Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.024 views

Bangladesh Bantah Keras Tuduhan Myanmar, Sebut AA dan ARSA Tidak Miliki Pangkalan di Wilayahnya

DHAKA, BANGLADESH (voa-islam.com) - Pemerintah Bangladesh pada hari Rabu (9/1/2019) dengan keras membantah tuduhan oleh tetangganya Myanmar bahwa pejuang Muslim Rohingya dan Arakan mengoperasikan pangkalan di wilayah Bangladesh, setelah para pejabat di Naypyidaw bersumpah untuk "menghancurkan" pemberontak Tentara Arakan (AA) di negara bagian Rakhine.

Tidak satu pun dari kelompok-kelompok ini berada di Bangladesh, juga tidak ada negara yang "menyembunyikan organisasi teroris di dalam wilayahnya," kata Kementerian Luar Negeri Bangladesh dalam sebuah pernyataan tegas.

"Tuduhan itu sepenuhnya palsu dan tidak berdasar," kata kementerian itu.

"Tidak mungkin mengoperasikan pangkalan-pangkalan teroris di Bangladesh karena kewaspadaan yang tinggi dan langkah-langkah pencegahan yang efektif oleh pasukan keamanan" yang sejalan, tambahnya, dengan kebijakan nol toleransi pemerintah terhadap kelompok-kelompok semacam itu.

Tentara Arakan (AA) pekan lalu melancarkan serangan terhadap pos-pos polisi di kota Buthidaung yang menewaskan 13 polisi dan sembilan lainnya cedera, kata para pejabat. AA mengatakan mereka kehilangan tiga pasukannya dalam pertempuran tersebut. Kelompok ini berperang melawan militer Myanmar untuk mendapatkan otonomi yang lebih besar di Rakhine dan mengklaim mewakili kelompok etnis Budha Rakhine di kawasan itu.

Tuduhan Myanmar

Kementerian mengecam Myanmar berdasarkan komentar yang dibuat oleh Zaw Htay, juru bicara Kantor Presiden Myanmar, selama konferensi pers di Naypyidaw pada hari Senin.

“Di pihak Bangladesh, Tentara Arakan memiliki dua pangkalan dan ARSA memiliki tiga pangkalan. Oleh karena itu, tentara Myanmar telah mengajukan keluhan dengan atase militer Bangladesh atas masalah ini, ”kata Zaw Htay kepada wartawan saat itu. Juru bicara kepresidenan tidak menyebutkan sumber untuk informasi ini.

"Pemerintah Myanmar mengecam AA sebagai organisasi teroris dan memerintahkan militer untuk menerapkan langkah-langkah kontra-pemberontakan yang efektif terhadapnya," katanya.

Dia juga menuduh Tentara Arakan dan ARSA terkait, tuduhan yang ditolak mentah-mentah oleh AA pada hari Selasa, menurut Radio Free Asia.

"Kami telah memiliki informasi tentang ARSA, dan kami mengetahui sebelumnya bahwa AA akan menyerang pos polisi," kata Zaw Htay. "Kami meninjau mengapa pos-pos polisi kami diserang dan telah membahas beberapa rencana untuk dikerjakan di wilayah tersebut, tetapi kami tidak dapat memberikan detailnya sekarang."

Zaw Htay mengatakan dia yakin serangan itu adalah hasil pertemuan antara AA dan ARSA pada Juli, tetapi dia tidak memberikan bukti kontak semacam itu antara dua kelompok yang saling bermusuhan tersebut.

Sudut barat laut Rakhine berbatasan dengan Bangladesh tenggara, tempat lebih dari 700.000 pengungsi Muslim Rohingya melarikan diri dan mencari perlindungan di tengah serangan brutal oleh pasukan pemerintah Myanmar pada Agustus 2017.

Tindakan keras tahun itu terjadi setelah serangan mematikan terhadap pos-pos polisi dan tentara oleh pejuang yang tergabung dalam Tentara Keselamatan Arakan Rohingya (ARSA), sebuah kelompok bersenjata terpisah yang bertujuan untuk memperjuangkan minoritas Muslim Rohingya yang tidak berkewarganegaraan dan dianiaya.

"Bangladesh juga berkomitmen kuat untuk tidak membiarkan tanahnya digunakan oleh kelompok pembangkang dari negara tetangga mana pun," kata pernyataan Bangladesh itu, mencatat bahwa Dhaka telah menawarkan untuk melakukan patroli bersama dengan Myanmar untuk menghentikan dugaan kegiatan militan di sepanjang perbatasan bersama.

Myanmar tidak menyambut tawaran itu dengan antusias, juga tidak memberi Bangladesh "perincian spesifik dan bukti konkret tentang dugaan unsur dan tindakan teroris," tambah kementerian itu.

Mengacu pada pertempuran baru-baru ini dengan Tentara Arakan, kementerian Bangladesh menggambarkan bentrokan saat ini sebagai "hasil dari dilema politik dan sosial Myanmar sendiri."

Pemerintah Bangladesh akan "sangat menghargai" jika pemerintah Myanmar "tidak berusaha untuk mengasosiasikan Bangladesh dengan teka-teki politik internalnya," pernyataan itu melanjutkan mengatakan. (st/rfa)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Agar Ibadah Kita Diterima

Agar Ibadah Kita Diterima

Jum'at, 21 Feb 2020 22:52

Direktur Pristac Sampaikan Konsep Pendidikan dalam Syair-syair Imam Syafi'i

Direktur Pristac Sampaikan Konsep Pendidikan dalam Syair-syair Imam Syafi'i

Jum'at, 21 Feb 2020 21:46

Umar bin Khatab pun Pernah Ditolak Pinangannya

Umar bin Khatab pun Pernah Ditolak Pinangannya

Jum'at, 21 Feb 2020 21:07

Dahulukan Akhlak Sebelum Prestasi, Benarkah?

Dahulukan Akhlak Sebelum Prestasi, Benarkah?

Jum'at, 21 Feb 2020 20:38

Laporan: Lebih 400 Orang Terinfeksi Virus Corona Baru di Penjara di Seluruh Cina

Laporan: Lebih 400 Orang Terinfeksi Virus Corona Baru di Penjara di Seluruh Cina

Jum'at, 21 Feb 2020 19:30

Bebani Rakyat, PKS Tidak Setuju Penerapan Tarif Cukai Plastik

Bebani Rakyat, PKS Tidak Setuju Penerapan Tarif Cukai Plastik

Jum'at, 21 Feb 2020 17:59

Pemerintah Diminta Fasilitasi Diskusi Soal Omnibus Law

Pemerintah Diminta Fasilitasi Diskusi Soal Omnibus Law

Jum'at, 21 Feb 2020 17:51

Palestina Akan Ambil Tindakan Hukum Terkait Sikap Diskriminatif Amazon Terhadap Warganya

Palestina Akan Ambil Tindakan Hukum Terkait Sikap Diskriminatif Amazon Terhadap Warganya

Jum'at, 21 Feb 2020 16:00

Rezim Teroris Assad dan Rusia Bom 67 Fasilitas Medis di Barat Laut Suriah Sejak April 2019

Rezim Teroris Assad dan Rusia Bom 67 Fasilitas Medis di Barat Laut Suriah Sejak April 2019

Jum'at, 21 Feb 2020 15:15

Polisi Tangkap Pria Penikam Muadzin yang Tengah Mengumandakan Adzan Ashar di Masjid London

Polisi Tangkap Pria Penikam Muadzin yang Tengah Mengumandakan Adzan Ashar di Masjid London

Jum'at, 21 Feb 2020 14:30

Yang Mempertentangkan Agama dengan Pancasila Sebenarnya Musuh Besar Pancasila

Yang Mempertentangkan Agama dengan Pancasila Sebenarnya Musuh Besar Pancasila

Jum'at, 21 Feb 2020 13:45

Kuwait Tangguhkan Perjalanan Ke dan Dari Iran Karena Khawatir Penyebaran Virus Corona

Kuwait Tangguhkan Perjalanan Ke dan Dari Iran Karena Khawatir Penyebaran Virus Corona

Jum'at, 21 Feb 2020 11:45

Saudi Cegat Rudal Balistik  Pemberontak Syi'ah Houtsi yang Menargetkan Kota dan Warga Sipil

Saudi Cegat Rudal Balistik Pemberontak Syi'ah Houtsi yang Menargetkan Kota dan Warga Sipil

Jum'at, 21 Feb 2020 11:15

Hadir ke MUI, Ketua DPR: Draft RUU Omnibus Law Masih Bisa Diubah

Hadir ke MUI, Ketua DPR: Draft RUU Omnibus Law Masih Bisa Diubah

Jum'at, 21 Feb 2020 10:56

Ketum LIDMI: Wujudkan Indonesia Beradab Melalui Dakwah Kampus

Ketum LIDMI: Wujudkan Indonesia Beradab Melalui Dakwah Kampus

Jum'at, 21 Feb 2020 09:53

Waspada Jebakan 2024

Waspada Jebakan 2024

Kamis, 20 Feb 2020 23:47

Terkait Omnibus Law, Wasekjen MUI:  Kami Mampu Terbitkan 102 Juta Sertifikat Halal Pertahun

Terkait Omnibus Law, Wasekjen MUI: Kami Mampu Terbitkan 102 Juta Sertifikat Halal Pertahun

Kamis, 20 Feb 2020 22:09

Tentara Turki dan Pejuang Oposisi Suriah Luncurkan Operasi Bersama Melawan Pasukan Assad di Idlib

Tentara Turki dan Pejuang Oposisi Suriah Luncurkan Operasi Bersama Melawan Pasukan Assad di Idlib

Kamis, 20 Feb 2020 21:20

Legislator PKS: Wacana Sertifikasi Khatib Bisa Memecah Belah Umat

Legislator PKS: Wacana Sertifikasi Khatib Bisa Memecah Belah Umat

Kamis, 20 Feb 2020 21:12

Jaksa Penuntut Terorisme Jerman Sebut 'Motif Sayap Kanan' di Balik Penembakan Mematikan di Hanau

Jaksa Penuntut Terorisme Jerman Sebut 'Motif Sayap Kanan' di Balik Penembakan Mematikan di Hanau

Kamis, 20 Feb 2020 20:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Kamis, 20/02/2020 13:58

Dampak Disrupsi bagi Masyarakat