Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.409 views

Enough Pak Jokowi!

Oleh: M Rizal Fadillah

Sengaja judul ini ada bahasa inggrisnya, karena menghargai Pak Jokowi yang suka berbahasa Inggris. Tanpa diurai lebih lanjut, sebenarnya mudah dimengerti akan maknanya. Apalagi beliau orang milenial.

Pilpres 2019 semakin mendekat. Kandidat semakin merapat pada rakyat. Timses lebih giat. Para pemilih sudah mulai menetapkan niat untuk memilih kandidat. Tidak usah baca polling sebab polling kini hanya menjadi alat pengelabuan dan tidak akurat. Prabowo Sandi membuat peta jalan, sementara Jokowi-Ma'ruf Amin mengemas prestasi. Maklum beliau petahana. Janji hanya jadi bahan tertawaan.

Membaca prestasi itulah yang menjadi dasar kesimpulan bahwa "Enough pak Jokowi, enough..".

Kegaduhan adalah prestasi utama. Masalah bubarkan ormas, bbm naik terus, pintu bisnis asing dibuka lebar, perda agama diotak-atik, Ahok harga mati, komunis ditoleransi, kurs rupiah anjlok, ngaji langgam jawa, hingga tki Cina merajalela. Kemampuan mendinamisasi suasana luar biasa. Dibiarkan masalah menggelinding. "Bukan urusan saya.." Ujarnya santai. Lalu urusan bapak apa Pak..?

Selanjutnya infrastruktur. Ini andalan kehebatan. Sayang sumber pembiayaan pinjaman. Dana haji dipakai juga, zakat dan konon bpjs. Nah dosa lho. Sementara infrastruktur jalan tol dan pelabuhan dibangun untuk dijual lagi. Presiden berlatar belakang pedagang yang ini nyatanya musibah juga bagi bangsa. Pikirannya walau teriak kerja kerja kerja, tapi prakteknya jual jual jual. Negara berat untuk dijaga, cemas akan dijual juga.

Prestasi menonjol lain adalah bisa mengendalikan hukum dan penegakannya. Menciptakan hantu HTI diawali Perppu, karpet merah untuk VOC baru dengan kebijakan paket ekonomi, UU anti diskriminasi dan UU ITE menjadi alat pemukul yang efektif. Hukum ringan penista kalimah tauhid, kriminalisasi ulama dan jerat hukum untuk aktivis oposisi. Alat penegak hukum keropos dan kehilangan independensi. Rakyat melihat prestasi hukum Jokowi adalah menggeser "rule of law" menjadi "law by the ruler".

Menyentuh aspek keagamaan dan keumatan adalah rekor pemerintahan. Akidah dirongrong oleh proteksi faham sesat kegamaan. Kesadaran syari'at dibenturkan dengan ideologi. Ada "syari'ah phobia". Akhlak dan moralitas dikalahkan oleh semangat pragmatisme, sarwa uang, dengan prinsip "menghalalkan segala cara demi tujuan tercapai". Kemunafikan ditunjukkan dengan teriakan jangan politisasi agama dan pisahkan agama dengan politik sambil dirinya memperalat agama dan "membeli" tokoh tokoh agama.

Rakyat yang sehat akan menilai tak baik Jokowi dipercaya kedua kali. Tak ada perubahan bagus. Yang ada nuansa kekhawatiran bahwa negara lebih semrawut, kedaulatan terancam, masyarakat sulit bergerak, pajak digalakkan dan harga-harga tetap naik, pengusaha Cina mendominasi dan tenaga kerjanya bertebaran, tanah tanah pun dikuasai. Bangsa kuli akan menjadi terbukti.

Pilpres adalah momen demokrasi. Pesta rakyat. Tapi kita harus ingat bahwa tidak boleh membodohi rakyat dengan menjadikan ia sebagai komoditi jual beli. Pancasila mengingatkan bahwa "kerakyatan" itu harus "dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan". Moral, agama, dan kecerdasan tetap sebagai sandaran.

Nah demi masa depan yang lebih baik, membuka harapan, serta menghukum perilaku politik yang membohongi rakyat dengan pencitraan dan kesederhanaan buatan, maka kita tutup "the dark period" lalu dengan mengganti dan menetapkan Presiden baru pemimpin bangsa Indonesia.

Selamat istirahat di kampung halaman, pak. Mengenang perjalanan memimpin negara dan bersenandunglah..."Jaenudin ngachiroo. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Agar Ibadah Kita Diterima

Agar Ibadah Kita Diterima

Jum'at, 21 Feb 2020 22:52

Direktur Pristac Sampaikan Konsep Pendidikan dalam Syair-syair Imam Syafi'i

Direktur Pristac Sampaikan Konsep Pendidikan dalam Syair-syair Imam Syafi'i

Jum'at, 21 Feb 2020 21:46

Umar bin Khatab pun Pernah Ditolak Pinangannya

Umar bin Khatab pun Pernah Ditolak Pinangannya

Jum'at, 21 Feb 2020 21:07

Dahulukan Akhlak Sebelum Prestasi, Benarkah?

Dahulukan Akhlak Sebelum Prestasi, Benarkah?

Jum'at, 21 Feb 2020 20:38

Laporan: Lebih 400 Orang Terinfeksi Virus Corona Baru di Penjara di Seluruh Cina

Laporan: Lebih 400 Orang Terinfeksi Virus Corona Baru di Penjara di Seluruh Cina

Jum'at, 21 Feb 2020 19:30

Bebani Rakyat, PKS Tidak Setuju Penerapan Tarif Cukai Plastik

Bebani Rakyat, PKS Tidak Setuju Penerapan Tarif Cukai Plastik

Jum'at, 21 Feb 2020 17:59

Pemerintah Diminta Fasilitasi Diskusi Soal Omnibus Law

Pemerintah Diminta Fasilitasi Diskusi Soal Omnibus Law

Jum'at, 21 Feb 2020 17:51

Palestina Akan Ambil Tindakan Hukum Terkait Sikap Diskriminatif Amazon Terhadap Warganya

Palestina Akan Ambil Tindakan Hukum Terkait Sikap Diskriminatif Amazon Terhadap Warganya

Jum'at, 21 Feb 2020 16:00

Rezim Teroris Assad dan Rusia Bom 67 Fasilitas Medis di Barat Laut Suriah Sejak April 2019

Rezim Teroris Assad dan Rusia Bom 67 Fasilitas Medis di Barat Laut Suriah Sejak April 2019

Jum'at, 21 Feb 2020 15:15

Polisi Tangkap Pria Penikam Muadzin yang Tengah Mengumandakan Adzan Ashar di Masjid London

Polisi Tangkap Pria Penikam Muadzin yang Tengah Mengumandakan Adzan Ashar di Masjid London

Jum'at, 21 Feb 2020 14:30

Yang Mempertentangkan Agama dengan Pancasila Sebenarnya Musuh Besar Pancasila

Yang Mempertentangkan Agama dengan Pancasila Sebenarnya Musuh Besar Pancasila

Jum'at, 21 Feb 2020 13:45

Kuwait Tangguhkan Perjalanan Ke dan Dari Iran Karena Khawatir Penyebaran Virus Corona

Kuwait Tangguhkan Perjalanan Ke dan Dari Iran Karena Khawatir Penyebaran Virus Corona

Jum'at, 21 Feb 2020 11:45

Saudi Cegat Rudal Balistik  Pemberontak Syi'ah Houtsi yang Menargetkan Kota dan Warga Sipil

Saudi Cegat Rudal Balistik Pemberontak Syi'ah Houtsi yang Menargetkan Kota dan Warga Sipil

Jum'at, 21 Feb 2020 11:15

Hadir ke MUI, Ketua DPR: Draft RUU Omnibus Law Masih Bisa Diubah

Hadir ke MUI, Ketua DPR: Draft RUU Omnibus Law Masih Bisa Diubah

Jum'at, 21 Feb 2020 10:56

Ketum LIDMI: Wujudkan Indonesia Beradab Melalui Dakwah Kampus

Ketum LIDMI: Wujudkan Indonesia Beradab Melalui Dakwah Kampus

Jum'at, 21 Feb 2020 09:53

Waspada Jebakan 2024

Waspada Jebakan 2024

Kamis, 20 Feb 2020 23:47

Terkait Omnibus Law, Wasekjen MUI:  Kami Mampu Terbitkan 102 Juta Sertifikat Halal Pertahun

Terkait Omnibus Law, Wasekjen MUI: Kami Mampu Terbitkan 102 Juta Sertifikat Halal Pertahun

Kamis, 20 Feb 2020 22:09

Tentara Turki dan Pejuang Oposisi Suriah Luncurkan Operasi Bersama Melawan Pasukan Assad di Idlib

Tentara Turki dan Pejuang Oposisi Suriah Luncurkan Operasi Bersama Melawan Pasukan Assad di Idlib

Kamis, 20 Feb 2020 21:20

Legislator PKS: Wacana Sertifikasi Khatib Bisa Memecah Belah Umat

Legislator PKS: Wacana Sertifikasi Khatib Bisa Memecah Belah Umat

Kamis, 20 Feb 2020 21:12

Jaksa Penuntut Terorisme Jerman Sebut 'Motif Sayap Kanan' di Balik Penembakan Mematikan di Hanau

Jaksa Penuntut Terorisme Jerman Sebut 'Motif Sayap Kanan' di Balik Penembakan Mematikan di Hanau

Kamis, 20 Feb 2020 20:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X