Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.460 views

Pemberdayaan Laki-laki, Kebutuhan dan Kewajiban Negara

JENGAH. Itulah perasaan umat terhadap kehidupan kapitalisme-sekulerisme dengan berbagai problem bertumpuk yang mustahil diselesaikan. Masih saja gagasan "kesetaraan gender" dipromosikan dengan penuh kegenitan agar terlihat seksi untuk dibahas meski sebenarnya tak layak dilirik apalagi dikasih hati.

Ikut-ikutan, Jokowi mengangkat isu terkait akses pendidikan dan pemberdayaan perempuan saat berbicara pada Sesi III KTT G20 Osaka dengan tema Addressing Inequalities & Realizing an Inclusive and Sustainable World, Sabtu, 29 Juni 2019.

Terkait dengan partisipasi perempuan, Jokowi mengatakan bahwa peran perempuan di dalam ekonomi, politik dan kehidupan bermasyarakat masih jauh dari potensi yang ada. Padahal menurutnya di era berbagai tren yang dipicu digitalisasi dan globalisasi, wanita bisa lebih unggul daripada pria.

Nah, coba kita perhatikan dengan seksama gagasan gender equality ini, lalu letakkan di samping sejumlah pandangan Islam dan hukum syariah. Tampak absurd bukan?

Pandangan Islam tentang perempuan sangat khas, yakni perempuan sebagai kehormatan yang wajib dijaga, diberi jaminan perlindungan dari segala modus eksploitasi pihak manapun. Perempuan adalah sosok mulia tempat pendidikan pertama dan utama bagi generasi. Ini perkara asasi bagi jatuh bangunnya peradaban manusia. Tugas perempuan sebagai ibu dan manager rumah tangga bukan tugas remeh-temeh, bukan pekerjaan hina dan rendah.

Bagaimana mungkin perempuan diseret berlari terseok-seok bersaing dengan laki-laki dalam semua aspek kehidupan. Perempuan diberi penghargaan palsu sebagai driver of economic, penggerak ekonomi. Beban ganda bagi perempuan, menjadi tulang rusuk sekaligus menjadi tulang punggung. Sungguh melawan fitrah dan tidak manusiawi gagasan kesetaraan gender ini!

Gagasan kesetaraan gender jauh dari maslahat. Kepala BPS, Suhariyanto, di Kantor BPS, Jakarta, Senin (6/5) menyatakan berdasarkan jenis kelamin pengangguran tertinggi ada pada laki-laki yakni 83,18 persen naik 0,17 persen poin dan perempuan hanya sebesar 55,50 persen naik 0,06 persen poin dari Februari 2018.

Sibuk-sibuk memberdayakan perempuan, ujungnya jumlah pengangguran laki-laki meningkat. Padahal program women empowering belum dikatakan sukses. Bila mencapai kondisi sukses ledakan pengangguran laki-laki pasti terjadi. Negara juga yang kesulitan mengatasi. Jika sudah begini lalu siapa yang rugi?

Lebih lagi bila berhitung social cost akibat ngotot menerapkan konsep bathil kesetaraan gender. Hancurnya institusi keluarga akibat perempuan salah lokus aktivitas. Misalnya split personality bagi generasi, narkoba merajalela, free sex menjadi life style, kriminalitas meningkat karena laki-laki pengangguran, premanisme, syndrom cinderella compleks pada perempuan.

Pun dalam kehidupan politik, atas prakarsa PBB perempuan didorong paksa dengan kuota 30 persen untuk mencapai kondisi 'ideal' planet fifty-fifty tahun 2030. Perempuan diiming-iming kursi panas menjadi penguasa pada berbagai level pemerintahan, di kota dan di desa. Seolah dipimpin laki-laki adalah aib bagi kaum perempuan. Sementara tidak ada satu bukti pun bahwasannya baik-buruknya kepemimpinan politik suatu masyarakat bergantung jenis kelamin sosial (gender).

Lihat saja di Myanmar ketika dipimpin perempuan, Aung San Suu Kyi toh justru membiarkan tak hanya laki-laki dibantai kaum ekstrimis Buddhis. Wanita, anak-anak, orang tua Rohingya turut dibasmi hanya karena mereka muslim. Sementara Hasina Wajed, Perdana Menteri Bangladesh atas alasan keamanan dan stabilitas Bangladesh menginginkan para pengungsi Rohingya segera dipulangkan ke Myanmar, padahal tidak ada jaminan keamanan bagi mereka yang dipulangkan.

Lalu kata siapa bila perempuan memimpin pemerintahan maka perempuan akan terlindungi? Di Indonesia, perempuan para penguasa daerah tak sungkan untuk korupsi dan membangun dinasti kekerabatan, para menteri perempuan juga tak empati kepada lonjakan harga cabe. Aksi jual aset BUMN sanggup juga dilakukan menteri perempuan sehingga tak hanya hajat perempuan yang tergadai, bahkan hajat hidup seluruh rakyat. Rupanya pemimpin perempuan bisa lebih 'sadis'!

Maka konsep kehidupan yang ditawarkan oleh Islam saja yang layak dan benar. Islam mengembalikan manusia baik laki-laki maupun perempuan kepada fitrah penciptaannya. Laki-laki adalah qawwam bagi perempuan, arrijaalu qowwamuuna 'alannisaa'. Laki-laki dibebani oleh Allah SWT sebagai penanggung jawab dan pemimpin untuk melindungi dan memuliakan perempuan, anak-anak, dan lansia. Sementara negara wajib bertanggungjawab memberikan jaminan kepada laki-laki agar dapat menunaikan tugas fitrah dari Tuhannya.

Negara membuat berbagai kebijakan politik untuk menciptakan lapangan kerja bagi laki-laki dan merealisir iklim usaha yang kondusif agar roda ekonomi terus berputar. Dalam Islam laki-laki wajib berdaya bahkan negara akan memaksa laki-laki untuk berdaya. Tidak ada tempat bagi laki-laki untuk bermalas-malasan menunggu rizki turun dari langit. Adalah aib bagi negara yang gagal memberdayakan laki-laki.

Pun tak penting posisi strategis kekuasaan (pemerintahan) diisi oleh laki-laki. Tidak akan muncul masalah disparitas gender sebagaimana telah digaungkan kaum feminis yang memang gagal memahami akar masalah kehidupan manusia. Sebab dalam Islam asas pemikiran politik negara bukan sekulerisme yang menyerahkan pengaturan urusan manusia pada manusia yang pasti lemah dan terbatas sekalipun berhimpun bersama.

Islam menjadikan aqidah Islam menjadi asas negara sekaligus asas bagi sistem kehidupan yang diterapkan oleh negara. Laki-laki dan perempuan dipandang sama sebagai hamba Allah, tidak berbeda kecuali kadar ketakwaan mereka. Hamba yang takwa insya Allah membawa maslahat bila menerapkan sistem yang berasal dari Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (TQS. At-Taubah: 71).*

Endiyah Puji Tristanti, S.Si

Penulis dan Pemerhati Politik Islam

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Waspadai 'Jualan Revolusi Islam' ala Syiah

Waspadai 'Jualan Revolusi Islam' ala Syiah

Senin, 28 Sep 2020 23:55

Azerbaijan Bantah Klaim Dubes Armenia Bahwa Turki Kirim 4000 Pejuang Asal Suriah

Azerbaijan Bantah Klaim Dubes Armenia Bahwa Turki Kirim 4000 Pejuang Asal Suriah

Senin, 28 Sep 2020 20:50

Makin Diserang, KAMI Makin Terbang

Makin Diserang, KAMI Makin Terbang

Senin, 28 Sep 2020 18:46

FDP Gelar Pengajian Bulanan di Daerah Perbatasan Aceh

FDP Gelar Pengajian Bulanan di Daerah Perbatasan Aceh

Senin, 28 Sep 2020 18:35

PM Maroko: Tidak Ada Perdamaian Tanpa Negara Merdeka Bagi Palestina

PM Maroko: Tidak Ada Perdamaian Tanpa Negara Merdeka Bagi Palestina

Senin, 28 Sep 2020 15:00

Negara Timur Tengah dan Asia Khawatir Atas Konflik Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh

Negara Timur Tengah dan Asia Khawatir Atas Konflik Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh

Senin, 28 Sep 2020 14:00

AS Ancam Tutup Kedutaan Besar di Irak Jika Serangan Roket Terus Berlanjut

AS Ancam Tutup Kedutaan Besar di Irak Jika Serangan Roket Terus Berlanjut

Senin, 28 Sep 2020 11:50

Kesetaraan Upah, Ilusi Kapitalis bagi Perempuan

Kesetaraan Upah, Ilusi Kapitalis bagi Perempuan

Ahad, 27 Sep 2020 22:53

Menjawab Pak Wapres: Layakkah Korean Wave Dijadikan Panutan?

Menjawab Pak Wapres: Layakkah Korean Wave Dijadikan Panutan?

Ahad, 27 Sep 2020 22:28

Ulama Pewaris Nabi, Harusnya Dilindungi

Ulama Pewaris Nabi, Harusnya Dilindungi

Ahad, 27 Sep 2020 21:56

Sekularisasi di Kampus Yes, Islamisasi No?

Sekularisasi di Kampus Yes, Islamisasi No?

Ahad, 27 Sep 2020 21:39

Ketua Satgas Penanganan Covid-19: Penular Orang Terdekat, OTG Itu Silent Killer

Ketua Satgas Penanganan Covid-19: Penular Orang Terdekat, OTG Itu Silent Killer

Ahad, 27 Sep 2020 21:15

ATSI Dukung Pemerintah Beri Bantuan Kuota Internet untuk PJJ

ATSI Dukung Pemerintah Beri Bantuan Kuota Internet untuk PJJ

Ahad, 27 Sep 2020 21:07

Ilham Aliyev: Azerbaijan Hancurkan Peralatan Militer Armenia Sebagai Pembalasan Serangan Armenia

Ilham Aliyev: Azerbaijan Hancurkan Peralatan Militer Armenia Sebagai Pembalasan Serangan Armenia

Ahad, 27 Sep 2020 21:05

UEA Tandatangani Nota Kesepahaman Jadikan Dubai Sebagai Pusat Penting Bagi Bisnis Israel

UEA Tandatangani Nota Kesepahaman Jadikan Dubai Sebagai Pusat Penting Bagi Bisnis Israel

Ahad, 27 Sep 2020 20:45

Kasihan Pak Prabowo

Kasihan Pak Prabowo

Ahad, 27 Sep 2020 20:20

Pemerintah Yaman dan Pemberontak Syi'ah Houtsi Setujui Pertukaran 1000 Lebih Tahanan

Pemerintah Yaman dan Pemberontak Syi'ah Houtsi Setujui Pertukaran 1000 Lebih Tahanan

Ahad, 27 Sep 2020 20:00

Militer AS Gunakan Rudal 'Ninja' Rahasia Untuk Bunuh Target Penting di Suriah

Militer AS Gunakan Rudal 'Ninja' Rahasia Untuk Bunuh Target Penting di Suriah

Ahad, 27 Sep 2020 17:34

Demo Sejuta Umat Menolak Rencana Paroki Bunda Theresia Bekasi

Demo Sejuta Umat Menolak Rencana Paroki Bunda Theresia Bekasi

Ahad, 27 Sep 2020 09:39

Kalau Bukan PKI Nyatakan PKI Jahat dan Penghianat

Kalau Bukan PKI Nyatakan PKI Jahat dan Penghianat

Sabtu, 26 Sep 2020 23:36


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X