Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.500 views

Jihad Islam: Upaya Melucuti Faksi Perlawanan Palestina Akan Memicu Perang di Musim Panas Mendatang

JALUR GAZA, PALESTINA (voa-islam.com) - Sekretaris Jenderal gerakan perlawanan Jihad Islam Ziad al-Nakhala mengatakan bahwa upaya untuk melucuti faksi-faksi perlawanan Palestina akan memicu perang di musim panas mendatang.

"Kami, perlawanan, akan menghadapi perang melawan kami dengan kesiapan penuh," kata al-Nakhala, berbicara kepada saluran televisi Libanon al-Mayadeen.

"Apa yang terjadi di Gaza adalah sebuah manuver dengan tembakan langsung sebagai persiapan untuk perang yang akan datang ditambahkan," tambah al-Nakhala, merujuk pada konfrontasi pekan lalu antara Israel dan perlawanan Palestina di Jalur Gaza.

Eskalasi Gaza meletus Jum'at lalu setelah kematian empat warga Palestina dalam serangan udara Israel di daerah kantong pantai dan tembakan langsung rejim yang menargetkan para pengunjuk rasa Gaza.

Pesawat-pesawat tempur Israel menyerang sekitar 350 situs di Gaza, merenggut nyawa 27 orang Palestina.

Sebagai tanggapan, Palestina menembakkan sekitar 700 roket ke tanah yang diduduki antara Sabtu pagi hingga Senin pagi, menewaskan empat warga Israel dan melukai 200 lainnya.

Sistem rudal "Iron Dome" Israel hanya mencegat 240 dari 690 proyektil yang ditembakkan dari Gaza, menimbulkan pertanyaan serius tentang efektivitas sistem pertahanan rudal tersebut.

Setelah tiga hari serangan udara mematikan Israel dan serangan roket pembalasan Palestina, kedua belah pihak mencapai kesepakatan gencatan senjata pada hari Senin dengan bantuan mediator Mesir dan Qatar.

Berbicara kepada al-Mayadeen setelah gencatan senjata, al-Nakhala mengatakan bahwa kelompoknya hanya beberapa jam dari menargetkan ibukota Israel di Tel Aviv sebelum gencatan senjata mencegah peluncuran.

Pemimpin Jihad Islam meminta Israel untuk mengimplementasikan apa yang telah disepakati untuk gencatan senjata, dengan mengatakan bahwa pendekatan Israel terhadap "hak untuk kembali" mingguan akan menentukan hasil dari perjanjian itu.

Lebih dari 270 warga Palestina telah terbunuh sejauh ini dan lebih dari 16.000 telah terluka oleh militer Israel selama demonstrasi sejak protes dimulai pada Maret 2018.

Al-Nakhala menambahkan bahwa berbagai faksi perlawanan Palestina telah setuju untuk melakukan tanggapan yang terkoordinasi dan cepat untuk setiap serangan Israel di masa depan.

'Perang yang akan datang'

Prediksi pemimpin perlawanan Palestina tentang "perang yang akan datang" musim panas ini datang tak lama setelah sebuah surat kabar Israel mengungkapkan apa yang diklaimnya sebagai poin utama dari proposal kontroversial Presiden Donald Trump untuk "perdamaian" antara Israel dan Palestina.

Dokumen itu, yang diduga bocor dari kementerian luar negeri Israel, menggarisbawahi bahwa perlawanan Palestina di Gaza harus dilucuti dan mematuhi perjanjian atau menghadapi perang dengan dukungan penuh Washington.

Pada hari Kamis, Menteri Luar Negeri Otoritas Palestina Riad al-Maliki mengatakan pada pertemuan informal Dewan Keamanan PBB bahwa rencana Trump adalah dokumen "penyerahan" dan bahwa tidak ada jumlah uang yang dapat membuat kesepakatan itu dapat diterima.

"Kami akan lebih berharap jika mereka tidak tuli terhadap permohonan kami, buta terhadap pelanggaran Israel dan paling tidak membisikkan dasar-dasar perdamaian ketika tidak secara aktif merusak mereka," kata Maliki.

"AS tidak dapat secara terang-terangan melanggar hukum internasional dengan mengakui Yerusalem sebagai apa yang disebut ibukota Israel dan berpura-pura tidak memiliki implikasi pada perdamaian," tambahnya.

Kesepakatan itu diperkirakan akan secara resmi diluncurkan pada akhir bulan suci Ramadhan dan pembentukan kabinet baru Israel, kemungkinan besar pada bulan Juni.

Beberapa media sebelumnya telah melaporkan bahwa kesepakatan itu akan terungkap pada hari Nakba, hari yang menandai pengusiran paksa warga Palestina dari tanah air mereka dan ketika Israel menyatakan keberadaannya di wilayah yang diduduki pada Mei 1948.

Pada hari Kamis, ribuan warga Palestina menandai Nakba dengan berbaris di desa Khubbayza Palestina yang kosong di Palestina utara yang diduduki.

Pawai ini diadakan setiap tahun di desa Palestina yang berbeda yang dihancurkan pada tahun 1948. (st/ptv)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Rezim Nekad dan Tuli

Rezim Nekad dan Tuli

Jum'at, 25 Sep 2020 23:34

WhatsApp Akan Bisa Digunakan di 4 Perangkat

WhatsApp Akan Bisa Digunakan di 4 Perangkat

Jum'at, 25 Sep 2020 22:33

Inggris Dan Prancis Catat Jumlah Kasus Harian COVID-19 Tertinggi

Inggris Dan Prancis Catat Jumlah Kasus Harian COVID-19 Tertinggi

Jum'at, 25 Sep 2020 22:00

Jejak Perempuan dalam Membangun Peradaban

Jejak Perempuan dalam Membangun Peradaban

Jum'at, 25 Sep 2020 21:54

GERAK Jabar Sampaikan Ikrar Siap Berjuang Membela Agama, Bangsa dan Negara

GERAK Jabar Sampaikan Ikrar Siap Berjuang Membela Agama, Bangsa dan Negara

Jum'at, 25 Sep 2020 21:43

Korean Wave, Layakkah Jadi Panutan?

Korean Wave, Layakkah Jadi Panutan?

Jum'at, 25 Sep 2020 21:18

Palestina Akan Adakan Pemilu Pertama Dalam 15 Tahun Menyusul Kesepakatan Antara Hamas dan Fatah

Palestina Akan Adakan Pemilu Pertama Dalam 15 Tahun Menyusul Kesepakatan Antara Hamas dan Fatah

Jum'at, 25 Sep 2020 21:15

Rezim Mesir Rencanakan Demo Tandingan Untuk Melawan Protes Anti-Sisi

Rezim Mesir Rencanakan Demo Tandingan Untuk Melawan Protes Anti-Sisi

Jum'at, 25 Sep 2020 20:55

Dipaksa Teken Pakta Integritas, Mahasiswa di Persimpangan Jalan?

Dipaksa Teken Pakta Integritas, Mahasiswa di Persimpangan Jalan?

Jum'at, 25 Sep 2020 20:51

Tatkala Klaim Kehalalan Vaksin Covid-19 Dipertanyakan?

Tatkala Klaim Kehalalan Vaksin Covid-19 Dipertanyakan?

Jum'at, 25 Sep 2020 20:28

Mengapa Rezim Dituduh Membuka Pintu Komuninisme?

Mengapa Rezim Dituduh Membuka Pintu Komuninisme?

Jum'at, 25 Sep 2020 18:25

Sejarah, Masa Lalu-Kini-dan Mendatang

Sejarah, Masa Lalu-Kini-dan Mendatang

Jum'at, 25 Sep 2020 18:04

GERAK Jabar Minta Presiden dan Kapolri Tuntaskan Teror Kepada Ulama dan Perusakan Masjid

GERAK Jabar Minta Presiden dan Kapolri Tuntaskan Teror Kepada Ulama dan Perusakan Masjid

Jum'at, 25 Sep 2020 17:47

Muskat Ancam Penjarakan dan Denda Besar Pemakai Rok Mini dan Celana Pendek di Tempat Umum

Muskat Ancam Penjarakan dan Denda Besar Pemakai Rok Mini dan Celana Pendek di Tempat Umum

Jum'at, 25 Sep 2020 14:30

Wakaf Produktif Besar Manfaat, Masyarakat Perlu Diberi Diedukasi

Wakaf Produktif Besar Manfaat, Masyarakat Perlu Diberi Diedukasi

Jum'at, 25 Sep 2020 09:12

AKSI SIAGA MELAWAN KEBANGKITAN KOMUNIS⁣⁣

AKSI SIAGA MELAWAN KEBANGKITAN KOMUNIS⁣⁣

Jum'at, 25 Sep 2020 08:25

BWI: Wakaf Salah Satu Solusi Atasi Dampak Ekonomi Akibat Pandemi

BWI: Wakaf Salah Satu Solusi Atasi Dampak Ekonomi Akibat Pandemi

Jum'at, 25 Sep 2020 08:10

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Jum'at, 25 Sep 2020 07:51

Bintang Liverpool Mohamed Salah Serukan Dukung Hak Bagi Pengungsi Untuk Pendidikan

Bintang Liverpool Mohamed Salah Serukan Dukung Hak Bagi Pengungsi Untuk Pendidikan

Kamis, 24 Sep 2020 21:45

AS: UEA Tidak Akan Dapat Jet F-35 Meski Lakukan Normalisasi dengan Israel, Mesti Tunggu 7 Tahun Lagi

AS: UEA Tidak Akan Dapat Jet F-35 Meski Lakukan Normalisasi dengan Israel, Mesti Tunggu 7 Tahun Lagi

Kamis, 24 Sep 2020 21:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X