Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.407 views

9 Pengunjuk Rasa Tewas Ketika Penguasa Militer Sudan Berupaya Bubarkan Aksi Duduk

KHARTOUM, SUDAN (voa-islam.com) - Penguasa militer Sudan, Senin (3/6/2019), bergerak untuk membubarkan aksi duduk selama berminggu-minggu di luar markas tentara Khartoum, menewaskan sedikitnya sembilan pengunjuk rasa, kata komite dokter ketika suara tembakan terdengar bergema dari situs tersebut.

Pasukan keamanan bersenjata berat dalam truk pick-up yang dipasang dengan senapan mesin dikerahkan dalam jumlah besar di seluruh ibukota, sementara tembakan terdengar dari lokasi protes oleh seorang wartawan AFP.

Amerika Serikat dan Inggris menyerukan diakhirinya tindakan keras terhadap demonstran, yang menginginkan para jenderal di belakang penggulingan presiden veteran Omar al-Bashir untuk menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan sipil.

Korban tewas "dari pembantaian hari ini telah meningkat menjadi sembilan martir," Komite Sentral Dokter Sudan, yang dekat dengan pengunjuk rasa, menulis di Facebook.

Laporan itu juga melaporkan "sejumlah besar korban kritis" dan menyerukan "dukungan mendesak" dari Komite Internasional Palang Merah dan organisasi kemanusiaan lainnya untuk membantu yang terluka.

Dewan militer telah membantah banyak laporan tentang pasukan mereka membubarkan aksi duduk di depan markas tentara dengan kekerasan.

'Pembantaian berdarah'

"Sekarang sebuah upaya sedang dilakukan untuk membubarkan aksi duduk di markas besar angkatan bersenjata dengan paksa  oleh dewan militer," kata Asosiasi Profesional Sudan (SPA), kelompok yang mempelopori protes nasional yang dimulai pada bulan Desember.

SPA mengatakan itu merupakan "pembantaian berdarah" dan menyerukan orang Sudan untuk mengambil bagian dalam "pembangkangan sipil total" untuk menggulingkan dewan militer.

Komite dokter mengatakan pasukan juga melepaskan tembakan di dalam Rumah Sakit East Nile kota dan "mengejar pengunjuk rasa damai."

Dikatakan sebuah rumah sakit lain di dekat lokasi aksi duduk itu dikepung dan sukarelawan dicegah untuk mencapainya.

Unjuk rasa menentang otoriter Bashir, pemerintahan tiga dasawarsa menyebabkan penggulingannya pada April, tetapi pengunjukrasa tetap berada di luar markas tentara yang menyerukan para jenderal untuk menyerahkan kekuasaan kepada otoritas transisi.

Di dekat tempat demonstrasi, seorang saksi mata yang tinggal di lingkungan Burri mengatakan dia bisa "mendengar suara tembakan dan saya melihat kepulan asap membubung dari area aksi duduk."

Seorang penduduk lain di daerah itu, di Khartoum timur, mengatakan dia melihat pasukan berseragam polisi berusaha mengusir para demonstran.

Dewan militer "tidak membubarkan aksi duduk dengan paksa," kata jurubicara mereka.

"Tenda ada di sana, dan kaum muda bergerak bebas," kata Shamseddine Kabbashi kepada Sky News Arabia.

'Tembakan berat'

Duta besar Inggris untuk Khartoum, Irfan Siddiq, mengatakan ia telah mendengar "tembakan keras" dari kediamannya.

"Sangat prihatin dengan ... laporan bahwa pasukan keamanan Sudan menyerang tempat protes duduk yang mengakibatkan korban. Tidak ada alasan untuk serangan semacam itu. Ini. Harus. Berhenti. Sekarang," tulisnya di Twitter.

Kedutaan AS di Khartoum mengatakan, "serangan pasukan keamanan terhadap pengunjuk rasa dan warga sipil lainnya adalah salah dan harus dihentikan."

"Tanggung jawab jatuh pada TMC. TMC tidak dapat secara bertanggung jawab memimpin rakyat Sudan," tambahnya merujuk pada dewan militer transisi.

Aliansi untuk Kebebasan dan Perubahan, kelompok payung dari gerakan protes, mendesak "pawai dan demonstrasi damai" secara nasional dan agar barikade disiapkan termasuk di ibukota.

Para pengunjuk rasa telah mulai membangun barikade bata dan membakar ban dan batang pohon di Street 60 - salah satu jalan utama di ibukota.

SPA mengatakan pada hari Sabtu bahwa ada alasan untuk percaya bahwa dewan militer sedang "merencanakan dan bekerja untuk mengakhiri aksi damai di markas dengan kekuatan dan kekerasan yang berlebihan" setelah tiga orang terbunuh dalam insiden di pinggiran demonstrasi terakhir minggun lalu.

Negosiasi antara para pemimpin protes dan dewan militer yang berkuasa telah hancur, karena kedua belah pihak telah gagal untuk menyetujui apakah badan transisi yang direncanakan akan dipimpin oleh seorang sipil atau seorang tokoh militer. (st/AFP)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Latest News
Ketua DPP PKS: Bank Syariah Perlu Berbenah untuk Jadi Lebih Baik

Ketua DPP PKS: Bank Syariah Perlu Berbenah untuk Jadi Lebih Baik

Selasa, 27 Jul 2021 10:41

Puncak Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional, PKS Serukan Kolaborasi untuk Keluarga Tangguh

Puncak Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional, PKS Serukan Kolaborasi untuk Keluarga Tangguh

Selasa, 27 Jul 2021 10:37

Politisi Gerindra: Jangan Lupakan Hak Rakyat Saat PPKM Diperpanjang

Politisi Gerindra: Jangan Lupakan Hak Rakyat Saat PPKM Diperpanjang

Selasa, 27 Jul 2021 08:45

Stunting Merusak Potensi Bonus Demografi Indonesia 2045

Stunting Merusak Potensi Bonus Demografi Indonesia 2045

Senin, 26 Jul 2021 20:20

Kementerian Sosial Resmikan Sekolah Lansia Salimah

Kementerian Sosial Resmikan Sekolah Lansia Salimah

Senin, 26 Jul 2021 20:17

Pasukan Keamanan Tunisia Serbu Kantor Al Jazeera, Usir Para Staf

Pasukan Keamanan Tunisia Serbu Kantor Al Jazeera, Usir Para Staf

Senin, 26 Jul 2021 20:05

Food Careline Services ACT: Layanan Makan Gratis untuk Orang Lapar

Food Careline Services ACT: Layanan Makan Gratis untuk Orang Lapar

Senin, 26 Jul 2021 20:01

Selandia Baru Akan Izinkan Seorang Wanita Terkait Islamic State Dan 2 Anaknya Untuk Pulang

Selandia Baru Akan Izinkan Seorang Wanita Terkait Islamic State Dan 2 Anaknya Untuk Pulang

Senin, 26 Jul 2021 19:35

Raih Gelar Doktor, Fahmi Idris Urai Strategi Cegah Korupsi

Raih Gelar Doktor, Fahmi Idris Urai Strategi Cegah Korupsi

Senin, 26 Jul 2021 19:22

Sembelih Kambing untuk Menempati Rumah Baru

Sembelih Kambing untuk Menempati Rumah Baru

Senin, 26 Jul 2021 19:09

Waduh, Studi Baru Di Inggris Temukan Orang Yang Sembuh Dari COVID-19 Alami Penurunan Kecerdasan

Waduh, Studi Baru Di Inggris Temukan Orang Yang Sembuh Dari COVID-19 Alami Penurunan Kecerdasan

Senin, 26 Jul 2021 19:05

Presiden Tunisia Kais Saied Lancarkan 'Kudeta', Tangguhkan Parlemen Dan Pecat Perdana Menteri

Presiden Tunisia Kais Saied Lancarkan 'Kudeta', Tangguhkan Parlemen Dan Pecat Perdana Menteri

Senin, 26 Jul 2021 17:15

Lewat Fatwa dan Tausyiah, MUI Berperan Besar Tangani Covid-19

Lewat Fatwa dan Tausyiah, MUI Berperan Besar Tangani Covid-19

Senin, 26 Jul 2021 14:20

Semoga Rektor UI Menjadi “Kyai Haji Ari Kuncoro”

Semoga Rektor UI Menjadi “Kyai Haji Ari Kuncoro”

Senin, 26 Jul 2021 12:48

Ahmad Syaikhu: Pada Masa Pandemi, Keluarga Perlu Tiga Penguatan

Ahmad Syaikhu: Pada Masa Pandemi, Keluarga Perlu Tiga Penguatan

Senin, 26 Jul 2021 11:39

Anak Belum Baligh Menjadi Imam Shalat

Anak Belum Baligh Menjadi Imam Shalat

Senin, 26 Jul 2021 11:00

Jika Pandemi Berlanjut, Mungkin Saja Nanti Ada Fatwa Nikah Daring

Jika Pandemi Berlanjut, Mungkin Saja Nanti Ada Fatwa Nikah Daring

Senin, 26 Jul 2021 10:51

MUI 46 Tahun, KH Cholil Nafis: Sarana Dakwah danl Perekat Umat

MUI 46 Tahun, KH Cholil Nafis: Sarana Dakwah danl Perekat Umat

Senin, 26 Jul 2021 10:29

Rakyat Buntung, Ada Yang Ambil Untung

Rakyat Buntung, Ada Yang Ambil Untung

Senin, 26 Jul 2021 08:19

Israel Larang Masuk Truk Bahan Bakar Untuk Pembangkit Listrik Di Jalur Gaza

Israel Larang Masuk Truk Bahan Bakar Untuk Pembangkit Listrik Di Jalur Gaza

Ahad, 25 Jul 2021 22:20


MUI

Must Read!
X