Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.714 views

Jihad Islam Hentikan Serangan Roket dari Gaza Setelah Israel Setujui Syarat Gencatan Senjata

JALUR GAZA, PALESTINA (voa-islam.com) - Gerakan Jihad Islam Palestina yang bermarkas di Gaza mengatakan pihaknya menahan tembakan setelah rezim di Israel menerima tuntutan utamanya, termasuk menghentikan pembunuhan yang ditargetkan, sebagai bagian dari gencatan senjata yang dimediasi Mesir yang bertujuan mengakhiri konfrontasi militer antara kedua pihak.

Berbicara pada hari Kamis (14/11/2019) pagi, juru bicara Jihad Islam, Musab al-Braim, mengkonfirmasi laporan gencatan senjata sebelumnya, mengatakan gencatan senjata mulai berlaku pada pukul 5.30 pagi waktu setempat, lapor Reuters.

Braim mengatakan Tel Aviv telah sepakat untuk mengakhiri target pembunuhan para pejuang Palestina dan tembakan mematikan pada demonstrasi mingguan Palestina terhadap pendudukan di dekat pagar yang memisahkan Jalur Gaza dari wilayah yang diduduki Israel.

"Gencatan senjata dimulai di bawah sponsor Mesir setelah Pendudukan (Israel) tunduk pada ketentuan yang ditetapkan oleh Jihad Islam atas nama faksi-faksi perlawanan Palestina," kata Braim kepada Reuters.

Sebelumnya, sumber-sumber Mesir mengatakan "perjanjian gencatan senjata datang sebagai hasil dari upaya Mesir" dan telah disahkan oleh "faksi-faksi Palestina termasuk Jihad Islam."

Rezim Tel Aviv telah menyetujui tuntutan utama Jihad Islam sebagai imbalan bagi kelompok perlawanan untuk menghentikan penembakan roket ke wilayah-wilayah pendudukan dan memastikan aksi unjuk rasa damai di Gaza.

Sejauh ini belum ada konfirmasi dari pihak Israel.

Meskipun demikian, tak lama setelah gencatan senjata, sirene peringatan roket dilaporkan terdengar di selatan tanah yang diduduki.

Pada Rabu malam, Ziad al-Nakhala, sekretaris jenderal jihad Islam, mengatakan kelompok perlawanan tersebur telah menyusun daftar tuntutan untuk gencatan senjata dengan Israel kepada moderator Mesir.

"Kami memberikan persyaratan khusus untuk gencatan senjata," katanya kepada saluran TV Al Mayadeen yang berkantor pusat di Beirut. "Jika Israel menerima mereka, kami akan menerima gencatan senjata."

"Jika Israel tidak menerima tuntutan tersebut, kami akan terus berjuang untuk periode waktu yang terbuka," ia memperingatkan.

Tuntutan "sederhana dan rendah hati" Jihad Islam mencakup penghentian pembunuhan di Jalur Gaza dan Tepi Barat, pasukan Israel tidak menembaki warga sipil yang tidak bersalah selama protes Gaza, dan Tel Aviv mematuhi pemahaman tentang Gaza yang dicapai di Kairo selama negosiasi gencatan senjata sebelumnya, Nakhala menjelaskan.

Eskalasi meletus awal Selasa, ketika Israel membunuh komandan senior Jihad Islam Baha Abu al-Ata, bersama istrinya, dalam serangan yang ditargetkan di rumah mereka di Gaza.

Serangan serupa juga menghantam rumah komandan Jihad Islam lainnya di Suriah pada hari Selasa, tetapi gagal membunuh target.

Israel melanjutkan serangan udara mematikannya ke pantai yang terkepung itu, menewaskan 30 warga Palestina lainnya dan melukai 97 lainnya selama dua hari terakhir.

Pembunuhan Ata memicu serangan pembalasan Palestina ke wilayah-wilayah pendudukan.

Sebanyak 300 roket diperkirakan telah diluncurkan dari Gaza, mencapai sejauh Tel Aviv dan menutup sekolah-sekolah di wilayah tengah dan selatan wilayah yang diduduki.

Dalam sebuah tweet pada hari Rabu, juru bicara Jihad Islam Abu Hamza mengatakan Israel menyembunyikan tingkat kehancuran sebenarnya yang disebabkan oleh serangan roket balasan.

"Kami menantang sensor militer Zionis untuk mengungkapkan gambar dan video yang menunjukkan tingkat kehancuran pabrik, markas besar dan rumah-rumah pemukim di kota-kota yang diduduki," tulisnya. (ptv)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Perdana Menteri Imran Khan Sebut Pakistan Tidak Lagi Jadi Surga Aman Bagi Jihadis

Perdana Menteri Imran Khan Sebut Pakistan Tidak Lagi Jadi Surga Aman Bagi Jihadis

Senin, 17 Feb 2020 20:15

Gerakan Menutup Aurat 2020 Diselenggarakan di Jakarta

Gerakan Menutup Aurat 2020 Diselenggarakan di Jakarta

Senin, 17 Feb 2020 20:06

AS Ancam Putus Pembagian Data Intelijen Pada Negara yang Menggunakan Teknologi Huawei Cina

AS Ancam Putus Pembagian Data Intelijen Pada Negara yang Menggunakan Teknologi Huawei Cina

Senin, 17 Feb 2020 20:00

Taliban Tewaskan 5 Tentara Afghanistan dalam Serangan di Pangkalan Militer Shora Khak Kunduz

Taliban Tewaskan 5 Tentara Afghanistan dalam Serangan di Pangkalan Militer Shora Khak Kunduz

Senin, 17 Feb 2020 19:45

Rezim Teroris Assad Rebut Kembali Sebagian Besar Aleppo Menjelang Pembicaraan Rusia-Turki

Rezim Teroris Assad Rebut Kembali Sebagian Besar Aleppo Menjelang Pembicaraan Rusia-Turki

Senin, 17 Feb 2020 19:30

Cina Laporkan Meningkatnya Kasus Virus Baru Saat Jumlah Kematian Mendekati 1.800

Cina Laporkan Meningkatnya Kasus Virus Baru Saat Jumlah Kematian Mendekati 1.800

Senin, 17 Feb 2020 19:15

KH Tengku Zulkarnain: Masak Zaman Teknologi 5.0, Masih Ada Orang Besar Percaya Klenik

KH Tengku Zulkarnain: Masak Zaman Teknologi 5.0, Masih Ada Orang Besar Percaya Klenik

Senin, 17 Feb 2020 18:26

Jokowi Dilarang ke Kediri Karena Mitos Akan Lengser, Demokrat Bandingkan dengan SBY

Jokowi Dilarang ke Kediri Karena Mitos Akan Lengser, Demokrat Bandingkan dengan SBY

Senin, 17 Feb 2020 17:54

Elemen Pers Tolak Campur Tangan Pemerintah Lewat Omnibus Law

Elemen Pers Tolak Campur Tangan Pemerintah Lewat Omnibus Law

Senin, 17 Feb 2020 17:15

Harga Gula Menggila, Komisi IV DPR: Ini Permainan Mafia

Harga Gula Menggila, Komisi IV DPR: Ini Permainan Mafia

Senin, 17 Feb 2020 16:19

Eks Jubir Gus Dur: Pantangan Penguasa Itu Bukan Kediri, tapi ke Diri

Eks Jubir Gus Dur: Pantangan Penguasa Itu Bukan Kediri, tapi ke Diri

Senin, 17 Feb 2020 15:38

Banjir DKI Kok Surveinya di 34 Provinsi, Pasti Ngawur!

Banjir DKI Kok Surveinya di 34 Provinsi, Pasti Ngawur!

Senin, 17 Feb 2020 14:05

Ketua BPIP, dari Kesombongan Horizontal Menuju Kesombongan Vertikal

Ketua BPIP, dari Kesombongan Horizontal Menuju Kesombongan Vertikal

Senin, 17 Feb 2020 13:53

Ada Upaya RUU Cipta Kerja Cabut Peran MUI, IHW: Jangan Kooptasi Hukum Agama dengan Hukum Negara

Ada Upaya RUU Cipta Kerja Cabut Peran MUI, IHW: Jangan Kooptasi Hukum Agama dengan Hukum Negara

Senin, 17 Feb 2020 08:54

Legislator: Omnibus Law Cipta Kerja Jangan Merusak Lingkungan

Legislator: Omnibus Law Cipta Kerja Jangan Merusak Lingkungan

Senin, 17 Feb 2020 08:05

Menlu Turki: Haftar Tidak Menginginkan Solusi Politik Tetapi Solusi Militer

Menlu Turki: Haftar Tidak Menginginkan Solusi Politik Tetapi Solusi Militer

Ahad, 16 Feb 2020 20:35

Laporan: Militer AS Tolak Tarik Seluruh Pasukan dari Irak, Tawarkan Penarikan Sebagian

Laporan: Militer AS Tolak Tarik Seluruh Pasukan dari Irak, Tawarkan Penarikan Sebagian

Ahad, 16 Feb 2020 20:11

Muslimah Wahdah Jakarta-Depok Selenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan

Muslimah Wahdah Jakarta-Depok Selenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan

Ahad, 16 Feb 2020 17:19

Kelompok Yahudi AS Kunjungi Arab Saudi untuk Pertama Kali

Kelompok Yahudi AS Kunjungi Arab Saudi untuk Pertama Kali

Ahad, 16 Feb 2020 17:15

Tanggapi Kepala BPIP, MUI: Jangan Ada yang Sok Pancasilais, Justru Melanggar Pancasila

Tanggapi Kepala BPIP, MUI: Jangan Ada yang Sok Pancasilais, Justru Melanggar Pancasila

Ahad, 16 Feb 2020 16:17


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Sabtu, 15/02/2020 17:19

Pelajaran Berharga dari Virus Corona