Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.333 views

Mahmoud Abbas Tolak Panggilan Telepon dari Presiden AS Donald Trump

TEPI BARAT, PALESTINA (voa-islam.com) - Seorang pejabat senior mengatakan pada hari Ahad (27/1/2020) bahwa Presiden Palestina Mahmoud Abbas  dalam beberapa hari terakhir menolak panggilan telepon dari Presiden AS Donald Trump, menyusul kemarahan atas apa yang disebut rencana perdamaian "Kesepakatan Abad Ini".

Pejabat Palestina tersebut, yang memilih untuk tetap anonim, mengatakan kepada kantor berita Turki Anadolu, "Ada upaya oleh Trump untuk berbicara di telepon dengan Abbas, tetapi Abbas menolak".

Pejabat Palestina itu mengatakan panggilan telepon tersebut dilakukan dalam beberapa hari terakhir tanpa menentukan tanggal tertentu.

Otoritas Palestina telah memboikot pemerintahan Trump sejak 2017, menyusul pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Yerusalem Timur Palestina diduduki secara ilegal oleh Israel pada tahun 1967 dan kekuatan dunia telah lama sepakat bahwa nasib kota harus diselesaikan melalui negosiasi antara Israel dan Palestina.

Sejak 2017, AS juga telah memotong dana untuk UNRWA, badan PBB yang bertanggung jawab untuk memberikan bantuan kepada para pengungsi Palestina dan mengatakan bahwa mereka tidak lagi menganggap permukiman Israel di Tepi Barat sebagai ilegal.

Trump telah mengundang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pemimpin oposisi Benny Gantz ke Gedung Putih untuk membahas "rencana perdamaian" terbaru Presiden AS untuk Timur Tengah. Dia dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin Israel pekan ini.

Tidak ada warga Palestina yang diundang ke pertemuan itu. Pada hari Ahad, Otoritas Palestina mengancam akan menarik diri dari Kesepakatan Oslo sebagai tanggapan atas rencana perdamaian pemerintahan Trump.

Kesepakatan Oslo ditandatangani pada tahun 1993 dan seharusnya menjadi langkah sementara dalam persiapan untuk penyelesaian perdamaian akhir Israel-Palestina, yang akan memenuhi hak Palestina untuk menentukan nasib sendiri.

Rencana Trump - yang ia sebut "Kesepakatan Abad Ini" - diperkirakan untuk mengakui kedaulatan Israel atas Yerusalem dan permukiman ilegal Yahudi Israel di Tepi Barat, sehingga mustahil bagi Palestina untuk mendirikan negara yang mandiri dan layak.

Baik Netanyahu dan Gantz juga telah menyatakan niat mereka untuk mencaplok wilayah Lembah Jordan, yang merupakan sepertiga dari Tepi Barat.

Rencana Trump juga mencakup investasi ekonomi utama di wilayah Palestina dalam apa yang tampaknya merupakan upaya untuk menyuap warga Palestina agar menyerahkan hak mereka untuk status negara dan tanah yang secara ilegal diambil oleh Israel.

"Pemerintah AS tidak akan menemukan satu pun orang Palestina yang mendukung proyek ini," kata kementerian luar negeri Palestina dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad.

"Rencana Trump adalah rencana abad ini untuk melikuidasi tujuan Palestina."

Trump diperkirakan akan mengungkap detail lengkap rencana tersebut sebelum ia bertemu dengan para pemimpin Israel.

Pada hari Ahad surat kabar Israel Yedioth Ahranoth mengutip sumber-sumber Israel yang mengatakan bahwa rencana Trump akan mencakup "masa transisi" empat tahun karena penolakan Abbas terhadapnya.

Ini dengan harapan bahwa calon pengganti presiden Palestina berusia 84 tahun itu akan menerimanya.

Sumber mengatakan bahwa Palestina akan menerima 70 persen dari Tepi Barat di bawah rencana dan ibukota di Shuafat, dekat Yerusalem.

Sebuah negara Palestina akan didirikan tetapi akan memiliki kedaulatan terbatas, tanpa tentara, tidak ada kontrol atas wilayah udara atau perbatasannya, dan tidak ada kekuatan untuk menandatangani perjanjian dengan negara-negara asing, menurut sumber-sumber Israel. (TNA)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Laporan: 2 Orang Terdeteksi Positif Virus Corona Baru di Kota Suci Syi'ah Qom Iran

Laporan: 2 Orang Terdeteksi Positif Virus Corona Baru di Kota Suci Syi'ah Qom Iran

Rabu, 19 Feb 2020 23:00

Hanya dalam Sepekan Rusia telah Luncurkan 120 Serangan Udara ke Aleppo

Hanya dalam Sepekan Rusia telah Luncurkan 120 Serangan Udara ke Aleppo

Rabu, 19 Feb 2020 22:35

Faksi-faksi Palestina Bentuk Komite Nasional untuk Melawan Rencana Perdamaian Trump

Faksi-faksi Palestina Bentuk Komite Nasional untuk Melawan Rencana Perdamaian Trump

Rabu, 19 Feb 2020 22:17

Ketum DMI: Bedakan Amar Ma'ruf Nahi Munkar dengan Radikalisme

Ketum DMI: Bedakan Amar Ma'ruf Nahi Munkar dengan Radikalisme

Rabu, 19 Feb 2020 10:32

Iya Sih, Tapi...

Iya Sih, Tapi...

Rabu, 19 Feb 2020 09:30

Menghadapi Virus Corona

Menghadapi Virus Corona

Rabu, 19 Feb 2020 08:24

Bayar SPP Bisa Pakai GoPay, Natalius Pigai Minta Ombudsman dan KPK Periksa Mendikbud

Bayar SPP Bisa Pakai GoPay, Natalius Pigai Minta Ombudsman dan KPK Periksa Mendikbud

Rabu, 19 Feb 2020 07:39

Legislator: Selesaikan Skandal Jiwaraya Secara Menyeluruh, Jangan Sepotong-Sepotong

Legislator: Selesaikan Skandal Jiwaraya Secara Menyeluruh, Jangan Sepotong-Sepotong

Rabu, 19 Feb 2020 06:54

Muhammadiyah Gelar Anugerah Jurnalistik Fachrodin Award 2020

Muhammadiyah Gelar Anugerah Jurnalistik Fachrodin Award 2020

Rabu, 19 Feb 2020 04:58

Kerudungin Kepala Dulu atau Hati Dulu?

Kerudungin Kepala Dulu atau Hati Dulu?

Rabu, 19 Feb 2020 03:21

Fahira Nilai Omnibus Law Bentuk Frustasi Pemerintah atas Mandeknya Ekonomi

Fahira Nilai Omnibus Law Bentuk Frustasi Pemerintah atas Mandeknya Ekonomi

Rabu, 19 Feb 2020 02:44

Kemuliaan Seorang Ibu

Kemuliaan Seorang Ibu

Rabu, 19 Feb 2020 01:53

PKS Minta Peran Kelembagaan Batan Diperkuat

PKS Minta Peran Kelembagaan Batan Diperkuat

Rabu, 19 Feb 2020 00:53

Tak Dilibatkan Bahas RUU Ciptaker, AJI: Mau Buat UU Apa Konspirasi Kejahatan?

Tak Dilibatkan Bahas RUU Ciptaker, AJI: Mau Buat UU Apa Konspirasi Kejahatan?

Selasa, 18 Feb 2020 23:58

Hadits

Hadits "Tidak Ada Penularan Penyakit", Apa Maksudnya?

Selasa, 18 Feb 2020 23:39

Solusi Islam Cegah Perselingkuhan

Solusi Islam Cegah Perselingkuhan

Selasa, 18 Feb 2020 22:45

Turki Keluarkan Surat Perintah Penangkapan untuk 700 Orang Terkait Fetullah Gulen

Turki Keluarkan Surat Perintah Penangkapan untuk 700 Orang Terkait Fetullah Gulen

Selasa, 18 Feb 2020 21:00

Hampir 1 Juta Orang Mengungsi Sejak Rezim Assad Meluncurkan Ofensif Idlib Bulan Desember

Hampir 1 Juta Orang Mengungsi Sejak Rezim Assad Meluncurkan Ofensif Idlib Bulan Desember

Selasa, 18 Feb 2020 20:30

Pemimpin Oposisi Sudan: Normalisasi dengan Penjajah Israel Adalah Tindakan Penghianatan

Pemimpin Oposisi Sudan: Normalisasi dengan Penjajah Israel Adalah Tindakan Penghianatan

Selasa, 18 Feb 2020 20:01

Sebut Agama Musuh Terbesar Pancasila, Pernyataan Kepala BPIP Menyesatkan

Sebut Agama Musuh Terbesar Pancasila, Pernyataan Kepala BPIP Menyesatkan

Selasa, 18 Feb 2020 18:42


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X