Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.731 views

Gerilya Nelayan Kupang, Sindikat Imigran Gelap Tujuan Australia

Kupang (voa-islam) – Sebuah koran lokal di Kota Kupang memberitakan, lelaki asal Pulau Rote itu tertangkap di Australia saat berusaha mengurus imigran gelap untuk tujuan ke Australia. Seorang narasumber voa-islam asal Papela, Pulau Rote, NTT yang tak mau disebut namanya, mengakui adanya ladang bisnis baru bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT)untuk mendapatkan penghasilan besar dari mengurus imigran gelap asal Iran, Irak, Afghanistan, Pakistan, Bangladesh, dan negara lainnya.

“Usaha itu sudah dilakukan sejak tahun 1980-an. Sampai sekarang pun masih terus berlangsung. Yang jelas, ada bos dan sindikatnya. Tidak main-main, omzet bisnis ini meraup keuntungan besar hingga milyaran rupiah. Sekarang, modusnya  sudah lebih canggih lagi. Masyarakat Kupang dan Rote acapkali menggunakan anak berusia 17-19 tahun. Di usia ini, seorang remaja tidak akan sampai dijerat hukum penjara,” kata narasumber voa-islam banyak tahu.

Belakangan diketahui, Kupang bukan lagi satu-satunya surga yang acapkali menjadi transit bagi pendatang gelap untuk kemudian melanjutkan perjalanannya menuju Australia melalui jalur laut dengan menggunakan jasa perahu nelayan asal Papela di Pulau Rote. Kini, Kendari, Makasar, dan Jawa bisa dijadikan tempat transit dan akan ada sindikat yang mengurusnya.

Tak sedikit warga muslim asal Rote yang ditangkap saat mengurus pendatang gelap. Mereka ditangkap dan dipenjarakan 3-4 tahun penjara. Yang pasti, mereka sudah tahu resiko yang akan dihadapi. Berdasarkan UU Imigrasi yang baru tahun 2011, perubahan dari UU Imigrasi tahun 1992, sanksi bagi koordinator, pengantar, yang punya perahu akan dihukum penjara paling lama 5-6 tahun. Sanksi ini tentu lebih berat dari UU imigrasi sebelumnya.   

“Ada 10 orang Papela yang dipenjara. Bahkan ada orang Papela yang ditangkap dan dipenjara di Polres Gunung Kidul, Jawa Tengah. Faktor kemiskinan lah yang menyebabkan orang Rote berprofesi unik seperti ini. Jadi, disamping sebagai nelayan, mereka punya mata pencaharian lain, yakni agen imigran gelap.

Banyak yang Berhasil


Banyak yang berhasil dari upaya mereka mengurus pendatang gelap sampai ke Australia. Mengingat menyebrang dari Kupang ke Australia dengan menggunakan transportasi laut tidak begitu jauh. Sesampai di Australi, ada calo lagi yang mengurus untuk menjadi warga negara Australia.

Awalnya mereka datang sebagai turis secara legal, lalu setiba di Australia menjadi ielegal. Langkahnya dimulai dari mencari sindikat lokal yang meliputi nelayan yang difungsikan sebagai pengantar imigran illegal tersebut. Siapa yang tidak tergiur, jasa bagi pengantar akan mendapat imbalan Rp. 30-50 juta/orang. Hitung-hitungannya, jika ada 10 orang pengantar, maka Rp. 50 juta dikalikan dengan 10 orang, maka sama dengan Rp. 500 juta. Itu baru mengurus satu orang imigran gelap.  

Lalu uang Rp. 500 juta itu dialokasikasikan untuk membeli perahu (Rp. 100 juta), membayar nelayan, dan pengantar, juga biaya akomodasi di Kupang atau Makasar, menyogok polisi “nakal”.

Nelayan direkrut di Kupang, Rote, atau Papela. Masing-masing nelayan bisa mendapat Rp. 30 juta /orang. Untuk menuju Australia, berangkat ke Kupang, atau  Kendari, Makasar, dan Jawa. “Ada sindikat yang melakukan pertemuan di Gedung Ambasador Mega Kuningan, Jakarta (apartemen) untuk melakukan transaksi dengan calon imigran gelap.

Membaca Koran lokal di Kupang, selalu saja ada pemberitaan warga asal Papela (Rote) dan Kupang yang tertangkap dan dipenjara di kota-kota besar di Indonesia, bahkan di Australia. “Sebetulnya saya hari ini akan menjemput saudara saya yang baru saja keluar penjara dari Polres Gunung Kidul, setelah menjadi sindikat imigran gelap asal Afghan,” ujar narasumber voa-islam mengakhiri perbincangan. (Desastian)

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Latest News
Ekonomi Membaik, Legislator Minta Pemerintah Jangan Naikan Harga-harga

Ekonomi Membaik, Legislator Minta Pemerintah Jangan Naikan Harga-harga

Kamis, 19 May 2022 21:44

Pemerintah Prancis Tentang Langkah Kota Grenoble Yang Mengizinkan Pemakaian Burkini Di Kolam Renang

Pemerintah Prancis Tentang Langkah Kota Grenoble Yang Mengizinkan Pemakaian Burkini Di Kolam Renang

Kamis, 19 May 2022 19:22

Mesir Rekrut Anak-anak Untuk Perangi Islamic State Di Sinai Utara

Mesir Rekrut Anak-anak Untuk Perangi Islamic State Di Sinai Utara

Kamis, 19 May 2022 18:00

Pejabat Keamanan Yordania Sebut Militer Suriah Terlibat Penyeludupan Narkoba Ke Yordania

Pejabat Keamanan Yordania Sebut Militer Suriah Terlibat Penyeludupan Narkoba Ke Yordania

Kamis, 19 May 2022 17:00

Fenomena Bocah Pejuang Subuh di Garut

Fenomena Bocah Pejuang Subuh di Garut

Kamis, 19 May 2022 12:57

Dai Muda Muhammadiyah Silaturahmi dengan Ustaz Bachtiar Nasir

Dai Muda Muhammadiyah Silaturahmi dengan Ustaz Bachtiar Nasir

Kamis, 19 May 2022 08:59

Jangan Heran Ustad Somad Dideportasi, Singapura Sudah Lama Anti-Islam

Jangan Heran Ustad Somad Dideportasi, Singapura Sudah Lama Anti-Islam

Rabu, 18 May 2022 20:51

Tegas, Legislator PKS Minta Pemerintah Singapura Minta Maaf

Tegas, Legislator PKS Minta Pemerintah Singapura Minta Maaf

Rabu, 18 May 2022 20:39

Welkam Hom, Pak

Welkam Hom, Pak

Rabu, 18 May 2022 17:51

Ruhut Makin Kacrut

Ruhut Makin Kacrut

Rabu, 18 May 2022 15:50

Mengejar Medali Surgawi, Bagaimanakah?

Mengejar Medali Surgawi, Bagaimanakah?

Rabu, 18 May 2022 15:43

Semakin Hemat! Bikin Desain atau Video Marketing Yuk

Semakin Hemat! Bikin Desain atau Video Marketing Yuk

Rabu, 18 May 2022 15:40

Pengadilan India Larang Muslim Shalat Jamaah Di Masjid Gyanvapi Setelah Klaim Penemuan Berhala Hindu

Pengadilan India Larang Muslim Shalat Jamaah Di Masjid Gyanvapi Setelah Klaim Penemuan Berhala Hindu

Rabu, 18 May 2022 15:37

Corbuzier Main LGBT

Corbuzier Main LGBT

Rabu, 18 May 2022 13:44

Deportasi UAS, Singapura Sebut Ustadz Abdul Shomad Ditolak Masuk Karena Sebarkan 'Ekstrimisme'

Deportasi UAS, Singapura Sebut Ustadz Abdul Shomad Ditolak Masuk Karena Sebarkan 'Ekstrimisme'

Rabu, 18 May 2022 08:45

Ramadhan Yang Membekas

Ramadhan Yang Membekas

Selasa, 17 May 2022 22:10

JITU Mengutuk Keras Penembakan Terhadap Jurnalis Al-Jazeera

JITU Mengutuk Keras Penembakan Terhadap Jurnalis Al-Jazeera

Selasa, 17 May 2022 22:06

Pembongkaran Tiang Masjid Muhammadiyah di Aceh Menyakiti Umat Islam

Pembongkaran Tiang Masjid Muhammadiyah di Aceh Menyakiti Umat Islam

Selasa, 17 May 2022 21:52

Laporan Baru PBB Sebut Taliban Dan Al-Qaidah 'Tetap Sekutu Dekat'

Laporan Baru PBB Sebut Taliban Dan Al-Qaidah 'Tetap Sekutu Dekat'

Selasa, 17 May 2022 21:02

Mahasiswa sebagai Sasaran Sekaligus Ujung Tombak dalam Menangkal Paham LGBT

Mahasiswa sebagai Sasaran Sekaligus Ujung Tombak dalam Menangkal Paham LGBT

Selasa, 17 May 2022 12:01


MUI

Must Read!
X

Rabu, 18/05/2022 17:51

Welkam Hom, Pak