Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.362 views

Afrika Selatan Larang Pengibaran Bendera Apartheid

JOHANNESBURG (voa-islam.com) - Sebuah pengadilan di Afrika Selatan memutuskan untuk melarang sebagian pajangan atau mengibarkan bendera terkait era apartheid lama. Pengadilan mengatakan bahwa itu sama dengan "pidato kebencian dan pelecehan" di negara yang menyaksikan puluhan tahun diskriminasi rasial.

"Penampilan serampangan dari bendera apartheid lama secara virtual mengkomunikasikan pesan kepercayaan atau dukungan rasisme, supremasi kulit putih, dan penaklukan penduduk kulit hitam," kata Hakim Phineas Mojapelo dalam keputusannya Rabu malam di pengadilan kesetaraan Johannesburg.

Nelson Mandela Foundation dan Komisi Hak Asasi Manusia Afrika Selatan mengajukan pengaduan ke pengadilan kesetaraan setelah sekelompok pengunjuk rasa kulit putih mengibarkan bendera apartheid saat memprotes dugaan pembunuhan terhadap petani kulit putih pada tahun 2017.

Namun, AfriForum, kelompok lobi yang sebagian besar mewakili warga kulit putih Afrika Selatan, menantang para pengadu di pengadilan dengan mengatakan tindakan mereka akan mengancam kebebasan berbicara. Dalam putusannya, Hakim Mojapelo mengatakan bahwa bendera dipandang sebagai sisa apartheid yang konstan. Mojapelo mengatakan sekarang hanya bisa ditampilkan untuk tujuan bersejarah di museum, atau untuk tujuan akademik, jurnalistik atau artistik. Dia juga mengatakan berlanjutnya penampilan bendera di publik oleh orang-orang itu sangat menyakitkan.

Nelson Mandela Foundation memberikan kesaksian bahwa bendera lama tidak mewakili apa pun selain sistem segregasi dan penaklukan ras yang tidak manusiawi yang memerintah Afrika Selatan sebelum 27 April 1994 ketika kekuasaan minoritas kulit putih berakhir.

Mereka yang terus menampilkan bendera apartheid menghadapi denda besar atau akan dikenai layanan masyarakat tetapi tidak akan dikirim ke penjara. Bendera apartheid yang terbuat dari warna oranye, putih dan biru diadopsi oleh pemerintahan minoritas kulit putih di Afrika Selatan pada tahun 1928. Bendera tersebut mewakili sejumlah koloni termasuk bendera Pangeran Belanda, British Union Jack dan beberapa lainnya, yang mengingatkan pahitnya negara itu di masa lalu kolonial.

"Kami adalah negara pelangi. Saya tidak melihat mengapa beberapa orang terus menampilkan bendera apartheid yang mengingatkan kita tentang masa lalu kita. Yang kita butuhkan adalah bergerak maju sebagai negara yang bersatu," ungkap Malume Mike yang berusia 57 tahun, seorang sopir taksi di Johannesburg pada hari Kamis kemarin.[anadolu/fq/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Latest News

Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X