Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.274 views

BPJS Merugi dan Premi Tinggi, Rakyat Jadi Korban Lagi

 

Oleh:

Puput Hariyani, S.Si, pemerhati masalah sosial

 

SETIAP orang mendambakan hidup sehat. Namun hari ini sehat itu mahal. Tak mudah dijangkau oleh sembarang orang. Pameo “Orang miskin dilarang sakit” sepertinya masih relevan untuk menggambarkan keadaan yang ada. Pasalnya orang sakit harus merogoh kocek dalam-dalam untuk membayar sejumlah premi agar mendapatkan pelayanan.

Celakanya, premi BPJS yang selama ini dibayarkan belum mampu menutupi defisit keuangan. Kini rakyat kembali dipusingkan dengan rencana menteri keuangan Sri Mulyani untuk menaikkan iuran BPJS hingga dua kali lipat. Alasannya agar keuangan BPJS yang selama ini defisit menjadi sehat (Republika.co.id).

Per 1 januari 2020 mendatang iuran kelas mandiri 1 dinaikkan menjadi 100%, dari Rp.80 ribu masyarakat  harus siap membayar Rp.160 ribu per orang setiap bulannya, begitupun kelas lainnya. Kenaikan premi BPJS ini diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan yang ditandatangani pada 24 Oktober 2019.

Sebelumnya beberapa upaya menyelamatkan keuangan BPJS sudah pernah dilakukan. Diantaranya mendorong pemerintah membayar penuh iuran penerima bantuan berikut TNI, Polri dan ASN untuk tahun 2019 yang semestinya dibayar secara bulanan. Namun ternyata upaya itu dipandang belum cukup, bahkan tahun ini diperkirakan BPJS terancam defisit hingga Rp.32,8 triliyun dan disaat yang sama BPJS menghadapi hutang jatuh tempo sebesar lebih dari RP.11 Triliyun. Maka dengan skema iuran yang baru ini, Sri Mulyani berharap BPJS bisa diselamatkan.

Berkaitan dengan sistem skema kesehatan ini sebenarnya sejak awal dinilai oleh beberapa pihak sangat bermasalah dan sudah cukup lama menuai pro kontra. Hal utama yang memberatkan adalah skemanya berupa asuransi social. Kalau asuransi pasti bersifat wajib meskipun katanya pendekatan sosial. Tetapi pada faktanya unsur-unsur yang terlibat tidak bisa lepas dari keuntungan profit semisal rumah sakit, dokter, perawat, direksi BPJS. dll.

Kemudian skema ini berkembang menjadi lembaga profit maka wajar jika terus dinaikkan. Konsep gotong royong dalam skema BPJS juga ambigu. Kalau gotong royong seharusnya bersifat sukarela. Namun dikatakan keikutsertaanya bersifat wajib. Apalagi pada kenyataannya sangat membebani rakyat, sehingga  jelas bukan lagi gotong royong.

Kenaikan iuran BPJS disinyalir sebagai akibat kinerja keuangan BPJS yang terus merugi sejak lembaga ini berdiri pada 2014 (Kompas.com). Disisi lain kenaikan premi BPJS kesehatan juga bisa menimbulkan persoalan lain. Betapa kebijakan yang tak bijak ini akan menambah beban rakyat yang semakin berat.

Secara pasti pengeluaran masyarakat akan bertambah. Disaat yang sama masyarakat juga harus siap-siap menanggung kenaikan seperti yang telah disebut oleh pejabat terkait seperti tarif dasar listrik karena subsidi akan dikurangi. Kenaikan TDL ini tentu akan berdampak luas karena listrik merupakan komoditas yang sangat dibutuhkan dalam kegiatan ekonomi yang lain, sehingga barang-barang ekonomi pun akan naik, diikuti inflasi pastinya.

Ditengah kesulitan ekonomi yang terus tidak merata akibat tatanan kehidupan yang berpijak pada sistem kapitalisme-neoliberal hanya menguntungkan pihak kapital. Kini masyarakat harus kembali menerima pesakitan yang bertubi-tubi. Ironi yang terus menggelayuti masyarakat ketika kita berpaling dari hukum-hukum Allah. 

Dalam sistem ini negara diminimalisir pelayanannya terhadap rakyat. Sementara rakyat didorong untuk melakukan swadaya untuk mengurusi secara mandiri kebutuhan komunal mereka seperti kesehatan, pendidikan pun juga keamanan.

Pihak swasta diberi peluang selebar-lebarnya untuk berebut mengelola kepentingan publik sehingga mereka pun merampok keuntungan sebesar-besarnya dari rakyat tanpa terikat batasan apapun baik norma ataupun agama. Prinsipnya adalah dimana ada peluang disitu ada kesempatan yang harus dimanfaatkan.

 

Kesehatan dalam Islam

Rasulullah SAW bersabda, “Imam (khalifah) yang menjadi pemimpin manusia adalah laksana penggembala. Dan hanya dialah yang bertanggungjawab terhadap (urusan) rakyatnya.” (HR Al-Bukhari). Dalam Islam negara memiliki tanggungjawab penuh untuk menjamin dan memastikan terpenuhinya kebutuhan asasi rakyatnya salah satunya adalah kesehatan. Penguasa menjadi pihak terdepan dalam pencegahan dan peniadaan penderitaan publik.

Dengan demikian negara tidak diperbolehkan hanya berfungsi sebagai fasilitator atau sekedar regulator dalam urusan kepentingan publik. Negara akan mengelola kekayaan negara untuk menjalankan berbagai fungsi dan tanggungjawabnya. Seluruh rakyat akan mendapatkan pelayanan yang sama baik kaya atau miskin.

Pelayanan kesehatan dimasa kejayaan Islam terbukti menjadi teladan pelayanan kesehatan terbaik. Negara menerapkan konsep anggaran mutlak dengan memenuhi seberapapun biaya yang dibutuhkan untuk kesehatan tanpa memungut iuran kepada rakyat. Dipastikan pelayanan kesehatan cepat, tepat dan berkualitas.

Ketersediaan rumah sakit baik di kota besar maupun kota kecil sangat diperhatikan. Berikut ketersediaan tenaga medis, dokter, alat-alat kesehatan, obat-obatan dan berbagai sarana penunjang lainnya. Siapapun yang datang ke rumah sakit diperlakukan dengan rasa terhormat dengan pelayanan prima.

Semua itu terealisasi dalam sebuah negara yang dipimpin oleh seorang Imam yang takut kepada Rabbnya sehingga kepemimpinannya berpijak pada hukum-hukum buatan Tuhannya, yakni dengan penerapan Islam secara menyeluruh. Demikianlah fakta sejarah yang terlanjur terukir dalam peradaban Islam. Tidakkah kita merindukannya. Wallahu’ Alam bi ash-shawab.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
[VIDEO] Ayo Sukseskan Dakwah Politik Islam

[VIDEO] Ayo Sukseskan Dakwah Politik Islam

Sabtu, 11 Jul 2020 05:37

Presiden Gadungan

Presiden Gadungan

Sabtu, 11 Jul 2020 05:00

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

Jum'at, 10 Jul 2020 22:41

PBB: 700 Orang Baru-baru Ini Tewas di 2 Kamp Suriah yang Menahan Keluarga Pejuang IS

PBB: 700 Orang Baru-baru Ini Tewas di 2 Kamp Suriah yang Menahan Keluarga Pejuang IS

Jum'at, 10 Jul 2020 22:00

Batalkan Dekrit Pemerintah 1934, Turki Buka Jalan untuk Jadikan Hagia Shopia Sebagai Masjid

Batalkan Dekrit Pemerintah 1934, Turki Buka Jalan untuk Jadikan Hagia Shopia Sebagai Masjid

Jum'at, 10 Jul 2020 21:46

MUI-KPI-Kemenpora akan Gelar Anugerah Syiar Ramadan Virtual

MUI-KPI-Kemenpora akan Gelar Anugerah Syiar Ramadan Virtual

Jum'at, 10 Jul 2020 21:33

Mesir Perkuat Vonis Seumur Hidup untuk Pemimpin Ikhwanul Muslimin Mohammed Badie

Mesir Perkuat Vonis Seumur Hidup untuk Pemimpin Ikhwanul Muslimin Mohammed Badie

Jum'at, 10 Jul 2020 21:30

Israel Buat Tawaran Baru Untuk Pertukaran Tahanan dengan Hamas

Israel Buat Tawaran Baru Untuk Pertukaran Tahanan dengan Hamas

Jum'at, 10 Jul 2020 21:15

Menelisik Gaduhnya RUU HIP, DPR Versus Rakyat?

Menelisik Gaduhnya RUU HIP, DPR Versus Rakyat?

Jum'at, 10 Jul 2020 21:00

[VIDEO] Umat Islam Jangan Buta Politik

[VIDEO] Umat Islam Jangan Buta Politik

Jum'at, 10 Jul 2020 20:36

Jihadis Tembak Mati Seorang Pemimpin BJP di Kashmir

Jihadis Tembak Mati Seorang Pemimpin BJP di Kashmir

Jum'at, 10 Jul 2020 20:36

Tahun Pelajaran 2020/2021, Madrasah Gunakan Kurikulum PAI Baru

Tahun Pelajaran 2020/2021, Madrasah Gunakan Kurikulum PAI Baru

Jum'at, 10 Jul 2020 19:15

 Anis Soroti Beban BI dalam Skema Burden Sharing

Anis Soroti Beban BI dalam Skema Burden Sharing

Jum'at, 10 Jul 2020 18:59

Jokowi Merasa Ngeri

Jokowi Merasa Ngeri

Jum'at, 10 Jul 2020 18:40

Pegawai Kantor Pers Federal Jerman Diduga Jadi Agen Mata-mata Untuk Dinas Intelijen Mesir

Pegawai Kantor Pers Federal Jerman Diduga Jadi Agen Mata-mata Untuk Dinas Intelijen Mesir

Jum'at, 10 Jul 2020 10:45

Indonesia, Ketersediaan Dokter dan Wabah Covid19

Indonesia, Ketersediaan Dokter dan Wabah Covid19

Kamis, 09 Jul 2020 22:13

HRW Minta Bangladesh Pindahkan 300 Lebih Pengungsi Rohingya dari Pulau Bashan Char

HRW Minta Bangladesh Pindahkan 300 Lebih Pengungsi Rohingya dari Pulau Bashan Char

Kamis, 09 Jul 2020 21:30

Satu Batalion Tentara Israel Dikarantina Setelah Ada Anggotanya Terinfeksi Virus Corona

Satu Batalion Tentara Israel Dikarantina Setelah Ada Anggotanya Terinfeksi Virus Corona

Kamis, 09 Jul 2020 21:05

Wacana TNI Dilibatkan untuk Kerukunan Umat Beragama, Bukhori: Menag Kembali Gagal Paham

Wacana TNI Dilibatkan untuk Kerukunan Umat Beragama, Bukhori: Menag Kembali Gagal Paham

Kamis, 09 Jul 2020 20:48

[VIDEO] Komunisme Ajaran Malu-malu

[VIDEO] Komunisme Ajaran Malu-malu

Kamis, 09 Jul 2020 19:44


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X