Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.828 views

Harga Tiket Pesawat Tinggi, Maskapai Asing Jadi Solusi?

HARGA tiket pesawat yang melambung, membuat masyarakat jadi bingung. Akibatnya agenda mudik, atau balik kampung jadi urung. Sebab harga tidak terjangkau dengan daya beli masyarakat saat ini. Sedangkan transportasi udara, sejatinya menjadi pilihan praktis, cepat dan aman bagi mereka.Maskapai penerbangan pun menjadi lebih sepi, pemerintah dituntut agar segera mengatasi. Sehingga tiket pesawat kembali bisa terbeli. Belum ada solusi jitu dari para menteri, hingga tercetus wacana dari Presiden Jokowi. Yang rencananya akan mengundang maskapai asing, untuk membuka rute domestik. Supaya konsumen memiliki banyak pilihan. Yang akan berdampak, turunnya harga tiket pesawat agar semakin terjangkau.

Namun rencana ini justru mendapat kritikan dari berbagai kalangan. Yang meminta agar kebijakan yang diambil pemerintah, juga mempertimbangkan aspek kepentingan nasional. Wacana mendatangkan maskapai asing, untuk menggarap rute domestik. Menjadi wujud ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola bisnis penerbangan dalam negeri. Seakan berlepas tangan atas kekisruhan yang ditimbulkan, berharap pihak asing bisa menyelesaikan masalah ini. Padahal, bisa-bisa malah akan merugikan dalam jangka waktu panjang.

Pengamat penerbangan Cheppy Hakim menyebutkan, bahwa rencana mendatangkan maskapai asing untuk melayani penerbangan domestik, bertentangan juga bertabrakan dengan dengan artikel tujuh konvensi Chicago 1944. Yang menyebutkan bahwa negara memiliki hak untuk menolak.

"Gambaran sederhananya, kalau kita undang maskapai asing. Itu simbolisasi atau refleksi bahwa kita tidak punya kemampuan mengelola. Kenapa undang maskapai asing kalau kita bisa." Ungkap Cheppy di Jakarta belum lama ini. OkeFinance. Koran SINDO(15/6)

Selain itu, pengamat penerbangan Alvin Lie juga turut menanggapi hal ini. Menurutnya, apa yang direncanakan Presiden Jokowi itu bertentangan dengan asas cabotage (kedaulatan negara) dan UU no 1 Tahun 2009. Dia katakan, sejauh ini tidak ada negara yang mengijinkan maskapai asing melayani rute domestik. Sekalipun negara Amerika yang terkenal liberal, tidak mengijinkan hal demikian.

"Kalau mengizinkan maskapai asing melayani rute domestik berarti pemerintah telah menggadaikan kedaulatan kita. Negara mana pun di dunia termasuk Amerika yang paling liberal itu tidak mengizinkan maskapai asing melayani rute domestiknya. Kalau (rute) internasional silakan. Kalau domestik coba negara mana yang mengizinkan? Tidak ada satu pun negara yang mengizinkan," paparnya.

Kalaupun ada maskapai asing beroperasi di negeri ini, Maskapai tersebut harus berbadan hukum Indonesia. Contohnya Air Asia dari negeri Malaysia, bisa beroperasi di Indonesia. Tapi dengan porsi kepemilikan Indonesia lebih besar. Sudah berbeda dengan Air Asia yang ada di Malaysia. Merdeka.com (12/6)

Melibatkan pihak asing untuk melayani hajat hidup masyarakat, bukan langkah yang tepat. Pemerintah sebagai otoritas yang diamanahi urusan rakyat, seharusnya bertanggung jawab penuh. Melayani dan memenuhi hajat hidup seluruh rakyatnya. Namun paradigma neolib kapitalistik, menjadi sebab pengelolaan layanan publik yang buruk. Kepentingan rakyat bukan lagi prioritas, sebab layanan publik telah menjadi industri dan bisnis bagi kalangan atas. Negara hanya menjadi regulator, bahkan bertindak sebagai perusahaan yang menjadikan rakyat sebagai konsumen/pasar. Dimana rakyat harus membayar mahal, dari jerih payah sendiri atas pelayanan yang merupakan hak mereka. Termasuk dalam hal transportasi umum.

Tidak ada solusi yang lebih baik, selain kembali kepada sistem Islam. Dimana negara (Khilafah) akan memenuhi hak umat akan layanan publik. Dengan fasilitas terbaik, dengan harga semurah mungkin bahkan gratis. Sebab fungsi negara adalah sebagai penegak agama dan pengurus rakyat, menggembala umat, dalam tuntunan syariat. Untuk kemaslahatan dunia dan akhirat.

Dalam sektor transportasi kepemimpinan Islam memiliki paradigma shahih yang akan dijalankan. Bahwa transportasi publik bukan jasa komersial, tetapi menjadi hajat hidup yang mendasar bagi kehidupan manusia. Karenanya negara harus bertanggung jawab langsung, menjamin setiap individu mendapatkan akses tersedianya transportasi, yang murah atau gratis, aman, nyaman, dan manusiawi. Islam melarang transportasi umum, atau fasilitas umum dikuasai oleh individu, entitas bisnis tertentu apalagi oleh kafir penjajah.

Jalanan umum tidak boleh dijadikan sumber pemasukan. Maka, negara wajib menyediakan anggaran mutlak, untuk menyediakan transportasi publik, sebab ketiadaannya bisa menyebabkan kesengsaraan bagi masyarakat. Sumber dananya berasal dari barang tambang  yang dikelola sendiri oleh negara, dan hasilnya diperuntukkan untuk kebutuhan rakyat. Pembangunan infrastruktur atau fasilitas umum, mengacu pada politik dalam dan luar negeri khilafah. Sehingga tidak ada agenda hegemoni asing didalamnya.

Dan yang utama, keamanan setiap jiwa  harus dijamin, sebab mengabaikan satu nyawa sama halnya mengabaikan seluruh nyawa manusia. Aturan harus dibuat sederhana, pelayanan yang cepat, serta didukung tenaga kerja yang capable. Begitulah cara Khilafah meriayah umat dari segi transportasi. Baru satu sektor saja sudah luar biasa. Apalagi sektor yang lain, termasuk didalamnya menjaga akidah dan ketaqwaan umat Islam. Tidak rindukah kita akan tegaknya?

Jika saja pemerintah atau penguasa mau mencontoh kebijakan Rasulullah Shalallahu  alaihi wasalam dan para sahabat, tentulah keadilan akan tegak. Dan kesejahteraan akan dirasakan seluruh rakyat. Contoh kecil yang bisa dilihat, negara tetangga kita Brunei Darussalam yang berusaha menerapkan syariat Islam. Keberkahan dan kemakmuran Allah berikan. Itu baru sebuah negara kecil, bagaimana jika diberlakukan secara global? Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala membuka pintu hidayah bagi pemerintah. Sehingga mereka menyadari akan tugas sejati, sebagai pengurus rakyat. Rakyat adalah amanah yang diberikan oleh Allah kepada pemimpin negara. Sebagimana diriwayatkan dalam hadits berikut ini :

Al-Hasan berkata, Ubaidillah bin Ziyad menjenguk Ma’qal bin Yasar ra., ketika ia sakit yang menyebabkan kematiannya, maka Ma’qal berkata kepada Ubaidillah bin Ziyad, “Aku akan menyampaikan kepadamu sebuah hadits yang telah dengar dari Rasulullah shalallahu alaihi wasalam., aku telah mendengar Nabi shalallahu alaihi wasalam . bersabda, “Tiada seorang hamba yang diberi amanat rakyat oleh Allah lalu ia tidak memeliharanya dengan baik, melainkan Allah tidak akan merasakan padanya harumnya surga (melainkan tidak mendapat bau surga) HR. Bukhari. Wallahu a'lam bishawab.* Dini Azratinggal di Malang, Jawa Timur

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Latest News
PKS: Pilkada Langsung Wujud Kedaulatan Rakyat

PKS: Pilkada Langsung Wujud Kedaulatan Rakyat

Rabu, 13 Nov 2019 11:01

Aktivis Uighur Sebut Cina Jalankan Lebih Banyak 'Kamp Konsentrasi' Daripada yang Diketahui Umum

Aktivis Uighur Sebut Cina Jalankan Lebih Banyak 'Kamp Konsentrasi' Daripada yang Diketahui Umum

Rabu, 13 Nov 2019 09:27

Jihad Islam, Lebih Kecil dari Hamas Tapi Memiliki Kekuatan Persenjataan yang Setara

Jihad Islam, Lebih Kecil dari Hamas Tapi Memiliki Kekuatan Persenjataan yang Setara

Rabu, 13 Nov 2019 08:36

MS Kaban: Tuduhan Radikal Bernuansa Islamophobia

MS Kaban: Tuduhan Radikal Bernuansa Islamophobia

Rabu, 13 Nov 2019 08:13

Serangan Israel di Gaza Telah Menewaskan Sedikitnya 10 Orang dan Melukai 40 Lainnya

Serangan Israel di Gaza Telah Menewaskan Sedikitnya 10 Orang dan Melukai 40 Lainnya

Rabu, 13 Nov 2019 07:30

Ini Tiga Pengertian Radikal Menurut Menko Polhukam Mahfud MD

Ini Tiga Pengertian Radikal Menurut Menko Polhukam Mahfud MD

Rabu, 13 Nov 2019 07:02

Cinta Rasulullah, Pasti Cinta Syariat

Cinta Rasulullah, Pasti Cinta Syariat

Rabu, 13 Nov 2019 04:36

Pendidikan Karakter di Era 4.0

Pendidikan Karakter di Era 4.0

Rabu, 13 Nov 2019 03:07

Salam Lintas Agama Bukan Masalah Intoleran

Salam Lintas Agama Bukan Masalah Intoleran

Rabu, 13 Nov 2019 02:34

Pahlawan: Pahala dan Berhala

Pahlawan: Pahala dan Berhala

Rabu, 13 Nov 2019 01:54

Yuk, Copy Paste Sifat Rasulullah

Yuk, Copy Paste Sifat Rasulullah

Rabu, 13 Nov 2019 00:47

Masihkah Surga di Telapak Kakimu, Ibu?

Masihkah Surga di Telapak Kakimu, Ibu?

Selasa, 12 Nov 2019 23:42

Tugas Muhammadiyah Menghadapi Oligarki Kuasa

Tugas Muhammadiyah Menghadapi Oligarki Kuasa

Selasa, 12 Nov 2019 22:59

Pemuda: Energi Perubahan

Pemuda: Energi Perubahan

Selasa, 12 Nov 2019 21:28

Brigade Al-Qassam Rayakan Peringatan Setahun Serangan Gagal Israel di Jalur Gaza

Brigade Al-Qassam Rayakan Peringatan Setahun Serangan Gagal Israel di Jalur Gaza

Selasa, 12 Nov 2019 20:36

Situasi Memanas di Gaza, Aktifitas Pembangunan RS Indonesia Tetap Berjalan

Situasi Memanas di Gaza, Aktifitas Pembangunan RS Indonesia Tetap Berjalan

Selasa, 12 Nov 2019 20:28

Gaza Diserang, Suara Ledakan Terdengar Jelas dari Lokasi RS Indonesia

Gaza Diserang, Suara Ledakan Terdengar Jelas dari Lokasi RS Indonesia

Selasa, 12 Nov 2019 19:56

Tuan Rumah Formula E, Jakarta Sejajar dengan Roma dan Berlin

Tuan Rumah Formula E, Jakarta Sejajar dengan Roma dan Berlin

Selasa, 12 Nov 2019 17:45

Staff Teritorial Mabes TNI Kunjungi Kantor DPP Wahdah Islamiyah

Staff Teritorial Mabes TNI Kunjungi Kantor DPP Wahdah Islamiyah

Selasa, 12 Nov 2019 17:14

Pejuang Gaza Tembakan Rentetan Roket ke Wilayah Israel Sebagai Pembalasan Atas Kematian Ata

Pejuang Gaza Tembakan Rentetan Roket ke Wilayah Israel Sebagai Pembalasan Atas Kematian Ata

Selasa, 12 Nov 2019 15:15


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X