Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
11.429 views

Koalisi Transaksi Pilpres 2014

Oleh : Abu Rasyidah (Pemerhati Sosial Politik Indonesia)

Akhirnya terbaca koalisi partai menuju pilpres 2014. Berlabuhnya Hanura ke PDIP per 17 Mei 2014 semakin memperjelas peta konstelasi koalisi. Meski belum secara resmi pula Golkar menetapkan pilihan koalisinya tapi signal menunjukkan partai pohon beringin ini diduga kuat merapat ke PDI-P.Tetapi, akhirnya Golkar mendukung Prabowo.

Pasca kecewa ditolak oleh elite PDIP saat bertemu dengan Mega dan Jokowi yang menjadikan ARB sebagai cawapres. Apalagi Akbar Tanjung sebagai orang kuat di Golkar mengapresiasi positip terhadap kemungkinan koalisi Golkar-PDIP. Peta lainnya adalah statement Edhie Baskoro sebagai sekjen Demokrat tentang 5 opsi koalisi partainya. Dan kemungkinan besar Demokrat akan memilih opsi yang kelima yakni akan menjadi penonton dalam arena kontestasi capres cawapres mendatang. Ini sesuai dengan gaya politik Demokrat yang direpresentasikan oleh pembinanya SBY yakni "Politik Jaim (Jaga Image)".  

Sehingga secara praktis, kemungkinan kekuatan koalisi dibagi menjadi 2 poros. Pertama, PDIP bersama dengan Golkar, PKB, Nasdem dan Hanura mengusung Jokowi. Kedua, Gerindra bersama dengan PAN, PPP dan PKS mengusung Prabowo. Dan sekali lagi Demokrat akan berada di luar poros tersebut.

Ini barangkali dianggap sebagai pilihan sikap politik yang elegan di tengah masifnya mengusung capres sendiri melalui konvensi. Sikap netral terhadap poros koalisi juga merupakan bentuk integritas menjaga kewibawaan konvensi beserta capres yang dihasilkannya. Yakni Dahlan Iskan sebagai capres hasil konvensi dengan tingkat elektabilitas paling tinggi dibanding yang lain.

Pilihan politik netral Demokrat bisa jadi sebagai sebuah pilihan pragmatis untuk mencari posisi aman di tengah kompetisi ketat 2 poros koalisi. Dan demi menjaga keamanan atas kelemahan-kelemahan berlangsungnya kebijakan politik selama 2 periode kepimpinan di bawah SBY yang potensial diungkap ke depan.

Di antaranya Wisma Hambalang dan Kasus Century. Setelah sebelumnya semuanya hampir terlibat pada Kasus BLBI yang telah merugikan ribuan triliun duit rakyat buah hasil sindikasi antara penguasa dan para konglomerat hitam yang sangat berharap perlindungan terhadap penguasa hasil pilpres mendatang. Dengan cara ditutupnya kasus itu (baca BLBI) hilang dan raib ditelan bumi. Langkah abstain Demokrat juga lagi dipertimbangkan oleh Golkar. Untuk menutupi kesan terlibat dalam politik transaksi koalisi.

Dibanding dengan proses mengusung capres maka mencari pasangan cawapres lebih sulit. Kesan sulitnya pengukuhan cawapres karena dinamika pembahasan di dalam internal koalisi. Ukuran paling utama di antara parameter yang lain adalah seberapa tingkat elektabilitas cawapres yang disandingkan mampu mengatrol pasangannya. Meski wacana pasangan capres cawapres masing-masing koalisi sempat muncul di media. Seperti Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta. Tetapi semuanya akan terlihat jelas sejak pendaftaran mulai tanggal 18 Mei.

Walaupun Jokowi dan Megawati memastikan bahwa tidak ada politik transaksi di dalam koalisi yang dibangun. Termasuk yang disinyalir atas koalisi Prabowo-Hatta. Tetapi menjadi sebuah keniscayaan dalam praktek politik praktis saat ini terjadinya bargaining of power (tawar menawar kekuasaan). Ke depan model bargaining of power yang menyeruak ke permukaan adalah bargaining dalam penyusunan produk legislasi sebagai legitimasi kekuasaan bagi para penguasa dan para sponsornya.

Pembentukan koalisi dalam konteks sistem politik Demokrasi adalah upaya membangun kekuatan di dalam parlemen maupun kabinet yang menjadi kunci untuk mengendalikan kebijakan politik. Dan fokus pembahasan koalisi menuju pilpres Juli mendatang saat ini adalah memformulasikan pasangan capres cawapres yang mampu mendulang suara terbesar. Dalam konteks logika politik maka pilihan suara pemilih pada pileg tidak linear dengan pada saat pilpres.

Karena dalam pilpres mendatang apalagi dengan floating mass (massa mengambang) yang besar para pemilih kebanyakan tidak lagi memperhatikan siapa parpol yang mengusung. Melainkan bagaimana sosok capres cawapres yang akan dipilih. Di sinilah rekayasa politik sosok capres cawapres akan sangat menentukan seberapa tingkat elektabilitasnya. Yang berujung pada keberhasilan pilihan suaranya.

Dan rekayasa politik pencitraan capres menjadi faktor utama dibanding dengan cawapresnya. Kemudian baru rekayasa politik keduanya sebagai sebuah kombinasi capres cawapres. Setelah berhasil maka sesungguhnya keberhasilan itu adalah keberhasilan koalisi yang akan menentukan  performance kabinet. Disinilah pembahasan internal koalisi sangat menentukan siapa menduduki posisi apa.

Dengan melihat besarnya biaya yang dikeluarkan oleh masing-masing caleg, parpol, capres, cawapres beserta para sponsornya. Sebagaimana yang sempat disitir oleh kalangan internal parlemen sendiri diantaranya Bambang Soesatyo, Ramadhan Pohan dan Marzuki Ali. Sulit rasanya menerima kebenaran bahwa kabinet yang dibangun termasuk keputusan politik di dalam parlemen tidak terjadi politik transaksi.

Bagaimanapun politik transaksi menjadi sebuah habit buah implikasi politik praktis dalam bingkai Demokrasi. Tinggal nampak secara vulgar atau transparan. Statement yang menyatakan bahwa tidak adanya politik transaksi dalam koalisi adalah merupakan bentuk kebohongan publik dan kader partai. Ujung dari politik transaksi adalah sharing of power (bagi-bagi kekuasaan).

Apalagi terdapat info biaya yang dikeluarkan untuk pencapresan sekitar 10 triliun rupiah. Dan dari setiap pergantian rezim penguasa pemandangan yang umum terjadi adalah retorika laporan keberhasilan kebijakan pembangunan untuk menutupi kebobrokan. Diikuti kemudian oleh sederetan para pejabat beserta wakil rakyat yang dijebloskan ke dalam hotel prodeo.

Perlu konstruksi sistemik untuk mengubah perilaku politik transaksi berbuah bagi-bagi kekuasaan. Kearah sebuah kontruksi yang dibangun di atas 2 pilar pokok.

Pertama, menempatkan politik sebagai aktifitas mengurus rakyat sepenuhnya oleh penguasa dengan menggunakan referensi aturan komprehensif yang datang dari Sang Empunya otoritas manusia dan alam semesta –Allah Azza Wa Jalla. Aturan yang jauh dari intervensi kepentingan manusia karena tidak lahir dari produk bargaining of power. Bisa diuji melalui metodologi interpretasi yang jamak di kalangan para faqih fiddin. Dan dalam sebuah kesatuan sistem tidak terpisah antara aturan dan sistem yang menjalankan aturan. Yakni syariah dan khilafah. Serta dakwah dan jihad sebagai sistem penopangnya.

Kedua, memahami politik sebagai aktifitas kontrol terhadap penguasa dalam bentuk koreksi tanpa pretensi apapun. Semata-mata karena dorongan keimanan untuk mengembalikan penguasa kepada koridor aturan main yang benar. Yakni aturan yang memuat ketentuan sistem kehidupan semua aspek.

Tinggal memilih mana di antara sistem kehidupan yang datang dari Tuhan Pencipta manusia dan alam semesta paripurna menjelaskan semua aspek. Dan Allah Subhanahu Wa Taalla telah menurunkan Islam sebagai sistem kehidupan manusia paling sempurna sebagaimana di QS Al-Maidah ayat 3 :

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagimu agamamu, dan telah Aku sempurnakan nikmat-Ku, dan Aku ridha Islam sebagai agama bagimu sekalian”. Jadi pilar yang pertama adalah politik yang dilakukan oleh penguasa. Sedang pilar kedua adalah politik yang dilakukan oleh masyarakat termasuk partai politik. Bukan seperti saat ini dimana partai politik menjadi bagian dari penguasa yang ikut menentukan kebijakan negara. Tidak jelas kapan sebagai bagian dari parpol dan kapan sebagai bagian dari penguasa. Penting direnungkan Sabda Rasullullah SAW : “Imam (Khalifah) adalah pengurus rakyat dan dia bertanggung jawab atas urusan rakyatnya”. (HR al-Bukhari). Wallahu a’lam bis showab.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Test The Water Investasi Miras

Test The Water Investasi Miras

Jum'at, 05 Mar 2021 11:26

Melegislasi Miras, Melegislasi Kemaksiatan Pendatang Azab

Melegislasi Miras, Melegislasi Kemaksiatan Pendatang Azab

Jum'at, 05 Mar 2021 09:31

Menjadi Ibu Tangguh di Era Pandemi

Menjadi Ibu Tangguh di Era Pandemi

Jum'at, 05 Mar 2021 09:09

AS 'Dengan Tegas Menentang' Keputusan ICC Untuk Membuka Penyelidikan Kejahatan Perang Israel

AS 'Dengan Tegas Menentang' Keputusan ICC Untuk Membuka Penyelidikan Kejahatan Perang Israel

Kamis, 04 Mar 2021 21:15

Bom Mobil Hantam Pasukan Separatis Selatan Yaman Dukungan UEA Di Aden

Bom Mobil Hantam Pasukan Separatis Selatan Yaman Dukungan UEA Di Aden

Kamis, 04 Mar 2021 20:30

Hamas: Tidak Ada Pembebasan Tentara Israel Tanpa Pertukaran Tahanan

Hamas: Tidak Ada Pembebasan Tentara Israel Tanpa Pertukaran Tahanan

Kamis, 04 Mar 2021 20:02

Keutamaan Silaturahim Hari Jum’at

Keutamaan Silaturahim Hari Jum’at

Kamis, 04 Mar 2021 19:08

Sejak Januari Sudah Terjadi 31 Pembunuhan Di Kamp Suriah Yang Menampung Kerabat Pejuang IS

Sejak Januari Sudah Terjadi 31 Pembunuhan Di Kamp Suriah Yang Menampung Kerabat Pejuang IS

Kamis, 04 Mar 2021 18:15

Benarkah Ayat Qur’an Tentang Khamr Kontradiktif?

Benarkah Ayat Qur’an Tentang Khamr Kontradiktif?

Kamis, 04 Mar 2021 15:55

Israel Jual Drone Pengingtai Dan Perangkat Lunak Peretasan Ke Myanmar Meski Ada Larangan Ekspor

Israel Jual Drone Pengingtai Dan Perangkat Lunak Peretasan Ke Myanmar Meski Ada Larangan Ekspor

Kamis, 04 Mar 2021 15:05

Satu Tahun Pandemi di Indonesia, Pemimpin Bingung Rakyat Jadi Korban

Satu Tahun Pandemi di Indonesia, Pemimpin Bingung Rakyat Jadi Korban

Kamis, 04 Mar 2021 13:38

Bau KKN Gubernur Kamil?

Bau KKN Gubernur Kamil?

Kamis, 04 Mar 2021 13:04

HNW: Penting Presiden Jokowi Buat Perpres Baru Pencabutan Investasi Miras

HNW: Penting Presiden Jokowi Buat Perpres Baru Pencabutan Investasi Miras

Kamis, 04 Mar 2021 11:54

MMI Tegas Menolak Investasi Kemungkaran Miras

MMI Tegas Menolak Investasi Kemungkaran Miras

Kamis, 04 Mar 2021 11:30

Kisah Nyata: Chattingan Terakhir Sahabat Sekampungku

Kisah Nyata: Chattingan Terakhir Sahabat Sekampungku

Kamis, 04 Mar 2021 10:45

Kiyai Ma’ruf Sembunyikan Kaget Miras, Pembatalan oleh Jokowi Harus Dikawal Terus

Kiyai Ma’ruf Sembunyikan Kaget Miras, Pembatalan oleh Jokowi Harus Dikawal Terus

Kamis, 04 Mar 2021 08:12

Dibandingkan Investasi Miras, Partai Gelora Usulkan Pengembangan Industri Herbal dan Jamu

Dibandingkan Investasi Miras, Partai Gelora Usulkan Pengembangan Industri Herbal dan Jamu

Kamis, 04 Mar 2021 07:07

Soal Penjualan Saham Bir, Fahira Idris: Warga Jakarta Tunggu Itikad Baik DPRD

Soal Penjualan Saham Bir, Fahira Idris: Warga Jakarta Tunggu Itikad Baik DPRD

Kamis, 04 Mar 2021 06:47

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Kamis, 04 Mar 2021 02:28

ICC Luncurkan Penyelidikan Atas Dugaan Kejahatan Israel Di Wilayah Palestina

ICC Luncurkan Penyelidikan Atas Dugaan Kejahatan Israel Di Wilayah Palestina

Rabu, 03 Mar 2021 22:22


MUI

Must Read!
X