Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.436 views

Jaksa Penuntut Terorisme Jerman Sebut 'Motif Sayap Kanan' di Balik Penembakan Mematikan di Hanau

BERLIN, JERMAN (voa-islam.com) - Penyelidik Jerman mengatakan pada hari Kamis (20/2/2020) mereka mencurigai "motif sayap kanan" di balik penembakan kembar di sebuah bar shisha dan sebuah kafe yang menewaskan sepuluh orang semalam di kota Hanau, dekat Frankfurt.

Beberapa jam setelah polisi menemukan tersangka pria bersenjata itu tewas di rumahnya pada dini hari Kamis setelah perburuan besar-besaran, jaksa penuntut terorisme federal mengambil alih kasus itu.

Seorang juru bicara jaksa penuntut mengatakan ada "indikasi motif sayap kanan", dan bahwa jaksa federal mengambil kendali atas penyelidikan karena beratnya kasus ini, media Jerman melaporkan.

Polisi menemukan surat pengakuan dan video di rumah tersangka, yang menurut media lokal menyatakan motif sayap kanan. Tersangka telah disebut di pers sebagai pria berusia 43 tahun bernama Tobias R.

Ahli anti-terorisme King's College London Peter Neumann, yang melihat teks itu, mentweet bahwa itu berisi "berbagai, tetapi sebagian besar pandangan ekstrim kanan, dengan ideologi do-it-yourself yang dirakit dari bagian-bagian yang ditemukan di internet ".

"Dia membenci orang asing dan non-kulit putih. Meskipun dia tidak menekankan Islam, dia menyerukan pemusnahan berbagai negara di Afrika Utara, Timur Tengah dan Asia Tengah (yang semuanya merupakan mayoritas Muslim)," tambahnya.

Dia mengatakan dokumen bahasa Jerman yang sangat baik mengindikasikan bahwa tersangka pernah belajar di universitas.

"Polanya jelas, dan sama sekali tidak baru," tambahnya.

Sementara itu media termasuk penyiar publik ARD melaporkan bahwa mayat kedua yang ditemukan di properti itu adalah milik ibu pria itu.

Selusin tembakan

Serangan itu terjadi di dua bar di Hanau, sekitar 20 kilometer dari Frankfurt, di mana polisi bersenjata dengan cepat menyebar dan helikopter polisi berkeliaran di langit untuk mencari mereka yang bertanggung jawab atas penembakan berdarah tersebut.

Serangan pertama terjadi di sebuah bar di distrik Heumarkt di pusat Hanau sekitar pukul 22:00 waktu setempat, kata laporan.

Seorang pria bersenjata dilaporkan membunyikan bel pintu dan menembaki orang-orang di bagian merokok, menewaskan lima termasuk seorang wanita, Bild melaporkan.

"Para korban adalah orang-orang yang telah kita kenal selama bertahun-tahun," kata putra manajer bar itu kepada kantor berita Jerman DPA. Dua karyawan termasuk di antara korban, menurut pria itu, yang tidak berada di bar selama penembakan. "Ini mengejutkan bagi semua orang."

Polisi mengatakan salah satu dari mereka yang terluka dalam serangan itu juga tewas.

Penyerang, atau para penyerang, melarikan diri dari tempat kejadian dengan mobil, menurut polisi. Kemudian ada penembakan kedua di Arena Bar.

Tiga orang tewas di luar gedung, kata media setempat, dengan saksi mata melaporkan mendengar selusin tembakan.

Sebuah Mercedes-Benz perak ditutupi seperti selimut yang bisa dilihat di belakang barisan polisi dan dikelilingi oleh petugas di luar Arena Bar, dengan pecahan kaca di tanah.

'Skenario horor'

Jerman telah menjadi sasaran dalam beberapa tahun terakhir oleh beberapa serangan ekstremis, salah satunya menewaskan 12 orang di jantung Berlin pada Desember 2016.

Serangan sayap kanan telah menjadi perhatian khusus bagi otoritas Jerman.

Pada bulan Oktober, serangan senjata anti-semit yang mematikan di kota Halle di timur pada hari suci Yom Kippur menggarisbawahi meningkatnya ancaman kekerasan neo-Nazi. Amukan, di mana dua orang ditembak mati, disiarkan langsung.

Juni lalu, politisi konservatif Walter Luebcke, seorang penganjur kebijakan pengungsi liberal, ditembak di rumahnya.

Pada hari Jumat polisi menangkap 12 anggota kelompok ekstrem kanan Jerman yang diyakini merencanakan serangan besar-besaran "mengejutkan" terhadap masjid-masjid yang serupa dengan yang dilakukan di Selandia Baru tahun lalu.

Organisasi Islam Jerman-Turki Ditib, yang mendanai sekitar 900 masjid di Jerman, menyerukan perlindungan yang lebih besar bagi umat Islam di negara itu, dengan mengatakan mereka "tidak lagi merasa aman" di Jerman. (TNA)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Latest News
Kekeliruan Paradigma Emosi

Kekeliruan Paradigma Emosi

Rabu, 24 Feb 2021 23:00

Pendangkalan Aqidah Generasi Dampak Moderasi

Pendangkalan Aqidah Generasi Dampak Moderasi

Rabu, 24 Feb 2021 22:44

Bekerja untuk Akhirat

Bekerja untuk Akhirat

Rabu, 24 Feb 2021 22:12

Kerumunan Jokowi di Maumere, PKS: Apa Artinya Segala Upaya Penanggulangan Covid-19?

Kerumunan Jokowi di Maumere, PKS: Apa Artinya Segala Upaya Penanggulangan Covid-19?

Rabu, 24 Feb 2021 21:39

Perda Syariat Digugat, Dimana Hak Umat untuk Taat?

Perda Syariat Digugat, Dimana Hak Umat untuk Taat?

Rabu, 24 Feb 2021 21:38

Belajar dari Kisah Ashabul Kahfi: Ikhlas dalam Beribadah

Belajar dari Kisah Ashabul Kahfi: Ikhlas dalam Beribadah

Rabu, 24 Feb 2021 21:17

Jilbab Dihambat, Perda Syariat Digugat

Jilbab Dihambat, Perda Syariat Digugat

Rabu, 24 Feb 2021 20:51

Menjaga Keluarga dari Gerusan Kapitalisme

Menjaga Keluarga dari Gerusan Kapitalisme

Rabu, 24 Feb 2021 20:50

Akhiri Ketidakpastian Hukum, Partai Gelora Dorong Penerbitan Perppu dan Pengesahan RUU KUHP

Akhiri Ketidakpastian Hukum, Partai Gelora Dorong Penerbitan Perppu dan Pengesahan RUU KUHP

Rabu, 24 Feb 2021 20:43

Generasi, Akankah Jadi Tumbal Moderasi Beragama?

Generasi, Akankah Jadi Tumbal Moderasi Beragama?

Rabu, 24 Feb 2021 20:24

Manajemen Marah

Manajemen Marah

Rabu, 24 Feb 2021 20:05

Perang Lawan Rentenir, Legislator Ini Dorong Program Ibu Berdaya

Perang Lawan Rentenir, Legislator Ini Dorong Program Ibu Berdaya

Rabu, 24 Feb 2021 19:59

Jika Varian Baru Corona Masuk Ke Indonesia, Bagaimana Nasib Kita?

Jika Varian Baru Corona Masuk Ke Indonesia, Bagaimana Nasib Kita?

Rabu, 24 Feb 2021 19:47

Islam Solusi Kekerasan Seksual pada Perempuan

Islam Solusi Kekerasan Seksual pada Perempuan

Rabu, 24 Feb 2021 19:30

Sinergi ACT-Korps Marinir Bantu Korban Banjir Kabupaten Bekasi

Sinergi ACT-Korps Marinir Bantu Korban Banjir Kabupaten Bekasi

Rabu, 24 Feb 2021 19:29

Militer Libya: Tentara Bayaran Wagner Rusia Terlihat Di Kota Pantai Sirte

Militer Libya: Tentara Bayaran Wagner Rusia Terlihat Di Kota Pantai Sirte

Rabu, 24 Feb 2021 18:45

NYCFA: UEA Tetap Terlibat Dalam Perang Di Yaman Meskipun Mengklaim Telah Menarik Diri

NYCFA: UEA Tetap Terlibat Dalam Perang Di Yaman Meskipun Mengklaim Telah Menarik Diri

Rabu, 24 Feb 2021 17:35

Tingkatkan Kompetensi Pengasuh, Pesantren Wahdah Islamiyah Cibonong Gelar Training Konseling

Tingkatkan Kompetensi Pengasuh, Pesantren Wahdah Islamiyah Cibonong Gelar Training Konseling

Rabu, 24 Feb 2021 17:04

Erdogan Kecam Standar Ganda Uni Eropa Atas Kebijakan Pengungsi

Erdogan Kecam Standar Ganda Uni Eropa Atas Kebijakan Pengungsi

Rabu, 24 Feb 2021 16:50

Dukung GNWU, Dirut PPPA Daarul Quran: Semua Nazhir Wakaf Uang Harus Dilibatkan

Dukung GNWU, Dirut PPPA Daarul Quran: Semua Nazhir Wakaf Uang Harus Dilibatkan

Rabu, 24 Feb 2021 16:17


MUI

Must Read!
X