Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.895 views

9 Pengunjuk Rasa Tewas Ketika Penguasa Militer Sudan Berupaya Bubarkan Aksi Duduk

KHARTOUM, SUDAN (voa-islam.com) - Penguasa militer Sudan, Senin (3/6/2019), bergerak untuk membubarkan aksi duduk selama berminggu-minggu di luar markas tentara Khartoum, menewaskan sedikitnya sembilan pengunjuk rasa, kata komite dokter ketika suara tembakan terdengar bergema dari situs tersebut.

Pasukan keamanan bersenjata berat dalam truk pick-up yang dipasang dengan senapan mesin dikerahkan dalam jumlah besar di seluruh ibukota, sementara tembakan terdengar dari lokasi protes oleh seorang wartawan AFP.

Amerika Serikat dan Inggris menyerukan diakhirinya tindakan keras terhadap demonstran, yang menginginkan para jenderal di belakang penggulingan presiden veteran Omar al-Bashir untuk menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan sipil.

Korban tewas "dari pembantaian hari ini telah meningkat menjadi sembilan martir," Komite Sentral Dokter Sudan, yang dekat dengan pengunjuk rasa, menulis di Facebook.

Laporan itu juga melaporkan "sejumlah besar korban kritis" dan menyerukan "dukungan mendesak" dari Komite Internasional Palang Merah dan organisasi kemanusiaan lainnya untuk membantu yang terluka.

Dewan militer telah membantah banyak laporan tentang pasukan mereka membubarkan aksi duduk di depan markas tentara dengan kekerasan.

'Pembantaian berdarah'

"Sekarang sebuah upaya sedang dilakukan untuk membubarkan aksi duduk di markas besar angkatan bersenjata dengan paksa  oleh dewan militer," kata Asosiasi Profesional Sudan (SPA), kelompok yang mempelopori protes nasional yang dimulai pada bulan Desember.

SPA mengatakan itu merupakan "pembantaian berdarah" dan menyerukan orang Sudan untuk mengambil bagian dalam "pembangkangan sipil total" untuk menggulingkan dewan militer.

Komite dokter mengatakan pasukan juga melepaskan tembakan di dalam Rumah Sakit East Nile kota dan "mengejar pengunjuk rasa damai."

Dikatakan sebuah rumah sakit lain di dekat lokasi aksi duduk itu dikepung dan sukarelawan dicegah untuk mencapainya.

Unjuk rasa menentang otoriter Bashir, pemerintahan tiga dasawarsa menyebabkan penggulingannya pada April, tetapi pengunjukrasa tetap berada di luar markas tentara yang menyerukan para jenderal untuk menyerahkan kekuasaan kepada otoritas transisi.

Di dekat tempat demonstrasi, seorang saksi mata yang tinggal di lingkungan Burri mengatakan dia bisa "mendengar suara tembakan dan saya melihat kepulan asap membubung dari area aksi duduk."

Seorang penduduk lain di daerah itu, di Khartoum timur, mengatakan dia melihat pasukan berseragam polisi berusaha mengusir para demonstran.

Dewan militer "tidak membubarkan aksi duduk dengan paksa," kata jurubicara mereka.

"Tenda ada di sana, dan kaum muda bergerak bebas," kata Shamseddine Kabbashi kepada Sky News Arabia.

'Tembakan berat'

Duta besar Inggris untuk Khartoum, Irfan Siddiq, mengatakan ia telah mendengar "tembakan keras" dari kediamannya.

"Sangat prihatin dengan ... laporan bahwa pasukan keamanan Sudan menyerang tempat protes duduk yang mengakibatkan korban. Tidak ada alasan untuk serangan semacam itu. Ini. Harus. Berhenti. Sekarang," tulisnya di Twitter.

Kedutaan AS di Khartoum mengatakan, "serangan pasukan keamanan terhadap pengunjuk rasa dan warga sipil lainnya adalah salah dan harus dihentikan."

"Tanggung jawab jatuh pada TMC. TMC tidak dapat secara bertanggung jawab memimpin rakyat Sudan," tambahnya merujuk pada dewan militer transisi.

Aliansi untuk Kebebasan dan Perubahan, kelompok payung dari gerakan protes, mendesak "pawai dan demonstrasi damai" secara nasional dan agar barikade disiapkan termasuk di ibukota.

Para pengunjuk rasa telah mulai membangun barikade bata dan membakar ban dan batang pohon di Street 60 - salah satu jalan utama di ibukota.

SPA mengatakan pada hari Sabtu bahwa ada alasan untuk percaya bahwa dewan militer sedang "merencanakan dan bekerja untuk mengakhiri aksi damai di markas dengan kekuatan dan kekerasan yang berlebihan" setelah tiga orang terbunuh dalam insiden di pinggiran demonstrasi terakhir minggun lalu.

Negosiasi antara para pemimpin protes dan dewan militer yang berkuasa telah hancur, karena kedua belah pihak telah gagal untuk menyetujui apakah badan transisi yang direncanakan akan dipimpin oleh seorang sipil atau seorang tokoh militer. (st/AFP)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Ditinggal sang ayah menghadap Ilahi, keluarga yatim aktivis dakwah ini tinggal di rumah kayu yang berdiri diatas tanah milik orang lain. Karena tanah ini akan dipakai oleh pemiliknya, terpaksa...

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Latest News
Pilih Oposisi, Kader PKS Diminta Sosialiasikan Sikap Partai

Pilih Oposisi, Kader PKS Diminta Sosialiasikan Sikap Partai

Selasa, 22 Oct 2019 13:19

Saudi Akan Hapuskan Hukum yang Melarang Wanita untuk Bepergian Tanpa Mahram

Saudi Akan Hapuskan Hukum yang Melarang Wanita untuk Bepergian Tanpa Mahram

Selasa, 22 Oct 2019 12:30

Bukan Periode Menikmati

Bukan Periode Menikmati

Selasa, 22 Oct 2019 12:13

Gadget Addict dan Teori Karl Marx Tentang Candu Agama

Gadget Addict dan Teori Karl Marx Tentang Candu Agama

Selasa, 22 Oct 2019 11:44

Merasa Dikhianati, Warga Kurdi di Qamishli Suriah Lempari Pasukan AS dengan Batu dan Buah Busuk

Merasa Dikhianati, Warga Kurdi di Qamishli Suriah Lempari Pasukan AS dengan Batu dan Buah Busuk

Selasa, 22 Oct 2019 11:30

Refleksi Hari Santri di Kota Santri

Refleksi Hari Santri di Kota Santri

Selasa, 22 Oct 2019 09:38

Ustaz Fauzil Adhim: Jangan Cepat Mencela, Jangan Cepat Memuji

Ustaz Fauzil Adhim: Jangan Cepat Mencela, Jangan Cepat Memuji

Selasa, 22 Oct 2019 08:30

Sambut Hari Santri, Fraksi PKS Gelar FGD dengan Pimpinan Pondok Pesantren

Sambut Hari Santri, Fraksi PKS Gelar FGD dengan Pimpinan Pondok Pesantren

Selasa, 22 Oct 2019 07:33

Tumpas Crosshijabers Hingga ke Akarnya

Tumpas Crosshijabers Hingga ke Akarnya

Selasa, 22 Oct 2019 01:27

KontraS Sayangkan Indonesia Terpilih Jadi Dewan HAM PBB, Ini Alasannya

KontraS Sayangkan Indonesia Terpilih Jadi Dewan HAM PBB, Ini Alasannya

Senin, 21 Oct 2019 22:16

BPJS, Pemalakan Model Baru di Bidang Kesehatan?

BPJS, Pemalakan Model Baru di Bidang Kesehatan?

Senin, 21 Oct 2019 21:27

Gangguan Mental, Akibat Layar di Genggaman Tangan?

Gangguan Mental, Akibat Layar di Genggaman Tangan?

Senin, 21 Oct 2019 21:11

Jokowi-Ma'ruf Dilantik, Ini Pernyataan Forum Umat Islam

Jokowi-Ma'ruf Dilantik, Ini Pernyataan Forum Umat Islam

Senin, 21 Oct 2019 18:32

RI Jadi Anggota Dewan HAM PBB, PKS Minta Perjuangkan Palestina, Rohingya dan Uighur

RI Jadi Anggota Dewan HAM PBB, PKS Minta Perjuangkan Palestina, Rohingya dan Uighur

Senin, 21 Oct 2019 16:55

Meong Tetap Meong, Tak Akan Menggonggong

Meong Tetap Meong, Tak Akan Menggonggong

Senin, 21 Oct 2019 16:22

Tentara Yaman Rebut Kembali Tal Al-Khadr di Taiz dari Pemberontak Syi'ah Houtsi

Tentara Yaman Rebut Kembali Tal Al-Khadr di Taiz dari Pemberontak Syi'ah Houtsi

Senin, 21 Oct 2019 16:00

Jokowi Optimis Indonesia Jadi Negara Maju 2045, Mufida Ingatkan PR Periode Sebelumnya

Jokowi Optimis Indonesia Jadi Negara Maju 2045, Mufida Ingatkan PR Periode Sebelumnya

Senin, 21 Oct 2019 15:21

Pasukan Tunisia Klaim Tewaskan Pemimpin Senior Cabang Al-Qaidah Katibat Uqba Bin Nafi

Pasukan Tunisia Klaim Tewaskan Pemimpin Senior Cabang Al-Qaidah Katibat Uqba Bin Nafi

Senin, 21 Oct 2019 14:00

4 Tewas dalam Kerusuhan di Bangladesh Terkait Penghinaan Nabi Muhammad di Facebook

4 Tewas dalam Kerusuhan di Bangladesh Terkait Penghinaan Nabi Muhammad di Facebook

Senin, 21 Oct 2019 12:45

Mengkritisi dan Menangkal Upaya Asing dalam Menghancurkan Bangunan Keluarga

Mengkritisi dan Menangkal Upaya Asing dalam Menghancurkan Bangunan Keluarga

Senin, 21 Oct 2019 10:19


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X