Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.857 views

Tanggung Jawab Dokter Menurut Islam

Oleh: Wafa Raihany Salam (Stei Sebi)

Telah kita ketahui bahwa hukum-hukum islam sangatlah lebih maju dari hukum-hukum modern lainnya dalam menetapkan dasar-dasar tanggung jawab untuk melindungi hak-hak dokter dan pasien. Islam juga mendorong perkembangan metode ilmiah yang layak dalam prosedur medis.

Imam malik meriwayatkan hadis, bahwa Rasulullah bersabda, “Janganlah membahayakan diri dan membahayakan orang lain.” Diriwayatkan juga dari Amr bin Shuaib dari bapaknya dari kakeknya bahwa Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang melakukan praktik pengobatan padahal ia tidak dikenal memiliki keahlian sebagai dokter maka ia harus bertanggung jawab.”

Ketika ilmu kedokteran muncul pada zaman prasejarah, ia bercampur dengan klenik dan mistik. Karena kepercayaan umum meyakini bahwa penyakit diakibatkan oleh setan yang mengambil alih tubuh. Jika seseorang meninggal, berarti setan telah mendominasi dirinya, sehingga tidak ada ruang untuk menuntut agar dokter bertanggung jawab.

Pada zaman fir’aun mesir, ilmu kedokteran disusun  dalam kitab pedoman mereka. Dokter harus mematuhi buku itu, jika ia melanggarnya dan pasien meninggal, dokter harus membayar dengan kepalanya. Dengan kata lain, dieksekusi mati.

Di Babylon, undang-undang Hammurabi membuat aturan-aturan ketat yang membuat para dokter bertanggung jawab atas tindakannya. Tangan dokter akan dipotong jika ia menyebabkan pasien kehilangan anggota tubuh mereka atau menyebabkan malfungsi fisik seorang manusia.

Dizaman yunani kuno, setelah Hippocrates membebaskan ilmu kedokteran dari unsur mistis, ia mengharuskan para muridnya untuk bersumpah. Tapi sumpah ini tidak merujuk kepada suatu pertanggung jawaban apapun. Ia lebih kepada komitmen moral atau sesuatu yang tidak bisa dinyatakan secara jelas, karena tidak ada unsur criminal apapun yang berkaitan dengan tindakan dokter dalam pandangan mereka.

Dizaman yunani kuno, setiap kesalahan atau penyebab oleh seorang dokter menyebabkan mereka harus membayar kompensasi. Akan tetapi hukuman tersebut bervariasi tergantung dari status sosial si pasien. Kematian seorang pasien bisa menyebabkan eksekusi mati atau pengasingan sang dokter.

Pada abad pertengahan dieropa, jika seorang pasien meninggal karena ketelelodran atau pelanggaran dokter, sang dokter akan diserahkan kepada keluarga pasien, merekalah yang akan membuat pilihan antara membunuhnya atau membiarkan ia hidup sebagai budak.

Namun ketika islam datang, islam mengantarkan pada era baru dimana peraturan hanya didasarkan pada hukum yang diwahyukan oleh Allah. Rasulullah membangun prinsip-prinsip dasar yang mereprentasikan aturan ideal dalam hubungan antara dokter dengan pasiennya, atas dasar logika dan keadilan. Hukum islam menghargai pengetahuan tentang kondisi psikis dan situasi manusia sebagai dasar ilmu kedokteran.

Ibnu Qoyyum berkata, “Sangatlah penting bagi seorang dokter memiliki pengetahuan spiritual dan masalah psikologis, serta bagaimana mengatasinya. Karena hal tersebut merupakan aspek penting dalam mengobati gangguan fisik. Hubungan antara fungsi fisik, pikiran serta jiwa sudah diakui kebenarannya."

Jika seorang dokter yang memiliki pengetahuan tentang penyakit spiritual dan kejiwaan, maka ia akan menjadi dokter ahli. Sementara dokter yang tidak memiliki pengetahuan tentang penyakit spiritual dan kejiwaan meski ia ahli dalam pengobati penyakit fiisk hanyalah dokter biasa.

Karena ilmu kedokteran sangat diperlukan dan dibutuhkan oleh masyarakat, islam memandang proses belajar dan praktik kedokteran sebagai kewajiban kolektif. Maka dari itu, hukum islam lebih maju disbanding hukum manusia, mensyaratkan dokter untuk menggunakan ilmu dan keterampilannya sebagai pengabdi bagi masyarakat.

Seorang ulama, Muhammad Abu Zahra berkata “disini kita berbicara tentang resiko yang menimpa pasien yang bisa dicegah oleh dokter yang ahli atau ditangani melalui tindakannya.”

Mengenai hal ini, para ahli fikih berselisih pendapat: Pendapat pertama, kematian atau cedera yang dialami pasien dikarenakan oleh sesuatu yang tidak diperkirakan, diluar kemampuan dan diagnosis dokter, hal tersebut bukan termasuk kelalaian dokter sehingga tidak ada cela atau kekeliruan yang menyebabkan dokter harus bertanggung jawab.

Pendapat kedua, cedera pada anggota badan karena kesalahan procedural, seperti ketika pembedahan yang dilakukan dengan segala perencanaan matang akan tetapi tangan sang dokter lalai dan merusak bagian tubuh, maka hubuman bagi dokter adalah membayar diyat.

Pendapat ketiga, kematian disebabkan oleh kekeliruan dalam pemberian obat meski dang dokter telah mencurahkan segala kemampuan dan melakukan yang terbaik namun menyebabkan kesalahan maka sang dokter harus bertanggung jawab dengan membayar diyat.

Pendapat keempat, pada tiga pendapat pertama, pengobatan medis diberikan dengan izin dari pasien atau penjaminnya. Tapi apabila kekeliruan tterjadi tanpa izin dari pasien atau penjaminnya maka para ahli fikih sepakat harus bertanggung jawab.

Contoh sepuluh kasus kelalaian medis yang dituntun syariat:

Pertama dalah kesengajaan, apabila sang dokter melakukan kelalaian sehingga menyebabkan kematian atau kerusakan fungsi anggota tubuh si pasien maka hukuman bagi sang dokter adalah qishah.

Kedua, ketidak sengajaan, apabila sang dokter melakukan kesalahan dalam diagnosis penyakit, menyaranan obat yang salah maka dokter harus bertanggung jawab, meski tidak seberat kasus pertama yang berupa qishah namun tetap saja sang dokter harus tetap bertanggung jawab.

Ketiga, melanggar prinsip-prinsip kedokteran, apabila sang dokter mengobati pasien dengan cara yang menyalahi aturan baku dalam kedokteran, maka ia harus bertanggung jawab atas segala resiko yang diakibatkan dari pelanggaran tugasnya.

Keempat kebodohan, apabila seorang dokter gadungan melakukan praktik medis dengan menipu dan mengelabui pasien, maka dokter gabungan tersebut harus dituntut pertanggung jawaban atas perbuatannya.

Kelima, tidak adanya persetujuan dari pasien, para ulama berbeda pendapat, ada yang berpendapat sang dokter harus bertanggung jawab namun adapula yang berpendapat tidak harus bertanggung jawab kecuali dalam kasus ketidaksengajaan.

Keenam tidak adanya lisensi dari otoritas, apabila sang dokter tidak memiliki izin praktek dalam peraturan didalam suatu negara maka sang dokter harus bertanggung jawab jika.

Ketujuh, penipuan, apabila sang dokter melakukan pengelabuhan dan kecurangan dengan menyarankan obat bagi pasien yang mengakibatkan cacat atau tidak memberikan khasiat apapun, maka sang dokter harus bertanggung jawab atas perbuatan penipuannya tersebut.

Kedelapan, menolak melakukan tindakan dalam situasi darurat. Kesembilan, penangganan secara haram. Kesepuluh, membuka rahasia pasien.

Dokter yang cakap tidak bertanggung jawab atas kerugian yang menimpa pasien selama kondisi berikut terpenuhi: terbukti memiliki pengetahuan tentang medis, perizinan atau lisensi dari otoritas, persetujuan dari pasien atau penjaminnya, bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip kedokteran yang telah dibekukan, dan tidak membuat kekeliruan serius yang menuntut pertanggung jawaban.

 

Sumber: Yusuf Al-Hajj Ahmad. 2016. Panduan Pengobatan Islami. Solo: Aqwam

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Health lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
Elektabilitas Anies Menguat, Kenapa PSI Galau?

Elektabilitas Anies Menguat, Kenapa PSI Galau?

Senin, 24 Feb 2020 12:45

Hamri Muin Resmi Jabat Ketua Umum PP LIDMI Periode 2020-2022

Hamri Muin Resmi Jabat Ketua Umum PP LIDMI Periode 2020-2022

Senin, 24 Feb 2020 12:25

Survei Indo Barometer, Anies Baswedan Paling Berpotensi Jadi Presiden 2024

Survei Indo Barometer, Anies Baswedan Paling Berpotensi Jadi Presiden 2024

Senin, 24 Feb 2020 07:30

Wakil Bupati Bantaeng: Pimpin Masa Depan dengan Menguasai Teknologi

Wakil Bupati Bantaeng: Pimpin Masa Depan dengan Menguasai Teknologi

Senin, 24 Feb 2020 07:02

PKS: RUU Minerba Harus Memihak Rakyat

PKS: RUU Minerba Harus Memihak Rakyat

Senin, 24 Feb 2020 06:30

Seluruh Korban Hanyut Susur Sungai Sempor Telah Ditemukan

Seluruh Korban Hanyut Susur Sungai Sempor Telah Ditemukan

Senin, 24 Feb 2020 06:28

Kritik untuk Menteri Nadiem: Merdekakan Kampus dari Korporasi!

Kritik untuk Menteri Nadiem: Merdekakan Kampus dari Korporasi!

Ahad, 23 Feb 2020 22:33

Ucapan Salam Keselamatan, Ada yang Alergi?

Ucapan Salam Keselamatan, Ada yang Alergi?

Ahad, 23 Feb 2020 22:05

Mengerikan, Pasukan Israel Seret Jenazah Warga Palestina di Perbatasan Gaza Menggunakan Buldoser

Mengerikan, Pasukan Israel Seret Jenazah Warga Palestina di Perbatasan Gaza Menggunakan Buldoser

Ahad, 23 Feb 2020 21:00

Muadzin Masjid Raya London yang Ditikam Saat Kumandangkan Adzan Maafkan Pelaku Penusukan

Muadzin Masjid Raya London yang Ditikam Saat Kumandangkan Adzan Maafkan Pelaku Penusukan

Ahad, 23 Feb 2020 19:55

#QQRizki atau Quranic Quantum Rizki, Metode Tarik Rizki Sambil tiduran

#QQRizki atau Quranic Quantum Rizki, Metode Tarik Rizki Sambil tiduran

Ahad, 23 Feb 2020 18:18

Tabligh Akbar di Gowa, Direktur Pristac: Anak adalah Aset Peradaban

Tabligh Akbar di Gowa, Direktur Pristac: Anak adalah Aset Peradaban

Ahad, 23 Feb 2020 17:50

Lebih Dari 10.000 Warga Sipil Terbunuh atau Terluka Dalam Perang Afghanistan pada 2019

Lebih Dari 10.000 Warga Sipil Terbunuh atau Terluka Dalam Perang Afghanistan pada 2019

Ahad, 23 Feb 2020 17:48

Olok-olok Salam Pancasila

Olok-olok Salam Pancasila

Ahad, 23 Feb 2020 16:07

Berkaca pada Pemindahan Ibukota Turki

Berkaca pada Pemindahan Ibukota Turki

Ahad, 23 Feb 2020 13:59

FOL-PIP Dideklarasikan Bersamaan dengan Milad ke 12 Adara Relief International

FOL-PIP Dideklarasikan Bersamaan dengan Milad ke 12 Adara Relief International

Ahad, 23 Feb 2020 12:58

Iran Tutup Sekolah, Universitas dan Pusat Budaya Setelah 6 Orang Tewas Akibat Virus Corona

Iran Tutup Sekolah, Universitas dan Pusat Budaya Setelah 6 Orang Tewas Akibat Virus Corona

Ahad, 23 Feb 2020 11:30

Kepala LLDIKTI Wilayah IX Tampil Sebagai Pembicara di Dialog Kebangsaan Muktamar III LIDMI

Kepala LLDIKTI Wilayah IX Tampil Sebagai Pembicara di Dialog Kebangsaan Muktamar III LIDMI

Sabtu, 22 Feb 2020 23:42

Naftali Bennet: Israel Tidak Akan Pernah Menyerahkan Satu Inci Pun Tanahnya pada Orang Arab

Naftali Bennet: Israel Tidak Akan Pernah Menyerahkan Satu Inci Pun Tanahnya pada Orang Arab

Sabtu, 22 Feb 2020 22:30

Panggilan Jiwa Kaum Jurnalis

Panggilan Jiwa Kaum Jurnalis

Sabtu, 22 Feb 2020 22:27


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X