Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.781 views

Mengurai Benang Kusut Korupsi

 

Oleh:

Aishaa Rahma

Founder Sekolah Bunda Sholihah

 

INDONESIA benar-benar dihantam persoalan di segala lini. Belum reda kasus covid-19, sudah disusul dengan wabah DBD yang mulai memakan korban jiwa. Dalam hal ini, pemerintah dihadapkan pada permasalahan yang membutuhkan penanganan cepat. Belum lagi perburuan kasus korupsi yang melibatkan para elite politik, turut menambah keruh keterpurukan bangsa ini. 

Melansir dari Antara news.com. Kejaksaan Agung memasang plang penyitaan di 87 lahan yang diduga merupakan aset milik para tersangka kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Tbk. Aset akan disita sebagai barang bukti. Selain aset tanah, Kejagung juga menyita tiga kendaraan yaitu satu Toyota Vellfire, satu Toyota Alphard dan satu sedan Toyota Lexus. Penyidik Korps Adhyaksa juga menyita pengembalian uang jasa manajer investasi yang mencapai Rp53,54 miliar. 

Kejaksaan Agung telah menetapkan status tersangka terhadap enam orang dalam penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (PT. AJS). Diantaranya adalah Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Harry Prasetyo, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya Syahmirwan dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto. 

Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kerugian negara akibat kasus korupsi Jiwasraya mencapai sebesar Rp16,81 triliun. Namun total aset yang telah disita Kejagung dari para tersangka baru Rp13,1 triliun. Penyidik terus mengejar aset ‎para tersangka hingga ke luar negeri. (14/3). 

Nampaknya, Korupsi semakin menggurita hampir di semua pilar baik legislatif, eksekutif ataupun yudikatif. Bahkan, di berbagai periode pemerintahan, hampir semua pemimpin lembaga tinggi negara terjerat kasus korupsi. Tercatat dalam periode 2014-2019, sejumlah 23 anggota DPR pusat turut terseret kasus korupsi. Adapun ICW mencatat KPK telah menangani 62 kasus dengan 155 tersangka pada 2019 lalu. (Kompas.com 18/2/2020). 

Lantas bagaimana mengurai benang kusut kasus rasuah yang tidak ada habisnya ini? Mampukah kepemimpinan presiden Jokowi memberantas para bandit negeri dan menegakkan hukum yang tengah hilang wibawanya akibat oknum yang licin untuk diadili? Semoga saja tidak menghilang seperti kasus mega korupsi lainnya yang senyap tanpa bekas.

 

Hukum Masih Belum Menjadi Panglima

Penegakan hukum (law enforcement) yang seharusnya menjadi program utama dan prioritas di  negeri ini masih jauh dari harapan.  Tujuan hukum yang menjamin rasa aman dan keadilan di negeri ini belum bisa diwujudkan secara optimal, namun hanya samar-samar saja. Terbukti dari banyaknya aparat hukum serta wakil rakyat yang terlibat suap dan korupsi. Dari dulu hingga sekarang persoalan ini tak kunjung berhenti. 

Setidaknya ada lima faktor yang sangat menentukan dalam konteks penegakan hukum. Yakni, 1) hukum, 2) penegak hukum, 3) kesadaran hukum, 4) budaya hukum dan 5) fasilitas hukum. Kelima komponen tersebut merupakan bagian integral dari sistem penegakan hukum. Akan tetapi, komponen yang paling utama untuk terciptanya penegakan hukum tersebut tentu berada di tangan para penegak hukum itu sendiri. 

Sejak reformasi bergulir, begitu banyak sorotan dalam penegakan hukum di Indonesia. Sebab, para penegak hukum sibuk berwacana dengan gagasan-gagasan  tampilnya hukum sebagai panglima di negeri ini. 

Pernyataan penegak hukum sering muncul antara lain menginginkan hukum berlaku pada semua orang tanpa pandang bulu. Namun, ketika penguasa, pejabat atau elite politik negeri ini yang tersangkut kasus hukum, penegak hukum begitu gamang ditambah proses pemeriksaannya amat lama dan melelahkan. Bahkan, banyak vonis yang dijatuhkan dengan bebas seperti kasus Gayus Tambunan beberapa waktu lalu. 

Hal ini berbeda bila yang tersenggol kasus hukum hanya rakyat biasa. Kewibawaan hukum tampak tegas dan galak tanpa melewati proses yang panjang. Padahal, pasal 2 KUHP mengatakan bahwa aturan pidana dalam perundang-undangan Indonesia berlaku bagi setiap orang yang melakukan hukum pidana di dalam wilayah Indonesia. Dengan memperhatikan pasal tersebut, seharusnya jelas bahwa hukum berlaku juga bagi penguasa, pejabat maupun elite politik negeri ini. 

Kembali pada persoalan hukum sebagai panglima. Jika berbicara hukum sebagai panglima tentu saja perwujudan keadilan menjadi barometernya. Hal ini sesuai dengan amanat UUD 1945 yang menjelaskan bahwa negara berdasarkan atas hukum (rech state), bukan pada kekuasaan (mach state). Maka sudah semestinya dimulai dari penegak hukum sendiri. 

Oleh karenanya, agar hukum menjadi panglima tertinggi tanpa terpengaruh oleh kekuatan manapun, maka diperlukan institusi yang spesifik bertugas menjadikan hukum sebagai panglima.

 

Sistem Demokrasi Lemah Mengatasi Korupsi

Korupsi di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sistem demokrasi. Sebab, sistem politik demokrasilah yang menciptakan habitat politik menjadi lahan subur korupsi. Hal ini wajar, sebab untuk terjun sebagai politisi memerlukan modal yang besar bagi diri sendiri maupun  dibiayai oleh cukong-cukong politik. Sehingga amat jarang yang betul-betul terjun untuk mengayomi rakyatnya, yang terjadi ketika berkuasa malah berlomba untuk mengembalikan uang modal politik tersebut. Sebab gaji dan tunjangan jauh dari cukup, otomatis sebagai balas budi pada cukong yang mendanainya, jalan termudah melalui celah korupsi. Hal inilah akar yang sulit untuk diakhiri.

Akan berbeda jika menggunakan sistem aturan Islam. Yang mana, sebagai panglima tertinggi hukumnya ada pada syariah. Sebab, sesungguhnya di dalam Al Qur'an telah menegaskan bahwa hak membuat hukum hanyalah milik Allah SWT. Bukan ditangan sekelompok manusia, meskipun mengatasnamakan rakyat. 

Firman Allah SWT:

Keputusan membuat hukum itu hanyalah milik Allah. (QS Yusuf 12: ayat 40). 

Oleh karena itu, tidak ada jalan lain yang dapat memutus mata rantai korupsi ini selain kembali menerapkan syariah Islam secara menyeluruh di bawah sistem kepemimpinan Islam, dengan totalitas sebagai bukti keimanan dan wujud ketaqwaan umat Islam yang mendatangkan kebaikan. Kepada umat manusia. 

Maka, sudah saatnya menggeser pemikiran agar tidak terpaku pada aturan buatan manusia. Negeri ini digdaya bila dikelola dengan sistem yang mampu menjaga serta menjauhkan dari tindak praktik korupsi. Yakni, aturan yang memiliki sangsi tegas terhadap para pelanggar, dan memberi efek jera. Hal tersebut sangat mungkin diwujudkan apabila syariah sebagai hukum tertinggi dalam menyelesaikan berbagai persoalan negeri ini. Wallahu a'lam.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Israel Serang Masjid Al Aqsha, Ini Pernyataan Sikap DSKS

Israel Serang Masjid Al Aqsha, Ini Pernyataan Sikap DSKS

Selasa, 11 May 2021 17:01

Sikap Wahdah Islamiyah Atas Penyerangan Israel ke Masjid Al Aqsha

Sikap Wahdah Islamiyah Atas Penyerangan Israel ke Masjid Al Aqsha

Selasa, 11 May 2021 16:57

Ditjen Bimas Islam: Ustaz Tengku Zulkarnain Pegiat Dakwah yang Gigih dan Berkarakter

Ditjen Bimas Islam: Ustaz Tengku Zulkarnain Pegiat Dakwah yang Gigih dan Berkarakter

Selasa, 11 May 2021 16:45

WNA Cina Masuk RI di Tengah Larangan Mudik, Muhaimin: Pemerintah Harus Peka

WNA Cina Masuk RI di Tengah Larangan Mudik, Muhaimin: Pemerintah Harus Peka

Selasa, 11 May 2021 16:39

Anis: Rencana Kenaikan PPN Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Anis: Rencana Kenaikan PPN Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Selasa, 11 May 2021 16:24

Idul Fitri di Tengah Pandemi, Masjid JIC Gelar Shalat Id dengan Prokes Ketat

Idul Fitri di Tengah Pandemi, Masjid JIC Gelar Shalat Id dengan Prokes Ketat

Selasa, 11 May 2021 16:11

Ucapkan Selamat Idul Fitri, Partai Ummat Mengajak Umat Islam Bersatu

Ucapkan Selamat Idul Fitri, Partai Ummat Mengajak Umat Islam Bersatu

Selasa, 11 May 2021 16:08

Aksi Solidaritas Umat Muslim Indonesia untuk Palestina dan Bela Masjid Al-Aqsa

Aksi Solidaritas Umat Muslim Indonesia untuk Palestina dan Bela Masjid Al-Aqsa

Selasa, 11 May 2021 12:38

Fraksi PAN Kutuk Aksi Brutal Polisi Israel di Masjid Al Aqsha

Fraksi PAN Kutuk Aksi Brutal Polisi Israel di Masjid Al Aqsha

Selasa, 11 May 2021 12:24

Pasar Dadakan Menjelang Lebaran Imbas Paradoks Kebijakan

Pasar Dadakan Menjelang Lebaran Imbas Paradoks Kebijakan

Selasa, 11 May 2021 12:17

MER-C Mengutuk Aksi Brutal Israel di Masjid Al Aqsa

MER-C Mengutuk Aksi Brutal Israel di Masjid Al Aqsa

Selasa, 11 May 2021 12:01

Legislator: Pemerintah Harus Tegas dan Konsisten Tolak Kedatangan WNA ke Indonesia

Legislator: Pemerintah Harus Tegas dan Konsisten Tolak Kedatangan WNA ke Indonesia

Selasa, 11 May 2021 11:58

Kemenag Terbitkan Panduan Penyelenggaraan Salat Idul Fitri saat Pandemi

Kemenag Terbitkan Panduan Penyelenggaraan Salat Idul Fitri saat Pandemi

Selasa, 11 May 2021 11:48

Aksi Cepat Tanggap Serukan Darurat Al-Aqsa

Aksi Cepat Tanggap Serukan Darurat Al-Aqsa

Selasa, 11 May 2021 11:33

Ustad Tengku Zulkarnain: Bintang ILC yang Cerdas dan Tegas

Ustad Tengku Zulkarnain: Bintang ILC yang Cerdas dan Tegas

Selasa, 11 May 2021 11:21

Sore Ini, Kemenag Gelar Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah

Sore Ini, Kemenag Gelar Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah

Selasa, 11 May 2021 11:18

Fahira Idris: Kebiadaban Israel Setara Teroris

Fahira Idris: Kebiadaban Israel Setara Teroris

Selasa, 11 May 2021 11:04

Ustaz Tengku Zulkarnain Wafat, Sekjen MUI: Semoga Beliau Syahid

Ustaz Tengku Zulkarnain Wafat, Sekjen MUI: Semoga Beliau Syahid

Selasa, 11 May 2021 10:50

Alhamdulillah ini yang dicapai dalam 10 Bulan Ponpes Gratis Manahilul ilmi

Alhamdulillah ini yang dicapai dalam 10 Bulan Ponpes Gratis Manahilul ilmi

Selasa, 11 May 2021 01:27

Peran Orang Tua dan Negara Menyikapi Parodi Sujud “Free Style”

Peran Orang Tua dan Negara Menyikapi Parodi Sujud “Free Style”

Senin, 10 May 2021 21:01


MUI

Must Read!
X