Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.292 views

Pasar Dadakan Menjelang Lebaran Imbas Paradoks Kebijakan

 

Oleh:

Wida Nusaibah || Penulis dan Pemerhati Kebijakan Publik

 

JEMBATAN Penyeberangan Multiguna (JPM) Pasar Tanah Abang berubah menjadi pasar dadakan menjelang hari raya Idul Fitri 2021. JPM disesaki pengunjung yang asyik memilih pakaian meski masa pandemi virus Corona belum berakhir.

Teriakan petugas agar para pengunjung tetap mematuhi protokol kesehatan seperti tak dihiraukan. Bahkan dengan santainya sejumlah orang tetap berusaha menggunakan JPM menjadi jalur dua arah. (Liputan6.com,3/5/21)

 

Kapitalisme Berorientasi pada Keuntungan Ekonomi 

Membludaknya kerumunan menjelang lebaran tersebut tentu meningkatkan potensi penyebaran virus Corona. Namun, masyarakat seolah tak peduli akan ancaman pandemi yang sedang terjadi.

Fakta ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan menyebarnya virus Corona tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada kesadaran individu masyarakat. Butuh kebijakan selaras agar potensi penyebaran virus dapat dicegah dan dihentikan. Sayangnya, justru ada kebijakan pemerintah yang mendorong konsumsi dengan alasan untuk perbaikan ekonomi. Sungguh ironi!

Kebijakan itu disampaikan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Dia punya cara jitu untuk mendongkrak perekonomian yang sedang lesu akibat pandemi. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu minta rakyat untuk tetap membeli baju baru saat Lebaran, meski mudiknya tetap dilarang. (Warta ekonomi online, 24/4/21)

Kebijakan tersebut sungguh sangat bertentangan. Ketika mudik, sekolah tatap muka, salat berjamaah di masjid dilarang justru pemerintah menyerukan agar masyarakat tetap membeli baju lebaran. Tak ayal, pasar pun semakin ramai, pasar-pasar dadakan membludak. Hal itu merupakan imbas dari paradoks kebijakan yang terjadi. 

Pertanyaannya, apakah tempat penyebaran virus corona hanya ada di masjid, sekolah, dan jalan yang dilalui mudik? Adakah yang menjamin bahwa di tempat perbelanjaan tidak akan ada penyebaran virus corona? Sungguh kontradiktif! 

Menelisik kebijakan di atas nampak bahwa unsur keuntungan ekonomi lebih diprioritaskan. Maka tak masuk akal jika disebutkan bahwa kebijakan itu hanya bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Inilah paradigma negeri yang menerapkan sistem kapitalis. Segala sesuatu berorientasi pada keuntungan ekonomi. Maka wajar jika upaya mendongkrak perekonomian tetap dilakukan meski harus mempertaruhkan keselamatan masyarakat.

 

Islam Mengutamakan Keselamatan Masyarakat

Sebagai pemimpin negeri Muslim sudah seharusnya mengambil Rasulullah sebagai tauladan dan menjadikan syariat Islam sebagai landasan pengambilan kebijakan. Dalam Islam sudah ada dan telah dicontohkan oleh Rasulullah terkait menangani wabah penyakit menular yang belum ada obatnya.

Rasulullah Saw bersabda, "Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhari). 

Begitu juga ketika terjadi wabah kusta yang mematikan dan belum ada obatnya. Kala itu Rasulullah Saw. memerintahkan untuk tidak mendekati atau melihat orang yang terjangkit kusta. Beliau bersabda, "Jangan kamu terus menerus melihat orang yang mengidap penyakit kusta." (HR Bukhari). 

Islam juga mengajarkan kaidah kausalitas, bahwa ketika di sebuah wilayah terdapat wabah maka jangan keluar dari wilayah tersebut agar wabah tidak menyebar. Begitu juga sebaliknya, wilayah yang tidak ada wabah jangan masuk ke daerah yang ada wabah agar tidak terjangkit.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
UMY dan PBI DIY Selenggarakan Training Kewirausahaan Bekam

UMY dan PBI DIY Selenggarakan Training Kewirausahaan Bekam

Kamis, 24 Jun 2021 22:33

Indonesia Darurat Sampah dan Limbah, Anggota FPKS Sesalkan Pengurangan Anggaran

Indonesia Darurat Sampah dan Limbah, Anggota FPKS Sesalkan Pengurangan Anggaran

Kamis, 24 Jun 2021 21:29

Kasus Covid Melonjak, Senator Ingatkan Stok Darah Harus Tetap Terjaga

Kasus Covid Melonjak, Senator Ingatkan Stok Darah Harus Tetap Terjaga

Kamis, 24 Jun 2021 20:54

Penumpang KRL di Stasiun Cikarang Jalani Swab Tes Antigen

Penumpang KRL di Stasiun Cikarang Jalani Swab Tes Antigen

Kamis, 24 Jun 2021 19:48

MUI:  Di Zona Merah, Tidak Diperkenankan Sholat Idul Adha dan Shalat Jamaah di Luar Rumah

MUI: Di Zona Merah, Tidak Diperkenankan Sholat Idul Adha dan Shalat Jamaah di Luar Rumah

Kamis, 24 Jun 2021 18:26

Jangan Lupakan Piagam Jakarta

Jangan Lupakan Piagam Jakarta

Kamis, 24 Jun 2021 17:46

Pejabat PBB: Taliban Rebut 50 Dari 370 Distrik Di Afghanistan

Pejabat PBB: Taliban Rebut 50 Dari 370 Distrik Di Afghanistan

Kamis, 24 Jun 2021 17:08

Tinjau Pemakaman Khusus Covid-19, Anies: Meski Luas Tolong Jangan Dipenuhi

Tinjau Pemakaman Khusus Covid-19, Anies: Meski Luas Tolong Jangan Dipenuhi

Kamis, 24 Jun 2021 16:17

Covid-19 Meningkat, MUI-BNPB Sarankan Perketat Protokol Kesehatan Saat Berqurban

Covid-19 Meningkat, MUI-BNPB Sarankan Perketat Protokol Kesehatan Saat Berqurban

Kamis, 24 Jun 2021 15:08

Masjid Raya Jakarta Islamic Centre Tutup hingga 5 Juli

Masjid Raya Jakarta Islamic Centre Tutup hingga 5 Juli

Kamis, 24 Jun 2021 14:41

Akhiri Pembelahan Politik, Indonesia Perlu Sumpah Ketiga

Akhiri Pembelahan Politik, Indonesia Perlu Sumpah Ketiga

Kamis, 24 Jun 2021 13:58

Kasus RS Ummi, Habib Rizieq Divonis Empat Tahun Penjara

Kasus RS Ummi, Habib Rizieq Divonis Empat Tahun Penjara

Kamis, 24 Jun 2021 12:20

Solo Madani Indonesia Jaya Sampaikan Resolusi kepada Presiden, MPR dan DPR

Solo Madani Indonesia Jaya Sampaikan Resolusi kepada Presiden, MPR dan DPR

Kamis, 24 Jun 2021 11:51

Kasus Covid-19 Semakin Buruk, Politisi PKS: Opsi PSBB Harus Segera Diambil

Kasus Covid-19 Semakin Buruk, Politisi PKS: Opsi PSBB Harus Segera Diambil

Kamis, 24 Jun 2021 10:49

Bohong dalam Delik Bohong

Bohong dalam Delik Bohong

Kamis, 24 Jun 2021 09:37

Legislator Gerindra: Pemerintah Harus Punya Skenario Kurangi Utang Luar Negeri

Legislator Gerindra: Pemerintah Harus Punya Skenario Kurangi Utang Luar Negeri

Kamis, 24 Jun 2021 08:37

Anis Matta: Sumpah Palapa Bisa Jadi Spirit Akhiri Pembelahan dan Fokus Capai Lima Besar Dunia

Anis Matta: Sumpah Palapa Bisa Jadi Spirit Akhiri Pembelahan dan Fokus Capai Lima Besar Dunia

Kamis, 24 Jun 2021 07:34

Impor Migas Makin Meroket, Legislator: Apa Pemerintah Kalah Hadapi Tekanan Para Mafia?

Impor Migas Makin Meroket, Legislator: Apa Pemerintah Kalah Hadapi Tekanan Para Mafia?

Kamis, 24 Jun 2021 06:26

3 Orang Tewas Dalam Pemboman Dekat Kediaman Pemimpin Kelompok Jihadis LeT Di Lahore Pakistan

3 Orang Tewas Dalam Pemboman Dekat Kediaman Pemimpin Kelompok Jihadis LeT Di Lahore Pakistan

Rabu, 23 Jun 2021 20:18

Iran Eksekusi Mati 95 Orang Termasuk 6 Wanita Sepanjang Tahun 2021

Iran Eksekusi Mati 95 Orang Termasuk 6 Wanita Sepanjang Tahun 2021

Rabu, 23 Jun 2021 19:45


MUI

Must Read!
X