Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.957 views

Menjaga Stamina Belajar Mahasiswa

Oleh: Roni Tabroni (Dosen Ilmu Komunikasi UMBandung)

Menjelang akhir semester genap di tahun 2020 ini, sepertinya berbagai Perguruan Tinggi kembali melakukan evaluasi terhadap proses belajar yang telah dilaluinya.

Evaluasi yang kemungkinan besar dilakukan secara daring (dalam jaringan) ini, justru mengevaluasi pembelajaran daring itu sendiri. Para dosen menyampaikan berbagai catatan pembelajaran dengan pengalaman yang berbeda-beda, walaupun pada kenyataannya mengalami masalah yang sama. 

Selama berada di rumah, proses pembelajaran yang dilakukan secara daring ini memanfaatkan berbagai aplikasi yang tersedia, mulai dari zoon, google meet, WhatsApp Grup, dan lain sebagainya. Semuanya dilakukan terkadang bergantian, sangat jarang yang melakukannya secara tetap berada pada aplikasi yang sama. 

Mengingat problem mahasiswa dan juga dosennya sendiri, terutama yang berada di daerah-daerah, mengalami kendala pada tingkat aksesibilitas internet. Kendala itu biasanya karena persoalan jangkauan sinyal juga keterbatasan paket internet. Problem ini bukan berarti tidak ada di perkotaan, sebab beberapa kampus, terutama dengan segmen menengah ke bawah, mengalami hal serupa. Apalagi ketika mahasiswanya sudah pulang kampung, persoalan daring ini menjadi-jadi. 

Tetapi, di antara problem yang senantiasa muncul yang disebabkan oleh keterbatasan kemampuan menjangkau sinyal internet dan kemampuan membeli paket internet, justru yang tidak kalah beratnya adalah persoalan finansial anak didik yang menghawatirkan. Sebagaimana diketahui publik, persoalan belajar memang bisa disiasati – bahkan guru di pedesaan sampai ada yang menjangkau anak didiknya ke rumah-rumah – tetapi ada hal yang yang diluar jangkauan pengelola Perguruan Tinggi yaitu terkait kemampuan ekonomi mereka. 

Pandemi covid-19 yang menggerus tatanan kehdupan masyarakat, telah membuat masyarakat kesulitan ekonomi, khususnya mereka yang hidup dari pendapatan harian. Bahkan sebagain para karyawan yaitu kaum gaji pun banyak yang dirumahkan. Secara tiba-tiba orang-orang yang berada di sebuah industri atau perusahaan raksasa, harus kehilangan mata pencahariannya. Sebagian lagi, bagi mereka yang mungkin masih beruntung, harus bekerja separoh waktu, artinya tidak kehilangan pekerjaan, tetapi penghasilannya menurun tajam. 

Kondisi krisis ekonomi yang sangat massif itu mau tidak mau kemudian menggeser cara mengalokasikan anggaran masyarakat pada hal-hal yang bersifat pokok, seperti sembako atau barang-barang yang dapat menopang kehidupannya. Sedangkan kuliah menjadi terabaikan. Artinya, orang tua, dan mahasiswa sendiri, tidak menjadikan bayar kuliah sebagai prioritas utama, sebab ada kebutuhan yang jauh lebih mendesak. Dalam situasi sangat sulit, keputusan itu harus diambil, walaupun mungkin bukan keinginannya.

Di sinilah saya kira bagaimana negara turun tangan, memberikan solusi praktis yang langsung dirasakan kemanfaatannya. Di saat-saat krisis seperti itu, kemungkinan mahasiswa membutuhkan topangan anggaran yang dapat memenuhi kewajibannya kepada kampus masing-masing, tidak lebih dari itu. Artinya kebutuhan membeli buku, atau hal-hal yang tidak terlalu mendesak bisa dikesampingkan. 

Untuk itu, bantuan yang sifatnya langsung untuk mengatasi persoalan beban biaya rutin seperti uang semesteran, dangat dibutuhkan. Negara di sini dapat hadir menjadi juru selamat bagi ribuan mahasiswa yang mungkin menunggu kehadirannya. Sehingga munculnya kebijakan Mendikbud tentang kebijakan untuk mendukung mahasiswa dan sekolah yang terdampak covid-19 sangat membantu. Ketiga bantuan itu seperti dukungan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Dana Bantuan UKT Mahasiswa, kemudian menyangkut Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan BOS Kinerja. 

Kebijakan ini dapat saja disebuta sebagai terobosan, sebab hadir di saat masyarakat, khususnya mahasiswa dan orang tua nya sangat membutuhkan. Sebab bagaimanapun persoalan kuliah bukan hanya keinginan tetapi juga persoalan kemampuan. Sedangkan, di saat krisis, tidak semua kampus dapat membantu mahasiswanya yang terkena dampak pandem ini. Walaupun sebenarnya, ada saja kampus yang berkecukupan kemudian memberikan bantuan, minimal untuk sekedar pembelian paket internet, atau sebagiannya lagi yang memberikan potongan SPP bagi mahasiswanya. 

Tetapi sekali lagi, pandemi covid-19 ini memang sangat luar biasa, sehingga tidak banyak kampus yang memiliki kemampuan untuk memberikan solusi dari sisi finansial ini. Sebab, jika kita melihat lebih dalam lagi, justru banyak kampus yang keteteran untuk memenuhi kewajiban dalam menggaji dosen dan karyawannya, sebab salah satu persoalannya adalah mahasiswa yang mengendor dalam melakukan pembayaran semesteran tersebut. 

Bantuan di saat pandemi bagi mahasiswa dan juga pelajar dari pemerintah tentu saja menjadi solusi kongkrit. Sebab saat ini, selain kebutuhan jaringan internet dan harga paket yang diharapkan lebih murah, adalah adanya bantuan untuk membayar kewajibannya ke kampus masing-masing. Dengan demikian, diharapkan program tersebut dapat menjaga stabilitas belajar dan semangat mahasiswa untuk tetap bertahan sebagai insan pembelajar, walaupun tetap ada di rumah.  

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Anis: Utang Indonesia dalam Taraf Mengkhawatirkan

Anis: Utang Indonesia dalam Taraf Mengkhawatirkan

Jum'at, 25 Jun 2021 04:51

Promosikan Ivermectin, Erick Thohir Dikritik Seperti Jualan Obat

Promosikan Ivermectin, Erick Thohir Dikritik Seperti Jualan Obat

Jum'at, 25 Jun 2021 03:20

Lampaui Target Vaksinasi 100.000 Orang/Hari, Pemprov DKI Apresiasi Antusiasme Masyarakat

Lampaui Target Vaksinasi 100.000 Orang/Hari, Pemprov DKI Apresiasi Antusiasme Masyarakat

Jum'at, 25 Jun 2021 02:19

Ingatkan Warga, Dinkes Garut: Varian Baru Covid-19 Banyak Menyerang Anak-anak

Ingatkan Warga, Dinkes Garut: Varian Baru Covid-19 Banyak Menyerang Anak-anak

Jum'at, 25 Jun 2021 01:42

PP Muhammadiyah Meminta Wacana Pembelajaran Tatap Muka kembali Ditunda

PP Muhammadiyah Meminta Wacana Pembelajaran Tatap Muka kembali Ditunda

Jum'at, 25 Jun 2021 00:10

Fenomena Dakwah Copy-Paste

Fenomena Dakwah Copy-Paste

Kamis, 24 Jun 2021 23:35

UMY dan PBI DIY Selenggarakan Training Kewirausahaan Bekam

UMY dan PBI DIY Selenggarakan Training Kewirausahaan Bekam

Kamis, 24 Jun 2021 22:33

Indonesia Darurat Sampah dan Limbah, Anggota FPKS Sesalkan Pengurangan Anggaran

Indonesia Darurat Sampah dan Limbah, Anggota FPKS Sesalkan Pengurangan Anggaran

Kamis, 24 Jun 2021 21:29

Kasus Covid Melonjak, Senator Ingatkan Stok Darah Harus Tetap Terjaga

Kasus Covid Melonjak, Senator Ingatkan Stok Darah Harus Tetap Terjaga

Kamis, 24 Jun 2021 20:54

Penumpang KRL di Stasiun Cikarang Jalani Swab Tes Antigen

Penumpang KRL di Stasiun Cikarang Jalani Swab Tes Antigen

Kamis, 24 Jun 2021 19:48

MUI:  Di Zona Merah, Tidak Diperkenankan Sholat Idul Adha dan Shalat Jamaah di Luar Rumah

MUI: Di Zona Merah, Tidak Diperkenankan Sholat Idul Adha dan Shalat Jamaah di Luar Rumah

Kamis, 24 Jun 2021 18:26

Jangan Lupakan Piagam Jakarta

Jangan Lupakan Piagam Jakarta

Kamis, 24 Jun 2021 17:46

Pejabat PBB: Taliban Rebut 50 Dari 370 Distrik Di Afghanistan

Pejabat PBB: Taliban Rebut 50 Dari 370 Distrik Di Afghanistan

Kamis, 24 Jun 2021 17:08

Tinjau Pemakaman Khusus Covid-19, Anies: Meski Luas Tolong Jangan Dipenuhi

Tinjau Pemakaman Khusus Covid-19, Anies: Meski Luas Tolong Jangan Dipenuhi

Kamis, 24 Jun 2021 16:17

Covid-19 Meningkat, MUI-BNPB Sarankan Perketat Protokol Kesehatan Saat Berqurban

Covid-19 Meningkat, MUI-BNPB Sarankan Perketat Protokol Kesehatan Saat Berqurban

Kamis, 24 Jun 2021 15:08

Masjid Raya Jakarta Islamic Centre Tutup hingga 5 Juli

Masjid Raya Jakarta Islamic Centre Tutup hingga 5 Juli

Kamis, 24 Jun 2021 14:41

Akhiri Pembelahan Politik, Indonesia Perlu Sumpah Ketiga

Akhiri Pembelahan Politik, Indonesia Perlu Sumpah Ketiga

Kamis, 24 Jun 2021 13:58

Kasus RS Ummi, Habib Rizieq Divonis Empat Tahun Penjara

Kasus RS Ummi, Habib Rizieq Divonis Empat Tahun Penjara

Kamis, 24 Jun 2021 12:20

Solo Madani Indonesia Jaya Sampaikan Resolusi kepada Presiden, MPR dan DPR

Solo Madani Indonesia Jaya Sampaikan Resolusi kepada Presiden, MPR dan DPR

Kamis, 24 Jun 2021 11:51

Kasus Covid-19 Semakin Buruk, Politisi PKS: Opsi PSBB Harus Segera Diambil

Kasus Covid-19 Semakin Buruk, Politisi PKS: Opsi PSBB Harus Segera Diambil

Kamis, 24 Jun 2021 10:49


MUI

Must Read!
X