Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.834 views

Sexy Killer: Gambaran Nyata Cengkeraman Kapitalisme SDA Indonesia

KEHADIRAN Sexy Killers garapan Dandhy CS kembali membuka mata berbagai pihak akan sisi gelap industri tambang batu bara dan pembangunan PLTU di Indonesia. Film dokumenter yang rilis jelang pemilu ini berhasil menyita perhatian banyak pihak. Bahkan hingga satu minggu setelah rilisnya, film ini telah ditonton lebih dari 18 juta kali.

Dalam film tersebut tergambar betapa kerusakan lingkungan, tatanan sosial, hilangnya mata pencaharian masyarakat kecil, masalah kesehatan hingga kematian menjadi dampak tak terhindarkan dari dua industri ini.Pemenuhan janji reklamasi yang ternyata hanya dikerjakan seadanya, itupun setelah dituntut berkali-kali. Pengelolaan limbah terkesan serampangan, tak peduli dengan bahaya yang mengancam ribuan penduduk sekitar akibat aktivitas industri tersebut.

Kepelikan masalah kian terlihat saat film ini mencoba menghubungkan bagaimana elit politik Indonesia saling bekerjasama dalam bisnis pertambangan batu bara. Adanya keterlibatan aktif dari para pejabat dan purnawirawan dari sektor hulu hingga hilir menjadi penyebab mengapa pemerintah seakan tidak menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengatasi permasalahan ini. Sungguh dibalik layar sana, “tangan-tangan” gurita kapitalis yang melibatkan seluruh pihak telah mencengkeram pengelolaan sumber daya alam Indonesia dari berbagai sisi, sekalipun di permukaan mereka nampak berseberangan.

Segala mediasi hingga demo yang dilakukan aktivis peduli lingkungan, juga tagar yang diramaikan di media sosial nyatanya hanya mampu menghentikan sesaat aktivitas industri tambang batu bara dan pembangunan PLTU (kita bisa lihat diantaranya di dalam video dokumenter tersebut). Setelahnya saat aktivis atau para pendemo diamankan oleh petugas kepolisian, aktivitas pertambangan kembali jalan.

Masyarakat yang menolak kehadiran perusahaan tambang karena terdampak lingkungan akibat operasi perusahaan alih-alih mendapatkan keberpihakan dari penguasa, sebaliknya mereka justru dipenjarakan. Pun solusi lain yakni moratorium izin tambang bagi perusahaan batu bara baru yang diterbitkan oleh pemda setempat, justru berujung pada maraknya pertambangan illegal di wilayah tersebut.

Betul memang, kita semua tidak boleh diam terhadap fakta ini. Usaha harus kita lakukan, tentu dengan menawarkan solusi yang tepat agar masalah yang sama tidak terjadi berulang kali dan menimbulkan masalah baru. Namun apakah tawaran solusi yang dihasilkan dari berbagai pertemuan selama ini berbuah manis?

Sayangnya belum. Sebab bagaimana bisa kita menemukan solusi yang benar jika permasalahan tambang dan pembangunan PLTU ini hanya dilihat dari permukaannya saja? Padahal akar masalahnya justru ada dalam sistem kapitalisme dan demokrasi itu sendiri. Selama politik demokrasi diterapkan, selama itu pula masalah ini tidak akan terselesaikan.

Sebab, demokrasi menjunjung tinggi bebasnya kepemilikan bagi individu. Sekalipun itu menyangkut kepentingan umum, maka tidak akan menjadi soal siapapun pemiliknya asal yang bersangkutan mampu bersaing mendapatkannya. Pemerintah jika pun terlibat dalam persaingan kepemilikan ini, posisinya hanyalah sebagai regulator saja.

Sehingga para kapitalis berlomba-lomba memiliki bisnis “emas hitam” yang keuntungannya sangat menggiurkan ini. Ditambah lagi struktur tertinggi dari beberapa perusahaan tambang juga duduk di kursi penguasa hingga dengan mudahnya membuat aturan yang disesuaikan dengan kepentingan mereka. Tak ayal, sektor hulu dan hilir sukses berada dalam genggaman mereka. Lagi-lagi para kapitalis lah yang diuntungkan.Rakyat? Gigit jari saja.

Persoalan kerusakan lingkungan dan rusaknya tatanan sosial sebenarnya bisa saja diatasi dengan undang-undang dan peraturan pemerintah yang mengatur perindustrian. Namun dalam sistem ini, undang-undang dan peraturan dibuat oleh para legislatif dan eksekutif yang pada faktanya mereka adalah pucuk pimpinan dari perusahaan itu sendiri.

Lalu, bagaimana bisa kita mengharapkan persoalan sistemik ini akan selesai dengan mengandalkan pada sistem yang justru menjadi fasilitator bagi para kapitalis untuk bermain dan menguntungkan dirinya sendiri?
Mengutip kata Doni Riw, “Lingkaran setan ini hanya bisa diputus dengan merombak total sistem ekonomi dan politiknya” lalu menggantinya dengan sistem yang datang dari Sang Pencipta.

Sebab Islam hadir tidak hanya sebagai agama ritual dan moral semata. Namun juga mampu mengatasi persoalan pengelolaan kekayaan alam. Islam dengan tegas membuat batasan mana saja yang masuk dalam kepemilikan individu, mana yang statusnya menjadi kepemilikan bersama masyarakat (umum) dan mana yang menjadi milik negara.

Dapat kita lihat dari hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah ”Kaum Muslim berserikat (memiliki hak yang sama) dalam tiga hal : air, rumput dan api”, juga pada hadits lain “Tiga hal yang tidak boleh dimonopoli : air, rumput dan api” (HR Ibnu Majah), menunjukkan bahwa air, rumput dan api terkategori kebutuhan atau hajat hidup orang banyak.

Sehingga kepemilikan pribadi terhadap tiga hal itu terlarang karena menyebabkan orang lain terhalang memanfaatkannya. Dengan kata lain, karena batu bara adalah kebutuhan seluruh masyarakat, maka seseorang tidak boleh memprivatisasi tambang batu bara sebagai salah satu sumber penghasil energi juga pembangkit listrik yang merupakan setiap individu demi keuntungan pribadi.

Negara tidak akan memberikan jalan bagi individu untuk menguasainya. Sumber daya alam yang menyangkut hajat hidup orang banyak akan dikelola dengan sebaik-baiknya oleh negara. Pengelolaan kekayaan alam (dalam hal ini diantaranya batu bara) akan dilakukan dengan bijak. Kemudian hasil dari pengelolaan SDA tadi dikembalikan sepenuhnya untuk rakyat sehingga seluruh rakyat dapat menikmatinya tanpa kecuali. Negara akan memastikan setiap rakyat mendapatkan akses energi secara adil.

Penguasa sebagai ra’in, tidak akan membuat kebijakan yang menghalangi rakyat mendapatkan haknya. Diantaranya hak untuk menikmati lingkungan yang bersih, baiknya tatanan sosial, dan terjaganya kesehatan hingga jiwa mereka. Semua ini hanya akan terjadi jika negara menerapkan aturan dari Islam dimana penerapannya tentu dilakukan secara totalitas tanpa kecuali. Dan ini hanya akan bisa diwijudkan dalam sistem kehidupan Islam dibawah naungan Khilafah. Wallahu a’lam bisshawab.

Fitri, S.I.Kom
Mahasiswi Pascasarjana Uniska MAB Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Agar Ibadah Kita Diterima

Agar Ibadah Kita Diterima

Jum'at, 21 Feb 2020 22:52

Direktur Pristac Sampaikan Konsep Pendidikan dalam Syair-syair Imam Syafi'i

Direktur Pristac Sampaikan Konsep Pendidikan dalam Syair-syair Imam Syafi'i

Jum'at, 21 Feb 2020 21:46

Umar bin Khatab pun Pernah Ditolak Pinangannya

Umar bin Khatab pun Pernah Ditolak Pinangannya

Jum'at, 21 Feb 2020 21:07

Dahulukan Akhlak Sebelum Prestasi, Benarkah?

Dahulukan Akhlak Sebelum Prestasi, Benarkah?

Jum'at, 21 Feb 2020 20:38

Laporan: Lebih 400 Orang Terinfeksi Virus Corona Baru di Penjara di Seluruh Cina

Laporan: Lebih 400 Orang Terinfeksi Virus Corona Baru di Penjara di Seluruh Cina

Jum'at, 21 Feb 2020 19:30

Bebani Rakyat, PKS Tidak Setuju Penerapan Tarif Cukai Plastik

Bebani Rakyat, PKS Tidak Setuju Penerapan Tarif Cukai Plastik

Jum'at, 21 Feb 2020 17:59

Pemerintah Diminta Fasilitasi Diskusi Soal Omnibus Law

Pemerintah Diminta Fasilitasi Diskusi Soal Omnibus Law

Jum'at, 21 Feb 2020 17:51

Palestina Akan Ambil Tindakan Hukum Terkait Sikap Diskriminatif Amazon Terhadap Warganya

Palestina Akan Ambil Tindakan Hukum Terkait Sikap Diskriminatif Amazon Terhadap Warganya

Jum'at, 21 Feb 2020 16:00

Rezim Teroris Assad dan Rusia Bom 67 Fasilitas Medis di Barat Laut Suriah Sejak April 2019

Rezim Teroris Assad dan Rusia Bom 67 Fasilitas Medis di Barat Laut Suriah Sejak April 2019

Jum'at, 21 Feb 2020 15:15

Polisi Tangkap Pria Penikam Muadzin yang Tengah Mengumandakan Adzan Ashar di Masjid London

Polisi Tangkap Pria Penikam Muadzin yang Tengah Mengumandakan Adzan Ashar di Masjid London

Jum'at, 21 Feb 2020 14:30

Yang Mempertentangkan Agama dengan Pancasila Sebenarnya Musuh Besar Pancasila

Yang Mempertentangkan Agama dengan Pancasila Sebenarnya Musuh Besar Pancasila

Jum'at, 21 Feb 2020 13:45

Kuwait Tangguhkan Perjalanan Ke dan Dari Iran Karena Khawatir Penyebaran Virus Corona

Kuwait Tangguhkan Perjalanan Ke dan Dari Iran Karena Khawatir Penyebaran Virus Corona

Jum'at, 21 Feb 2020 11:45

Saudi Cegat Rudal Balistik  Pemberontak Syi'ah Houtsi yang Menargetkan Kota dan Warga Sipil

Saudi Cegat Rudal Balistik Pemberontak Syi'ah Houtsi yang Menargetkan Kota dan Warga Sipil

Jum'at, 21 Feb 2020 11:15

Hadir ke MUI, Ketua DPR: Draft RUU Omnibus Law Masih Bisa Diubah

Hadir ke MUI, Ketua DPR: Draft RUU Omnibus Law Masih Bisa Diubah

Jum'at, 21 Feb 2020 10:56

Ketum LIDMI: Wujudkan Indonesia Beradab Melalui Dakwah Kampus

Ketum LIDMI: Wujudkan Indonesia Beradab Melalui Dakwah Kampus

Jum'at, 21 Feb 2020 09:53

Waspada Jebakan 2024

Waspada Jebakan 2024

Kamis, 20 Feb 2020 23:47

Terkait Omnibus Law, Wasekjen MUI:  Kami Mampu Terbitkan 102 Juta Sertifikat Halal Pertahun

Terkait Omnibus Law, Wasekjen MUI: Kami Mampu Terbitkan 102 Juta Sertifikat Halal Pertahun

Kamis, 20 Feb 2020 22:09

Tentara Turki dan Pejuang Oposisi Suriah Luncurkan Operasi Bersama Melawan Pasukan Assad di Idlib

Tentara Turki dan Pejuang Oposisi Suriah Luncurkan Operasi Bersama Melawan Pasukan Assad di Idlib

Kamis, 20 Feb 2020 21:20

Legislator PKS: Wacana Sertifikasi Khatib Bisa Memecah Belah Umat

Legislator PKS: Wacana Sertifikasi Khatib Bisa Memecah Belah Umat

Kamis, 20 Feb 2020 21:12

Jaksa Penuntut Terorisme Jerman Sebut 'Motif Sayap Kanan' di Balik Penembakan Mematikan di Hanau

Jaksa Penuntut Terorisme Jerman Sebut 'Motif Sayap Kanan' di Balik Penembakan Mematikan di Hanau

Kamis, 20 Feb 2020 20:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X