Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.841 views

Warga Jerman Dinilai Tidak Toleran terhadap Pemeluk Islam

HAMBURG (voa-islam.com): Hasil kajian Universitas Münster mengungkapkan mayoritas warga Jerman lebih menunjukkan sikap yang tidak toleran terhadap pemeluk Islam dibandingkan dengan di negara Eropa lain. Kajian ini berdasarkan hasil jajak pendapat mengenai keanekaragaman agama di Eropa. Dan jajak pendapat ini dilakukan di Jerman, Perancis, Denmark, Belanda, dan Portugal bekerjasama dengan lembaga jajak pendapat Emnid.

Sosiolog Niels Friedrich mengungkapkan alasan dipilihnya negara-negara tersebut

Dipilihnya responden dari kelima negara ini, berdasarkan kepada peringkat keanekaragaman agama di negara tersebut. Di Jerman yang jumlah pemeluk agama Islam relatif lebih banyak dibandingkan dengan di negara lain di Eropa, tentu saja konflik budaya dan antar agama juga meningkat. Misalnya bila berkaitan dengan pembangunan mesjid dan masalah pemakaian jilbab.“

Sementara di negara lain, menurut sosiolog Niels Friedrich alasannya juga berbeda. Misalnya di Perancis, sehubungan dengan larangan pemakaian burka atau di Belanda di mana tadinya tatanan masyarakatnya bersikap toleran, berubah setelah terbunuhnya pengkritik Islam Theo van Gogh. Sementara di Portugal tidak terjadi hal yang menonjol, karena di negara tersebut keanekaragaman agama tidak sebanyak di negara lain.

Detlef Pollack, sosiolog agama yang mengkoordinir penyelengaraan jajak pendapat itu, mengatakan, “Kami menemukan sikap warga Jerman terhadap kelompok yang bukan beragama Kristen lebih menonjolkan sikap intoleran dibandingkan dengan di negara lain, yang juga diselenggarakan jajak pendapat mengenainya. Kami dapat menyimpulkan, warga Jerman  tidak menunjukkan kesediaan yang besar untuk dapat menerima pembangunan masjid  yang dilengkapi menara dibandingkan dengan responden di negara lain.“

Hasil analisa penting lainnya, menurut Detlef Pollack, adalah  warga Jerman juga berusaha untuk menghormati semua kelompok agama dan pada hal tertentu juga mengakui kebebasan beragama. Detlef Pollack menambahkan,  „Dapat kita katakan, hasilnya menampilkan sikap yang mendua. Di satu pihak menampilkan sejumlah keberatan terhadap Islam. Tapi di lain pihak juga berusaha untuk dapat bersikap adil dan jujur.“

Alasan lain yang dilihat  adalah mengenai adanya perbedaan persepsi di Jerman dan di negara lain. Dan itu disebabkan oleh sering atau tidaknya melakukan hubungan.  40 persen warga dibagian barat Jerman  sedikit sekali mengadakan hubungan atau kontak dengan warga pemeluk Islam. Di bagian timur Jerman jumlahnya malah lebih sedikit, yakni hanya mencapai sekitar 16 persen.

Sementara jawaban dari pertanyaan sejauh mana merasakan adanya ancaman dari budaya asing, menurut Detlef Pollack mengejutkan. Dalam hal ini tidak terdapat perbedaan yang mencolok di masing-masing negara. Di Jerman, sekitar 40 persen merasakan terancam oleh budaya asing, dalam hal ini bukan saja Islam. Lebih jauh Detlef Pollack mengatakan, „Di mana-mana terdapat pandangan yang mengatakan bahwa semakin banyak terdapat aneka ragam agama, merupakan salah satu penyebab terjadinya konflik.  Jumlahnya mencapai sekitar 70 persen di kelima negara di mana jajak pendapat tersebut dilakukan. Terdapat kesadaran yang jelas mengenai masalahnya. Yakni keanekaragaman agama juga memberikan pengaruhnya terhadap kehidupan bersama.

Sementara itu menurut hasil jajak pendapat tersebut, sekitar 34 persen warga Jerman memiliki pandangan yang positif terhadap warga Muslim. Di negara Eropa lainnya mencapai lebih dari 50 persen. Bila di Jerman ada yang mengatakan bahwa Islam termasuk ke dalam budaya kita, maka kemungkinan mayoritas warga tidak dapat menerimanya.  "Kami mengajukan pertanyaan, apakah Islam sesuai untuk dunia Barat. Di bagian barat Jerman yang mengiyakannya hanya sekitar 20 persen. Di bagian timur Jerman lebih sedikit lagi. Sedangkan di negara lainnya jumlah mencapai antara 25 sampai 30 persen. Mungkin dapat disampaikan formulasi baru dengan mengatakan, umat Islam juga bagian dari Jerman. Kemungkinan itu akan dapat lebih diterima oleh sebagian besar  warga Jerman,“ Papar Detlef Pollack.

Sosiolog Detlef Pollack tidak akan memformulasikan tuntutan yang keras kepada kalangan politik. Ini katanya bukan merupakan tugasnya sebagai imuwan sosial. Tapi ia menambahkan, „Mula-mula kami berusaha untuk menuliskan dan menggambarkan situasinya. Kemungkinan setiap politisi mendapatkan  penjelasan dan informasi yang cukup  untuk menanggapinya dengan serius. Tentu  saja  dalam hal ini, politiknya sendiri tidak ditentukan oleh gambaran situasi tersebut. Saya ingin mengatakan. bahwa yang penting adalah meningkatkan integrasi dari warga pendatang atau imigran.” (Za/Dworld)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Dalam iman, rumah tangga muallaf ini sangat bahagia. Namun dalam hal ekonomi, pasangan pengamen dan tukang ojek yang memiliki 3 yatim ini sangat dhuafa dan memprihatinkan....

Mushalla di Pelosok Butuh Biaya Renovasi 20 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Mushalla di Pelosok Butuh Biaya Renovasi 20 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini sudah sangat rapuh dan tidak layak, harus direnovasi total. Mari sisihkan harta, amal jariyah, pahalanya terus mengalir tak terbatas umur, bonus property abadi di Surga...

Bayi Anak Ustadz Pesantren Qur'an ini Kritis Menderita Toxoplasmosis. Ayo Bantu.!!!

Bayi Anak Ustadz Pesantren Qur'an ini Kritis Menderita Toxoplasmosis. Ayo Bantu.!!!

Sudah 9 hari bayi Tazkia kritis terinfeksi toxoplasma. Sang ayah, Ustadz Yusron pengasuh pesantren Tahfizh Al-Qur'an Sukoharjo terbentur biaya yang sudah mencapai 31 juta rupiah...

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Mujahid Dakwah ini mengalami kecelakaan hebat: rahangnya bergeser harus dioperasi; bibir atas sobek hingga hidung; tulang pinggul retak. Ayo bantu supaya bisa beraktivitas dakwah lagi....

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Tak berselang lama setelah berikrar masuk Islam bersama seluruh keluarganya, Ganda Korwa wafat meninggalkan istri dan 6 anak yatim. Kondisi mereka sangat mengenaskan....

Latest News
Pasukan Israel Lukai 40 Lebih Warga Palestina dalam Bentrokan di Gaza dan Tepi Barat

Pasukan Israel Lukai 40 Lebih Warga Palestina dalam Bentrokan di Gaza dan Tepi Barat

Jum'at, 15 Dec 2017 22:57

Ditolaknya Uji Material di MK, Cikal Bakal LGBT Merajalela!

Ditolaknya Uji Material di MK, Cikal Bakal LGBT Merajalela!

Jum'at, 15 Dec 2017 22:40

Militer Malaysia Siap Dikirim ke Palestina jika Diinstruksikan

Militer Malaysia Siap Dikirim ke Palestina jika Diinstruksikan

Jum'at, 15 Dec 2017 22:00

VIDEO: Guyuran Hujan Tak Surutkan Langkah Bela Palestina

VIDEO: Guyuran Hujan Tak Surutkan Langkah Bela Palestina

Jum'at, 15 Dec 2017 21:44

Demonstran Palestina Kembali Terlibat Bentrok dengan Pasukan Israel di Tepi Barat dan Gaza

Demonstran Palestina Kembali Terlibat Bentrok dengan Pasukan Israel di Tepi Barat dan Gaza

Jum'at, 15 Dec 2017 21:08

Putusan MK Soal LGBT, Pengamat: Pemerintah Siapkan Toilet Khusus, di Kolom KTP Ganti jadi Homo

Putusan MK Soal LGBT, Pengamat: Pemerintah Siapkan Toilet Khusus, di Kolom KTP Ganti jadi Homo

Jum'at, 15 Dec 2017 19:01

Al Quds Satukan Manusia di Bumi, Teroris adalah Agenda Dunia Barat

Al Quds Satukan Manusia di Bumi, Teroris adalah Agenda Dunia Barat

Jum'at, 15 Dec 2017 17:01

Makmum Batal, Lewat Depan Makmum Lainnya, Berdosakah?

Makmum Batal, Lewat Depan Makmum Lainnya, Berdosakah?

Jum'at, 15 Dec 2017 16:08

Dukung Aksi Bela Palestina, Tabligh Akbar Ustadz Farid Okbah Ditunda

Dukung Aksi Bela Palestina, Tabligh Akbar Ustadz Farid Okbah Ditunda

Jum'at, 15 Dec 2017 11:00

Mudrick Sangidu Tantang Jokowi Putus Hubungan Diplomatik dengan AS dan Deportasi Warganya

Mudrick Sangidu Tantang Jokowi Putus Hubungan Diplomatik dengan AS dan Deportasi Warganya

Jum'at, 15 Dec 2017 09:41

DDII Keluarkan Resolusi Jihad Pertahankan Al-Quds

DDII Keluarkan Resolusi Jihad Pertahankan Al-Quds

Jum'at, 15 Dec 2017 09:35

AILA: Putusan MK Suburkan Gerakan Anti Moral dan Agama

AILA: Putusan MK Suburkan Gerakan Anti Moral dan Agama

Jum'at, 15 Dec 2017 09:23

VIDEO: Pilkada Serentak, Ulama Serukan Pilih Pemimpin yang Berpihak kepada Islam

VIDEO: Pilkada Serentak, Ulama Serukan Pilih Pemimpin yang Berpihak kepada Islam

Jum'at, 15 Dec 2017 09:04

PAUD; Pendidikan Anak Usia Dini dan

PAUD; Pendidikan Anak Usia Dini dan "Anak Usia Dewasa"

Jum'at, 15 Dec 2017 08:57

Sebarkan Agama ke Umat Islam, 4 Misionaris Hampir Dihajar Warga

Sebarkan Agama ke Umat Islam, 4 Misionaris Hampir Dihajar Warga

Jum'at, 15 Dec 2017 08:40

Al-Shabaab Serang Akademi Pelatihan Polisi Somalia, 17 Petugas Tewas 20 Terluka

Al-Shabaab Serang Akademi Pelatihan Polisi Somalia, 17 Petugas Tewas 20 Terluka

Kamis, 14 Dec 2017 22:25

Hamas: Negara Israel Tidak Ada, Tidak Bisa Miliki Ibukota Sendiri

Hamas: Negara Israel Tidak Ada, Tidak Bisa Miliki Ibukota Sendiri

Kamis, 14 Dec 2017 22:03

MSF Perkiraan 6700 Muslim Rohingya Tewas di Rakhine Myanmar hanya Dalam Tempo Sebulan

MSF Perkiraan 6700 Muslim Rohingya Tewas di Rakhine Myanmar hanya Dalam Tempo Sebulan

Kamis, 14 Dec 2017 21:08

Gelar Seminar Lecehkan Alquran, Rektor UIN Sumut Diminta Mundur

Gelar Seminar Lecehkan Alquran, Rektor UIN Sumut Diminta Mundur

Kamis, 14 Dec 2017 12:51

Kokam dan Banser Akan Apel Akbar Bersama di Yogyakarta

Kokam dan Banser Akan Apel Akbar Bersama di Yogyakarta

Kamis, 14 Dec 2017 12:09


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X