Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
11.233 views

NII Gencarkan Rekrutmen untuk Tutupi Dana Raib 250 Miliar di Bank Century

JAKARTA (voa-islam.com) – Para mantan petinggi NII mensinyalir penculikan dan cuci otak marak dilakukan oleh kelompok NII dalam proses rekrutmen dengan target infak sebesar-besarnya. Upaya ini untuk menutupi krisis keuangan pasca kehilangan dana 250 miliar di Bank Century yang bermasalah.

Kelompok Negara Islam Indonesia (NII) yang belakangan disebut-sebut terkait kasus penculikan dan cuci otak sejumlah mahasiswa di berbagai kota di tanah air, ternyata memiliki simpanan harta miliaran rupiah di Bank Century atau kini bernama Bank Mutiara.

Keberadaan dana tersebut pernah disampaikan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kepada Pansus DPR tentang Hak Angket Bank Century, 21 Desember 2009 silam.

Dalam laporan yang ditandatangani Kepala PPATK Yunus Husein kala itu, disebutkan, bahwa ada simpanan sebesar Rp 46,2 miliar atas nama Abu Maarik. Deposan bernama Abu Maarik ini diduga kuat adalah Abu Toto alias Syekh Abdus Salam Panji Gumilang, pendiri Pondok Pesantren Al-Zaytun.

....Deposan bernama Abu Maarik ini diduga kuat adalah Abu Toto alias Syekh Abdus Salam Panji Gumilang, pendiri Pondok Pesantren Al-Zaytun....

Mantan Menteri Peningkatan Produksi NII Imam Supriyanto membenarkan adanya simpanan kelompok itu di Bank Century. Secara mengejutkan, berbeda dengan data yang disampaikan PPATK, Imam menyebut jumlah dana mencapai Rp 250 miliar.

"Kalau dirupiahkan, seingat saya ada Rp 250 miliar. Itu dalam bentuk obligasi dan emas batangan kurang lebih beratnya 20 ton," kata Imam Supriyanto, Kamis (28/4/2011). Imam mengaku, resmi meninggalkan NII tahun 2007 lalu setelah mendapat nasihat ibundanya yang lebih dahulu keluar dari NII.

Imam Supriyanto menceritakan, dana milik NII itu disimpan atas nama Imam Besar NII Abu Maarik. "Sepertinya, rekening di Bank Century tidak satu nama. Biasanya Abu Maarik juga memakai nama anaknya di Bank Century. Abu Maarik itu adalah teman dekat Robert Tantular (mantan pemilik Bank Century)," kata Imam.

Menurutnya, dana yang berhasil digalang NII kemudian disimpan ke Bank Century. "Abu Maarik adalah nasabah terbaik Bank Century. Abu Maarik sangat dekat dengan Robert Tantular. Bahkan, setiap tahunnya Abu Maarik kerap dihadiahi mobil mewah," kata Imam.

Ia mengaku bersedia bercerita apa adanya dengan alasan apa yang dikatakannya adalah bentuk penyesalannya karena telah masuk organisasi NII. "Berkat jalan Allah melalui ibu saya, pada tahun 2007, saya bisa keluar dari organisasi yang saya geluti sejak 1987," ungkapnya.

Pernyataan mantan pejabat NII itu dikuatkan oleh Peneliti Sejarah Darul Islam/NII, Sholahudin, bahwa krisis keuangan tengah dialami NII dikarenakan dana sebesar Rp 250 miliar yang disimpan di Bank Century raib akibat bank tersebut bermasalah. Untuk menutupi krisis keuangan itu, NII menggencarkan rekruitmen dengan penculikan dan cuci otak dengan target menarik infak sebesar-besarnya.

“NII sedang terlilit utang dan Panji Gumilang berani meminjam uang. Karena itu, NII melakukan perekrutan besar-besaran karena untuk mengincar infaknya,” kata Sholahudin dalam dialog Polemik Trijaka di Jakarta, Sabtu (30/4/2011).

....NII sedang terlilit utang dan Panji Gumilang berani meminjam uang. Karena itu, NII melakukan perekrutan besar-besaran karena untuk mengincar infaknya....

Menurutnya, dalam waktu beberapa hari saja NII dapat mengumpulkan banyak uang karena telah mendapatkan infak dari kader yang direkrutnya. “Prinsipnya makin besar bayar infak, akan makin mudah orang tersebut masuk NII,” tandasnya.

Menurutnya, aksi NII dan aksi teroris belakangan ini tidak hanya dilakukan orang dari kalangan bawah secara ekonomi, tetapi juga dilakukan oleh orang-orang berduit. Tujuannya adalah agar organisasi tersebut terus berkembang.

“SMA 3 Bandung sudah dikuasai NII sejak tahun 1985. Buktinya lihat saja NII memiliki kedekatan dengan para menteri dan sejumlah politisi,” tukasnya.

Apakah benar demikian? Dalam wawancara eksklusif kepada Tempo, pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun, AS Panji Gumilang membantah tudingan itu. Ia menolak dirinya dikait-kaitkan dengan aktivitas NII, apalagi disebut sebagai anggota NII Komandemen Wilayah-IX. “NII sudah selesai sejak ditangkapnya Kartosuwiryo pada 1962,” kata Panji Gumilang dilansir tempointeraktif. “NII sudah hilang. Saya tak pernah masuk atau keluar dari NII.”

Panji Gumilang juga mengaku tak tahu ketika ditanya kedekatannya dengan Adah Jaelani, mantan pentolan NII dari Jawa Barat yang dikabarkan tinggal di pondok itu. Dia membantah keterangan situs NII Crisis Center yang menyebut dirinya memiliki kedekatan dengan Adah Jaelani.

Adah Jaelani adalah sisa mantan pejabat NII Kartosuwiryo yang diduga masih hidup. Selain Jaelani, pengikut Kartosuwiryo adalah Masduki dan Abdul Fathah. Jaelani pernah diadili di Pengadilan Jakarta karena kasus sebagai imam/kepala negara Islam NII tahun 1983.

Sosok Panji Gumilang memang misterius. Al Chaidar, mantan anggota NII dan penulis buku "Sepak Terjang KW9 Abu Toto Syekh AS Panji Gumilang Menyelewengkan NKA-NII Pasca SM Kartosoewirjo” menduga ada oknum intelijen yang melindungi Panji.

Chaidar dalam bukunya membenarkan ada pendoktrinan tentang NII, seperti mengafirkan orang di luar Al Zaytun, boleh menipu dan mencuri. Motifnya tidak pernah benar-benar berniat mendirikan negara Islam.

Namun Panji menolak semua tudingan tersebut. “Tidak, tidak ada,” kata Panji. Dia juga membantah bahwa dia punya nama lain, seperti Abu Toto atau Abu Maarif. “Nama saya AS Panji Gumilang,”

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutanto meminta media dan masyarakat menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan aparat. Dikatakan Sutanto, pihak aparat keamanan kini tengah menyelidiki keterkaitan Pondok Pesantren Al-Zaytun pimpinan Panji Gumilang dengan Darul Islam (DI) dan NII.

Sejumlah ormas Islam menilai, perbuatan kriminal oleh organisasi yang menyebut dirinya NII merupakan tindakan makar terhadap tegaknya NKRI. Oleh karena itu, pemerintah harus bersikap tegas.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam, Irfan Safrudin saat jumpa pers di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan, NII adalah gerakan yang dikembangkan sekelompok orang yang tidak memiliki dasar keagamaan Islam yang kuat dan tidak mendapat dukungan dari mayoritas umat Islam. Karena itu, jika aparat keamanan dan pemerintah menangani dengan sungguh-sungguh seharusnya gerakan NII sudah tuntas dan tinggal sejarah. [taz/surya, dbs]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Ayo, Berbagi Jum'at Barokah ke Santri Penghafal Qur'an Ulil Albab – Solo

Ayo, Berbagi Jum'at Barokah ke Santri Penghafal Qur'an Ulil Albab – Solo

Rabu, 01 Feb 2023 16:03

Azerbaijan Tangkap 7 Orang 'Jaringan Mata-mata Iran'

Azerbaijan Tangkap 7 Orang 'Jaringan Mata-mata Iran'

Rabu, 01 Feb 2023 13:36

Lebih Dari 1.400 Warga Suriah Terbunuh Oleh Bom Tandan Rusia Dan Rezim Assad

Lebih Dari 1.400 Warga Suriah Terbunuh Oleh Bom Tandan Rusia Dan Rezim Assad

Rabu, 01 Feb 2023 10:25

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 1444 H Jatuh Hari Kamis 23 Maret 2023, Idul Fitri 21 April 2023

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 1444 H Jatuh Hari Kamis 23 Maret 2023, Idul Fitri 21 April 2023

Selasa, 31 Jan 2023 18:00

MK Tolak Legalkan Penikahan Beda Agama

MK Tolak Legalkan Penikahan Beda Agama

Selasa, 31 Jan 2023 17:13

Pengadilan Militer SNA Vonis Istri Pemimpin Islamic State Somalia 8 Tahun Penjara

Pengadilan Militer SNA Vonis Istri Pemimpin Islamic State Somalia 8 Tahun Penjara

Selasa, 31 Jan 2023 15:30

Haruskah Basuh Telinga Bagian Dalam Saat Mandi Janabat?

Haruskah Basuh Telinga Bagian Dalam Saat Mandi Janabat?

Selasa, 31 Jan 2023 15:00

Press Release Audiensi Presidium Duta Peradaban dengan Fraksi PKS DPR-RI

Press Release Audiensi Presidium Duta Peradaban dengan Fraksi PKS DPR-RI

Selasa, 31 Jan 2023 14:46

Adab Saat Menguap

Adab Saat Menguap

Selasa, 31 Jan 2023 13:00

Sudan Bebaskan Pria Yang Dinyatakan Bersalah Membunuh Diplomat AS

Sudan Bebaskan Pria Yang Dinyatakan Bersalah Membunuh Diplomat AS

Selasa, 31 Jan 2023 12:55

Hamas Tangkap Drone Mata-mata Israel, Ekstrak 'informasi sensitif' Terkait Pasukan Pendudukan

Hamas Tangkap Drone Mata-mata Israel, Ekstrak 'informasi sensitif' Terkait Pasukan Pendudukan

Selasa, 31 Jan 2023 12:05

59 Orang Tewas Dalam Pemboman Jibaku Di Sebuah Masjid Di Pakistan

59 Orang Tewas Dalam Pemboman Jibaku Di Sebuah Masjid Di Pakistan

Selasa, 31 Jan 2023 11:00

PKS Serahkan Penentuan Cawapres Kepada Anies Baswedan

PKS Serahkan Penentuan Cawapres Kepada Anies Baswedan

Selasa, 31 Jan 2023 10:05

Diusung PKS, Demokrat dan Nasdem, Anies Resmi Genggam Tiket Pilpres 2024

Diusung PKS, Demokrat dan Nasdem, Anies Resmi Genggam Tiket Pilpres 2024

Selasa, 31 Jan 2023 09:13

Qariah Disawer, Bukti Sistem Sekuler Bikin Keblinger

Qariah Disawer, Bukti Sistem Sekuler Bikin Keblinger

Senin, 30 Jan 2023 19:43

Mantan PM Inggris Boris Johnson Klaim Putin Ancam Bunuh Dirinya Dengan Serangan Rudal

Mantan PM Inggris Boris Johnson Klaim Putin Ancam Bunuh Dirinya Dengan Serangan Rudal

Senin, 30 Jan 2023 17:07

Ulurkan Tangan Bantu Pak Agung, Berjuang Melawan Tumor Ganas!

Ulurkan Tangan Bantu Pak Agung, Berjuang Melawan Tumor Ganas!

Senin, 30 Jan 2023 16:04

Ilhan Omar Sebut Partai Republik Tidak Ingin Ada Seorang Muslim Di Kongres AS

Ilhan Omar Sebut Partai Republik Tidak Ingin Ada Seorang Muslim Di Kongres AS

Senin, 30 Jan 2023 14:41

Surat Kabar Israel Peringatkan Tentang Pecahnya Intifada Pelastina Ketiga

Surat Kabar Israel Peringatkan Tentang Pecahnya Intifada Pelastina Ketiga

Senin, 30 Jan 2023 09:48

Mewaspadai Bencana Alam

Mewaspadai Bencana Alam

Senin, 30 Jan 2023 06:28


MUI

Must Read!
X