Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
25.545 views

Ini Cara Tundukkan Arogansi Singapura, Cukup Dengan 10 Balon

JAKARTA (voa-islam.com) - Protes Singapura telah mengingatkan kembali atas hukuman mati terhadap dua marinir Indonesia itu, Usman Haji Mohamad Ali dan Harun Said. Protes Singapura ini terkait nama bagi Kapal Republik Indonesia (KRI) yang diberi nama Usman Harun, tak pekal membuka ingatan kita siapa sebenarnya Usman-Harun ini. Lalu begitu pentingkah keduanya sehingga Singapura memprotes?

Lalu bagaimana cara RI protes kita pada Negeri Singa itu?
 
Kita sepakat, tidak membuang banyak energi untuk memberi pelajaran atas arogansi sikap Singapura itu. Ada banyak cara yang bisa dilakukan anak negeri ini untuk membuat Singapura menyadari bahwa sikapnya itu tidak tepat.
Protes Pertama, kita minta kepada saudara-saudara kita di Pulau Bintan untuk menghentikan sementara pasok air bersih ke Singapura. Tak perlu lama-lama, cukup satu bulan saja para pengusaha di Bintan menghentikan pengiriman air bersih ke negeri itu. Kalau menghentikan pasok air tak cukup, hentikan juga pasok pasir ke Singapura.
 
Protes Kedua, kita minta saudara-saudara kita di Pulau Batam untuk menggelar Festival Layang-layang secara besar-besaran di bibir pantai pulau yang berhadapan langsung dengan Singapura itu. Jika selama ini festival laying-layang dilakukan di Pulau Bali, maka khusus untuk tahun 2014 ini, kita pindah ke Pulau Batam. Acara ini tak perlu lama-lama, cukup satu minggu saja. Sebab, kalau lama-lama bisa diprotes seluruh dunia, karena pesawat mereka terlalu lama tak bisa mendarat di Baandara International Changi.
 
Protes Ketiga, meniru apa yang pernah dilakukan Brigjen Pol Andojono, Wairwasum Mabes Polri. Beberapa tahun silam, ketika Andojono masih menjabat Kapolwil di Kepulauan Riau, berusaha menolong nelayan yang ditangkap polisi Singapura. Andojono minta agar para nelayan itu dibebaskan dan tidak disiksa selama dalam tahanan Singapura. Rupanya Andojono mendapat informasi bahwa para nelayan itu disiksa polisi Singapura.
Dalam rangka membebaskan para nelayan dari penjara itu, Andojono bertandang ke Singapura menemui petinggi polisi di sana. Rupanya, Singapura memang negara kecil yang sangat arogan. Polisi negeri itu menolak mentah-mentah permintaan mantan Kapolwil Bogor itu. Dengan tangan kosong, Andojono harus kembali ke Batam.
Bukan Andojono kalau tak punya akal untuk mewujudkan apa yang sudah diniatkannya membebaskan nelayan Indonesia dari tahanan Singapura. Sekembalinya dari Singapura, Andojono memerintahkan anggotanya memasang balon udara di bibir pantai Pulau Batam. Jumlahnya tak terlalu banyak. Sepuluh pun tak sampai.
Apa yang terjadi? Kepala Kepolisian Singapura pun bertekuk lutut. Dia mencari Andojono dan meminta agar balon-balon udara di Pantai Batam itu diturunkan karena telah melumpuhkan penerbangan di Bandara International Changi. Tentu, Andojono bilang bahwa balon udara itu baru bisa diturunkan kalau nelayan Indonesia yang ditahan Singapura dibebaskan tanpa syarat apa pun. Dan, para nelayan pun bebas.
 
Sejarah Singkat Usman Harun?
Untuk mengingat Siapa Usman dan Harun, Usman, bernama lengkap Usman Janatin bin H. Ali Hasan. Usman lahir di Dukuh Tawangsari, Desa Jatisaba, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada 18 Maret 1943. Pangkat terakhirnya adalah Sersan. Dia anggota elit Korps Komando Operasi (KKO), cikal bakal Marinir Angkatan Laut (AL).

Harun, bernama asli Tohir bin Said, yang kemudian dikenal Harun Said. Lahir di pulau Bawean, Kabupaten Gresik Jawa Timur. Dia adalah anak ketiga dari ayah bernama Mandar dan ibu Aswiyani. Pangkat terakhir adalah Kopral.

Pada periode 1962-1966, terjadi ketegangan semenanjung Malaya. Ada keinginan Malaysia menyatukan Brunei, Sabah dan Sarawak. Indonesia di bawah komando Presiden Soekarno menolak itu.

Penggabungan itu oleh Malaysia diharapkan menjadi Federasi Malaysia. Soekarno mentah-mentah menolaknya. Karena bagi Soekarno, cara Federasi Malaysia adalah imperialisme gaya baru.

Bagi Soekarno, Federasi Malaysia layaknya "boneka Inggris". Juga mengancam Indonesia karena bisa jadi mendukung pemberontak yang saat itu masih ada di Indonesia.

Digelorakannya Dwikora oleh Soekarno, memulai perlawanan terhadap Federasi Malaysia itu. Konfrontasi Indonesia-Malaysia semakin memanas. Pada 3 Mei 1964, dikirim relawan ke negara-negara tersebut.

Harun Said dan Usman Hj Mohd Ali yang saat itu anggota KKO, dikirim ke Singapura dengan perahu karet. Mereka diminta melakukan sabotase terhadap kepentingan Singapura.

Kerja keduanya terbilang sukses. Hingga pada 10 Maret 1965 terjadi pengemoban di MacDonald House, yang juga kantor Hongkong Bank dan Shanghai Bank. Lokasinya di Orchard Road. 33 orang dikabarkan luka berat, tiga lagi meninggal dunia.

Singapura mendeteksi pelakunya. Usman dan Harun mencoba untuk keluar dari Singapura. Penjagaan semakin diperketat di jalur keluar Singapura. Berbagai cara dilakukan keduanya untuk keluar.

Usman dan Harun sempat bertolak meninggalkan Singapura dengan perahu. Sayang, di tengah perjalanan, mesin perahu mati sehingga mereka tertangkap.

Mereka divonis hukuman gantung. Upaya banding Indonesia mental. Sehingga keduanya pada 1968 dihukum gantung. Usman dan Harun meninggal pada usia yang tergolong muda, 25 tahun.

Setelah penghormatan terakhir, jenazah keduanya diterbangkan ke Indonesia menggunakan pesawat TNI AU.

Nama kapal perang Usman-Harun yang didasarkan atas dua nama Marinir Indonesia, yakni Usman Haji Mohamad Ali dan Harun Said, diprotes Pemerintah Singapura karena terlibat pengeboman Macdonald House di Orchard Road pada 1965.

Juru Bicara Kemlu Singapura mengatakan akibat dari penamaan ini akan menyakiti perasaan rakyat Singapura, terutama keluarga dari korban. Dalam peristiwa itu tiga orang tewas dan melukai 33 orang.

Saat itu Presiden Soekarno menolak pembentukan Malaysia. Singapura masih menjadi bagiannya sejak September 1963 hingga Agusuts 1965. Dua marinir tersebut melakukan pengeboman di MacDonald House dan berhasil ditangkap dan diadili di Singapura pada 1968.

Keduanya dihukum gantung dan memicu kemarahan di Jakarta yang berujung pada perusakan di Kedutaan Besar Singapura oleh sekira 400 orang. Bagi Indonesia, dua marinir itu adalah pahlawan dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
 
Pengirim : Djafar - Kalibata

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Asosiasi Muslim Kanada Luncurkan Situs Web Baru Untuk Perangi Islamofobia

Asosiasi Muslim Kanada Luncurkan Situs Web Baru Untuk Perangi Islamofobia

Jum'at, 03 Dec 2021 21:15

Ilmuan Temukan Area Pertempuran Mohacs Di Hungaria

Ilmuan Temukan Area Pertempuran Mohacs Di Hungaria

Jum'at, 03 Dec 2021 20:45

Menko Polhukam Dijadwalkan Menjadi Narasumber di Muktamar IV Wahdah Islamiyah

Menko Polhukam Dijadwalkan Menjadi Narasumber di Muktamar IV Wahdah Islamiyah

Jum'at, 03 Dec 2021 16:24

Rusia Peringatkan 'Skenario Mimpi Buruk' Dari Konfrontasi Militer Di Eropa

Rusia Peringatkan 'Skenario Mimpi Buruk' Dari Konfrontasi Militer Di Eropa

Jum'at, 03 Dec 2021 16:15

Pengadilan Akhirnya Izinkan Saif Al-Islam Khadafi Ikut Pencalonan Dalam Pilpres Libya

Pengadilan Akhirnya Izinkan Saif Al-Islam Khadafi Ikut Pencalonan Dalam Pilpres Libya

Jum'at, 03 Dec 2021 15:15

Miras di Indonesia dan Cara Islam Memberantasnya

Miras di Indonesia dan Cara Islam Memberantasnya

Jum'at, 03 Dec 2021 14:53

Iman, Tak Kasat Mata Tapi Terasa Ada

Iman, Tak Kasat Mata Tapi Terasa Ada

Jum'at, 03 Dec 2021 14:42

Politisi PKS: Tak Impor Beras tahun 2021, Presiden Jokowi Kembali Lakukan Kebohongan Publik

Politisi PKS: Tak Impor Beras tahun 2021, Presiden Jokowi Kembali Lakukan Kebohongan Publik

Jum'at, 03 Dec 2021 09:16

Warga Jakarta Berlimpah Subsidi

Warga Jakarta Berlimpah Subsidi

Jum'at, 03 Dec 2021 08:54

Membangun Visi Pendidikan yang Benar

Membangun Visi Pendidikan yang Benar

Jum'at, 03 Dec 2021 08:39

Tak Sekadar Lolos ke Senayan, Partai Gelora Targetkan Menang Pemilu 2024

Tak Sekadar Lolos ke Senayan, Partai Gelora Targetkan Menang Pemilu 2024

Jum'at, 03 Dec 2021 08:22

Menilik Makna Ahlul Sunah Wal Jamaah Anti Radikalisme

Menilik Makna Ahlul Sunah Wal Jamaah Anti Radikalisme

Kamis, 02 Dec 2021 15:21

Pornografi Menghantui Generasi, Sampai Kapan?

Pornografi Menghantui Generasi, Sampai Kapan?

Kamis, 02 Dec 2021 15:03

Jurnalis Sebut Media Lakukan Bias dalam Pemberitaan Penjajahan Israel di Palestina

Jurnalis Sebut Media Lakukan Bias dalam Pemberitaan Penjajahan Israel di Palestina

Kamis, 02 Dec 2021 12:24

Pasukan Iran Terlibat Pertempuran Sengit Dengan Taliban Di Perbatasan

Pasukan Iran Terlibat Pertempuran Sengit Dengan Taliban Di Perbatasan

Kamis, 02 Dec 2021 12:15

Taliban Dan Junta Militer Myanmar Tidak Diizinkan Di PBB Untuk Saat Ini

Taliban Dan Junta Militer Myanmar Tidak Diizinkan Di PBB Untuk Saat Ini

Kamis, 02 Dec 2021 10:27

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

Kamis, 02 Dec 2021 02:14

Sederet Manfaat Olahraga Bagi Lansia

Sederet Manfaat Olahraga Bagi Lansia

Rabu, 01 Dec 2021 23:07

Harga Minyak Goreng Kian Melambung, Politisi PKS: Rakyat Berkabung

Harga Minyak Goreng Kian Melambung, Politisi PKS: Rakyat Berkabung

Rabu, 01 Dec 2021 22:27

Dukung Anies, Elektabilitas Nasdem Naik

Dukung Anies, Elektabilitas Nasdem Naik

Rabu, 01 Dec 2021 19:26


MUI

Must Read!
X