ini adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Hal ini dengan dinyatakan di dalam Pembukaan UUD 1945 alinea kedua yang menyatakan bahwa kemerdekaan Indonesia itu atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. 

Jadi sendi kehidupan bangsa bukanlah gotong - royong. Gotong royong berada dalam ranah sebuah harapan dan cita - cita. Tentunya tidak bisa dijadikan sebagai asas dan sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Sendi dan asas yang seharusnya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Dengan begitu, arah, panduan, nilai dan cita - cita bangsa dan negara bersumber dari asas Ketuhanan tersebut. 

Ketiga, terkait modal utama memerangi Corona adalah sila ke-1 Pancasila. Pertanyaannya, bentuk dan penerapan Sila ke-1 Pancasila sebagai modal perang melawan Corona itu seperti apa dan bagaimana?

Apakah menundukkan ego politik kembali pada kesepakatan bersama sebagai penerapan Sila ke-1 melawan Corona? Kesepakatan bersama yang seperti apa yang dimaksud? 

Kalau merujuk kepada RUU HIP yang BPIP ikut membidaninya, terdapat istilah Ketuhanan yang Berkebudayaan. Sementara Pancasila diperas menjadi trisila hingga menjadi ekasila yakni gotong royong. Artinya Ketuhanan yang berkebudayaan merujuk pada sendi gotong royong. Hal ini berpotensi mereduksi ajaran agama khususnya Islam bila dianggap tidak sesuai dengan nilai gotong royong. Ambil contoh, dalam penanganan pandemi ini.  Islam menetapkan bahwa negara bertanggung jawab penuh menjamin kebutuhan rakyatnya selama masa karantina wilayah. Termasuk penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai, pendidikan di masa pandemi dan pembiayaan proyek penelitian guna menemukan vaksin. 

Akan tetapi pemusatan tanggung jawab pada negara, dipandang kurang sesuai dengan prinsip gotong royong. Secara masif pula diiklankan rakyat diminta saling membantu menghadapi pandemi. Di lain pihak, negara mengumumkan New Normal. Alasannya, biar kegiatan ekonomi masyarakat tetap berjalan. Bisa dibilang alasan ekonomi lebih penting bagi negara. Bukankah dalam Kapitalisme Sekuler seperti saat ini, ekonomi adalah faktor utama penyangga kehidupannya. Sementara negara abai terhadap keselamatan rakyatnya. 

Di lain pihak, Islam Nusantara dipandang lebih sesuai dengan budaya asli Indonesia. Pertanyaannya, budaya asli Indonesia yang mana? Justru Islam menjadi budaya asli Indonesia yang diterapkan oleh sekitar 33 Kesultanan Islam di seluruh nusantara dalam masa beratus-ratus tahun lamanya. 

Terdapat upaya yang sistematis menggeser Islam dari kehidupan bangsa dan negeri ini. Tentunya Islam Nusantara tidak berkepentingan dengan Ideologi Kapitalisme maupun Komunisme yang menjajah negeri ini.  Sedangkan Islam kaffah yang menjadi batu sandungan kepentingan penjajahan Neo-Kapitalisme dan Neo-komunisme.  

Dengan demikian, ajakan perang dunia dengan Corona yang digaungkan BPIP hanya akan menjadi isapan jempol belaka, bila tidak mengadopsi konsepsi Islam secara paripurna dalam menanggulangi pandemi. Termasuk konsep Islam dalam menata New Normal yang menenteramkan dan menyejahterakan.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Kerumunan Maulid Nabi Muhammad Bukan Tindak Pidana

Kerumunan Maulid Nabi Muhammad Bukan Tindak Pidana

Senin, 19 Apr 2021 15:36

TLP Bebaskan 11 Polisi Yang Mereka Sandera Selama Protes Anti-Prancis Di Lahore

TLP Bebaskan 11 Polisi Yang Mereka Sandera Selama Protes Anti-Prancis Di Lahore

Senin, 19 Apr 2021 13:35

Manuver Poros Umat, Akankah Digdaya?

Manuver Poros Umat, Akankah Digdaya?

Senin, 19 Apr 2021 13:00

Syaikh Bin Bazz: Qunut Witir Boleh Setiap Malam

Syaikh Bin Bazz: Qunut Witir Boleh Setiap Malam

Senin, 19 Apr 2021 11:17

Mencintai Allah

Mencintai Allah

Ahad, 18 Apr 2021 23:07

Jazuli Juwaini Minta Aparat Segera Tangkap Joseph Paul Zhang

Jazuli Juwaini Minta Aparat Segera Tangkap Joseph Paul Zhang

Ahad, 18 Apr 2021 22:37

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Ahad, 18 Apr 2021 22:30

Hari-hari yang Diharamkan Berpuasa dan Rukun Puasa

Hari-hari yang Diharamkan Berpuasa dan Rukun Puasa

Ahad, 18 Apr 2021 22:24

Dewan Da'wah Bantu Warga Terdampak Banjir Bima

Dewan Da'wah Bantu Warga Terdampak Banjir Bima

Ahad, 18 Apr 2021 22:20

Kelompok Sayap Kanan Denmark Instruksikan Pengungsi Untuk 'Pulang Ke Suriah Yang Cerah'

Kelompok Sayap Kanan Denmark Instruksikan Pengungsi Untuk 'Pulang Ke Suriah Yang Cerah'

Ahad, 18 Apr 2021 22:05

Rumah Zakat Salurkan Bantuan untuk Jurnalis Depok

Rumah Zakat Salurkan Bantuan untuk Jurnalis Depok

Ahad, 18 Apr 2021 22:03

Bom Pinggir Jalan Di Somalia Tewaskan Komandan Militer Tertinggi Shabelle Tengah

Bom Pinggir Jalan Di Somalia Tewaskan Komandan Militer Tertinggi Shabelle Tengah

Ahad, 18 Apr 2021 21:45

Josep Paul Zhang Nistakan Islam, Persis Minta Polisi Bertindak Tegas

Josep Paul Zhang Nistakan Islam, Persis Minta Polisi Bertindak Tegas

Ahad, 18 Apr 2021 21:17

Rezim Assad Gunakan 82.000 Bom Barel Dalam 9 Tahun Serangan Terhadap Warga Sipil Suriah

Rezim Assad Gunakan 82.000 Bom Barel Dalam 9 Tahun Serangan Terhadap Warga Sipil Suriah

Ahad, 18 Apr 2021 21:12

Panggilan Jihad

Panggilan Jihad

Ahad, 18 Apr 2021 15:14

Fraksi PKS: Listrik Indonesia Sudah Mahal, Jangan Dinaikan Lagi!

Fraksi PKS: Listrik Indonesia Sudah Mahal, Jangan Dinaikan Lagi!

Ahad, 18 Apr 2021 13:53

Legislator: Penamaan Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed Kurang Tepat

Legislator: Penamaan Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed Kurang Tepat

Ahad, 18 Apr 2021 12:55

Apa Sebab Jurubicara Prabowo Melecehkan Habib Rizieq

Apa Sebab Jurubicara Prabowo Melecehkan Habib Rizieq

Ahad, 18 Apr 2021 11:54

Shalat Tarawih

Shalat Tarawih

Ahad, 18 Apr 2021 11:40

Dubai Izinkan Wanita Menyusui Untuk Menggunakan Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech

Dubai Izinkan Wanita Menyusui Untuk Menggunakan Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech

Sabtu, 17 Apr 2021 21:34


MUI

Must Read!
X