Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
14.750 views

Aceh : Penerapan Syariah Islam Non-Muslim Dihukum Rajam

BANDA ACEH (voa-islam.com) - Penerapan Hukum Acara Syariah Islam di Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam memungkinkan warga non-Muslim dijatuhi hukum rajam, jika pelanggarannya tidak diatur dalam KUHP.

Ketua Badan Legislatif DPR Aceh, Abdullah Saleh, mengatakan penerapan Syariah Islam kepada warga non-Muslim dimaksudkan sebagai perlakukan yang sama bagi semua penduduk yang tinggal di provinsi Aceh.

"Tercipta ketidakadilan hukum di dalam masyarakat kalau orang yang Muslim dihukum jika melakukan pelanggaran hukum, sementara yang non-Muslim lepas, kan tidak ada keadilan hukum dalam situasi seperti itu," jelasnya kepada wartawan di Banda Aceh. Namun Saleh menegaskan bahwa kerudung atau hijab tidak diwajibkan bagi perempuan non-Muslim.

Dalam situasi sebuah pelanggaran hukum diatur oleh KUHP, maka warga non-Muslim boleh memilih untuk  diberi sanksi berdasarkan KUHP atau Syariah Islam. Bagaimanapun tetap terbuka kemungkinan bahwa warga non-Muslim mendapat sanksi hukum rajam.

"Dikenakan kepada yang non-Muslim bila memang pelanggaran terhadap Syariah Islam tidak diatur oleh KUHP. Kalau diatur oleh KUHP, dia bisa ambil KUHP," tambah Saleh.

Hukum Acara Syariah Islam ini sudah disepakati pada tanggal 23 Desember lalu dan secara resmi diterapkan mulai tanggal 31 Desember.

Polisi Menangkap Anak Punk

Dibagian lain, aparat kepolisian Aceh melakukan penangkapan terhadap puluhan remaja penggemar musik punk di ibukota Banda Aceh dengan alasan pembinaan. Polisi beralasan para remaja punk ini ditangkap karena dianggap "meresahkan masyarakat."

Sekitar 60 orang remaja pengggemar musik punk atau biasa dijuluki "anak punk" tersebut menggelar konser amal bertajuk "Aceh for the Punx" di Taman Budaya, Banda Aceh, Sabtu (10/12) malam. Namun di tengah acara, polisi dari Kepolisian Daerah Nanggro Aceh Darussalam membubarkan konser dan menangkap para peserta serta penonton. Para remaja punk itu kemudian dibawa ke Sekolah Polisi Nasional Seulawah Aceh, Selasa (13/12).

Pembinaan

Evi Narti Zain dari Koalisi Hak Asasi Manusia Aceh mengatakan, anak-anak punk yang berasal dari Aceh dan sejumlah kota lain seperti Batam dan Medan itu dibawa ke Sekolah Polisi Nasional untuk dibina. "Polisi mengatakan, anak-anak punk itu dirazia karena masyarakat merasa terganggu dengan kehadiran mereka," kata Evi. "Jangan dianggap melanggar HAM, tapi untuk mendidik agar mereka kembali seperti manusia normal".

Menurut Ervi, tindakan polisi tersebut tidak bisa disebut sebagai unsur pembinaan. "Apakah polisi puas dengan menggunduli anak anak itu? Pembinaan anak punk tidak bisa dilakukan dengan cara kekerasan," tutur Evi. Ia mengatakan tindakan polisi merazia anak punk di Aceh sangat tidak kooperatif dan tidak menyelesaikan permasalahan.

Dasar hukum yang digunakan oleh polisi adalah pasal perbuatan tidak menyenangkan dan meresahkan masyarakat. Dalam pemberitaan media lokal, Kepala Kepolisian Daerah Aceh, Irjen Pol Iskandar Hasan membantah penangkapan tersebut dianggap sebagai pelanggaran HAM.

''Jangan dianggap melanggar HAM, tapi untuk mendidik agar mereka kembali seperti manusia normal. Mereka akan dibina, kami berorientasi pada pendidikan di komunitas kita, bangsa kita,'' kata Iskandar.

Menurut Iskandar, para punk yang memang dikenal dengan dandanan yang nyentrik, rambut ugal-ugalan dan pakaian hitam dekil ini telah mengganggu kenyamanan masyarakat. Iskandar menambahkan bahwa pihaknya juga akan mengundang ulama Muslim untuk berpartisipasi ''mengembalikan pemikiran dan moral mereka.''

Aceh merupakan provinsi di Indonesia yang menjalankan syariat Islam. Melalui perda syariat ini polisi Aceh sering kali melakukan razia terhadap orang yang dianggap melanggar aturan. Sejumlah razia yang pernah dilakukan adalah razia penggunaan jilbab, celana jeans dan pasangan mesum. (dbs/afgh/voa-islam.com)

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Anis: Utang Indonesia dalam Taraf Mengkhawatirkan

Anis: Utang Indonesia dalam Taraf Mengkhawatirkan

Jum'at, 25 Jun 2021 04:51

Promosikan Ivermectin, Erick Thohir Dikritik Seperti Jualan Obat

Promosikan Ivermectin, Erick Thohir Dikritik Seperti Jualan Obat

Jum'at, 25 Jun 2021 03:20

Lampaui Target Vaksinasi 100.000 Orang/Hari, Pemprov DKI Apresiasi Antusiasme Masyarakat

Lampaui Target Vaksinasi 100.000 Orang/Hari, Pemprov DKI Apresiasi Antusiasme Masyarakat

Jum'at, 25 Jun 2021 02:19

Ingatkan Warga, Dinkes Garut: Varian Baru Covid-19 Banyak Menyerang Anak-anak

Ingatkan Warga, Dinkes Garut: Varian Baru Covid-19 Banyak Menyerang Anak-anak

Jum'at, 25 Jun 2021 01:42

PP Muhammadiyah Meminta Wacana Pembelajaran Tatap Muka kembali Ditunda

PP Muhammadiyah Meminta Wacana Pembelajaran Tatap Muka kembali Ditunda

Jum'at, 25 Jun 2021 00:10

Fenomena Dakwah Copy-Paste

Fenomena Dakwah Copy-Paste

Kamis, 24 Jun 2021 23:35

UMY dan PBI DIY Selenggarakan Training Kewirausahaan Bekam

UMY dan PBI DIY Selenggarakan Training Kewirausahaan Bekam

Kamis, 24 Jun 2021 22:33

Indonesia Darurat Sampah dan Limbah, Anggota FPKS Sesalkan Pengurangan Anggaran

Indonesia Darurat Sampah dan Limbah, Anggota FPKS Sesalkan Pengurangan Anggaran

Kamis, 24 Jun 2021 21:29

Kasus Covid Melonjak, Senator Ingatkan Stok Darah Harus Tetap Terjaga

Kasus Covid Melonjak, Senator Ingatkan Stok Darah Harus Tetap Terjaga

Kamis, 24 Jun 2021 20:54

Penumpang KRL di Stasiun Cikarang Jalani Swab Tes Antigen

Penumpang KRL di Stasiun Cikarang Jalani Swab Tes Antigen

Kamis, 24 Jun 2021 19:48

MUI:  Di Zona Merah, Tidak Diperkenankan Sholat Idul Adha dan Shalat Jamaah di Luar Rumah

MUI: Di Zona Merah, Tidak Diperkenankan Sholat Idul Adha dan Shalat Jamaah di Luar Rumah

Kamis, 24 Jun 2021 18:26

Jangan Lupakan Piagam Jakarta

Jangan Lupakan Piagam Jakarta

Kamis, 24 Jun 2021 17:46

Pejabat PBB: Taliban Rebut 50 Dari 370 Distrik Di Afghanistan

Pejabat PBB: Taliban Rebut 50 Dari 370 Distrik Di Afghanistan

Kamis, 24 Jun 2021 17:08

Tinjau Pemakaman Khusus Covid-19, Anies: Meski Luas Tolong Jangan Dipenuhi

Tinjau Pemakaman Khusus Covid-19, Anies: Meski Luas Tolong Jangan Dipenuhi

Kamis, 24 Jun 2021 16:17

Covid-19 Meningkat, MUI-BNPB Sarankan Perketat Protokol Kesehatan Saat Berqurban

Covid-19 Meningkat, MUI-BNPB Sarankan Perketat Protokol Kesehatan Saat Berqurban

Kamis, 24 Jun 2021 15:08

Masjid Raya Jakarta Islamic Centre Tutup hingga 5 Juli

Masjid Raya Jakarta Islamic Centre Tutup hingga 5 Juli

Kamis, 24 Jun 2021 14:41

Akhiri Pembelahan Politik, Indonesia Perlu Sumpah Ketiga

Akhiri Pembelahan Politik, Indonesia Perlu Sumpah Ketiga

Kamis, 24 Jun 2021 13:58

Kasus RS Ummi, Habib Rizieq Divonis Empat Tahun Penjara

Kasus RS Ummi, Habib Rizieq Divonis Empat Tahun Penjara

Kamis, 24 Jun 2021 12:20

Solo Madani Indonesia Jaya Sampaikan Resolusi kepada Presiden, MPR dan DPR

Solo Madani Indonesia Jaya Sampaikan Resolusi kepada Presiden, MPR dan DPR

Kamis, 24 Jun 2021 11:51

Kasus Covid-19 Semakin Buruk, Politisi PKS: Opsi PSBB Harus Segera Diambil

Kasus Covid-19 Semakin Buruk, Politisi PKS: Opsi PSBB Harus Segera Diambil

Kamis, 24 Jun 2021 10:49


MUI

Must Read!
X